Menanti Kilau Atlet Pelajar di Lintasan Semarang 10K

Latihan keras telah dilakoni para atlet pelajar. Lintasan Semarang 10K akan menjadi saksi mereka memamerkan kilaunya.

14 Des 2024 05:30 WIB · Pendidikan & Kebudayaan

Oleh Nino Citra Anugrahanto

Atlet pelajar akan kembali berlaga dalam Semarang 10K tahun ini. Hasrat para juara bertahan untuk mempertahankan podium hingga memperbaiki catatan waktu terasa menggebu-gebu. Lintasan lomba akan menjadi arena mereka memamerkan kilau bakatnya. Ikhtiar menyemai bibit pelari masa depan berdesir dalam satu embusan napas dari perhelatan itu.

Deon Parera (17) termasuk salah seorang atlet pelajar yang tengah terbakar semangatnya menuju hari-hari akhir menjelang lomba Semarang 10K. Jantungnya berdebar semakin cepat seiring besarnya api semangat itu. Sepasang kakinya seakan dibuat tak sabar melaju cepat pada lintasan yang sebagian besar terdiri atas jalan aspal.

”Rasanya degdegan, tetapi enggak sabar juga. Pengin cepat-cepat lari saja. He-he-he,” kata bocah asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jateng, itu saat dihubungi, Rabu (11/12/2024).

Pelari melaju sesaat setelah Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, MArkaeting Manager RTD Beverages Category WINGS Group Indonesia Joshua Gunawan, dan Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas udiman Tanuredjo mengibarkan bendera start Semarang 10K Powered by Isoplus yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (17/12/2023). Kompas/Wisnu Widiantoro 17-12-2023

Semarang 10K 2024 bakal digelar pada Minggu (15/12/2024) di Kota Semarang. Lomba tersebut diselenggarakan atas kerja sama Pemerintah Kota Semarang, harian Kompas, dan Le Minerale.

Tahun ini merupakan kesempatan kedua sekaligus terakhir Deon turut serta sebagai atlet pelajar di Semarang 10K. Itulah yang membuatnya ogah tampil setengah-setengah. Apalagi, ia meraih peringkat kedua tercepat pada gelaran Semarang 10K tahun 2023. Ketika itu, ia mampu menyelesaikan lomba dalam waktu 42 menit 35 detik.

Capaian tahun lalu semacam menggandakan motivasi Deon berkali-kali lipat. Ia terdorong agar finis lebih cepat. Kepercayaan dirinya cukup tinggi untuk mewujudkan itu. Sebab, waktunya mempersiapkan diri jauh lebih panjang dan matang dibandingkan setahun sebelumnya. 

Kali ini, Deon memiliki waktu dua bulan demi mempersiapkan lomba itu. Selama itu, ia berlatih setiap hari. Pagi dan sore. Menu-menu latihan dari sang pelatih dilahapnya tanpa mengeluh. Entah itu long run untuk melatih ketahanan sampai interval guna memacu lajunya sewaktu melenggang di lintasan. 

Para atlet nasional Budi (kiri), Amin dan Shodiq yang saling menjaga jarak mereka untuk menjuari lomba lari pada ajang Semarang 10K Powered by Isoplus di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (18/12/2022). Sebanyak 2.100 peserta lari memeriahkan ajang Semarang 10K Powered by Isoplus yang terbagi dalam kategori 10K Nasional, 10K Master dan Kid Dash. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 18-12-2022

Kondisi itu berbeda dengan setahun lalu. Waktu persiapannya lebih sempit. Itu dikarenakan kuku kakinya terlepas sewaktu mengikuti ajang Bank Jateng Young Talent di Borobudur Marathon yang diadakan dua pekan sebelum Semarang 10K. Cedera itu memaksanya menepi dari lintasan lari selama sepekan. Praktis, sisa waktunya untuk bersiap juga tinggal sepekan.

”Sekarang fisiknya sudah lebih siap. Kira-kira sudah 85 persen. Sisanya tinggal mental saja biar tidak gampang menyerah pas lomba nanti. Mudah-mudahan juga nanti tidak ada halangan berarti. Targetnya semoga bisa memperbaiki catatan waktu,” tutur Deon.

Sejauh ini, catatan waktu terbaik Deon menyentuh waktu 37 menit untuk nomor 10 km. Hanya saja capaian itu diraihnya saat mengikuti lomba tingkat ”tarkam” atau pertarungan antar kampung, sekitar dua bulan lalu. Dia pun ingin menguji kemampuannya dalam lomba-lomba resmi semacam Semarang 10K. 

Peserta Semarang 10K Powered by Isoplus saat melintasi keindahan kawasan Kota Lama menuju tempat finis di Kantor Balai Kota Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (18/12/2022). Sebanyak 2.100 peserta lari memeriahkan dan bergembira bersama pada ajang Semarang 10K Powered by Isoplus. Acara lari Semarang 10K telah menjadi agenda tahunan untuk mempromosikan wisata dan ekonomi kreatif di Kota Semarang. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 18-12-2022

Untuk itu, Deon juga merasa bersyukur terdapat banyak perlombaan resmi yang memasukkan kategori pelajar. Lebih-lebih ia memang bercita-cita menjadi atlet lari jarak jauh seperti idolanya, Agus Prayogo. Diyakininya, semakin banyak lomba akan semakin mengasah bakatnya yang terendus pelatih-pelatih lokal sejak ia masih berumur 6 tahun. 

”Waktu awal-awal itu dilihat saya punya endurance. Makanya, saya mendalami nomor menengah jauh sampai jauh. Ini sudah telanjur basah. Sekalian total saja. Latihan setiap hari sudah bagian dari keseharian. He-he-he,” tutur Deon. 

Quote

Sekarang fisiknya sudah lebih siap. Kira-kira sudah 85 persen. Sisanya tinggal mental saja biar tidak gampang menyerah pas lomba nanti.

Dari kategori pelajar putri, Nagita Yuniar Kurniasari (17) berambisi sama seperti Deon. Tata, sapaan karib Nagita, ingin kembali naik ke podium tertinggi seperti tahun sebelumnya. Tahun lalu, ia menjadi pelajar putri tercepat yang berhasil finis dalam waktu 47 menit 29 detik. Hingga kini, catatan waktu itu masih menjadi yang terbaik baginya.

”Insya Allah, ingin mengulang podium lagi. Terus supaya bisa pecah PB (personal best) lagi. Hasil-hasil latihan kemarin harapannya semoga bisa mewujudkan itu,” ucap Tata tersipu. 

Sebanyak 2.000 peserta mengikuti ajang lari Semarang 10K yang dikemas sebagai acara olaharaga, hiburan dan wisata di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (16/12/2018). Acara yang sukses digelar tersebut akan menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Semarang untuk mempromosikan potensi wisatanya.KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA (WEN)16-12-2018

Sebenarnya, Tata mempersiapkan lomba itu sejak tiga bulan lalu. Namun, latihannya sempat tersendat akibat penyakit asam lambung yang dideritanya seminggu lalu. Selama seminggu pula, ia harus libur berlatih karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan.

Sekarang, Tata sudah mulai berlatih ringan. Itu bagian dari pemulihan kesehatannya setelah sakit cukup lama. Walau demikian, ia mengaku sudah siap terjun dalam lomba nanti.

”Enggak ada cedera-cedera, sih. Hanya sakit asam lambung itu jadi tertunda latihannya. Gara-gara telat makan. Sekarang fisik sudah 85 persen. Nanti 100 persennya pas lomba,” kata Tata. 

Tata dibesarkan dari keluarga atlet. Ayah dan kakaknya sama-sama pelari. Kedua sosok itulah yang menumbuhkan motivasi baginya untuk menggeluti olahraga lari. Akhirnya, mulailah ia berlatih lari ketika berumur berkisar 11-12 tahun. Dari satu lomba ke lomba lainnya, Tata mulai merasakan serunya lari jarak jauh. Terlebih jika ia berhasil menuntaskan rute lari yang panjang.

”Sekarang fokus latihan saja. Insya Allah, bisa menjadi atlet nasional di masa depan. Mudah-mudahan bisa seperti Kak Odekta (Naibaho). He-he-he,” kata Tata. 

Peserta Semarang 10K Powered by Isoplus saat melintasi Gereja Blenduk yang menjadi salah satu ikon bangunan tua di Kota Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (18/12/2022). Sebanyak 2.100 peserta lari memeriahkan dan bergembira bersama pada ajang Semarang 10K Powered by Isoplus. Acara lari Semarang 10K telah menjadi agenda tahunan untuk mempromosikan wisata dan ekonomi kreatif di Kota Semarang. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 18-12-2022

Race Director Semarang 10K Riefa Istamar menyampaikan, kategori pelajar sengaja diadakan dari tahun ke tahun. Itu merupakan upaya untuk memunculkan bibit-bibit pelari unggul masa depan. Torehan prestasi atlet pelajar dapat dijadikan tolak ukur atas hasil kerja keras mereka selama berlatih. 

Kategori pelajar, lanjut Riefa, sekaligus bagian dari keprihatinan akan sulitnya regenerasi nomor lari jarak jauh. Keberadaan kompetisi semacam Semarang 10K diharapkan mampu membuat bakat-bakat baru terpetakan. Dengan demikian, pembinaan bisa dilakukan lebih dini. 

”Olahraga atletik ini harus dilihat sejak dini. Jadi, si atlet akan menunjukkan prestasi maksimal ketika di masa keemasannya. Harapannya nanti ada penerus-penerus atlet nasional yang selama ini proses regenerasinya memang cukup lama,” kata Riefa.  

Saat ini, Riefa menyebut tidak sembarangan atlet pelajar yang bisa turut serta dalam lomba itu. Mekanisme pendaftarannya mesti melalui jalur undangan. Pemerintah daerah setempat dilibatkan untuk mengundang atlet-atlet pelajar yang benar-benar berkualitas. 

Para pelari memeriahkan "Nyawiji Road to Semarang 10K" dengan berlari sejauh 5 kilometer pada Sabtu (16/12/2023) pagi di Semarang, Jawa Tengah.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Bidang Keolahragaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jateng Suci Baskoro Wati mengapresiasi gelaran Semarang 10K yang melibatkan tidak hanya pelari dewasa, tetapi juga pelari pelajar.

Ajang-ajang semacam itu diyakininya akan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga secara lebih luas. Lebih dari itu, regenerasi atlet juga akan terjadi mengingat bakat-bakat baru bakal bermunculan. 

”Jateng sangat mendukung ajang semacam ini. Karena memang salah satu tujuannya untuk regenerasi atlet. Pasti muncul bibit-bibit atlet baru walaupun urusan pembinaan itu memang tidak bisa dilakukan secara instan,” kata Suci. 

Hari-hari latihan keras telah berlalu. Sekarang waktunya bakat-bakat muda saling berunjuk gigi. Selamat berlomba dan memamerkan kilau yang masih samar-samar itu agar semakin bersinar.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nino Citra Anugrahanto
 | 

Editor:

Haris Firdaus