Mendikdasmen: Talenta Unggul Jangan Lupa Mengabdi untuk Negeri

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendorong para talenta unggul penerima Beasiswa Indonesia Maju untuk tidak lupa menggunakan ilmunya bagi negara.

11 Des 2024 15:39 WIB · Nasional

Oleh Stephanus Aranditio

JAKARTA, KOMPAS — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meminta para pelajar penerima Beasiswa Indonesia Maju yang melanjutkan studi ke luar negeri untuk tetap menerapkan ilmunya bagi Tanah Air. Ini merupakan kewajiban secara persyaratan ataupun moral agar para talenta unggul bisa berdampak untuk negara.

Mu’ti mengatakan, para talenta unggul tidak hanya mampu menguasai keterampilan 4C, yakni critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreativitas), communication (berkomunikasi), dan collaboration (bekerja sama). Mereka juga harus menjaga character (karakter) dan citizenship (kewarganegaraan) sebagai warga negara Indonesia.

”Ketika nanti Anda mendapatkan beasiswa studi ke luar negeri, jangan lupa Anda semua harus tetap berkepribadian Indonesia dan harus menjadi bagian dari anak-anak bangsa yang memajukan negara kita,” kata Mu’ti kepada para pelajar penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Program Persiapan S-1 Luar Negeri di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Rabu (11/12/2024).

BIM Program Persiapan S-1 Luar Negeri adalah program beasiswa yang diberikan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen guna mempersiapkan peserta didik berprestasi pada jenjang pendidikan menengah untuk memperoleh kesempatan pendidikan S-1 di luar negeri.

Quote

Kami harus menyiapkan pra-bibit dan bibitnya ini secara baik.

Menurut Mu’ti, para talenta unggul ini tetap bisa mengharumkan nama Indonesia walau berada di luar negeri. Oleh karena itu, karakter dan kewarganegaraan harus diperkuat agar fenomena brain drain tidak terus terjadi.

Fenomena brain drain terjadi ketika orang-orang berpendidikan tinggi atau memiliki keahlian khusus meninggalkan negara asal mereka untuk bekerja di luar negeri. Fenomena ini dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti politik, ekonomi, sosial budaya, dan pilihan hidup.

”Kita ingin mendapatkan brain gain, di mana talenta-talenta hebat itu kembali membangun bangsa dan negara, mengharumkan nama negara, membawa Merah Putih terus berkibar di berbagai penjuru dunia dengan prestasi anak-anak Indonesia yang hebat,” ucapnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti saat menyampaikan pesan kepada para pelajar penerima Beasiswa Indonesia Maju yang berkumpul dalam acara "Gelar Karya Prestasi Anak Bangsa" digelar oleh Pusat Prestasi Nasional di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Rabu (11/12/2024). Acara ini menampilkan 126 proyek kebaikan dari talenta unggul.

Wajib mengabdi

Kepala Puspresnas Kemendikdasmen Maria Irene Veronica Herdjiono menambahkan, siswa yang diterima BIM Program Persiapan S-1 Luar Negeri dan mendapat BIM S-1 Luar Negeri wajib mengabdi untuk Indonesia. Ini tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (DBMTN) pada 30 September 2024.

Namun, Maria menegaskan, upaya untuk menjaga talenta unggul agar tetap mengabdi untuk Indonesia adalah tanggung jawab bersama. Puspresnas terus berusaha menjalin kerja sama dengan kementerian dan lembaga serta pihak swasta untuk menjamin para talenta unggul bisa berdampak bagi negara.

”Dalam tahapan manajemen talenta, kami ini ada di tahapan pra-bibit dan bibit. Menjaga bibit potensial dan unggul itu ada di kementerian dan lembaga lain. Namun, kami harus menyiapkan pra-bibit dan bibitnya ini secara baik,” kata Maria.

BIM diberikan kepada peserta didik kelas XI semester I tahun pelajaran 2023/2024 pada jenjang SMA/SMK/MA/sederajat yang berprestasi di tingkat nasional dan/atau internasional pada ajang olimpiade/lomba/kompetisi/festival pada bidang riset dan inovasi atau seni budaya atau bidang olahraga.

Para pelajar penerima Beasiswa Indonesia Maju menampilkan karya inovasinya dalam acara "Gelar Karya Prestasi Anak Bangsa" yang digelar oleh Pusat Prestasi Nasional di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Rabu (11/12/2024). Acara ini menampilkan 126 proyek kebaikan dari talenta unggul.

Mereka mendapatkan beasiswa berupa biaya pendidikan, biaya SPP, tunjangan buku, biaya skripsi, biaya pendukung transportasi (satu kali tiket keberangkatan di awal periode dan satu kali tiket kepulangan di akhir periode), aplikasi visa atau residence permit, asuransi kesehatan, biaya hidup bulanan, biaya kedatangan, hingga biaya keadaan darurat.

Salah satu penerima BIM Program Persiapan S-1 Luar Negeri, Mirrabell Frederica Hadiwijono (17), berharap program BIM tetap dilanjutkan pada tahun-tahun selanjutnya. Menurut siswi SMAN 4 Denpasar yang ingin melanjutkan kuliah ke Jurusan Teknik Kimia, University of Toronto, Kanada, ini, berkuliah di luar negeri bukan berarti tidak mengabdi untuk Indonesia.

”BIM sangat bermanfaat buat kami yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Semoga ini terus dilanjutkan untuk mengembangkan talenta generasi muda,” kata Mirrabell.


Kerabat Kerja

Penulis:

Stephanus Aranditio
 | 

Editor:

Ichwan Susanto