Kompas.id Brief

Mengapa Bursa Global Bereaksi Negatif terhadap Tarif Trump

Keriuhan di pasar saham diperkirakan tidak akan berhenti sampai kebijakan tarif Trump direvisi.

08 Apr 2025 12:01 WIB · Internasional

Oleh Kris Mada

Apa yang bisa dipelajari dari artikel ini

1. Bagaimana reaksi bursa saham global?

2. Seperti apa kondisi bursa saham AS?

3. Bagaimana dengan bursa saham Indonesia?

4. Apa upaya otoritas di Indonesia?

5. Apa dampak tarif Trump pada perdagangan global?

6 . Bagaimana reaksi berbagai negara soal tarif Trump?

Bagaimana reaksi bursa saham global?

copy title

Bursa saham global longsor sepanjang Senin (7/4/2025). Konglomerat menyebut dunia terancam musim dingin akibat ”perang nuklir” ekonomi yang dilancarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Indeks Nikkei-225 di Bursa Tokyo, Jepang, ditutup turun 7,83 persen. Pemangkasan awal pekan ini mengingatkan pada koreksi parah dalam perdagangan Selasa, 20 Oktober 1987.

Kala itu, bursa Tokyo terimbas fenomena global yang disebut ”Black Monday”. Istilah itu untuk menyebut bursa global rontok di awal pekan. Kini, bursa global juga rontok di awal pekan.

”Saham anjlok karena kebijakan tarif tak masuk akal dari pemerintahan AS di bawah Donald Trump. Keriuhan di pasar tidak akan reda sampai kebijakan direvisi,” kata ekonom kepala pada Sony Financial Group, Hiroshi Watanabe, sebagaimana dikutip Kyodonews.

Analis Nomura Securities, Maki Sawada, menyebut bahwa yang terburuk belum datang. ”Belum ada langkah tanggapan atas risiko pemburukan ekonomi global dan pendapatan perusahaan,” ujarnya.

Seperti apa kondisi bursa saham AS?

copy title

Bursa Amerika Serikat kehilangan valuasi setara produk domestik bruto Indonesia selama dua tahun. Kehilangan itu wujud kegelisahan pasar pada keputusan Donald Trump soal bea masuk impor bagi seluruh mitra dagang Amerika Serikat.

Dalam penutupan perdagangan pada Kamis (3/4/2025) malam waktu New York atau Jumat pagi WIB, semua indeks utama bursa AS memerah. S&P 500, Dow 30, dan Nasdaq anjlok masing-masing 4,84 persen, 3,98 persen, dan 5,97 persen.

Infografik halaman 1 Kebijakan Tarif Donald Trump

Bloomberg Billionaires Index menyebutkan, 500 orang terkaya dunia kehilangan aset 208 miliar dollar AS akibat penurunan saham. Elon Musk, orang terkaya dunia dan penyokong penting Trump, kehilangan 11 miliar dollar AS karena saham-saham perusahaannya anjlok selepas keputusan Trump.

Bagaimana dengan bursa saham Indonesia?

copy title

Bursa Efek Indonesia menanggapi kondisi darurat di pasar saham global beberapa pekan terakhir. Menghadapi pembukaan kembali pasar saham usai libur panjang, Selasa (8/4/2025), otoritas bursa itu pun mengubah ketentuan pelaksanaan penghentian sementara perdagangan efek atau trading halt di bursa dan mengurangi persentase batas minimum penurunan harga saham atau auto rejection bawah atau ARB. 

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman dalam konferensi pers di Main Hall BEI di Jakarta, Selasa, menyampaikan, semenjak 27 Maret, indeks harga saham di global mengalami penurunan dan fluktuasi harga antara 5-11 persen.

Pergerakan indeks langsung anjlok hingga minus 9,19 persen saat perdagangan sesi pertama dibuka di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (8/4/2025). PT Bursa Efek Indonesia melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 09.00 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) yang dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 8 persen. Pembekuan perdagangan dilakukan selama 30 menit.

Kondisi ini semakin signifikan semenjak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif impor ke AS untuk banyak negara, termasuk Indonesia. Kondisi itu, kata Iman, tidak dialami bursa dalam negeri karena perdagangan diliburkan bersamaan dengan cuti bersama Idul Fitri.  

Namun, BEI mengantisipasi dinamika global itu pada pembukaan kembali pasar saham dengan mengubah dua kebijakan di bursa. ”Penyesuaian yang kita akan lakukan terkait dua hal, pertama ARB dan trading halt di mana ini mekanisme penting pertama untuk menjaga likuiditas pasar,” ucapnya.

Upaya otoritas di Indonesia

copy title

Bank Indonesia janji intervensi pasar secara agresif guna stabilisasi rupiah. Langkah ini ditempuh di tengah tekanan terhadap rupiah seiring berlanjutnya kejatuhan pasar saham dan tertekannya pasar valuta asing global dalam beberapa hari terakhir.

“Tekanan terhadap nilai tukar rupiah telah terjadi di pasar off-shore (NDF) di tengah libur panjang pasar domestik dalam rangka Idul Fitri 1446 H,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso.

Petugas memasukkan uang kertas yang baru tiba di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Selasa (25/2/2025). Bank Indonesia menyiapkan kebutuhan uang tunai sekitar Rp 180,9 triliun untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan uang tunai di masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025 KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO 25-02-2025

BI akan menempuh intervensi di pasar off-shore secara berkesinambungan di pasar Asia, Eropa, dan New York. BI juga akan mengintervensi secara agresif di pasar domestik sejak awal pembukaan pasar pada 8 April 2025 di pasar valas, baik spot maupun domestik NDF, serta pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder.

“Selain itu, BI juga akan melakukan optimalisasi instrumen likuiditas rupiah untuk memastikan kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan domestik. Serangkaian langkah-langkah BI ini ditujukan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah serta menjaga kepercayaan pelaku pasar dan investor terhadap Indonesia,” ujar Denny.

Apa dampak tarif Trump pada perdagangan global?

copy title

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memandang kebijakan tarif AS akan berimplikasi signifikan terhadap perdagangan global dan prospek pertumbuhan ekonomi global. Situasinya terus berkembang pesat setelah AS mengumumkan kebijakan tarif resiprokal.

”Kami menunjukkan, kebijakan tarif itu ditambah dengan langkah-langkah yang diperkenalkan sejak awal tahun ini dapat menyebabkan volume perdagangan terkontraksi (tumbuh minus) sekitar 1 persen dari proyeksi sebelumnya,” kata Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala.

Director General of the World Trade Organisation (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala speaks during the Annual NABE Economic Policy Conference in Washington, DC on March 29, 2023. (Photo by OLIVIER DOULIERY / AFP)

Okonjo-Iweala khawatir terhadap penurunan perdagangan global dan potensi eskalasi perang tarif. Sebab, tindakan saling balas tarif tinggi akan membuat perdagangan dunia turun semakin tajam.

Ia juga menyebutkan, masih banyak negara yang mematuhi ketentuan keadilan dan kewajaran tarif WTO, yakni most favoured nation (MSN). Namun, lantaran kebijakan tarif AS dan balasan tarif dari negara-negara lain, penerapan tarif MSN diperkirakan bakal tergerus dari 80 persen menjadi 74 persen.

”Saya juga khawatir bakal ada pengalihan perdagangan yang signifikan. Anggota WTO harus bersatu menjaga penerapan tarif MSN dan mencegah ketegangan perdagangan semakin meluas,” katanya.

Bagaimana reaksi berbagai negara soal tarif Trump?

copy title

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan, 50 negara lebih telah memulai negosiasi dengan AS sejak pengumuman tarif dasar dan bea masuk baru pada 2 April 2025. Bessent dan pejabat lainnya tidak menyebutkan nama negara atau rincian pembicaraan.

”Praktik perdagangan yang tidak adil bukanlah hal yang dapat dinegosiasikan dalam hitungan hari atau minggu. Amerika Serikat harus melihat apa yang ditawarkan negara-negara tersebut dan apakah itu dapat dipercaya,” ujar Bessent.

Tarif universal AS sebesar 10 persen berlaku ke seluruh dunia pada 5 April 2025. Adapun tarif ”timbal balik” 11-50 persen ke sejumlah negara akan mulai per 9 April 2025.

Bessent tetap memandang optimistis terkait dengan keputusan Trump karena pertumbuhan lapangan kerja AS lebih kuat dari perkiraan. Dia juga tidak masalah dengan anjloknya pasar saham.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra