Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?
1. Bagaimana peluang Novak Djokovic juara di tengah kepungan bintang muda tunggal putra?
2. Mengapa Naomi Osaka menjadi sorotan di antara para juara tunggal putri, seperti Aryna Sabalenka?
3. Kejutan apa saja yang terjadi di Australia Terbuka 2025, termasuk tersingkirnya Zheng Qinwen?
4. Sejumlah laga di Australia Terbuka 2025 bak maraton, mengapa bisa?
Australia Terbuka 2025 yang digelar pada 12-26 Januari 2025 menandai dimulainya persaingan level tertinggi dunia. Grand Slam pembuka tahun itu telah menginjak edisi ke-113 sejak 1905 dan ke-57 sejak era Terbuka yang dimulai 1969 silam. Juara turnamen lapangan keras itu pun silih berganti.
Pada tunggal putra, Novak Djokovic (Serbia) masih patut diperhitungkan meskipun usianya telah menginjak 37 tahun. Satu-satunya petenis top dari era dominasi ”Big Three” yang masih bertahan, terutama setelah Rafael Nadal (Spanyol) pensiun, itu merupakan pemegang rekor juara tunggal putra di Australia Terbuka dengan 10 gelar. Ia melampaui Roger Federer (enam gelar), anggota Big Three lainnya.
Ambisinya memperpanjang rekor akan coba dihadang sejumlah bintang baru, seperti Jannik Sinner (Italia) dan Carlos Alcaraz (Spanyol). Karier Sinner (21) melesat tahun lalu sehingga menempati peringkat pertama dunia saat ini. Menariknya, capaian itu dimulai dengan menjadi juara di Australia Terbuka tahun lalu seusai mengalahkan Daniil Medvedev (Rusia) di final.
Tak kalah menarik, saat itu Sinner tercatat sebagai orang pertama selain anggota Big Three yang menjuarai Australia Terbuka dalam sepuluh tahun. Tren pergantian era atau generasi itu juga ingin dilanjutkan Alcaraz (21) yang menempati peringkat ketiga dunia saat ini.
Petenis berbakat yang digadang-gadang menjadi penerus Nadal itu punya motivasi berlipat. Australia Terbuka adalah satu-satunya dari total empat Grand Slam di dunia yang belum pernah bisa ia taklukkan. Capaian terbaik pemilik empat trofi Grand Slam itu di Melbourne Park adalah perempat final tahun lalu seusai dikalahkan Alexander Zverev (Jerman).
Adapun di tunggal putri, persaingan berpotensi lebih terbuka. Dalam 12 tahun terakhir, juara di sektor itu hampir selalu silih berganti, nyaris tak ada yang mendominasi, kecuali Aryna Sabalenka. Petenis Belarus berusia 26 tahun itu adalah penguasa di Australia Terbuka dua tahun terakhir. Ia pun datang ke Melbourne Park dengan target meraih hattrick atau tiga gelar beruntun, hal yang terakhir kali diukir tunggal putri legendaris Martina Hingis (Swiss) pada 1999 silam.
Namun, ambisi petenis putri nomor satu dunia itu tak akan mudah terwujud. Ia akan diburu oleh banyak rival, antara lain Iga Swiatek (Polandia), Coco Gauff (Amerika Serikat), dan Naomi Osaka (Jepang). Hasil di Melbourne Park bahkan mempertaruhkan posisi puncak di daftar petenis putri dunia. Swiatek, misalnya, bisa merebut posisi itu jika ia melangkah jauh, sementara Sabalenka kandas dini.
Maka, persaingan di Grand Slam bakal menarik dan ketat.
Bagaimana peluang Novak Djokovic juara di tengah kepungan bintang muda tunggal putra?
Novak Djokovic bukanlah petenis yang paling diunggulkan untuk menjuarai turnamen Grand Slam Australia Terbuka 2025 di kategori tunggal putra. Meski demikian, dia masih memiliki rasa kompetitif untuk bersaing dengan barisan petenis yang lebih muda demi gelar Grand Slam terbanyak.
Mantan petenis nomor satu dunia itu tiba di Melbourne Park, Australia, tanpa gelar juara Grand Slam pada musim kompetisi 2024. Jannik Sinner (juara Australia Terbuka dan Amerika Serikat Terbuka) dan Carlos Alcaraz (Perancis Terbuka dan Wimbledon) membuat Djokovic tak kebagian gelar dari arena Grand Slam sejak terakhir kali mendapat hasil serupa pada 2017.
Perjalanannya di Melbourne Park pun tak terlalu mulus sejauh ini. Ia telah kehilangan dua set, masing-masing di babak pertama dan kedua. Namun, Djokovic pantang dilihat sebelah mata. Motivasinya untuk juara masih terjaga memasuki tahun ke-22 dalam perjalanan kariernya.
Agar tetap kompetitif, dia melakukan perubahan dalam tim pelatih, yaitu mendatangkan mantan rivalnya, Andy Murray. Djokovic ingin mendapatkan sudut pandang tentang dirinya dari petenis yang sering menjadi lawannya. Djokovic ingin Murray membantunya mewujudkan target menjadi petenis dengan gelar juara Grand Slam terbanyak di nomor tunggal. Saat ini, Djokovic memiliki 24 gelar, setara petenis Australia di era 1960 hingga 1970-an, Margaret Court.
Jika bisa terus melangkah jauh, salah satunya melewati Tomas Machac pada babak ketiga, hari ini Djokovic berpeluang bertemu rivalnya, Carlos Alcaraz, di perempat final. Alcaraz belum kehilangan satu pun hingga babak kedua. Namun, pada babak ketiga, Jumat (17/1/2025), melawan Nuno Borges (Portugal), ia kehilangan satu set. Ia mengatasi tekanan dan akhirnya menang. Ia berambisi menjadi petenis putra termuda yang melengkapi gelar Grand Slam.
Jannik Sinner juga patut diunggulkan. Ia adalah petenis paling cemerlang setahun terakhir dengan delapan gelar juara dan trofi Piala Davis (bersama tim Italia) pada 2024.
Mengapa Naomi Osaka menjadi sorotan di antara para juara tunggal putri, seperti Aryna Sabalenka?
Naomi Osaka (27), yang pernah menempati peringkat teratas dunia, datang ke Australia bukan sebagai unggulan. Padahal, ia pernah dua kali menjuarai tunggal putri Australia Terbuka, yaitu pada 2019 dan 2021. Petenis asal Jepang itu memang tengah membangun ulang kariernya setelah prestasinya menurun seusai mengalami gangguan kesehatan mental, kemudian melahirkan.
Kebangkitan Osaka itu mulai terlihat di Australia. Setelah mengalahkan Caroline Garcia (Perancis) di babak pertama, ia menyingkirkan salah satu unggulan, Karolina Muchova, di babak kedua. Osaka bangkit setelah kehilangan set pertama. Kemenangan itu adalah pembalasan darinya setelah dikalahkan Muchova di babak pertama Australia Terbuka 2024.
Tren kebangkitan karier Osaka itu telah terlihat pada WTA 500 Auckland yang menjadi pemanasan Australia Terbuka. Da mencapai final meskipun tak bisa menyelesaikan laga melawan Clara Tauson karena cedera pada perut. Ia bisa saja memenangi laga itu setelah memenangi set pertama, 6-4.
Demi ambisi berprestasi kembali, Osaka sebelumnya merekrut Patrick Mouratoglou sejak September 2024. Mantan pelatih Serena Williams itu menggantikan Wim Fisette, pelatih yang kini mendampingi Iga Swiatek. Bersama Mouratoglou, Osaka meraih tujuh kemenangan dari sembilan pertandingan. Dua kekalahannya terjadi karena dia tak bisa menyelesaikan pertandingan akibat cedera.
Tren positif itu bakal diuji saat menghadapi Belinda Bencic (Swiss), peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2024, pada babak ketiga sore ini. Jika tidak cedera, Osaka berpeluang memenangi duel ini dan berpeluang bertemu Coco Gauff (AS) yang akan menghadapi Leylah Fernandez (Kanada) di saat sama. Gauff adalah unggulan ketiga. Ia masih penasaran ingin menembus final Australia Terbuka setelah kandas di semifinal setelah dikalahkan Aryna Sabalenka pada tahun lalu.
Adapun Sabalenka masih menjadi kandidat kuat juara, selain Iga Swiatek. Sabalenka telah melangkah ke babak keempat tanpa kehilangan satu set pun, termasuk mengalahkan Clara Tauson (Denmark) hari ini.
Kejutan apa saja yang terjadi di Australia Terbuka 2025?
Grand Slam, termasuk Australia Terbuka, selalu diwarnai kejutan. Status unggulan atau predikat di peringkat dunia kerap tak bermakna. Pada tunggal putri, misalnya, Zheng Qinwen (China) kandas dini di babak kedua. Padahal, tahun lalu, ia mencapai final. Petenis unggulan kelima itu di luar dugaan ditundukkan petenis veteran asal Jerman, Laura Siegemund, dengan dua set langsung, 6-7 (3-7), 3-6.
Zheng menjadi petenis dengan peringkat tertinggi yang kandas di Melbourne Park sejauh ini. ”Mungkin, hari ini bukan hari saya. Saya banyak kehilangan poin dan melakukan pilihan yang salah,” ujar Zheng yang meraih emas Olimpiade Paris 2024.
Petenis unggulan ke-16, Jelena Ostapenko, juga kandas dini di babak pertama setelah dikalahkan Bencic yang akan melawan Osaka hari ini.
Pada tunggal putra, kejutan lebih banyak terjadi. Daniil Medvedev, petenis unggulan kelima dan finalis tahun lalu, secara mengejutkan disingkirkan petenis remaja, Learner Thien (AS), di babak kedua. Casper Ruud, unggulan keenam, juga kalah di babak yang sama dari Jaume Munar (Spanyol).
Tak kalah mengejutkan, Andrey Rublev (Rusia) bahkan kandas dini di babak pertama. Petenis berpengalaman yang pernah empat kali melangkah ke perempat final Australia Terbuka itu disingkirkan petenis berusia 18 tahun asal Brasil, Joao Fonseca, lewat tiga set langsung. Capaian Fonseca itu istimewa. Ia mendapat kemenangan perdana di babak utama turnamen tenis profesional dengan level tertinggi.
Fonseca bahkan bisa membuat banyak winner saat berada dalam tekanan, termasuk pada tie-break set pertama dan ketiga. Kedua tie-break itu menjadi penampilan terbaiknya dalam pertandingan selama 2 jam 23 menit tersebut. ”Saya hanya berusaha untuk tidak merasa tertekan meski bermain di stadion yang sangat besar ini,” jawab Fonseca ketika ditanya mengenai performanya saat tie-break.
Namun, kiprah gemilang Fonseca pada debutnya pada babak utama Grand Slam berakhir di babak kedua. Ia dikalahkan Lorenzo Sonego (Italia) lewat laga sengit lima set.
Sejumlah laga di Australia Terbuka 2025 bak maraton, mengapa bisa?
Duel Joao Fonseca versus Lorenzo Sonego di babak kedua tunggal putra bak lari maraton. Laga itu menjadi salah satu yang terlama, yaitu berdurasi 3 jam 37 menit. Padahal, normalnya waktu laga berlangsung hanya sekitar dua jam.
Nomor tunggal putra dalam level Grand Slam digelar dalam format best of five sets, yang berarti petenis dinyatakan menang saat merebut tiga set terlebih dulu. Maka, jika terjadi persaingan ketat, pertandingan bisa berlangsung hingga lima set dengan sistem skor tie-break hingga sepuluh poin pada set kelima.
Pertandingan selama 3 jam 37 menit tersebut menjadi yang terlama bagi Fonseca, petenis yang baru bersaing di arena profesional selama sebulan. Meskipun berlangsung lama, duel itu bukanlah pertandingan terlama di Melbourne Park pada tahun ini.
Kurang dari 24 jam sebelumnya, Alejandro Davidovich Fokina dan Felix Auger-Aliassime memperebutkan tiket ke babak ketiga selama 4 jam 51 menit. Pertandingan yang dimenangi Fokina, 6-7 (7), 6-7 (5), 6-4, 6-1, 6-3, itu selesai pada Kamis pukul 01.15 waktu setempat.
Pada babak dan hari yang sama, Jack Draper dan Thanasi Kokkinakis juga menjalani laga maraton selama 4 jam 35 menit. Laga itu bahkan menjadi kemenangan kedua bagi Draper dalam pertandingan selama lebih dari empat jam secara beruntun. Dua hari sebelumnya, Draper mengalahkan Mariano Navone setelah bermain 4 jam 1 menit meskipun hanya berlangsung empat set.
Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?
1. Bagaimana peluang Novak Djokovic juara di tengah kepungan bintang muda tunggal putra?
2. Mengapa Naomi Osaka menjadi sorotan di antara para juara tunggal putri, seperti Aryna Sabalenka?
3. Kejutan apa saja yang terjadi di Australia Terbuka 2025, termasuk tersingkirnya Zheng Qinwen?
4. Sejumlah laga di Australia Terbuka 2025 bak maraton, mengapa bisa?
Australia Terbuka 2025 yang digelar pada 12-26 Januari 2025 menandai dimulainya persaingan level tertinggi dunia. Grand Slam pembuka tahun itu telah menginjak edisi ke-113 sejak 1905 dan ke-57 sejak era Terbuka yang dimulai 1969 silam. Juara turnamen lapangan keras itu pun silih berganti.
Pada tunggal putra, Novak Djokovic (Serbia) masih patut diperhitungkan meskipun usianya telah menginjak 37 tahun. Satu-satunya petenis top dari era dominasi ”Big Three” yang masih bertahan, terutama setelah Rafael Nadal (Spanyol) pensiun, itu merupakan pemegang rekor juara tunggal putra di Australia Terbuka dengan 10 gelar. Ia melampaui Roger Federer (enam gelar), anggota Big Three lainnya.
Ambisinya memperpanjang rekor akan coba dihadang sejumlah bintang baru, seperti Jannik Sinner (Italia) dan Carlos Alcaraz (Spanyol). Karier Sinner (21) melesat tahun lalu sehingga menempati peringkat pertama dunia saat ini. Menariknya, capaian itu dimulai dengan menjadi juara di Australia Terbuka tahun lalu seusai mengalahkan Daniil Medvedev (Rusia) di final.
Tak kalah menarik, saat itu Sinner tercatat sebagai orang pertama selain anggota Big Three yang menjuarai Australia Terbuka dalam sepuluh tahun. Tren pergantian era atau generasi itu juga ingin dilanjutkan Alcaraz (21) yang menempati peringkat ketiga dunia saat ini.
Petenis berbakat yang digadang-gadang menjadi penerus Nadal itu punya motivasi berlipat. Australia Terbuka adalah satu-satunya dari total empat Grand Slam di dunia yang belum pernah bisa ia taklukkan. Capaian terbaik pemilik empat trofi Grand Slam itu di Melbourne Park adalah perempat final tahun lalu seusai dikalahkan Alexander Zverev (Jerman).
Adapun di tunggal putri, persaingan berpotensi lebih terbuka. Dalam 12 tahun terakhir, juara di sektor itu hampir selalu silih berganti, nyaris tak ada yang mendominasi, kecuali Aryna Sabalenka. Petenis Belarus berusia 26 tahun itu adalah penguasa di Australia Terbuka dua tahun terakhir. Ia pun datang ke Melbourne Park dengan target meraih hattrick atau tiga gelar beruntun, hal yang terakhir kali diukir tunggal putri legendaris Martina Hingis (Swiss) pada 1999 silam.
Namun, ambisi petenis putri nomor satu dunia itu tak akan mudah terwujud. Ia akan diburu oleh banyak rival, antara lain Iga Swiatek (Polandia), Coco Gauff (Amerika Serikat), dan Naomi Osaka (Jepang). Hasil di Melbourne Park bahkan mempertaruhkan posisi puncak di daftar petenis putri dunia. Swiatek, misalnya, bisa merebut posisi itu jika ia melangkah jauh, sementara Sabalenka kandas dini.
Maka, persaingan di Grand Slam bakal menarik dan ketat.
Bagaimana peluang Novak Djokovic juara di tengah kepungan bintang muda tunggal putra?
Novak Djokovic bukanlah petenis yang paling diunggulkan untuk menjuarai turnamen Grand Slam Australia Terbuka 2025 di kategori tunggal putra. Meski demikian, dia masih memiliki rasa kompetitif untuk bersaing dengan barisan petenis yang lebih muda demi gelar Grand Slam terbanyak.
Mantan petenis nomor satu dunia itu tiba di Melbourne Park, Australia, tanpa gelar juara Grand Slam pada musim kompetisi 2024. Jannik Sinner (juara Australia Terbuka dan Amerika Serikat Terbuka) dan Carlos Alcaraz (Perancis Terbuka dan Wimbledon) membuat Djokovic tak kebagian gelar dari arena Grand Slam sejak terakhir kali mendapat hasil serupa pada 2017.
Perjalanannya di Melbourne Park pun tak terlalu mulus sejauh ini. Ia telah kehilangan dua set, masing-masing di babak pertama dan kedua. Namun, Djokovic pantang dilihat sebelah mata. Motivasinya untuk juara masih terjaga memasuki tahun ke-22 dalam perjalanan kariernya.
Agar tetap kompetitif, dia melakukan perubahan dalam tim pelatih, yaitu mendatangkan mantan rivalnya, Andy Murray. Djokovic ingin mendapatkan sudut pandang tentang dirinya dari petenis yang sering menjadi lawannya. Djokovic ingin Murray membantunya mewujudkan target menjadi petenis dengan gelar juara Grand Slam terbanyak di nomor tunggal. Saat ini, Djokovic memiliki 24 gelar, setara petenis Australia di era 1960 hingga 1970-an, Margaret Court.
Jika bisa terus melangkah jauh, salah satunya melewati Tomas Machac pada babak ketiga, hari ini Djokovic berpeluang bertemu rivalnya, Carlos Alcaraz, di perempat final. Alcaraz belum kehilangan satu pun hingga babak kedua. Namun, pada babak ketiga, Jumat (17/1/2025), melawan Nuno Borges (Portugal), ia kehilangan satu set. Ia mengatasi tekanan dan akhirnya menang. Ia berambisi menjadi petenis putra termuda yang melengkapi gelar Grand Slam.
Jannik Sinner juga patut diunggulkan. Ia adalah petenis paling cemerlang setahun terakhir dengan delapan gelar juara dan trofi Piala Davis (bersama tim Italia) pada 2024.
Mengapa Naomi Osaka menjadi sorotan di antara para juara tunggal putri, seperti Aryna Sabalenka?
Naomi Osaka (27), yang pernah menempati peringkat teratas dunia, datang ke Australia bukan sebagai unggulan. Padahal, ia pernah dua kali menjuarai tunggal putri Australia Terbuka, yaitu pada 2019 dan 2021. Petenis asal Jepang itu memang tengah membangun ulang kariernya setelah prestasinya menurun seusai mengalami gangguan kesehatan mental, kemudian melahirkan.
Kebangkitan Osaka itu mulai terlihat di Australia. Setelah mengalahkan Caroline Garcia (Perancis) di babak pertama, ia menyingkirkan salah satu unggulan, Karolina Muchova, di babak kedua. Osaka bangkit setelah kehilangan set pertama. Kemenangan itu adalah pembalasan darinya setelah dikalahkan Muchova di babak pertama Australia Terbuka 2024.
Tren kebangkitan karier Osaka itu telah terlihat pada WTA 500 Auckland yang menjadi pemanasan Australia Terbuka. Da mencapai final meskipun tak bisa menyelesaikan laga melawan Clara Tauson karena cedera pada perut. Ia bisa saja memenangi laga itu setelah memenangi set pertama, 6-4.
Demi ambisi berprestasi kembali, Osaka sebelumnya merekrut Patrick Mouratoglou sejak September 2024. Mantan pelatih Serena Williams itu menggantikan Wim Fisette, pelatih yang kini mendampingi Iga Swiatek. Bersama Mouratoglou, Osaka meraih tujuh kemenangan dari sembilan pertandingan. Dua kekalahannya terjadi karena dia tak bisa menyelesaikan pertandingan akibat cedera.
Tren positif itu bakal diuji saat menghadapi Belinda Bencic (Swiss), peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2024, pada babak ketiga sore ini. Jika tidak cedera, Osaka berpeluang memenangi duel ini dan berpeluang bertemu Coco Gauff (AS) yang akan menghadapi Leylah Fernandez (Kanada) di saat sama. Gauff adalah unggulan ketiga. Ia masih penasaran ingin menembus final Australia Terbuka setelah kandas di semifinal setelah dikalahkan Aryna Sabalenka pada tahun lalu.
Adapun Sabalenka masih menjadi kandidat kuat juara, selain Iga Swiatek. Sabalenka telah melangkah ke babak keempat tanpa kehilangan satu set pun, termasuk mengalahkan Clara Tauson (Denmark) hari ini.
Kejutan apa saja yang terjadi di Australia Terbuka 2025?
Grand Slam, termasuk Australia Terbuka, selalu diwarnai kejutan. Status unggulan atau predikat di peringkat dunia kerap tak bermakna. Pada tunggal putri, misalnya, Zheng Qinwen (China) kandas dini di babak kedua. Padahal, tahun lalu, ia mencapai final. Petenis unggulan kelima itu di luar dugaan ditundukkan petenis veteran asal Jerman, Laura Siegemund, dengan dua set langsung, 6-7 (3-7), 3-6.
Zheng menjadi petenis dengan peringkat tertinggi yang kandas di Melbourne Park sejauh ini. ”Mungkin, hari ini bukan hari saya. Saya banyak kehilangan poin dan melakukan pilihan yang salah,” ujar Zheng yang meraih emas Olimpiade Paris 2024.
Petenis unggulan ke-16, Jelena Ostapenko, juga kandas dini di babak pertama setelah dikalahkan Bencic yang akan melawan Osaka hari ini.
Pada tunggal putra, kejutan lebih banyak terjadi. Daniil Medvedev, petenis unggulan kelima dan finalis tahun lalu, secara mengejutkan disingkirkan petenis remaja, Learner Thien (AS), di babak kedua. Casper Ruud, unggulan keenam, juga kalah di babak yang sama dari Jaume Munar (Spanyol).
Tak kalah mengejutkan, Andrey Rublev (Rusia) bahkan kandas dini di babak pertama. Petenis berpengalaman yang pernah empat kali melangkah ke perempat final Australia Terbuka itu disingkirkan petenis berusia 18 tahun asal Brasil, Joao Fonseca, lewat tiga set langsung. Capaian Fonseca itu istimewa. Ia mendapat kemenangan perdana di babak utama turnamen tenis profesional dengan level tertinggi.
Fonseca bahkan bisa membuat banyak winner saat berada dalam tekanan, termasuk pada tie-break set pertama dan ketiga. Kedua tie-break itu menjadi penampilan terbaiknya dalam pertandingan selama 2 jam 23 menit tersebut. ”Saya hanya berusaha untuk tidak merasa tertekan meski bermain di stadion yang sangat besar ini,” jawab Fonseca ketika ditanya mengenai performanya saat tie-break.
Namun, kiprah gemilang Fonseca pada debutnya pada babak utama Grand Slam berakhir di babak kedua. Ia dikalahkan Lorenzo Sonego (Italia) lewat laga sengit lima set.
Sejumlah laga di Australia Terbuka 2025 bak maraton, mengapa bisa?
Duel Joao Fonseca versus Lorenzo Sonego di babak kedua tunggal putra bak lari maraton. Laga itu menjadi salah satu yang terlama, yaitu berdurasi 3 jam 37 menit. Padahal, normalnya waktu laga berlangsung hanya sekitar dua jam.
Nomor tunggal putra dalam level Grand Slam digelar dalam format best of five sets, yang berarti petenis dinyatakan menang saat merebut tiga set terlebih dulu. Maka, jika terjadi persaingan ketat, pertandingan bisa berlangsung hingga lima set dengan sistem skor tie-break hingga sepuluh poin pada set kelima.
Pertandingan selama 3 jam 37 menit tersebut menjadi yang terlama bagi Fonseca, petenis yang baru bersaing di arena profesional selama sebulan. Meskipun berlangsung lama, duel itu bukanlah pertandingan terlama di Melbourne Park pada tahun ini.
Kurang dari 24 jam sebelumnya, Alejandro Davidovich Fokina dan Felix Auger-Aliassime memperebutkan tiket ke babak ketiga selama 4 jam 51 menit. Pertandingan yang dimenangi Fokina, 6-7 (7), 6-7 (5), 6-4, 6-1, 6-3, itu selesai pada Kamis pukul 01.15 waktu setempat.
Pada babak dan hari yang sama, Jack Draper dan Thanasi Kokkinakis juga menjalani laga maraton selama 4 jam 35 menit. Laga itu bahkan menjadi kemenangan kedua bagi Draper dalam pertandingan selama lebih dari empat jam secara beruntun. Dua hari sebelumnya, Draper mengalahkan Mariano Navone setelah bermain 4 jam 1 menit meskipun hanya berlangsung empat set.