Kompas.id Brief

Mengapa Israel Menyerang Media Iran?

Israel melarang jurnalis menyiarkan karya yang tidak disensor sesuai kepentingan Israel. Aparat Israel telah membunuh dan menyerang ratusan jurnalis.

17 Jun 2025 14:00 WIB · Internasional

Oleh Kris Mada

Apa yang dapat dipelajari dari artikel ini

1. Mengapa Israel menyerang jurnalis Iran?

2. Apa serangan lain Israel terhadap jurnalis?

3. Bagaimana perkembangan terbaru serangan Israel ke Iran?

4. Apa sikap terbaru Iran soal serangan Israel

5. Apa dampak serangan Israel pada perekonomian global?

Serangan pada jurnalis Iran

copy title

Kantor IRIB di Teheran diserang pada Senin (16/6/2025) malam. Penyiar Sahar Emami sedang menjelaskan perkembangan serangan Israel ke Iran kala serangan terjadi. ”Kami diserang karena ini strategi musuh menyerang media,” kata Direktur IRIB Peyman Jebelli kepada kantor berita MEHR.

Serangan itu menewaskan tiga jurnalis IRINN, kanal televisi yang dimiliki IRIB. Sejumlah karyawan IRINN dan IRIB juga tewas akibat serangan tersebut.

Mengacu pada Committee to Protect Journalist (CPJ), serangan Israel ke Lebanon-Palestina pada 2023-2025 menewaskan 185 jurnalis. Jumlahnya bisa lebih besar bila menghitung korban yang tewas saat sedang tidak bertugas.

Serangan lain Israel terhadap jurnalis

copy title

Dalam pernyataan pada Senin (20/11/2023) malam waktu Gaza atau Selasa dini hari WIB, Committee to Protect Journalist (CPJ) menyebut sudah 50 jurnalis dan pekerja media tewas di Gaza. Mengutip Agence France Press dan Reuters, militer Israel (IDF) memang mengaku tidak akan menjamin keselamatan jurnalis di Gaza.

Warga Palestina memegang poster jurnalis veteran Al Jazeera Shireen Abu Aqleh, yang menurut jaringan itu, ditembak mati oleh pasukan Israel saat dia meliput serangan di kamp pengungsi Jenin di kota Hebron, Tepi Barat, Palestina, Rabu (11/5/2022). AFP/HAZEM BADER 11-05-2022 *** Local Caption *** Palestinians hold posters displaying veteran Al Jazeera journalist Shireen Abu Aqleh, who was, according to the network, shot dead by Israeli troops as she covered a raid on the West Bank's Jenin refugee camp on May 11, 2022, in the West Bank city of Hebron. (Photo by HAZEM BADER / AFP)

Sementara dalam laporan pada Selasa (21/11/2023), Reuters mengungkap soal jurnalis yang diduga kuat sengaja disasar IDF. Salah satu korbannya adalah Yasser Qudih. Rumahnya jadi sasaran serangan udara Israel pada 13 November 2023 pukul 19.50 waktu setempat. Ia baru sejam tiba kala rumahnya diserang.

Perkembangan terbaru serangan ke Iran

copy title

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengultimatum warga Teheran, Iran. Ia juga memerintahkan tambahan kekuatan militer ke Timur Tengah.

Pejabat pertahanan AS yang menolak identitasnya diungkap membenarkan ada penambahan pesawat tanker udara. Laman pelacak pergerakan pesawat menunjukkan, 31 pesawat tanker udara AS menuju Timur Tengah pada Senin. Mayoritas pesawat itu adalah KC-135 dan KC-46. Tanker-tanker itu bisa mengisi bahan bakar untuk hingga 240 jet tempur.

Sebelum Israel menyerang Iran, AS mengerahkan puluhan pesawat pengebom ke Pangkalan Diego Garcia di Samudra Hindia. Pada Mei 2025, sebagian pesawat meninggalkan pangkalan milik Inggris itu. Kini, AS mempertahankan sebagian pesawat pengebom B-2 di pangkalan tersebut.

Reaksi Iran pada serangan

copy title

Pemerintah Iran mengumumkan rencana keluar dari perjanjian penyebaran dan pelucutan senjata nuklir atau nonproliferasi nuklir atau NPT. Mereka mengatakan, Iran diperlakukan tidak adil terkait dengan pengayaan uranium yang oleh mereka ditegaskan hanya untuk tujuan damai dan kemaslahatan rakyat.

”Kami mengambil langkah yang sesuai dengan perkembangan terkini. Parlemen tengah menyusun undang-undang untuk mengeluarkan Iran dari NPT,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei di Teheran, Senin (16/6/2025).

Anggota DPR Iran, Meysam Zahourian, menjelaskan, undang-undang itu disusun dengan berlandaskan Pasal 10 di Undang-Undang Ratifikasi NPT Iran. Isinya ialah Iran bisa keluar dari NPT jika dihadapkan dengan keadaan darurat yang mengancam keamanan dan kepentingan nasional.

Dampak serangan Israel pada dunia

copy title

Harga minyak dunia melesat naik dalam beberapa hari terakhir pascaeskalasi konflik antara Iran dan Israel. Konflik tersebut diharapkan tidak berlangsung panjang dan membawa dampak seburuk perang Rusia dan Ukraina pada 2022.

Meski demikian, jika eskalasi tensi kedua negara itu terus berlanjut, harga minyak dunia kemungkinan bisa kembali ke level 100 dollar AS per barel. Lonjakan harga minyak dunia itu dapat berdampak negatif pada neraca perdagangan Indonesia.

Mengutip laman Trading Economics, harga minyak dunia pada Senin (16/6/2025) hampir menyentuh harga 75 dollar AS per barel, tertinggi dalam enam bulan terakhir. Harga ini telah mengalami kenaikan sekitar 7 persen pada penutupan perdagangan Jumat (13/6/2026).


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .