Kompas.id Brief
KABINET MERAH PUTIH

Mengapa Prabowo Kembali Melakukan ”Reshuffle”?

Sejak dilantik, Presiden Prabowo Subianto sudah lima kali merombak kabinetnya. Bagaimana memaknai langkah ini?

28 Apr 2026 08:07 WIB · Politik & Hukum

Kompas/Hendra A Setyawan

Oleh Tim Redaksi Kompas

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

  1. Mengapa Prabowo dikabarkan bakal merombak kabinetnya secara bertahap?
  2. Siapa saja yang dilantik Prabowo pada reshuffle jilid V?
  3. Mengapa ada penilaian format kabinet Prabowo tak kunjung matang?
  4. Apa variabel yang dimiliki Presiden saat merombak kabinetnya?
  5. Apa saja peringatan keras Presiden yang menjadi sinyal reshuffle?

1. Mengapa Prabowo dikabarkan bakal merombak kabinetnya secara bertahap?

copy title

Presiden Prabowo Subianto disebut akan merombak atau reshuffle kabinet pada Senin (27/4/2026). Perombakan kabinet ini akan dilakukan secara bertahap, menyasar posisi kepala badan, kemudian dilanjutkan dengan posisi menteri dan menteri koordinator.

”Saya dengar begitu, reshuffle bertahap. Hari ini kepala badan dulu, baru nanti setingkat menteri dan menteri koordinator. Sampai kemarin malam, reshuffle akan dilakukan hari ini,” ujar sumber Kompas yang dihubungi pada Senin (27/4/2026).

Terkait alasan perombakan dilakukan secara bertahap, disebutkan bahwa Presiden Prabowo belum selesai mencari pengganti. ”Alasan bertahap, ada yang belum selesai di tahap menteri,” kata sumber tersebut.

2. Siapa saja yang dilantik Prabowo pada reshuffle jilid V?

copy title

Memasuki 1,5 tahun masa kepemimpinannya, Presiden Prabowo Subianto kembali merombak Kabinet Merah Putih untuk kelima kalinya. Dalam perubahan kali ini, Presiden melantik Jumhur Hidayat, aktivis buruh yang menjabat Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, sebagai Menteri Lingkungan Hidup menggantikan Hanif Faisol Nurofiq. Sementara itu, Hanif Faisol diangkat menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Presiden mengangkat Dudung Abdurachman, Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan, menjadi Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Muhammad Qodari. Adapun Qodari diangkat sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah untuk menggantikan Angga Raka Prabowo.

Selain itu, Presiden juga melantik Abdul Kadir Karding menjadi Kepala Badan Karantina Indonesia. Presiden juga kembali membuat satu jabatan baru, yakni Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi yang dijabat Hasan Nasbi. 

3. Mengapa ada penilaian format kabinet Prabowo tak kunjung matang?

copy title

Untuk kelima kalinya sejak dilantik pada Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto merombak Kabinet Merah Putih. Tak hanya menghadirkan tokoh baru, Presiden juga memindahkan sejumlah menteri ke posisi baru serta menarik kembali sosok yang pernah diberhentikan dari kabinet.

Langkah tersebut dinilai menunjukkan pembentukan format kabinet belum sepenuhnya matang. Padahal, Indonesia kini tengah menghadapi tantangan domestik dan global sehingga membutuhkan kerja pemerintahan yang solid dan cepat.

Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengatakan, perombakan kabinet kali ini menunjukkan bahwa Presiden masih mencari bentuk kabinet yang sesuai.

Sebab, perombakan dilakukan tidak hanya dengan mengganti tokoh lama dengan sosok baru, tetapi juga merekrut kembali orang-orang yang sebelumnya dicopot dari kabinet. Padahal, setelah hampir dua tahun menjabat, format kabinet semestinya sudah berbentuk dan solid.

4. Apa variabel yang dimiliki Presiden saat merombak kabinetnya?

copy title

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (29/1/2026), mengatakan bahwa presiden pada dasarnya memiliki tiga variabel dalam melakukan reshuffle kabinet. Ketiga variabel itu ialah capability (kapabilitas), coalition (koalisi), dan chemistry.

Kapabilitas berkaitan dengan kompetensi calon menteri. Koalisi merujuk pada pertimbangan politik yang menjadi tantangan bagi setiap presiden dalam sistem presidensial multipartai. Adapun chemistry merupakan faktor subyektif yang berkaitan dengan kenyamanan presiden dalam memilih orang-orang terdekatnya.

Yunarto menjelaskan, dalam pembentukan kabinet profesional, faktor yang menjadi penentu kualitas adalah ketika kapabilitas ditempatkan di atas pertimbangan koalisi dan chemistry. ”Silakan orang partai, silakan orang dekat presiden. Namun, kapabilitas harus tetap menjadi filter utama,” ujarnya.

5. Apa saja peringatan keras Presiden yang menjadi sinyal reshuffle?

copy title

Peringatan Presiden kepada para menteri melalui pidato kerap terjadi sebelum ia merombak kabinet. Sekitar dua pekan sebelum Prabowo merombak Kabinet Merah Putih untuk pertama kali pada pertengahan Februari 2025, misalnya, ia menyampaikan pidato peringatan saat menghadiri puncak peringatan Hari Lahir Ke-102 Nahdlatul Ulama, awal Februari 2025.

Dalam momen itu, Presiden menegaskan bahwa rakyat menginginkan pemerintahan yang baik dan bersih. Kepentingan pemerintahannya pun hanya untuk memenuhi keinginan rakyat, bukan hal lain. Oleh karena itu, menteri yang tidak benar-benar bekerja untuk rakyat akan dicopot dari jabatannya.

Tak hanya itu, sekitar dua pekan jelang jelang reshuffle kabinet kedua, awal September 2025, Prabowo juga melakukan hal serupa. Ketika menghadiri acara Apkasi Otonomi Expo 2025 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, akhir Agustus 2025, ia juga memperingatkan para pejabat yang tidak bekerja sesuai ketentuan.

Saat menghadiri syukuran Hari Ulang Tahun Ke-1 Badan Pengelola Investasi Danantara di Jakarta, Rabu (11/3/2026), Presiden memberikan peringatan keras kepada jajarannya agar tidak lagi menyampaikan laporan palsu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Tim Redaksi Kompas
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul