Apa yang dapat dipelajari dari artikel ini?
- Siapakah Jeffrey Epstein dan mengapa skandalnya mengguncang AS?
- Siapa saja tokoh terkenal yang disebut di dalam daftar kontak mucikari Jeffrey Epstein?
- Apa temuan terbaru dari berkas Epstein?
- Apa saja teka-teki seputar berkasi Epstein?
- Apa dampak dari dibukanya berkas Epstein?
Sosok Epstein dan skandalnya
Jeffrey Epstein adalah pengusaha yang dulu berbasis di New York, Amerika Serikat. Ia meninggal di penjara pada 2019, dugaannya bunuh diri. Ia mulai ditahan pada Juli 2019 dengan tuduhan perdagangan seks. Kasus Epstein mulai bergulir tahun 2005 dari laporan orangtua gadis berusia 14 tahun yang mengaku menjadi korban kekerasan seksual Epstein.
Epstein sehari-hari dikenal sebagai pakar keuangan dan sangat kaya. Total asetnya diperkirakan 577 juta dolar AS atau setara Rp 8,5 triliun.
Semasa hidup, Epstein juga seorang muncikari dan paedofil. Ia melacurkan gadis-gadis di bawah umur untuk klien yang merupakan orang kaya dan terkenal.
Pada 12 November 2025, Kongres AS mengeluarkan 23.000 halaman dokumen terkait Epstein. Berbagai dokumen itu membongkar perilaku kejahatan seksual terhadap anak perempuan dan hubungan di kalangan pesohor dunia dalam jejaring pergaulan Epstein.
Di dalam dokumen Epstein, nama Presiden AS Donald Trump dan Andrew, adik Raja Inggris Charles III, disebut-sebut. Orang lain yang disebut dalam surel Epstein adalah Presiden AS 1993-2001 Bill Clinton.
Tokoh terkenal dalam daftar kontak Epstein
Kasus Epstein menarik perhatian publik karena para klien dan kenalannya terdiri atas orang-orang terkenal. Para kenalan, korban, dan karyawan dicatat Epstein dalam buku yang dikenal sebagai ”buku hitam”. Buku itu tidak selalu memuat daftar klien Epstein.
Majalah Newsweek mengungkap daftar lengkap nama-nama itu. Mereka, antara lain, George Lucas yang membuat Star Wars dan Indiana Jones. Novelis Stephen King, peragawati Naomi Campbell, hingga dosen yang juga pengacara, yakni Alan Dershowitz, ada dalam daftar tersebut.
Meskipun tidak tamat SMA, Epstein bisa mengumpulkan kekayaan hingga 600 juta dolar AS atau hampir Rp 10 triliun. Sikapnya yang ramah dan supel membuat Epstein memiliki banyak teman dari kalangan elite, mulai dari politikus hingga bintang film. Ia kerap menerbangkan mereka dengan pesawat pribadi ke pulau miliknya.
Temuan terbaru dari berkas Epstein
Departemen Kehakiman mengungkap lebih dari 3 juta halaman dokumen bersama dengan lebih dari 2.000 video dan 180.000 foto. Berkas yang diunggah di laman departemen mencakup beberapa juta halaman catatan yang ditahan dari rilis pada Desember 2025.
Dari dokumen itulah terungkap nama-nama penting dan berpengaruh yang menjalin komunikasi dengan Epstein. Banyak dari mereka membantah memiliki hubungan dekat dengan mendiang pengusaha yang dituduh melakukan perdagangan seks itu.
Elon Musk, miliarder pendiri Tesla dan pemilik X, muncul beberapa kali dalam dokumen Epstein terbaru. Namanya muncul dalam korspondensi surel kurun waktu 2012-2013.
Ada juga nama penasihat keamanan nasional Slowakia, Miroslav Lajcak. Ia mengundurkan diri sehari setelah komunikasi masa lalunya dengan Epstein muncul dalam dokumen yang baru dirilis.
Nama Menteri Perdagangan AS saat ini, Howard Lutnick, juga disebut. Ia dikatakan ke Pulau Karibia pada Desember 2012. Nama Steve Bannon, penasihat utama Presiden AS Donald Trump, muncul beberapa bulan sebelum Epstein bunuh diri.
Epstein juga berkomunikasi dengan Richard Branson, pendiri Virgin Group Limited. Branson bertukar banyak surel dengan Epstein setelah Epstein mengaku bersalah karena eksploitasi seksual anak dan terdata sebagai pelaku kejahatan seksual di Florida pada 2008.
Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan istrinya juga terungkap sering berkomunikasi dengan Epstein. Selain nama-nama tersebut, masih ada nama-nama lain dalam dokumen Epstein terbaru. Kendati demikian, diyakini dokumen itu disensor.
Teka-teki seputar berkas Epstein
Selain Musk, nama Bill Gates juga muncul. Hubungan Bill Gates dengan Epstein telah terdokumentasi dengan baik. Namun, muncul beberapa pertanyaan baru tentang hubungan mereka berdua setelah berkas-berkas kasus dirilis. Menurut Wired, nama Bill Gates keluar dalam 2.592 dokumen.
Dalam beberapa dokumen, menurut CNN, tertera sejumlah draf pesan dari tahun 2013 yang tersimpan dalam akun surel Epstein. Draf-draf itu berisi tulisan tentang rasa dikhianati oleh Gates, diskusi kesepakatan bisnis. Ada juga soal perselisihan rumah tangga Gates, serta kekhawatiran Gates terkait penyakit menular seksual (PMS).
Sebagai catatan, nama-nama orang yang muncul dalam berkas Epstein tidak langsung berarti orang tersebut melakukan kejahatan apa pun. Keluarnya nama seseorang bisa saja berarti bahwa Epstein atau rekannya sedang membicarakan orang itu atau membagikan dokumen yang menyebutkan nama orang itu. Sejauh ini, Gates juga belum dituduh melakukan kesalahan apa pun yang berkaitan dengan Epstein.
Perilisan berkas kasus Epstein juga berdampak hingga ke Eropa. Wajah Kerajaan Norwegia semakin tercoreng karena terkuak bahwa Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit, dekat dengan Epstein si paedofil. Padahal, putranya, Marius Borg Hoiby (29), sedang menjalani sidang karena 28 tuduhan. Dakwaannya termasuk pemerkosaan dan pelecehan berulang kepada mantan pasangan.
Surat kabar Norwegia, VG, melaporkan, Mette-Marit disebutkan dalam lebih dari 1.000 dokumen dalam berkas Epstein. Mereka bertemu dan berkomunikasi antara tahun 2011 dan 2014. Sejumlah besar surel menyiratkan persahabatan kontroversial antara Mette-Marit dan Epstein.
Komunikasi mereka bahkan berlanjut setelah Epstein mengaku bersalah atas kejahatan meminta hubungan seksual dengan anak-anak. Pada berkas tahun 2012 terdapat sejumlah surel dari ”H.K.H. Kronprinsessen”, yang diterjemahkan dari bahasa Norwegia menjadi ”Yang Mulia Putri Mahkota”, kepada Epstein. Mette-Marit memanggil Epstein dengan sebutan ’sayang’ dan ”berhati lembut”.
Apa dampak dari dibukanya berkas Epstein?
Nama-nama yang disebut dalam dokumen Epstein ada yang mengundurkan diri dari jabatannya, membantah pernah berteman, ataupun menyesali pertemanan. Ada juga yang dipecat. David A Ross menjadi salah satu sosok penting yang mengundurkan diri dari jabatannya setelah namanya muncul dalam berkas Epstein.
Ross merupakan kurator dan direktur museum seni yang juga menjabat sebagai ketua program praktik seni MFA School of Visual Arts di New York. Dalam salah satu rangkaian korespondensi mereka, Epstein-Ross membahas pameran soal anak dan orang muda di bawah umur 25 tahun. Pembahasan terjadi pada 2009.
Salah satu nama yang terseret dan akhirnya dipecat adalah Peter Mandelson. Mandelson merupakan mantan menteri Inggris. Ia dipecat sebagai duta besar Inggris untuk Washington karena hubungannya dengan Epstein. Sekarang, ia menghadapi penyelidikan kriminal. Dakwaannya pembocoran informasi pemerintah yang sensitif terhadap pasar. Bocoran itu dikirim Mendelson ke temannya di tengah krisis keuangan.
Berkas Epstein ini telah membuka kotak pandora paedofilia dalam relasi kuasa. Kasus ini melibatkan jaringan kekuasaan yang memfasilitasi kejahatan itu secara sistemik. Kejahatannya dibungkus dengan struktur kekuasaan yang menopangnya. Jadi, penyebabnya bukan semata-mata dorongan seksual, melainkan juga hasrat akan dominasi. Kekayaan dan kekuasaan memungkinkan pelaku memandang orang lain sebagai komoditas.
Jaringan kekuasaan menjadi benteng untuk melindungi tindak kejahatannya dari hukum sekaligus melanggengkan eksploitasi seksual pada anak. Kondisi ini didukung oleh normalisasi dari kalangan elite di sekitarnya. Korban yang merasa tak berdaya pun takut bersuara.
Apa yang dapat dipelajari dari artikel ini?
- Siapakah Jeffrey Epstein dan mengapa skandalnya mengguncang AS?
- Siapa saja tokoh terkenal yang disebut di dalam daftar kontak mucikari Jeffrey Epstein?
- Apa temuan terbaru dari berkas Epstein?
- Apa saja teka-teki seputar berkasi Epstein?
- Apa dampak dari dibukanya berkas Epstein?
Sosok Epstein dan skandalnya
Jeffrey Epstein adalah pengusaha yang dulu berbasis di New York, Amerika Serikat. Ia meninggal di penjara pada 2019, dugaannya bunuh diri. Ia mulai ditahan pada Juli 2019 dengan tuduhan perdagangan seks. Kasus Epstein mulai bergulir tahun 2005 dari laporan orangtua gadis berusia 14 tahun yang mengaku menjadi korban kekerasan seksual Epstein.
Epstein sehari-hari dikenal sebagai pakar keuangan dan sangat kaya. Total asetnya diperkirakan 577 juta dolar AS atau setara Rp 8,5 triliun.
Semasa hidup, Epstein juga seorang muncikari dan paedofil. Ia melacurkan gadis-gadis di bawah umur untuk klien yang merupakan orang kaya dan terkenal.
Pada 12 November 2025, Kongres AS mengeluarkan 23.000 halaman dokumen terkait Epstein. Berbagai dokumen itu membongkar perilaku kejahatan seksual terhadap anak perempuan dan hubungan di kalangan pesohor dunia dalam jejaring pergaulan Epstein.
Di dalam dokumen Epstein, nama Presiden AS Donald Trump dan Andrew, adik Raja Inggris Charles III, disebut-sebut. Orang lain yang disebut dalam surel Epstein adalah Presiden AS 1993-2001 Bill Clinton.
Tokoh terkenal dalam daftar kontak Epstein
Kasus Epstein menarik perhatian publik karena para klien dan kenalannya terdiri atas orang-orang terkenal. Para kenalan, korban, dan karyawan dicatat Epstein dalam buku yang dikenal sebagai ”buku hitam”. Buku itu tidak selalu memuat daftar klien Epstein.
Majalah Newsweek mengungkap daftar lengkap nama-nama itu. Mereka, antara lain, George Lucas yang membuat Star Wars dan Indiana Jones. Novelis Stephen King, peragawati Naomi Campbell, hingga dosen yang juga pengacara, yakni Alan Dershowitz, ada dalam daftar tersebut.
Meskipun tidak tamat SMA, Epstein bisa mengumpulkan kekayaan hingga 600 juta dolar AS atau hampir Rp 10 triliun. Sikapnya yang ramah dan supel membuat Epstein memiliki banyak teman dari kalangan elite, mulai dari politikus hingga bintang film. Ia kerap menerbangkan mereka dengan pesawat pribadi ke pulau miliknya.
Temuan terbaru dari berkas Epstein
Departemen Kehakiman mengungkap lebih dari 3 juta halaman dokumen bersama dengan lebih dari 2.000 video dan 180.000 foto. Berkas yang diunggah di laman departemen mencakup beberapa juta halaman catatan yang ditahan dari rilis pada Desember 2025.
Dari dokumen itulah terungkap nama-nama penting dan berpengaruh yang menjalin komunikasi dengan Epstein. Banyak dari mereka membantah memiliki hubungan dekat dengan mendiang pengusaha yang dituduh melakukan perdagangan seks itu.
Elon Musk, miliarder pendiri Tesla dan pemilik X, muncul beberapa kali dalam dokumen Epstein terbaru. Namanya muncul dalam korspondensi surel kurun waktu 2012-2013.
Ada juga nama penasihat keamanan nasional Slowakia, Miroslav Lajcak. Ia mengundurkan diri sehari setelah komunikasi masa lalunya dengan Epstein muncul dalam dokumen yang baru dirilis.
Nama Menteri Perdagangan AS saat ini, Howard Lutnick, juga disebut. Ia dikatakan ke Pulau Karibia pada Desember 2012. Nama Steve Bannon, penasihat utama Presiden AS Donald Trump, muncul beberapa bulan sebelum Epstein bunuh diri.
Epstein juga berkomunikasi dengan Richard Branson, pendiri Virgin Group Limited. Branson bertukar banyak surel dengan Epstein setelah Epstein mengaku bersalah karena eksploitasi seksual anak dan terdata sebagai pelaku kejahatan seksual di Florida pada 2008.
Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan istrinya juga terungkap sering berkomunikasi dengan Epstein. Selain nama-nama tersebut, masih ada nama-nama lain dalam dokumen Epstein terbaru. Kendati demikian, diyakini dokumen itu disensor.
Teka-teki seputar berkas Epstein
Selain Musk, nama Bill Gates juga muncul. Hubungan Bill Gates dengan Epstein telah terdokumentasi dengan baik. Namun, muncul beberapa pertanyaan baru tentang hubungan mereka berdua setelah berkas-berkas kasus dirilis. Menurut Wired, nama Bill Gates keluar dalam 2.592 dokumen.
Dalam beberapa dokumen, menurut CNN, tertera sejumlah draf pesan dari tahun 2013 yang tersimpan dalam akun surel Epstein. Draf-draf itu berisi tulisan tentang rasa dikhianati oleh Gates, diskusi kesepakatan bisnis. Ada juga soal perselisihan rumah tangga Gates, serta kekhawatiran Gates terkait penyakit menular seksual (PMS).
Sebagai catatan, nama-nama orang yang muncul dalam berkas Epstein tidak langsung berarti orang tersebut melakukan kejahatan apa pun. Keluarnya nama seseorang bisa saja berarti bahwa Epstein atau rekannya sedang membicarakan orang itu atau membagikan dokumen yang menyebutkan nama orang itu. Sejauh ini, Gates juga belum dituduh melakukan kesalahan apa pun yang berkaitan dengan Epstein.
Perilisan berkas kasus Epstein juga berdampak hingga ke Eropa. Wajah Kerajaan Norwegia semakin tercoreng karena terkuak bahwa Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit, dekat dengan Epstein si paedofil. Padahal, putranya, Marius Borg Hoiby (29), sedang menjalani sidang karena 28 tuduhan. Dakwaannya termasuk pemerkosaan dan pelecehan berulang kepada mantan pasangan.
Surat kabar Norwegia, VG, melaporkan, Mette-Marit disebutkan dalam lebih dari 1.000 dokumen dalam berkas Epstein. Mereka bertemu dan berkomunikasi antara tahun 2011 dan 2014. Sejumlah besar surel menyiratkan persahabatan kontroversial antara Mette-Marit dan Epstein.
Komunikasi mereka bahkan berlanjut setelah Epstein mengaku bersalah atas kejahatan meminta hubungan seksual dengan anak-anak. Pada berkas tahun 2012 terdapat sejumlah surel dari ”H.K.H. Kronprinsessen”, yang diterjemahkan dari bahasa Norwegia menjadi ”Yang Mulia Putri Mahkota”, kepada Epstein. Mette-Marit memanggil Epstein dengan sebutan ’sayang’ dan ”berhati lembut”.
Apa dampak dari dibukanya berkas Epstein?
Nama-nama yang disebut dalam dokumen Epstein ada yang mengundurkan diri dari jabatannya, membantah pernah berteman, ataupun menyesali pertemanan. Ada juga yang dipecat. David A Ross menjadi salah satu sosok penting yang mengundurkan diri dari jabatannya setelah namanya muncul dalam berkas Epstein.
Ross merupakan kurator dan direktur museum seni yang juga menjabat sebagai ketua program praktik seni MFA School of Visual Arts di New York. Dalam salah satu rangkaian korespondensi mereka, Epstein-Ross membahas pameran soal anak dan orang muda di bawah umur 25 tahun. Pembahasan terjadi pada 2009.
Salah satu nama yang terseret dan akhirnya dipecat adalah Peter Mandelson. Mandelson merupakan mantan menteri Inggris. Ia dipecat sebagai duta besar Inggris untuk Washington karena hubungannya dengan Epstein. Sekarang, ia menghadapi penyelidikan kriminal. Dakwaannya pembocoran informasi pemerintah yang sensitif terhadap pasar. Bocoran itu dikirim Mendelson ke temannya di tengah krisis keuangan.
Berkas Epstein ini telah membuka kotak pandora paedofilia dalam relasi kuasa. Kasus ini melibatkan jaringan kekuasaan yang memfasilitasi kejahatan itu secara sistemik. Kejahatannya dibungkus dengan struktur kekuasaan yang menopangnya. Jadi, penyebabnya bukan semata-mata dorongan seksual, melainkan juga hasrat akan dominasi. Kekayaan dan kekuasaan memungkinkan pelaku memandang orang lain sebagai komoditas.
Jaringan kekuasaan menjadi benteng untuk melindungi tindak kejahatannya dari hukum sekaligus melanggengkan eksploitasi seksual pada anak. Kondisi ini didukung oleh normalisasi dari kalangan elite di sekitarnya. Korban yang merasa tak berdaya pun takut bersuara.