Apa saja yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?
- Apa saja satuan baru TNI yang diresmikan Presiden Prabowo di Batujajar?
- Siapa saja perwira tinggi yang dilantik Presiden Prabowo di Batujajar?
- Siapa sosok Wakil Panglima TNI baru yang diangkat Presiden Prabowo?
- Apa alasan TNI kembali melakukan mutasi besar-besaran?
- Berapa banyak jabatan dan wilayah teritori baru yang dibentuk di tubuh TNI?
- Mengapa TNI membentuk enam kodam baru?
Apa saja satuan baru TNI yang diresmikan Presiden Prabowo di Batujajar?
Presiden Prabowo Subianto meresmikan 162 satuan baru di lingkungan TNI dalam upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusdikpassus Batujajar, Bandung Barat, Jawa Barat. Peresmian satuan baru itu merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2025 tentang Susunan Organisasi TNI.
Satuan baru yang diresmikan Presiden terdiri dari 6 komando daerah militer, 14 komando daerah angkatan laut, 3 komando daerah angkatan udara, 1 komando operasi udara, dan 6 grup komando pasukan khusus. Selain itu, 20 brigade teritorial pembangunan, 1 brigade infanteri marinir, 1 resimen korps pasukan gerak cepat, serta 100 batalyon teritorial pembangunan. Ada pula 5 batalyon infanteri marinir serta 5 batalyon komando korps pasukan gerak cepat.
Penambahan satuan baru itu disebut sebagai strategi Presiden untuk memperkuat pertahanan negara.
Siapa saja perwira tinggi yang dilantik Presiden Prabowo di Batujajar?
Momentum Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Khusus TNI AD Batujajar, Jawa Barat, tidak hanya menjadi ajang untuk meresmikan 162 satuan baru. Dalam acara yang digelar Minggu (10/8/2025) tersebut Presiden Prabowo Subianto juga melantik sejumlah perwira tinggi untuk mengisi jabatan-jabatan baru di TNI.
Salah satu perwira tinggi yang dilantik Presiden Prabowo adalah Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima TNI. Presiden juga melantik empat perwira tinggi TNI untuk menempati pimpinan di satuan baru. Mereka adalah Letnan Jenderal Djon Afriadi yang dilantik sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus, Letnan Jenderal Marinir Endi Supardi (Panglima Korps Marinir), Marsekal Madya Deny Muis (Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat), dan Marsekal Madya Andyawan Martono Putra (Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional).
Dalam kesempatan itu Presiden juga telah melantik perwira tinggi untuk mengisi jabatan enam Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) baru. Mereka adalah Mayor Jenderal Agus Hadi Waluyo sebagai Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen Arief Gajah Mada (Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol), dan Mayjen Kristomei Sianturi (Pangdam XXI/Radin Inten). Selain itu, Mayjen Zainul Arifin sebagai Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar (Pangdam XXIII/Palaka Wira), serta Mayjen Lucky Avianto (Pangdam XXIV/Mandala Trikora).
Siapa sosok Wakil Panglima TNI baru yang diangkat Presiden Prabowo?
Jenderal Tandyo Budi Revita menjadi salah satu perwira tinggi TNI yang dilantik oleh Presiden Prabowo di Pusdiklatpassus TNI AD, Batujajar, Minggu (10/8/2025). Abiturien Akademi Militer 1991 itu dilantik sebagai Wakil Panglima TNI, jabatan yang sudah 25 tahun kosong.
Selama berkarier, prajurit kelahiran Surakarta 56 tahun silam itu dipercaya untuk mengemban tugas di berbagai operasi penting serta memimpin teritori. Ia terlibat dalam sejumlah operasi penting di Timor Timur, Aceh, hingga Irian Jaya (kini Papua).
Tandyo juga didapuk menjadi Komandan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda di Lebanon pada 2006-2007. Bukan hanya itu, ia pernah dipercaya memegang tongkat komando mulai dari Komandan Korem 142/Taroada Tarogau hingga Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro.
Jabatan Kepala Badan Diklat dan Dirjen Potensi Pertahanan di Kementerian Pertahanan juga pernah diemban Tandyo sebelum diangkat sebagai Wakil Kepala Staf TNI AD, akhir 2023. Sepanjang tiga dekade kariernya, ia memiliki harta kekayaan Rp 6,69 miliar yang dilaporkan melalui LHKPN pada 25 Maret 2025
Apa alasan TNI kembali melakukan mutasi besar-besaran?
Mutasi di tubuh TNI kali ini didasarkan pada Surat Keputusan Panglima TNI Nomor 1033/VIII/2025 tertanggal 6 Agustus 2025. Total ada 44 perwira tinggi yang dimutasi. Mutasi ini diputuskan hanya selang sepekan setelah 42 perwira tinggi TNI dimutasi pada 31 Juli 2025.
Mutasi tersebut terkait dengan kelahiran Perpres No 85/2025 tentang Kementerian Pertahanan serta Perpres No 84/2025 tentang Organisasi TNI. Selain itu, mutasi juga terkait dengan rencana peresmian enam komando daerah militer (kodam) baru.
Di luar itu, ada pula sejumlah mutasi yang terkait perubahan struktur di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Organisasi TNI melalui Perpres No 85/2025 tentang Kemenhan serta Perpres No 84/2025 tentang Organisasi TNI.
Berapa banyak jabatan dan wilayah teritori baru yang dibentuk di tubuh TNI?
Pada 5 Agustus lalu Presiden Prabowo meneken Perpres Nomor 84 Tahun 2025 tentang Susunan Organisasi TNI. Dalam perpres yang merupakan revisi dari Perpres No 66/2019 itu, total ada 420 jabatan untuk perwira tinggi di lingkungan TNI. Jumlah ini lebih banyak dari jumlah jabatan untuk perwira tinggi seperti yang tertera di Perpres No 66/2019, sebanyak 371 jabatan. Dengan demikian, ada penambahan 49 jabatan baru.
Penambahan jabatan itu misalnya terlihat di unsur pembantu pimpinan di Markas Besar (Mabes) TNI, dari semula hanya 12 jabatan menjadi 24 jabatan. Salah satunya jabatan asisten panglima yang hanya satu jabatan di perpres lama menjadi tujuh jabatan asisten panglima. Ketujuh jabatan itu adalah asisten panglima kebijakan strategis dan perencanaan umum, asisten operasi, intelijen, personalia, logistik, teritorial, serta komunikasi dan elektronika.
TNI juga menambah enam komando daerah militer (kodam) sehingga saat ini total jumlah kodam di seluruh Indonesia sebanyak 21 kodam. Di luar itu, dibentuk pula Batalyon Teritorial Pembangunan oleh TNI AD. Batalyon ini direncanakan tersebar di seluruh Indonesia, 514 kabupaten/kota, untuk mendukung stabilitas dan pembangunan. Juni lalu bahkan sudah beredar kabar bahwa TNI AD bakal merekrut tamtama yang jumlahnya mencapai 24.000 orang untuk batalyon tersebut.
Mengapa TNI membentuk enam kodam baru?
Enam kodam baru yang dibentuk TNI turut diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto di Pusdiklatpassus TNI AD, Batujajar, Minggu (10/8/2025). Dengan penambahan tersebut kini terdapat 21 kodam di seluruh Indonesia.
Keenam kodam baru dimaksud adalah Kodam XIX/Tuanku Tambusai yang meliputi wilayah Riau dan Kepulauan Riau; Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (Sumatera Barat dan Jambi); dan Kodam XXI/Radin Inten (Lampung dan Bengkulu). Selain itu, Kodam XXII/Tambun Bungai (Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan); Kodam XXIII/Palaka Wira (Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat); dan Kodam XXIV/Mandala Trikora yang berpusat di Merauke, Papua Selatan. Khusus Papua Selatan merupakan provinsi baru yang dilahirkan pada 2022.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana menjelaskan, pembentukan kodam baru merupakan bagian dari strategi TNI AD untuk memperkuat Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).
Keberadaan kodam baru juga untuk mendukung pembangunan nasional dan mendukung program Astacita Presiden. ”Urgensi pembentukan kodam baru juga terletak pada pengembangan organisasi TNI Angkatan Darat yang diperlukan untuk mengatasi cakupan wilayah tugas yang luas,” ujar Wahyu melalui keterangan tertulis, Sabtu (9/8/2025).
Apa saja yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?
- Apa saja satuan baru TNI yang diresmikan Presiden Prabowo di Batujajar?
- Siapa saja perwira tinggi yang dilantik Presiden Prabowo di Batujajar?
- Siapa sosok Wakil Panglima TNI baru yang diangkat Presiden Prabowo?
- Apa alasan TNI kembali melakukan mutasi besar-besaran?
- Berapa banyak jabatan dan wilayah teritori baru yang dibentuk di tubuh TNI?
- Mengapa TNI membentuk enam kodam baru?
Apa saja satuan baru TNI yang diresmikan Presiden Prabowo di Batujajar?
Presiden Prabowo Subianto meresmikan 162 satuan baru di lingkungan TNI dalam upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusdikpassus Batujajar, Bandung Barat, Jawa Barat. Peresmian satuan baru itu merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2025 tentang Susunan Organisasi TNI.
Satuan baru yang diresmikan Presiden terdiri dari 6 komando daerah militer, 14 komando daerah angkatan laut, 3 komando daerah angkatan udara, 1 komando operasi udara, dan 6 grup komando pasukan khusus. Selain itu, 20 brigade teritorial pembangunan, 1 brigade infanteri marinir, 1 resimen korps pasukan gerak cepat, serta 100 batalyon teritorial pembangunan. Ada pula 5 batalyon infanteri marinir serta 5 batalyon komando korps pasukan gerak cepat.
Penambahan satuan baru itu disebut sebagai strategi Presiden untuk memperkuat pertahanan negara.
Siapa saja perwira tinggi yang dilantik Presiden Prabowo di Batujajar?
Momentum Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Khusus TNI AD Batujajar, Jawa Barat, tidak hanya menjadi ajang untuk meresmikan 162 satuan baru. Dalam acara yang digelar Minggu (10/8/2025) tersebut Presiden Prabowo Subianto juga melantik sejumlah perwira tinggi untuk mengisi jabatan-jabatan baru di TNI.
Salah satu perwira tinggi yang dilantik Presiden Prabowo adalah Jenderal Tandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima TNI. Presiden juga melantik empat perwira tinggi TNI untuk menempati pimpinan di satuan baru. Mereka adalah Letnan Jenderal Djon Afriadi yang dilantik sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus, Letnan Jenderal Marinir Endi Supardi (Panglima Korps Marinir), Marsekal Madya Deny Muis (Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat), dan Marsekal Madya Andyawan Martono Putra (Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional).
Dalam kesempatan itu Presiden juga telah melantik perwira tinggi untuk mengisi jabatan enam Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) baru. Mereka adalah Mayor Jenderal Agus Hadi Waluyo sebagai Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen Arief Gajah Mada (Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol), dan Mayjen Kristomei Sianturi (Pangdam XXI/Radin Inten). Selain itu, Mayjen Zainul Arifin sebagai Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar (Pangdam XXIII/Palaka Wira), serta Mayjen Lucky Avianto (Pangdam XXIV/Mandala Trikora).
Siapa sosok Wakil Panglima TNI baru yang diangkat Presiden Prabowo?
Jenderal Tandyo Budi Revita menjadi salah satu perwira tinggi TNI yang dilantik oleh Presiden Prabowo di Pusdiklatpassus TNI AD, Batujajar, Minggu (10/8/2025). Abiturien Akademi Militer 1991 itu dilantik sebagai Wakil Panglima TNI, jabatan yang sudah 25 tahun kosong.
Selama berkarier, prajurit kelahiran Surakarta 56 tahun silam itu dipercaya untuk mengemban tugas di berbagai operasi penting serta memimpin teritori. Ia terlibat dalam sejumlah operasi penting di Timor Timur, Aceh, hingga Irian Jaya (kini Papua).
Tandyo juga didapuk menjadi Komandan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda di Lebanon pada 2006-2007. Bukan hanya itu, ia pernah dipercaya memegang tongkat komando mulai dari Komandan Korem 142/Taroada Tarogau hingga Panglima Kodam (Pangdam) IV/Diponegoro.
Jabatan Kepala Badan Diklat dan Dirjen Potensi Pertahanan di Kementerian Pertahanan juga pernah diemban Tandyo sebelum diangkat sebagai Wakil Kepala Staf TNI AD, akhir 2023. Sepanjang tiga dekade kariernya, ia memiliki harta kekayaan Rp 6,69 miliar yang dilaporkan melalui LHKPN pada 25 Maret 2025
Apa alasan TNI kembali melakukan mutasi besar-besaran?
Mutasi di tubuh TNI kali ini didasarkan pada Surat Keputusan Panglima TNI Nomor 1033/VIII/2025 tertanggal 6 Agustus 2025. Total ada 44 perwira tinggi yang dimutasi. Mutasi ini diputuskan hanya selang sepekan setelah 42 perwira tinggi TNI dimutasi pada 31 Juli 2025.
Mutasi tersebut terkait dengan kelahiran Perpres No 85/2025 tentang Kementerian Pertahanan serta Perpres No 84/2025 tentang Organisasi TNI. Selain itu, mutasi juga terkait dengan rencana peresmian enam komando daerah militer (kodam) baru.
Di luar itu, ada pula sejumlah mutasi yang terkait perubahan struktur di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Organisasi TNI melalui Perpres No 85/2025 tentang Kemenhan serta Perpres No 84/2025 tentang Organisasi TNI.
Berapa banyak jabatan dan wilayah teritori baru yang dibentuk di tubuh TNI?
Pada 5 Agustus lalu Presiden Prabowo meneken Perpres Nomor 84 Tahun 2025 tentang Susunan Organisasi TNI. Dalam perpres yang merupakan revisi dari Perpres No 66/2019 itu, total ada 420 jabatan untuk perwira tinggi di lingkungan TNI. Jumlah ini lebih banyak dari jumlah jabatan untuk perwira tinggi seperti yang tertera di Perpres No 66/2019, sebanyak 371 jabatan. Dengan demikian, ada penambahan 49 jabatan baru.
Penambahan jabatan itu misalnya terlihat di unsur pembantu pimpinan di Markas Besar (Mabes) TNI, dari semula hanya 12 jabatan menjadi 24 jabatan. Salah satunya jabatan asisten panglima yang hanya satu jabatan di perpres lama menjadi tujuh jabatan asisten panglima. Ketujuh jabatan itu adalah asisten panglima kebijakan strategis dan perencanaan umum, asisten operasi, intelijen, personalia, logistik, teritorial, serta komunikasi dan elektronika.
TNI juga menambah enam komando daerah militer (kodam) sehingga saat ini total jumlah kodam di seluruh Indonesia sebanyak 21 kodam. Di luar itu, dibentuk pula Batalyon Teritorial Pembangunan oleh TNI AD. Batalyon ini direncanakan tersebar di seluruh Indonesia, 514 kabupaten/kota, untuk mendukung stabilitas dan pembangunan. Juni lalu bahkan sudah beredar kabar bahwa TNI AD bakal merekrut tamtama yang jumlahnya mencapai 24.000 orang untuk batalyon tersebut.
Mengapa TNI membentuk enam kodam baru?
Enam kodam baru yang dibentuk TNI turut diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto di Pusdiklatpassus TNI AD, Batujajar, Minggu (10/8/2025). Dengan penambahan tersebut kini terdapat 21 kodam di seluruh Indonesia.
Keenam kodam baru dimaksud adalah Kodam XIX/Tuanku Tambusai yang meliputi wilayah Riau dan Kepulauan Riau; Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (Sumatera Barat dan Jambi); dan Kodam XXI/Radin Inten (Lampung dan Bengkulu). Selain itu, Kodam XXII/Tambun Bungai (Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan); Kodam XXIII/Palaka Wira (Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat); dan Kodam XXIV/Mandala Trikora yang berpusat di Merauke, Papua Selatan. Khusus Papua Selatan merupakan provinsi baru yang dilahirkan pada 2022.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana menjelaskan, pembentukan kodam baru merupakan bagian dari strategi TNI AD untuk memperkuat Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).
Keberadaan kodam baru juga untuk mendukung pembangunan nasional dan mendukung program Astacita Presiden. ”Urgensi pembentukan kodam baru juga terletak pada pengembangan organisasi TNI Angkatan Darat yang diperlukan untuk mengatasi cakupan wilayah tugas yang luas,” ujar Wahyu melalui keterangan tertulis, Sabtu (9/8/2025).