Kompas.id Brief

Mengapa Trofi Liga Konferensi Bisa Jadi Tonggak Era Keemasan Baru Chelsea?

Kucuran Rp 21 triliun dari pemilik baru Chelsea, Tedd Boehly, akhirnya berbuah prestasi, trofi Liga Konferensi. Mereka belum berhenti dan menjanjikan era emas baru.

30 Mei 2025 16:00 WIB · Olahraga

Oleh Yulvianus Harjono

Apa saja yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

1. Bagaimana Chelsea meraih trofi Liga Konferensi Eropa?

2. Siapakah Liam Delap, penyerang baru yang akan didatangkan Chelsea?

3. Mengapa Enzo Maresca kerap disandingkan dengan nama Pep Guardiola?

4. Mengapa Cole Palmer disebut sosok unik yang tidak ada duanya di Liga Inggris?

Keberhasilan menjuarai Liga Konferensi Eropa seusai mengalahkan Real Betis, 4-1, pada laga final, Kamis (29/5/2025) dini hari WIB, diyakini menjadi pijakan awal Chelsea memulai era kejayaan baru. Trofi yang diraih di Polandia merupakan gelar pertama “Si Biru” bersama pemilik baru, Todd Boehly.

Setidaknya 1 miliar pound sterling (Rp 21 triliun) telah dikucurkan Boehly untuk menambah amunisi skuad Chelsea sejak mengambil-alih kepemilikan mayoritas klub itu pada Mei 2022 lalu. Pemain-pemain baru itu, antara lain, Enzo Fernandez, Cole Palmer, dan Moises Caicedo.

Dengan investasi besar itu, tidak pelak, Chelsea diunggulkan menjadi juara Liga Konfederasi sejak musim panas lalu. Apalagi, Boehly tidak lagi menolerir hasil buruk setelah musim yang mengecewakan pada 2023-2024 lalu. Saat itu, mereka hanya finis keenam di Liga Inggris dan dikalahkan Liverpool pada perebutan gelar juara Piala Liga Inggris.

Semusim sebelumnya, pada tahun pertama dibeli Boehly, Chelsea bahkan lebih buruk. Pada musim 2022-2023, Si Biru terpuruk di peringkat ke-12 Liga Inggris dan kandas dini di Piala FA maupun Piala Liga. Mereka pun bergonta-ganti manajer, yaitu dari Thoma Tuchel, Graham Potter, hingga Frank Lampard. Hal itu menyiratkan turbulensi di klub kaya raya itu.

Dua musim berlalu, mereka mulai berbenah bersama manajer baru, Enzo Maresca. Perlahan namun pasti, Chelsea mulai kembali ke papan atas. Raihan trofi Liga Konferensi, kompetisi kasta ketiga di Eropa, melengkapi keberhasilan mereka mengamankan posisi empat besar di Liga Inggris sekaligus tiket ke Liga Champions musim depan.

Chelsea pun mengukir sejarah sebagai satu-satunya klub yang pernah mengoleksi seluruh trofi dalam empat kejuaraan berbeda yang diselenggarakan UEFA, yaitu Liga Champions (2012 dan 2021), Liga Europa (2013 dan 2019), Piala Winners (1971 dan 1998), dan Liga Konferensi (2025). Trofi di Polandia adalah prestasi besar pertama mereka setelah menjuarai Liga Champions pada 2021 silam.

“Semoga itu (trofi Liga Konferensi Eropa) menjadi titik awal (kejayaan baru). Untuk bisa membangun mental juara, kita harus memenangi laga dan menjuarai kompetisi. Jadi, tentu saja, trofi malam ini akan membuat kami lebih baik,” ujar Maresca menjanjikan trofi-trofi lain untuk Chelsea ke depan dikutip ESPN.

Optimisme serupa disampaikan Joe Cole, mantan gelandang Chelsea. “Keberhasilan ini (meraih trofi Liga Konferensi) menambah keyakinan mereka. Saya percaya era bagus bakal sungguh datang,” ujarnya dikutip BBC.

Musim depan, bersama Maresca, Chelsea bisa mengusik Liverpool maupun Arsenal dalam perburuan gelar juara Liga Inggris. Mereka bahkan patut diperhitungkan pada persaingan di Liga Champions. Tampil kembali di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa itu bisa menambah daya tawar Chelsea untuk merekrut megabintang baru pada musim depan.

Kedalaman skuad menjadi salah satu keunggulan mewah Chelsea untuk mengejar sejumlah trofi, khususnya pada musim depan. Mereka telah memiliki skuad yang mewah. Palmer dan Caicedo, misalnya, adalah yang terbaik untuk saat ini di posisi mereka masing-masing, yaitu gelandang jangkar dan pemain kreatif.

Lini serang mereka pun bertambah tajam seiring kehadiran Jadon Sancho dan Pedro Neto. Sancho, yang berstatus pinjaman dari Manchester United, pun kemungkinan dipermanenkan setelah tampil menawan dengan koleksi 5 gol dan 10 asis dari berbagai kompetisi pada musim ini. “Dia tak berkembang di MU, namun kariernya pulih di Chelsea. Masih banyak hal besar yang akan ia berikan ke depan,” ujar Joe Cole.

Geliat belanja Chelsea belum berakhir. Mereka berencana menambah penyerang baru pada jendela transfer musim panas 2025.

Bagaimana Chelsea meraih trofi Liga Konferensi Eropa?

copy title

Trofi Liga Konferensi Eropa musim 2024-2025 adalah gelar pertama Chelsea dalam tiga tahun kepemimpinan pemilik baru, Todd Boehly. Gelar itu diraih setelah Si Biru sempat tertinggal lebih dulu dari Real Betis pada laga final, Kmais (29/5/2025) dini hari WIB.

Chelsea mengamuk pada babak kedua hingga akhirnya menang 4-1. ”Saya sudah sering mengatakan musim ini, turnamen ini adalah sesuatu yang harus kami menangi,” kata bek kanan sekaligus kapten Chelsea, Reece James.

Chelsea's Enzo Fernandez celebrates after scoring his side's opening goal during the Europa Conference League final soccer match between Real Betis and Chelsea in Wroclaw, Poland, Wednesday, May 28, 2025. (AP Photo/Darko Vojinovic)

Pada laga itu, mantan gelandang Real Madrid, Isco, memperlihatkan visi bermainnya bersama Betis. Dikepung dua pemain Chelsea, Isco masih bisa berpikir tenang sebelum mengoper bola kepada Abde Ezzalzouli yang kemudian mencetak gol dari dalam kotak penalti.

Segala daya Chelsea untuk mencetak gol penyeimbang di babak pertama kandas. Di bawah arahan Manajer Enzo Maresca, Chelsea adalah tim yang sangat terkendali dalam proses membangun serangan. Mereka bukan tipikal tim yang cenderung mengandalkan bola-bola langsung ke depan, melainkan dengan sabar membangun serangan dari belakang.

Keputusan Maresca memasukkan James pada babak kedua terbukti jitu. Keberadaan James membuat Chelsea lebih tenang saat menguasai bola. Di sisi lain, Betis mulai mengendur secara fisik. Akibatnya, mereka tidak bisa mempertahankan intensitas menekan sebagaimana babak pertama.

Enzo Fernandez dan Cole Palmer pun mendapatkan momentum untuk mengubah hasil akhir pertandingan. Dengan ketahanan fisik serta stamina yang mulai melemah, pergerakan Palmer sulit dihentikan bek Betis. Fernandez menyumbang satu gol dan satu asis, adapun Palmer dua asis.

Siapakah Liam Delap, penyerang baru yang akan didatangkan Chelsea?

copy title

Setelah masuk lima besar Liga Inggris dan menjuarai Liga Konferensi, Chelsea langsung menatap musim depan. Mereka sudah bersepakat dengan Ipswich Town untuk mendatangkan penyerang 22 tahun, Liam Delap.

Delap telah menjadi incaran banyak klub dalam beberapa pekan terakhir, antara lain Manchester United dan Newcastle United. Dari sekian banyak klub, Chelsea berhasil memenangi pertarungan. Sang pemain memprioritaskan ”Si Biru” karena salah satunya faktor berkompetisi di Liga Champions musim depan.

Chelsea's English defender #06 Levi Colwill battles for the ball with Ipswich Town's English midfielder #19 Liam Delap during the English Premier League football match between Ipswich Town and Chelsea at Portman Road in Ipswich, eastern England on December 30, 2024. (Photo by Glyn KIRK / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Menurut The Athletic, Jumat (30/5/2025) WIB, Delap tinggal merampungkan kontrak personal dengan Chelsea. Jendela transfer musim panas akan dibuka lebih cepat kali ini, yaitu mulai 1 Juni, untuk memfasilitas kebutuhan Piala Dunia Antarklub. Chelsea turut serta dalam turnamen itu.

Delap, yang mengemas 12 gol, merupakan satu-satunya pemain di bawah 23 tahun yang berhasil mencetak dua digit gol di Liga Inggris pada musim 2024-2025. ”Dalam hal angka, dia melakukan hal fantastis. Selain itu, dia juga memiliki gaya bermain khas dan daya juang,” kata Manajer Chelsea Enzo Maresca.

Karakter Delap akan cocok dengan gelandang kreatif Cole Palmer yang membutuhkan sosok sprinter di garis terakhir pertahanan lawan. Jika Delap bisa mencetak dua digit gol dengan dukungan minim, dia seharusnya mampu lebih subur saat disokong oleh Palmer dan rekan-rekannya.

Dalam skema serangan balik ala Ipswich, Delap menunjukkan kelebihannya. Pemain tim nasional U-21 Inggris itu punya daya dobrak bagai lokomotif saat berlari dengan atau tanpa bola. Pemain yang bertubuh kekar itu sangat sulit dihentikan, terutama ketika berada dalam kecepatan penuh.

Mengapa Enzo Maresca kerap disandingkan dengan nama Pep Guardiola?

copy title

Enzo Maresca, manajer asal Italia, pernah membantu Leicester City promosi ke Liga Primer Inggris. Mantan pemain Juventus itu adalah tangan kanan Guardiola ketika City meraih treble winner, termasuk trofi Liga Champions pertama, pada musim 2022-2023.

Setelah mendampingi Guardiola, Maresca membantu Leicester City menjadi juara Liga Championship Inggris 2023-2024 demi kembali ke Liga Primer Inggris. Pada musim perdana melatih di kompetisi kasta tertinggi Inggris, Maresca mampu memaksimalkan potensi hebat pemain-pemain muda Chelsea.

Manajer Chelsea Enzo Maresca merayakan kemenangan timnya atas Tottenham Hotspur pada laga Liga Inggris di Stadion Tottenham Hotspur, London, Minggu (8/12/2024). Chelsea menang, 4-3.

Bersama Maresca, Chelsea sempat diperhitungkan menjadi calon juara Liga Inggris, apalagi setelah mencatatkan tujuh kemenangan beruntun di semua ajang pada akhir tahun lalu. Namun, saat itu, ia tetap rendah hati dengan mengatakan timnya belum siap juara pada musim ini. Hal itu terbukti. Chelsea hanya bisa finis keempat pada akhir musim.

Ia menilai, timnya masih dalam proses membangun ulang kekuatan setelah berganti rezim pemilik dan berkali-kali “bongkar-pasang” manajer. Ia adalah manajer kelima Si Biru dalam tiga tahun terakhir, yaitu setelah Graham Potter, Bruno Saltor, Frank Lampard, dan Mauricio Pochettino.

”Pendukung bisa bermimpi dan berpikir. Namun, di dalam sebagai sebuah klub, skuad, pemain, dan staf pelatih, kami harus realistis. Banyak hal yang masih harus kami lakukan lebih baik terlepas rentetan kemenangan saat ini,” kata Maresca.

Mengapa Cole Palmer disebut sosok unik yang tidak ada duanya di Liga Inggris?

copy title

Gelandang serang Chelsea, Cole Palmer, mulai disandingkan dengan pemain legendaris, yaitu mulai dari Dennis Bergkamp sampai Robin van Persie. Kegemilangan itu ia tunjukkan lewat kreativitasnya dan dua asis melawa Real Betis pada final Liga Konferensi Eropa.

Ia bahkan juga pernah menorehkan rekor spesial, yaitu empat gol dalam 20 menit, ketika Chelsea menang atas Brighton & Hove Albion, 4-2, di kandang sendiri, Sabtu (28/9/2024). Belum pernah ada sebelumnya pemain yang mampu menciptakan quatrick hanya dalam satu babak sepanjang penyelenggaraan Liga Inggris.

Pemain Liverpool Alexis Mac Allister (kiri) dan pemain Chelsea Cole Palmer berebut bola pada laga Liga Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, Minggu ((4/5/2025). Palmer mencetak satu gol dan Chelsea menang 3-1 pada laga itu.

Pujian pun datang dari berbagai penjuru. Salah satunya dari mantan penyerang tim nasional Inggris, Theo Walcott. ”Dia telah berkembang pesat di Chelsea. Anda tidak dapat menepikannya di tim mana pun. Dia punya kemahiran seperti Bergkamp dan Van Persie. Mereka sama sekali bukan (perbandingan) yang buruk,” katanya.

”Cold Palmer”, julukannya, seperti bisa mencium gol. Dia mencari posisi dengan pergerakan tanpa bola, lalu mengeksekusi dengan ”dingin” seperti pada gol pertama dan keempat. Penalti dan tendangan bebas juga masih menjadi spesialisasinya.

Hal paling istimewa dari Palmer adalah insting mencium gol dan efisiensi. Bisa dikatakan, Palmer adalah pemain dengan tren performa terbaik saat ini. Total 15 gol dan 12 asis telah ia ciptakan untuk Chelsea di berbagai kompetisi pada musim ini. Lawan-lawannya pun bahkan mengagumimya.

“Dia adalah pemain spesial. Tidak bisa dihentikan. Tidak banyak pemain seperti itu di liga,” ujar Manajer Brighton Fabian Hurzeler.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulvianus Harjono
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .