Antrean panjang berangkat haji memicu dugaan adanya praktik jual-beli kuota jemaah haji. Mengapa waktu tunggu naik haji begitu lama?
21 Agt 2025 17:00 WIB · Pendidikan & Kebudayaan
Tingginya jumlah calon jemaah haji reguler membuat Pemerintah Arab Saudi harus menetapkan kuota haji untuk masing-masing negara. Hal ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para anggota jemaah haji dari seluruh dunia selama menunaikan ibadah haji.
Terbatasnya kuota haji membuat waktu tunggu berangkat haji sangat lama. Di tengah lamanya waktu tunggu naik haji mencuat kasus dugaan korupsi terkait kuota tambahan haji dan penyelenggaraan haji tahun 2023-2024. Hal ini tak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga warga, khususnya calon jemaah haji reguler.
Apa yang Anda pelajari dari artikel ini?
1. Bagaimana penyelenggaraan haji?
2. Bagaimana prosedur penetapan kuota haji?
3. Berapa lama waktu tunggu berangkat haji?
4. Mengapa waktu tunggu berangkat haji begitu lama?
Ibadah haji merupakan kewajiban bagi setiap Muslim dewasa yang mampu secara finansial dan fisik untuk melaksanakannya, setidaknya sekali seumur hidup. Sebagai rukun Islam kelima, haji melambangkan penyerahan diri kepada Allah dan mendorong pembaruan spiritual yang mendalam.
Haji adalah ibadah tahunan yang dilakukan ke Ka’bah di kota suci Mekkah pada bulan Zulhijah. Ibadah ini memiliki makna amat penting karena merupakan kewajiban bagi tiap Muslim dewasa yang mampu secara finansial dan fisik untuk melaksanakan haji. Calon jemaah haji harus beragama Islam dan berusia minimal 18 tahun.
Dalam rangkaian ibadah haji, wukuf di Arafah menjadi puncak ibadah haji pada 9 Zulhijah. Selama wukuf, jemaah dianjurkan untuk melakukan berbagai amalan, antara lain, salat Zuhur dan Ashar, mendengarkan khotbah wukuf dan berzikir. Setelah wukuf, jemaah haji menuju Muzdalifah untuk mabit atau bermalam dan memperbanyak zikir.
Pada 10 Zulhijah, jemaah menuju Mina untuk melontar jumrah lalu tahalul awal, yakni mencukur rambut atau memotong sebagian rambut sebagai tanda berakhirnya larangan ihram. Selama mabit di Mina, jemaah melontar tiga jumrah dengan urutan jumrah ula, jumrah wustha, dan jumrah aqabah pada 11, 12, 13 Zulhijah disebut hari tasyrik.
Tahap terakhir dari ibadah haji adalah tawaf wada, yaitu tawaf perpisahan di Masjidil Haram sebelum jemaah meninggalkan kota suci Mekkah. Tawaf wada dilakukan dengan cara mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali sebagai tanda perpisahan dan salam kepada Baitullah.
Pemerintah Arab Saudi menetapkan kuota haji masing-masing negara berdasarkan rata-rata jumlah penduduk Muslim. Semakin banyak penduduk Muslim di suatu negara, kian besar kemungkinan negara tersebut memperoleh kuota. Namun, faktor-faktor lain juga bisa memengaruhi jumlah kuota yang dapat diterima suatu negara.
Beberapa negara memiliki jumlah anggota jemaah haji jauh lebih tinggi daripada negara lain. Mengutip laman saudivisa.com, hal ini disebabkan kuota yang ditetapkan Pemerintah Saudi. Arab Saudi mengalokasikan kuota haji 1.000 anggota jemaah per satu juta Muslim di suatu negara. Sistem ini bertujuan agar umat Islam dari seluruh dunia bisa berpartisipasi dalam menunaikan ibadah haji.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/07/07/f9c2bde1-8bbe-46c0-b7bb-925ce38ce226.jpg)
Indonesia memiliki populasi Muslim tertinggi di dunia dan biasanya mengirimkan jemaah haji terbanyak, sekitar 221.000 anggota jemaah pada tahun 2025. Indonesia berada di urutan kedua setelah Pakistan yang memiliki kuota 180.000 anggota jemaah, dan kemudian India dengan kuota sekitar 175.000 orang.
Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler, kuota jemaah haji ditentukan berdasarkan proporsi jumlah penduduk Muslim antarprovinsi, dan atau proporsi jumlah daftar tunggu jemaah haji antarprovinsi. Sebagai gambaran, ada provinsi dengan 48 juta penduduk Muslim, pendaftarnya hanya 550.000 orang.
Kuota untuk jemaah haji Indonesia pada tahun 1446 Hijriah/2025 sebanyak 221.000 orang, terdiri dari 203.320 anggota jemaah haji reguler dan 17.680 anggota jemaah haji khusus. Sementara kuota jemaah haji Indonesia pada 1447 Hijriah/2026 Masehi diumumkan pada 15 Muharam 1447 Hijriah.
Waktu tunggu haji, khususnya untuk jalur reguler, sangat bervariasi, tergantung daerahnya. Menurut laman Kementerian Agama, secara umum, rata-rata lama antrean berangkat haji berkisar 20 tahun. Namun, ada juga daerah dengan waktu tunggu berangkat haji mencapai 40 tahun atau lebih.
Hal ini disebabkan kuota haji yang diberikan Pemerintah Arab Saudi terbatas. Semakin banyak pendaftar haji di suatu daerah, kian lama waktu tunggunya. Setiap provinsi atau daerah memiliki watu tunggu berbeda-beda, tergantung jumlah pendaftar dan kuota yang dialokasikan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/01/08/9f053c5b-b40d-406f-be38-243285845dc1.png)
Antrean berangkat haji yang amat panjang tak hanya terjadi di Indonesia. Kondisi serupa terjadi di negara-negara ASEAN lainnya. Bahkan, di beberapa negara, lama antreannya di atas Indonesia, misalnya waktu tunggu berhaji Malaysia sampai 120 tahun dan di Singapura 34 tahun.
Indonesia adalah negara dengan kuota jemaah haji terbesar di dunia, yaitu 221.000 orang. Berikutnya, beberapa negara lain di ASEAN dengan kuota jemaah haji besar adalah Malaysia, Thailand, Singapura, dan Brunei Darussalam. Setiap negara memiliki biaya perjalanan haji berbeda-beda.
Beribadah haji menjadi impian tiap Muslim. Namun, pelaksanaan haji sulit diakses sebagian umat Islam seiring peningkatan populasi Muslim global, terbatasnya kapasitas di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, terutama saat renovasi infrastruktur, ditambah tingginya biaya haji.
Waktu tunggu berangkat haji yang begitu lama di Indonesia disebabkan beberapa faktor utama, antara lain terbatasnya kuota haji yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi untuk setiap negara. Kuota ini berdasarkan jumlah penduduk Muslim di negara tersebut.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/07/9e6e7d3935e0d601a14720ae79cc433b-20250807ronE.jpg)
Karena Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, kuota haji yang diberikan tak sebanding dengan tingginya minat warga beribadah haji, bahkan banyak orang mendaftar haji sejak usia muda. Dengan sistem antrean haji, calon jemaah harus menanti giliran mereka tiba.
Makin banyaknya umat Islam yang mampu secara fisik, finansial, dan mental untuk menunaikan ibadah haji, bahkan lebih dari sekali, turut memperpanjang antrean berangkat haji. Apalagi, rangkaian ibadah haji hanya bisa dilaksanakan pada waktu tertentu.
Penulis:
Tim KompasEditor:
Ichwan SusantoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto