Negosiasi selama berjam-jam berakhir tanpa tanda-tanda terobosan yang dapat mencegah potensi serangan AS di tengah peningkatan kekuatan militer yang besar.
27 Feb 2026 08:08 WIB · Internasional
AFP/COSTAS METAXAKIS
Amerika Serikat dan Iran kembali menggelar pertemuan ketiga pembicaraan tidak langsung di Geneva, Swiss, Kamis (26/2/2026). Selain soal nuklir, Amerika juga berusaha untuk mengaitkan pembicaraan tersebut dengan isu-isu lain, termasuk persenjataan rudal Iran dan dukungannya terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan itu.
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa hak Teheran untuk memiliki energi nuklir. Teheran menyatakan program nuklirnya bersifat damai, dan menolak mengaitkan pembicaraan tersebut dengan isu-isu lain.
Seusai pertemuan, mediator Oman mengatakan, Amerika dan Iran mencapai kemajuan dalam pembicaraan mengenai program nuklir Teheran pada hari Kamis. Namun, negosiasi selama berjam-jam berakhir tanpa tanda-tanda terobosan yang dapat mencegah potensi serangan AS di tengah peningkatan kekuatan militer yang besar.
Kedua belah pihak berencana untuk melanjutkan negosiasi segera setelah konsultasi di ibu kota negara masing-masing dalam pertemuan selanjutnya yang dijadwalkan berlangsung minggu depan. Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Albusaidi dalam sebuah unggahan di X mengatakan, lokasi pertemuan selanjutnya di Vienna, Austria.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/27/39024a49-f716-49f4-ada1-530cb20042ef.jpg)
Pada 19 Februari, Trump mengatakan bahwa Iran harus mencapai kesepakatan dalam waktu 10 hingga 15 hari. Ia menegaskan bahwa jika tidak mencapai kesepakatan dalam tenggat tersebut, ”hal-hal yang sangat buruk” akan terjadi.
Pengerahan pasukan Amerika Serikat besar-besaran telah meningkatkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas. Pada Juni tahun lalu, Amerika bergabung dengan Israel dalam menyerang situs nuklir Iran. Iran mengancam akan membalas dengan keras jika diserang lagi.
Foto satelit yang diambil pada hari Selasa dan Rabu oleh Planet Labs PBC dan dianalisis oleh AP menunjukkan bahwa kapal-kapal Amerika yang biasanya berlabuh di Bahrain, kini semuanya berada di laut lepas. Bahrain merupakan markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS.
Setelah berlabuh pada Selasa, USS Gerald R Ford, kapal induk terbesar AS, meninggalkan pelabuhan dekat Pulau Kreta di Yunani menuju pantai dekat Haifa di Israel utara pada hari Kamis, bersamaan dengan pertemuan ketiga Amerika dan Iran. Kapal ini akan bergabung dengan 13 kapal perang lainnya yang ditempatkan diwilyah tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/27/9758b361-0e3f-4f97-baaa-ae8687ec8b87.jpg)
Amerika Serikat juga telah mengirim sekitar selusin jet tempur F-22 ke Israel. Ini adalah pertama kalinya Washington mengerahkan pesawat tempur ke negara tersebut untuk potensi operasi perang.
Sementara foto-foto yang dirilis kantor berita AFP terlihat setidaknya 15 pesawat pengisi bahan bahan bakar udara KC-46 Pegasus dan satu kapal tanker P-8 Poseidon dari Angkatan Laut Amerika Serikat ditempatkan di Pangkalan Udara Lajes, di kepulauan Azores, Samudra Atlantik, pada Senin (23/2/2026).
Melihat pengerahan pasukan, kapal perang, dan pesawat tempur Amerika, sepertinya serangan ke Iran hanyalah soal waktu. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Yuniadhi AgungPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto