Menghitung Mundur Dua Minggu Batas Serangan AS ke Iran

PM Israel meninjau kerusakan di RS Soroka yang terkena rudal Iran.

20 Jun 2025 12:44 WIB · Internasional

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Di hari ketujuh perang antara Israel dan Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia akan memutuskan dalam waktu dua minggu apakah militer AS akan terlibat langsung dalam konflik kedua negara. Hal ini mengingat ”peluang besar” untuk negosiasi baru mengenai program nuklir Teheran karena kedua belah pihak terus saling serang.

Seperti dituliskan kantor berita AP dan AFP, Trump telah mempertimbangkan apakah akan menyerang Iran dengan menyerang fasilitas pengayaan uranium Fordo yang dijaga ketat dan berada di bawah tanah. Fasilitas itu terkubur di bawah gunung dan secara luas dianggap berada di luar jangkauan semua bom kecuali bom ”penghancur bunker” Amerika. Pernyataan Trump dibacakan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.

Anggota tim penyelamat Bulan Sabit Merah Iran, Kamis (19/6/2025), membersihkan puing-puing di sebuah bangunan yang hancur dalam serangan Israel di Teheran.
Bangunan Republik Islam Iran Broadcasting (IRIB) di Teheran, Kamis (19/6/2025), tampak hancur setelah terkena serangan Israel.
Asap mengepul di atas gedung-gedung di Teheran setelah serangan Israel pada Rabu (18/6/2025), pada hari keenam pertempuran antara Iran dan Israel.
Orang-orang membersihkan bangunan Republik Islam Iran Broadcasting (IRIB) yang rusak parah setelah diserang beberapa hari sebelumnya dalam serangan Israel, di Teheran, pada Kamis (19/6/2025).
Benda-benda tergeletak di tanah di gedung Republik Islam Iran Broadcasting (IRIB) yang rusak parah setelah diserang beberapa hari sebelumnya dalam serangan Israel, di Teheran, pada Kamis (19/6/2025).
Sekelompok orang bermain sepak bola saat mereka berlindung di garasi parkir bawah tanah selama peringatan rudal dari Iran, di Tel Aviv, Israel, Rabu (18/6/2025).
Poster komandan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) Hossein Salami, yang terbunuh setelah serangan Israel terhadap target di Iran, dipasang di alun-alun Teheran, Senin (16/6/2025).

Konflik terbuka antara Israel dan Iran meletus pada Jumat, 13 Juni 2025 lalu, dengan gelombang serangan udara Israel yang mengejutkan yang menargetkan situs nuklir dan militer, jenderal tinggi, dan ilmuwan nuklir. Setidaknya 657 orang, termasuk 263 warga sipil, tewas di Iran dan lebih dari 2.000 orang terluka, menurut kelompok hak asasi manusia Iran yang bermarkas di Washington.

Menurut perkiraan militer Israel, Iran telah membalas dengan menembakkan 450 rudal dan 1.000 pesawat nirawak ke Israel. Sebagian besar telah ditembak jatuh oleh pertahanan udara bertingkat Israel, tetapi setidaknya 24 orang di Israel telah tewas dan ratusan lainnya terluka.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berdiri di tengah puing-puing di luar Rumah Sakit Soroka di kota selatan Beersheba, setelah terkena rudal yang ditembakkan dari Iran pada 19 Juni 2025.

Pengumuman Trump tentang keputusan dalam dua minggu ke depan membuka opsi diplomatik, dengan harapan Iran akan membuat konsesi setelah menderita kerugian militer yang besar. Namun, Iran telah mengambil sikap tegas.

Pemimpin Tertinggi Iran pada hari Rabu menolak seruan AS untuk menyerah dan memperingatkan bahwa keterlibatan militer AS akan menyebabkan ”kerusakan yang tidak dapat diperbaiki bagi mereka”.

Juru bicara parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, pada hari Kamis mengkritik Trump karena menggunakan tekanan militer untuk mendapatkan keuntungan dalam negosiasi nuklir. Pembicaraan tidak langsung terbaru antara Iran dan AS, yang ditetapkan pada hari Minggu lalu, dibatalkan. ”Presiden Amerika yang delusi tahu bahwa dia tidak dapat memaksakan perdamaian kepada kita dengan memaksakan perang dan mengancam kita,” katanya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Rumah Sakit Soroka di kota selatan Beersheba pada Kamis (19/6/2025). Rumah sakit itu terkena rudal yang ditembakkan dari Iran.
Seorang petugas pemadam kebakaran berjalan melewati area yang rusak di kompleks Rumah Sakit Soroka setelah terkena rudal yang ditembakkan dari Iran di Beersheba, Israel, Kamis (19/6/2025).
Seorang staf medis berjalan di area yang rusak di kompleks Rumah Sakit Soroka di Beersheba, Israel, setelah terkena rudal yang ditembakkan dari Iran, Kamis (19/6/2025).
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meninjau kerusakan di kompleks Rumah Sakit Soroka di kota selatan Beersheba, setelah terkena rudal yang ditembakkan dari Iran pada Kamis (19/6/2025).
Warga berlindung di stasiun metro bawah tanah saat sirene serangan udara berbunyi tanda serangan Iran, di Ramat Gan, dekat Tel Aviv, Israel, Rabu (18/6/2025).
Orang-orang berlindung di garasi parkir bawah tanah sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan serangan rudal Iran, di Tel Aviv, Israel, Rabu (18/6/2025).

Netanyahu muncul di RS Soroka

Kamis siang, setelah rudal Iran jatuh ke sebuah rumah sakit besar di Israel selatan dan menghantam bangunan tempat tinggal di dekat Tel Aviv, yang melukai sedikitnya 240 orang, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi lokasi ledakan di Rumah Sakit Soroka. Menurut catatan, setidaknya ini adalah kemunculan kedua Netanyahu di negaranya setelah terjadi perang Israel dan Iran.

Kemunculan pertama terjadi saat Netanyahu mengunjungi Bat Yam, sebuah kota di wilayah tengah Israel yang terdampak parah akibat serangan balasan Iran.

Bat Yam mengalami kerusakan infrastruktur yang serius dan memaksa sebagian warga mengungsi sementara waktu. Dalam kunjungannya tersebut, Netanyahu mengeluarkan pernyataan keras terhadap Iran.  

Tentara Israel mencari korban melalui puing-puing bangunan tempat tinggal yang dihancurkan oleh serangan rudal Iran di Bat Yam, Israel tengah, pada hari Minggu, 15 Juni 2025.

”Iran akan menanggung akibat besar atas pembunuhan yang disengaja terhadap warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak,” ujar Netanyahu melalui akun X miliknya, Minggu (15/6/2025).

Saat mengunjungi RS Soroku, Netanyahu yang mengenakan baju lengan panjang hitam dipadu celana panjang krem melihat kerusakan akibat rudal Iran. Ia sempat berpose sendiri dengan latar belakang garis batas polisi dan kerusakan di salah satu sudut rumah sakit itu. 

Netanyahu mengatakan, dia percaya bahwa Trump akan ”melakukan yang terbaik untuk Amerika”. Berbicara dari reruntuhan dan pecahan kaca di sekitar RS Soroka di Beersheba, dia menambahkan, ”Saya dapat memberi tahu Anda bahwa mereka sudah banyak membantu.”

Bangunan Republik Islam Iran Broadcasting (IRIB) yang rusak parah setelah terkena serangan Israel beberapa hari sebelumnya, di Teheran, Kamis (19/6/2025).
Asap mengepul di kejauhan dari kilang minyak setelah serangan Israel di ibu kota Iran, Teheran, pada Selasa (17/6/2025).
Kerusakan pada Institut Sains Weizmann dari serangan rudal Iran di Rehovot, Israel, Kamis (19/6/2025).
Petugas pemadam kebakaran bekerja di sebuah bangunan kompleks Rumah Sakit Soroka setelah terkena rudal yang ditembakkan dari Iran di Beersheba, Israel, Kamis (19/6/2025).
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara kepada media saat berkunjung ke Rumah Sakit Soroka di kota selatan Beersheba, Kamis (19/6/2025).

Banyak rumah sakit di Israel, termasuk Soroka, telah mengaktifkan rencana darurat dalam seminggu terakhir. Mereka mengubah garasi parkir menjadi bangsal dan memindahkan pasien yang rentan ke ruang bawah tanah. Israel juga memiliki bank darah bawah tanah yang dibentengi yang mulai beraksi setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Dokter di Soroka mengatakan, rudal Iran menghantam bersamaan sirene serangan udara berbunyi, menyebabkan ledakan yang dapat didengar dari ruang aman. Serangan itu menimbulkan kerusakan terbesar pada bangunan bedah lama dan memengaruhi infrastruktur utama, termasuk sistem gas, air, dan pendingin udara, kata pusat medis tersebut.

Rumah sakit yang menyediakan layanan untuk sekitar 1 juta penduduk itu telah merawat 700 pasien pada saat itu. Setelah serangan itu, rumah sakit ditutup bagi semua pasien kecuali untuk kasus yang mengancam jiwa. Banyak rumah sakit lain telah memindahkan pasien ke ruang bawah tanah sejak meningkatnya serangan Iran ke Israel.

Seorang pasien dievakuasi dengan helikopter di kompleks rumah sakit Soroka setelah terkena rudal yang ditembakkan dari Iran di Beersheba, Israel, Kamis, 19 Juni 2025.

Di Iran, orang-orang yang melarikan diri dari serangan Israel menggambarkan pemandangan yang menakutkan serta kondisi kehidupan yang sulit, termasuk kekurangan makanan dan keterbatasan akses internet. 

”Hari-hari dan malam-malam itu sangat mengerikan..., mendengar sirene, ratapan, bahaya terkena rudal,” kata mahasiswa Universitas Teheran, Mohammad Hassan, kepada AFP, setelah kembali ke negara asalnya, Pakistan.

Sistem pertahanan udara Iron Dome Israel mencegat rudal serangan Iran di atas Tel Aviv, Israel, Rabu pagi, 18 Juni 2025.

”Orang-orang benar-benar panik,” kata seorang apoteker Iran berusia 50 tahun yang tidak ingin disebutkan namanya, di persimpangan Kapikoy, perbatasan Turki. Media Iran melaporkan ledakan besar di Teheran pada Kamis malam, sementara Garda Revolusi mengatakan lebih dari 100 pesawat tanpa awak ”tempur dan bunuh diri” diluncurkan ke Israel.

Iran mengatakan pada hari Minggu bahwa serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 224 orang, termasuk komandan militer, ilmuwan nuklir, dan warga sipil.

Dunia menghitung mundur dua minggu keputusan yang diberikan Trump, akankah Amerika melibatkan diri dalam perang Israel-Iran?


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Yuniadhi Agung
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti