Mengisi Ruang Kompetisi Jenjang Perguruan Tinggi dengan Campus League

Semakin ramai kompetisi yang digelar, diharapkan semakin banyak pula atlet-atlet mahasiswa potensial lahir dan dilirik tim nasional.

02 Okt 2025 19:26 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

JAKARTA, KOMPAS — Kompetisi olahraga level perguruan tinggi punya peranan penting sebagai jenjang lanjutan dari tingkat sekolah sekaligus jembatan menuju level profesional. Semakin ramai kompetisi yang digelar, semakin banyak pula atlet mahasiswa potensial lahir dan dilirik tim nasional.

Inisiatif terbaru datang dari Campus League, organisasi privat yang bertujuan mengembangkan potensi mahasiswa lewat kompetisi berbagai cabang olahraga. Dengan kompetisi bertajuk serupa, Campus League akan memulai musim nol sebagai edisi pembuka pada Oktober hingga November.

Futsal, olahraga yang dinilai populer di kalangan mahasiswa, dipilih sebagai cabor yang dipertandingkan pada musim nol ini. Kompetisi dimulai di dua kota, yakni Jakarta dan Yogyakarta.

”Kami ingin memperkuat mata rantai prestasi olahraga, menjadi kompetisi yang mendorong ekosistem olahraga menuju level dunia yang pada akhirnya membantu Indonesia meraih kedigdayaan dalam olahraga,” ucap CEO Campus League Ryan Gozali dalam acara Media Gathering di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

”Harapannya, para atlet mahasiswa ini nantinya jadi profesional, di bidang olahraga ataupun di luar olahraga,” ucapnya lagi.

CEO Campus League, Ryan Gozali (tengah), Presiden Direktur Bakti Olahraga Djarum Foundation, Victor Hartono (tiga dari kiri), dan Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia, Michael Victor Sianipar (dua dari kanan) berpose saat pertemuan media di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Untuk itu, kata Ryan, kompetisi ini sejak awal menetapkan tiga tujuan utama dalam penyelenggaraannya. Selain menciptakan sistem dukungan yang memungkinkan atlet mahasiswa mengejar passion tanpa mengorbankan karier, Campus League ditujukan sebagai panggung bagi atlet mahasiswa untuk mendapatkan pengakuan dan memperluas jaringan.

Tak hanya itu, Campus League juga bertujuan memberdayakan mahasiswa, terutama menjembatani kesenjangan antara universitas dan dunia karier.

Dalam hal keberlangsungan kompetisi, Ryan menjanjikan Campus League digelar secara rutin dan reguler. Konsistensi itu merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan ajang olahraga.

Dengan adanya komitmen keberlanjutan dan kepastian penyelenggaraan, setiap kampus bisa bersiap jauh-jauh hari karena punya patokan waktu yang jelas. Atlet mahasiswa pun dapat belajar mengatur waktu persiapan.

”Kami sudah menetapkan rencana dalam 10 tahun ke depan yang terdiri atas tiga fase. Untuk fase pertama ini, pada 2025-2027, penyelenggaraan fokus di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” ujar Ryan.

Pemain futsal putri Jabar Sopia berebut bola dengan pemain futsal putri DKI Jakarta Dinar Kartika Sari pada pertandingan final futsal putri PON Aceh-Sumut 2024 di Arena Futsal Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara (Disporasu), Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (8/9/2024). Jabar merebut medali emas setelah menekuk DKI Jakarta dengan skor 5-2. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 08-09-2024

Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia Michael Victor Sianipar mengatakan, kehadiran kompetisi level perguruan tinggi yang diinisiasi swasta, seperti Campus League, melengkapi piramida pembinaan futsal di Indonesia. Timnas berada di level puncak, sementara liga futsal profesional, yang digelar federasi, berada di level di bawahnya.

Dengan kompetisi level perguruan tinggi, pembinaan bisa lebih luas dan menjangkau pemain-pemain potensial lain. Harapannya, federasi pun bisa memanfaatkan Campus League dan kompetisi serupa untuk mencari pemain yang akan diseleksi timnas.

Apalagi, mulai tahun depan, Federasi Futsal Indonesia juga berencana mengirim tim ke turnamen-turnamen kelompok umur. ”Kami juga berharap sinergi dengan federasi ke depannya akan lebih dalam sehingga bisa sejalan dengan persiapan timnas jangka panjang,” ucap Michael.

Pada cabor futsal sebenarnya sudah ada beberapa kompetisi level perguruan tinggi yang terselenggara. Dua di antaranya Liga Futsal Mahasiswa dan Liga Mahasiswa. Dengan kehadiran Campus League, kompetisi di level ini kian ramai.

Pemain tim futsal Universitas Budi Luhur Aldi Dwi Nugroho (biru) menggiring bola dibayangi pemain Universitas Indonesia Johanes Halfano Liberti Nusantara dalam babak penyisihan Liga Futsal Mahasiswa Jakarta 2017 di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (17/9). Universitas Budi Luhur dan Universitas Indonesia bermain imbang dengan skor 2-2. Kompas/Priyombodo (PRI) 17-09-2017

Selain futsal, Campus League juga akan mempertandingan dua cabor populer lainnya, yaitu bola basket dan bulu tangkis mulai tahun depan. Kota penyelenggaraan pun meluas ke Bandung dan Surabaya.

Pada akhir musim kompetisi akan digelar juga pertandingan untuk multicabor. Kompetisi meliputi sepak bola putri, panjat tebing, ju-jitsu, wushu, dan biliard.

Presiden Direktur Bakti Olahraga Djarum Foundation Victor Hartono mengatakan, Grup Djarum berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Campus League. Bahkan, komitmen itu terjalin hingga 30 tahun lamanya untuk memastikan ajang ini akan terus ada dan terselenggara.

”Kita sama-sama ingin melihat Indonesia menjadi kekuatan yang luar biasa di dunia olahraga. Kita ingin menyatukan Indonesia dengan olahraga. Jadi, dari grup bisnis kami, itu yang bisa kami dukung untuk Campus League," ujar Victor Hartono.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto