Mengoptimalkan Teknologi untuk Keselamatan Berkendara

Fitur-fitur keselamatan cerdas yang biasa disebut ”Advanced Driver Assistance System” (ADAS) membantu pengemudi mengurangi risiko kecelakaan.

27 Mar 2025 16:39 WIB · Gaya Hidup

Oleh Nikolaus Harbowo

Kecelakaan beruntun tabrak belakang sering kali terjadi karena pengendara tak mampu menjaga jarak aman. Padahal, ketika berkendara jarak jauh, terutama di jalan tol, setiap kendaraan harus melaju cukup kencang.

Kasus tabrakan beruntun di ruas Tol Cipularang Kilometer (Km) 92 arah Jakarta, 11 November 2024, sekiranya menjadi pelajaran untuk mengutamakan keselamatan berkendara. Kecelakaan itu bahkan melibatkan 17 kendaraan dan menewaskan satu orang.

Logo Liputan Lebaran 2025

Beberapa mobil keluaran terbaru memiliki fitur-fitur keselamatan cerdas yang bisa membantu pengemudi mengurangi risiko kecelakaan. Sistem bantuan ini biasa disebut Advanced Driver Assistance System (ADAS).

Sebut saja, Toyota Safety Sense (TSS) yang merupakan fitur keselamatan canggih yang dikembangkan oleh Toyota, dan memang hanya tersedia di mobil-mobil Toyota, bukan di merek mobil lain. Fitur TSS ini berisi beberapa sistem bantu berkendara, seperti Pre-Collision System (PCS), Lane Tracing Assist (LTA), Lane Departure Alert (LDA), Dynamic Radar Cruise Control (DRCC), Blind Spot Monitoring (BSM), dan Rear Cross Traffic Alert (RCTA).

Sebagai gambaran, fitur PCS bisa mendeteksi obyek di depan mobil. Artinya, jika ada mobil yang mengerem mendadak di depan mobil, sistem PCS akan langsung memberikan peringatan kepada pengemudi supaya mengambil tindakan untuk mengerem otomatis. Hal ini membantu pengemudi untuk mengurangi dampak tabrakan.

Foto udara kepadatan kendaraan yang melintas di Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (27/3/2025). Para pemudik mulai memadati Gerbang Tol Jakarta-Cikampek Utama sampai ras Tol Cikopo-Palimanan sejak pagi. PT Jasamarga mencatat, dari pukul 06.00 WIB sampai 11.00 WIB terdapat 23.341 kendaraan yang masuk ke Gerbang Tol Cikampek Utama. Untuk mengatasi kepadatan lalu-lintas, rekayasa contra flow sudah diterapkan dari kilometer 55 sampai kilometer 160, kilometer 109 sampai kilometer 132, dan kilometer 162 sampai kilometer 169 Tol Cikopo-Palimanan. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 27-03-2025

Contoh lain adalah fitur LTA. Fitur ini mampu menjaga mobil tetap di dalam lajur jalan. Apabila arah mobil melewati jalur atau marka jalan, sistem LTA akan memberi peringatan kepada pengemudi. Seluruh fitur tersebut lengkap ada di Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid Tipe Q Modelista yang menjadi varian tertinggi dari Kijang Innova Zenix.

Tim Kompas telah menjajal seluruh fitur keselamatan cerdas tersebut ketika melintasi Jalan Tol Trans-Jawa, pertengahan Maret 2025. Perjalanan harus diakui terasa lebih aman dan nyaman dengan kehadiran sejumlah fitur keselamatan tersebut.

Namun, meski mobil yang dikendarai memiliki berbagai fitur keselamatan canggih tersebut, pengemudi tetap harus waspada dan fokus saat berkendara. Teknologi canggih hanya bersifat membantu memudahkan pekerjaan pengemudi dalam berkendara. 

Test Driver GridOto, Trybowo Laksono, pun mengungkapkan bahwa meski fitur keselamatan yang dimiliki beberapa mobil sekarang sudah canggih, itu hanya bersifat asistensi. Dengan begitu, jika pengemudi sengaja untuk lengah, pasti akan tetap celaka dan membahayakan.

”Ini kalau kita menggantungkan keselamatan kita sepenuhnya pada sistem ini, ya, blunder sih,” ucapnya.

Kendaraan tim Lebaran kompas melewati Tol dalam kota untuk menuju kota Surabaya, untuk liputan susur tol Transjawa. Rabu (12/3/2025)

Ia mengungkapkan, dari berbagai pengalamannya memanfaatkan ADAS, sistem tersebut memang efektif untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengemudi dan penumpang. Ia pernah mencoba menaruh obyek di depan mobil yang sedang melaju. Hasilnya, ada inisiasi dari sistem untuk memperlambat laju atau bahkan mengerem secara otomatis.

Lalu, ketika mobil sedang melenceng atau keluar dari jalur yang ditandai dengan ban menginjak marka, sistem langsung menginisiasi untuk membelokkan setir dan mengembalikan mobil pada lajur yang benar.

”Jadi, kalau pertanyaannya, apakah fitur-fitur ini efektif? Iya, efektif membuat mobil berjalan sebagaimana seharusnya. Tetapi, kalau pertanyaannya, apakah efektif untuk menjaga atau memastikan keselamatan? Nah, dari namanya saja sudah assistance system, jadi memang hanya untuk asistensi gitu ya, bukan pemeran utama. Pemeran utamanya tetap di driver,” tutur Trybowo.

Mobil yang membawa Paus Fransiskus tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (6/9/2024). Paus Fransiskus akan melanjutkan lawatannya ke Papua Nugini. INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/DANU KUSWORO 06-09-2024

Kepala Bagian Operasi Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Komisaris Besar Aries Syahbudin mengatakan, kecelakaan beruntun biasa terjadi di ruas tol karena banyak pengguna jalan tol asal mengencangkan laju kendaraannya tanpa memperhitungkan jarak aman dengan kendaraan di depannya.

Alhasil, ketika kendaraan di depannya mengerem mendadak, mereka sudah tak mampu lagi mengendalikan laju kendaraannya dan terjadilah tabrakan beruntun.

”Berdasarkan data kami pada tahun 2024, masalah kecepatan ini yang menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan di jalan tol. Ada ketidakmampuan pengemudi menjaga jarak dengan kendaraan di depannya,” ujar Aries.

Padahal, menurut dia, aturan jaga jarak aman sebenarnya mudah diingat. Dalam buku Panduan Praktis Berlalu Lintas yang dirilis Korlantas Polri telah disebutkan kendaraan dengan kecepatan 100 kilometer per jam harus memiliki jarak aman maksimal 100 meter dengan kendaraan di depannya. Jika laju kendaraan 60 km per jam, jarak aman dengan kendaraan di depannya adalah 60 meter. Begitu seterusnya.

Namun, banyak pengemudi di jalan tol lalai dan sembarangan dalam memanfaatkan jalan tol. Pengemudi melaju di jalan tol dalam kecepatan tinggi, tetapi tidak mempertimbangkan jarak aman antara kendaraannya dan mobil di depannya.

Foto udara lalu lalang kendaraan saat melintas di Jalan Tol Cikopo-Palimanan, Subang, Jawa Barat, Selasa (25/3/2025). Astra Infra Toll Road mencatat, dari pukul 00.00 hingga 12.00 WIB terdapat 16,9 ribu kendaraan yang melintasi Cikopo menuju arah Cirebon. Angka tersebut meningkat 17,1 persen dibandingkan hari kemarin pada jam yang sama. Walaupun terjadi peningkatan, arus lalu-lintas di ruas Tol Cikopo-Palimanan terpantau lancar. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 25-03-2025

Menurut Aries, hal itu sangatlah berbahaya. Jika jarak aman tidak dihiraukan, ditambah kondisi pengemudi yang mengantuk, potensi terjadinya kecelakaan akan semakin besar.

”Kami berharap masyarakat tidak memaksakan diri ingin cepat sampai tujuan, bahkan memaksakan tidak beristirahat pada saat kondisi badan lelah,” kata Aries.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nikolaus Harbowo
 | 

Editor:

Iqbal Basyari