Jafar/Felisha dan Fajar/Fikri lolos ke perempat final Australia Terbuka. Mereka berada di jalur lolos ke turnamen Final BWF World Tour.
20 Nov 2025 19:18 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
SYDNEY, KAMIS — Menjelang akhir tahun, atlet bulu tangkis masih bersaing dalam turnamen internasional. Persaingan ketat di Australia Terbuka, meski di lapangan berbeda, terjadi dalam rangka memperebutkan tiket untuk tampil dalam turnamen di pengujung tahun, Final BWF World Tour.
Final BWF adalah turnamen dalam struktur kejuaraan BWF World Tour pada setiap akhir tahun yang diikuti delapan peringkat (ranking) teratas dari setiap nomor. Daftar peringkat disusun berdasarkan performa atlet pada turnamen BWF World Tour sepanjang tahun, berbeda dengan peringkat dunia yang dihitung dari poin selama 52 pekan ke belakang.
Di antara mereka yang berburu poin peringkat sebesar mungkin untuk mendapat kesempatan lolos ke Final BWF di Hangzhou, China, pada 17-21 Desember, terdapat pemain-pemain Indonesia. Dua wakil yang memiliki peluang main di Hangzhou dan masih mempertahankan kesempatan tersebut dengan lolos ke perempat final Australia Terbuka adalah Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
Jafar/Felisha memenangi babak kedua di State Sports Centre, Sydney, Australia, pada Kamis (20/11/2025) saat berhadapan dengan Wu Guan Xun/Lee Chia Hsin (Taiwan). Mereka menang dengan skor 24-22, 21-14 dan akan berhadapan dengan pasangan senior asal Denmark pada perempat final, yaitu Mathias Christiansen/Alexandra Boje.
Jafar/Felisha menyadari bahwa perjalanan mereka untuk mendapat kesempatan debut di Final BWF tak akan mudah. Apalagi, Christiansen/Boje mengalahkan mereka pada satu pertemuan lain, yaitu di babak kedua Korea Terbuka, pada September.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/20/bb9a77e3b8d1699a95ec49af2a6a82fa-WhatsApp_Image_2025_11_20_at_17.07.01.jpeg)
”Kami akan evaluasi permainan ketika kalah di Korea, menyiapkan strategi yang tepat dengan kondisi lapangan seperti ini yang pastinya berbeda dengan di Korea. Tekad dan nekat harus ada karena kami ingin mengejar tiket Final BWF,” kata Felisha.
Dengan lolos ke perempat final Australia Terbuka, Jafar/Felisha sebenarnya memenuhi syarat minimal untuk bermain di Hangzhou. Akan tetapi, posisi mereka belum aman karena pesaing terdekat, yaitu Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat bertahan dan mereka akan berhadapan dengan sesama pemain Thailand pada perempat final. Ganda campuran nomor satu Indonesia itu harus mendapat hasil lebih baik dari Oupthong/Sudjaipraparat.
Jafar/Felisha menjadi ganda campuran Indonesia tersisa dengan tersingkirnya Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Pasangan yang ditempatkan sebagai unggulan kedelapan itu kalah dari Pakkapon Teeraratsakul/Sapsiree Taerattanachai (Thailand) 21-19, 5-21, 14-21.
Fajar/Fikri juga masih berada dalam jalur untuk tampil di Hangzhou dengan memenangi babak kedua. Mereka mengalahkan Chen Zi Ray/Lin Yu Chieh (Taiwan) 21-10, 21-15 dan akan berhadapan dengan pasangan India yang menjadi unggulan teratas, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India), pada perempat final.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/20/f6922ac9b91f191a4a5a8c76dc9b3a1a-WhatsApp_Image_2025_11_20_at_12.54.47.jpeg)
Peluang itu didapat atas dasar penghitungan poin sementara yang juga didapat salah satu pesaing Fajar/Fikri untuk lolos ke Final BWF, yaitu Lee Fang Chih/Lee Fang Jen. Pasangan Taiwan tersebut disingkirkan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani pada babak kedua, tetapi Fajar/Fikri membutuhkan hasil (minimal) final. Lee/Lee kalah dari Sabar/Reza 20-22, 21-17, 20-22.
Jika bisa memanfaatkan kesempatan di Sydney, Fajar/Fikri akan menjadi ganda putra kedua Indonesia yang lolos ke Final BWF, mengikuti Sabar/Reza. Namun, seperti dikatakan Fajar/Fikri menjelang turnamen, mereka akan memfokuskan diri pada pertandingan tanpa memikirkan lebih dulu kalkulasi poin untuk ke Final BWF.
Berdasarkan Daftar Ranking Menuju Final BWF, ada tiga wakil Indonesia yang berada pada zona lolos ke Final BWF. Mereka adalah Sabar/Reza, Jonatan Christie, dan Putri Kusuma Wardani.
Langkah Fajar/Fikri dan Sabar/Reza ke perempat final diikuti ”adik” mereka, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Mereka mengalahkan Choong Hon Jian/Muhammad Haikal 18-21, 21-17, 21-15 dan akan berhadapan dengan pemain Malaysia lainnya yang menjadi unggulan ketiga pada tantangan berikutnya, yaitu Man Wei Chong/Tee Kai Wun.
Raymond/Nikolaus menjalani turnamen kedua pada struktur kejuaraan BWF World Tour dengan tampil di Australia Terbuka. Debut pemain berusia 21 dan 20 tahun itu dijalani di Korea Masters Super 300, 4-9 November, dan mencapai final.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/20/24d867aea6e0b4a1208f4e0512b481dd-WhatsApp_Image_2025_11_20_at_15.58.46.jpeg)
Awal penampilan Raymond/Nikolaus sebagai pasangan dimulai pada Februari setelah mereka berpasangan dengan pemain lain. Perjalanan mereka naik selangkah demi selangkah dengan menjuarai empat turnamen level international series/challenge, lalu menjadi juara Indonesia Masters Super 100 di Medan, pada Oktober, sebelum naik ke BWF World Tour.
”Tadi, kami selalu menekan dan menyerang. Pada gim pertama sebenarnya sudah unggul, tetapi hasilnya berbalik karena kami kurang mengantisipasi serangan mereka di akhir. Pada gim kedua, kami berusaha tidak terburu-buru dalam menyerang karena kualitas pertahanan Malaysia sangat baik,” kata Nikolaus.
Pada nomor tunggal, Indonesia meloloskan Alwi Farhan dan Putri ke perempat final. Alwi membawa asa Indonesia setelah seniornya, Jonatan, tersingkir pada babak pertama yang berlangsung Rabu. Jonatan, yang ditempatkan sebagai unggulan teratas, bermain buruk hingga kalah dari Yushi Tanaka (Jepang), 17-21 7-21.
Alwi bermain baik pada babak kedua ketika berhadapan dengan pemain senior asal India, Prannoy HS, sama seperti pada pertemuan babak kedua Indonesia Terbuka, Juni. Alwi menang dengan skor 21-19, 21-10 setelah mendapat kemenangan walkover atas Chan Jie Ying (Australia) pada babak pertama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/20/6c7db21a14b5ab3427d268c26558bb6e-WhatsApp_Image_2025_11_20_at_10.04.55_1_.jpeg)
Di perempat final, atlet berusia 20 tahun itu memiliki kesempatan untuk membalas kekalahan dari Chou Tien Chen. Mereka berhadapan pada perempat final Hong Kong Terbuka, September, dan Alwi kalah, 20-22, 21-16, 14-21.
Sementara Putri, yang akan berhadapan dengan Chen Su Yu (Taiwan), menjadi harapan tunggal putri Indonesia setelah Gregoria Mariska Tunjung batal bermain di Australia Terbuka. Gregoria tak jadi bermain di Sydney karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan setelah mencapai final Kumamoto Masters, pekan lalu.
Pada persaingan ganda putri, dua wakil Indonesia akan berhadapan di perempat final, yaitu Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Febi Setianingrum/Rachel Alessya Rose. Pasangan lain yang akan tampil adalah Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase