Dengan gelontoran paket kebijakan stimulus dan penempatan dana ke perbankan, pemerintah yakin ekonomi tahun ini mencapai target 5,2 persen.
03 Nov 2025 20:59 WIB · Ekonomi & Bisnis
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
JAKARTA, KOMPAS — Pertumbuhan ekonomi nasional diproyeksikan mampu menembus angka 5 persen pada 2025. Pemerintah beranggapan capaian itu terutama akan didorong oleh dua kebijakan utama. Pertama, penempatan dana pemerintah ke sistem perbankan. Kedua, paket stimulus ekonomi yang digelontorkan oleh pemerintah.
Demikian proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) ke-4, di Jakarta, Senin (3/11/2025).
Purbaya menyampaikan, berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah diharapkan mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi. Salah satunya, kebijakan penempatan dana saldo anggaran lebih (SAL) pemerintah ke sistem perbankan sebesar Rp 200 triliun sejak September 2025.
Selain itu, ada pula gelontoran bantuan langsung tunai sementara (BLTS) serta paket stimulus pemerintah. Pemerintah sudah mengucurkan beragam paket stimulus sejak awal 2025 dan menambahnya lagi pada September 2025 melalui delapan paket stimulus.
”Taruhan saya adalah triwulan IV ini kita harapkan pertumbuhan ekonominya bisa di atas 5,5 persen, dengan stimulus (SAL) yang Rp 200 triliun ditambah dengan stimulus-stimulus BLTS dan lain-lain,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/03/7a286474e9c5f79d25b0ad4b1374d8eb-20251103TOK5.jpg)
Capaian tersebut sejalan dengan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan menguat dan sesuai target pemerintah. Momentum ini utamanya didukung oleh terjaganya konsumsi rumah tangga, tingkat keyakinan konsumen, kinerja penjualan ritel, serta aktivitas manufaktur.
Di sisi lain, penempatan kas pemerintah sebesar Rp 200 triliun dianggap telah meningkatkan likuiditas perekonomian, tecermin dari pertumbuhan uang primer (M0) sebesar 13,2 persen secara tahunan. Lebih lanjut, belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah (APBN) pun turut diarahkan untuk mendukung aktivitas konsumsi dan produksi.
Kalau proyeksi akhir tahun, saya sama dengan Pak Gubernur BI, enggak beda-beda amat.
Dengan berbagai perkembangan tersebut, Purbaya melanjutkan, ekonomi Indonesia diyakini akan tumbuh di atas 5,5 persen secara tahunan pada triwulan IV-2025. Alhasil, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan diproyeksikan sebesar 5,2 persen atau mencapai target pemerintah.
”Kalau proyeksi akhir tahun, saya sama dengan Pak Gubernur BI, enggak beda-beda amat,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/03/f8e7af368c01f79056c0ff3b3dff14c1-20251103TOK8.jpg)
Sementara itu, Perry menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III dan IV terutama akan didorong oleh kinerja ekspor yang tetap terjaga serta kebijakan pemerintah yang diarahkan untuk mendorong penyaluran kredit perbankan.
Selain itu, implementasi proyek prioritas pemerintah terkait ketahanan pangan, energi, pertahanan dan keamanan, serta realisasi paket stimulus ekonomi pemerintah pada triwulan IV-2025 juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
”Untuk keseluruhan tahun 2025, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan sedikit di atas titik tengah kisaran 4,7-5,5 persen (di atas 5,1 persen),” kata Perry.
Lebih lanjut, tren pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2025 diperkirakan cenderung lebih tinggi dibanding triwulan II-2025. Demikian pula pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2025 juga diperkirakan lebih tinggi dari triwulan III-2025.
Sebagai perbandingan, pada triwulan I-2025 ekonomi tumbuh 4,87 persen dan pada triwulan II-2025 tumbuh 5,12 persen.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/25/37f24e837e9a46e0f13fdd043634da14-20251025_GKT_Pertumbuhan_Ekonomi_1_mumed.png)
Perry menambahkan, BI akan terus memperkuat bauran kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas perekonomian. Adapun kebijakan moneter diarahkan pada keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, sedangkan kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran diarahkan untuk mendorong pertumbuhan.
Secara keseluruhan, KSSK yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur BI, Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Ketua DK Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai stabilitas sistem keuangan pada triwulan III-2025 tetap terjaga dan mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi dengan mewaspadai berbagai risiko global.
Dihubungi secara terpisah, ekonom dari Bright Institute, Awalil Rizky, memperkirakan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2025 akan berada dalam kisaran 5,02 persen secara tahunan atau lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya.
Ini sesuai dengan tren historis selama ini lantaran faktor musiman. Triwulan III-2025 tidak memiliki momentum khusus seperti hari raya keagamaan yang bisa mendongkrak konsumsi dan pertumbuhan ekonomi.
”Pertumbuhan triwulan III memang selalu lebih rendah dibanding triwulan II pada tahun bersangkutan,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/19/da2d46812cbd608194ae20dfdf00178a-20251019_H04_KID_Pertumbuhan_Ekonomi_Indonesia_mumed.png)
Dengan faktor tersebut, ia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi selama tiga triwulan secara kumulatif pada 2025 akan mencapai kisaran 5,03 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi secara triwulanan diprakirakan 1,5 persen atau setara dengan tahun lalu.
Menurut Awalil, perkiraan itu telah disesuaikan dengan perhitungan angka pertumbuhan ekonomi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada triwulan II-2025 sebelumnya. Namun, bila mengikuti metode perhitungan biasanya, pertumbuhan ekonomi semestinya tidak akan mencapai 4,9 persen.
”Sebagai catatan, perhitungan cara baru itu bisa mempercantik besaran angka pertumbuhan tahun 2025. Namun, berpotensi tidak berpengaruh (dibandingkan) tahun-tahun selanjutnya,” ujarnya.
Penulis:
Agustinus Yoga PrimantoroEditor:
Agnes TheodoraPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto