Pintu negosiasi lanjutan AS-Iran mulai terbuka setelah Menlu Iran Abbas Araghchi tiba di Pakistan. Namun, serangan Israel ke Lebanon bisa mengganjalnya.
25 Apr 2026 08:51 WIB · Internasional
AP/Pakistan Ministry of Foreign Affairs
ISLAMABAD, SABTU — Perundingan lanjutan Amerika Serikat dan Iran mulai menunjukkan titik terang. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Islamabad, Pakistan, Jumat (24/4/2026) malam waktu setempat. Sementara AS mengirimkan Utusan Khusus Steve Witkoff dan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, untuk menghadiri negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan.
Negosiasi putaran kedua antara AS dan Iran menemui kebuntuan karena peningkatan eskalasi di Selat Hormuz. Kedua negara saling menyerang kapal yang melewati jalur vital energi global tersebut. Lalu lintas tanker yang tersendat di selat itu telah memicu lonjakan harga minyak dan gas.
”Tujuan kunjungan saya adalah untuk berkoordinasi erat dengan mitra kami dalam hal bilateral dan berkonsultasi tentang perkembangan regional,” tulis Araghchi di media sosial X.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/25/22ecf96ffeb7022b488769be4f58d06e-Pakistan_Iran_US.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/25/4191464e89a8ddc9b8b66e175d211909-Pakistan_Iran_US_1_.jpg)
Araghchi juga menghadiri negosiasi putaran pertama di Islamabad pada 11 April lalu. Perundingan itu gagal mencapai kesepakatan. Negosiasi putaran kedua semula dijadwalkan pada Selasa (21/4/2026). Namun, Iran tak kunjung memberi kepastian menghadirinya meski AS telah siap mengirimkan delegasi.
Iran menganggap AS melanggar gencatan senjata dengan menyerang dan menyita kapal kargo berbendera Iran, Minggu (19/4/2026). Tiga hari berselang, Iran membalasnya dengan menembak kapal kontainer yang melewati Selat Hormuz. Trump telah memperpanjang gencatan senjata hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
Araghchi tidak menyebutkan secara spesifik akan bertemu dengan delegasi AS secara langsung. Ia menyampaikan, selain ke Pakistan, ia akan berkunjung ke Oman dan Rusia.
Kantor berita Iran, IRNA, melaporkan kedatangan Araghchi di Pakistan. Ia disambut sejumlah pejabat, di antaranya Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Muhammad Ishaq Dar, Menteri Dalam Negeri Pakistan Syed Mohsin Naqvi, Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Syed Asim Munir, dan Duta Besar Iran untuk Pakistan Reza Amiri Moghaddam.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/25/4bfbe3c253aa48f846c329cf4d030659-wires_photo_9_.jpg)
”Selama perjalanan ini, Araghchi dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan (Shehbaz Sharif) dan beberapa pejabat senior lainnya di negara tersebut,” tulis laporan itu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmael Baqaei, mengatakan, tidak ada agenda negosiasi langsung dengan delegasi AS dalam kunjungan Araghchi. Menurut dia, pejabat Pakistan yang akan menyampaikan pesan antara delegasi AS dan Iran.
Baqaei berterima kasih kepada Pakistan karena telah memediasi negosiasi itu. Perang di Iran yang dipicu serangan gabungan AS dan Israel sudah berlangsung selama delapan pekan. Perang menewaskan lebih dari 3.300 orang di Iran dan merusak sejumlah fasilitas sipil, seperti sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, jembatan, dan pembangkit listrik.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, Witkoff dan Kushner dijadwalkan berangkat ke Pakistan, Sabtu (25/4/2026). Washington melihat beberapa kemajuan dari pihak Iran dalam beberapa hari terakhir untuk melanjutkan negosiasi. Ia menambahkan, Wakil Presiden AS JD Vance, yang memimpin delegasi pada negosiasi putaran pertama, juga siap kembali ke Pakistan jika diperlukan.
Negosiasi putaran kedua antara AS dan Iran menemui kebuntuan karena peningkatan eskalasi di Selat Hormuz. Kedua negara saling menyerang kapal yang melewati jalur vital energi global tersebut.
Negosiasi putaran pertama menghadapi sejumlah ganjalan. Salah satunya adalah tuntutan AS agar Iran tidak melanjutkan program nuklirnya. Hal ini diperkirakan tetap menjadi salah satu pembahasan utama jika negosiasi putaran kedua diadakan.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan, Iran memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan yang baik dengan AS. ”Iran tahu mereka masih memiliki kesempatan untuk memilih dengan bijak. Yang perlu mereka lakukan hanyalah meninggalkan senjata nuklir sepenuhnya dan dapat diverifikasi,” ucapnya.
Perundingan lanjutan AS-Iran mendapat perhatian dari sejumlah pemimpin negara di Timur Tengah. Perang berkepanjangan telah merugikan negara-negara di kawasan itu. Sebab, perang mengganggu pengoperasian sejumlah infrastruktur energi, seperti kilang minyak dan ladang gas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/01/c0586b14092b584d236797570de1de6f-QATAR_IRAN_ISRAEL_US_CONFLICT_136527224.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/18/5a9e0be1dc2afe83e532ca6084e63050-TOPSHOT_UAE_IRAN_US_ISRAEL_WAR_136976736.jpg)
Situs berita Qatar, Doha News, melaporkan, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani membahas masalah gencatan senjata dan perundingan AS-Iran saat berbicara lewat telepon dengan Trump. Ia menekankan perlunya deeskalasi dan menegaskan kembali dukungan negaranya untuk solusi damai untuk mengakhiri perang.
”Ia juga menyoroti upaya mediasi yang dipimpin oleh Pakistan, yang didukung Qatar, sebagai bagian dari upaya diplomatik yang lebih luas untuk menstabilkan kawasan tersebut (Timur Tengah),” tulis laporan itu.
Lebanon terseret dalam perang di Timur Tengah setelah Hizbullah yang mendukung Iran terlibat saling serang dengan Israel. Hal ini bahkan membuat Israel terus menggempur kawasan Lebanon selatan yang dituding sebagai basis Hizbullah.
Beberapa hari lalu, Trump mengumumkan gencatan senjata di Lebanon. Namun, Israel dan Hizbullah masih terus berperang. Perang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang di Lebanon dan memaksa lebih dari 1 juta warga mengungsi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/25/39b31582-0952-4df4-ac67-90c630d86527.jpg)
Belum ada tanda-tanda pertempuran di Lebanon selatan berakhir. Militer Israel menyatakan telah menewaskan enam anggota Hizbullah di kawasan itu, Jumat. Sementara otoritas Lebanon melaporkan, dua orang tewas akibat serangan Israel dan Hizbullah menembak jatuh sebuah drone Israel.
”Penting untuk menunjukkan bahwa gencatan senjata tidak berarti mengingat desakan Israel untuk terus melakukan tindakan permusuhan, termasuk pembunuhan, penembakan, tembakan, serta penghancuran desa dan kota di Lebanon selatan,” kata anggota parlemen Hizbullah, Ali Fayyad.
Iran menegaskan, gencatan senjata di Lebanon tidak bisa dipisahkan dari kesepakatan negosiasi. Serangan Israel ke Lebanon dapat menjadi batu sandungan bagi perundingan lanjutan AS-Iran untuk mengakhiri perang. (REUTERS/AP/AFP)
Penulis:
Tatang Mulyana SinagaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti