Rashford dengan motivasi tinggi selalu menjadi kombinasi mematikan. Terlalu lama ”terkubur” dalam zona nyaman di Manchester United, dia butuh tempat baru nan jauh.
20 Jul 2025 15:44 WIB · Olahraga
BARCELONA, MINGGU — Jika bergabung dengan Barcelona, penyerang Manchester United, Marcus Rashford, akan bermain di luar Inggris untuk pertama kali. Bagi pemain yang sering terjebak zona nyaman itu, petualangan baru ke negara lain akan sangat bagus untuk membangun ulang kariernya.
Masa depan Rashford sempat menggantung pada jendela transfer musim panas ini. Aston Villa tidak mengaktifkan klausul pembelian dari MU setelah peminjaman selama enam bulan. Sementara itu, MU juga enggan mempertahankannya walaupun masih terikat kontrak sampai 2028.
Menurut The Athletic, Sabtu (19/7/2025) WIB, Barca berada di posisi terdepan untuk mendatangkan Rashford. Mereka telah mengajukan tawaran peminjaman diikuti dengan opsi pembelian pada akhir musim. Kesepakatan belum terjadi, tetapi negosiasi sudah berada di tahap akhir.
Barca tidak punya banyak pilihan. Target utama mereka, penyerang sayap Nico Williams, batal pindah karena memilih untuk memperpanjang kontrak dengan Athletic Bilbao. Rashford menjadi pilihan selanjutnya, mengingat Barca tidak punya keleluasaan finansial di jendela transfer kali ini.
Rashford sangat tertarik untuk pindah. Prioritasnya adalah bermain di Liga Champions. Itu yang membuat pemain 27 tahun itu bergabung dengan Villa pada Januari lalu. Baginya, kepindahan ke Barca semakin menarik karena bisa berduet dengan pemain sayap berbakat Lamine Yamal.
”Ya, pastinya semua ingin tampil bersama pemain terbaik. Semoga,” kata Rashford saat ditanya pemengaruh (influencer) asal Spanyol Javi Ruiz, soal prospek berduet dengan Yamal, Juni lalu. ”Sulit menggambarkan dia dengan kata-kata. Dia seharusnya tidak berada di titik ini pada usia 16-17 tahun,” ucapnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/24/1a44293d-8833-44a3-ab0f-5968fef0a4f6_jpg.jpg)
Sepanjang karier, Rashford hanya pernah bermain di Inggris dan untuk dua klub. Dia sudah bersama MU sejak dari akademi hingga level senior dan sempat bermigrasi ke Villa selama enam bulan. Pengalaman minim itu, khususnya di negara lain, membuat kepindahannya akan sangat berisiko.
Meskipun begitu, Barca sangat berpotensi menjadi titik balik karier untuk Rashford. Sejarah sudah membuktikan, Rashford dengan motivasi tinggi merupakan kombinasi terbaik di lapangan. Hal tersebut bisa dilihat saat sang pemain versatile itu berseragam Villa pada paruh kedua musim lalu.
Rashford datang ke Villa dengan misi pembuktian diri setelah ditepikan dari skuad utama MU. Di bawah asuhan Pelatih Unai Emery, hanya dalam enam bulan, dia kembali ke performa terbaik. Puncaknya Rashford dipanggil lagi oleh tim nasional Inggris pada Maret 2025 seusai absen setahun.
”Permainannya meningkat lagi. Dia mau membantu pertahanan, berlari, mengejar lawan. Kita semua sudah tahu, dia bisa mengintimidasi pemain bertahan lawan. Kita sempat lupa, tetapi tahu akan itu. Dia adalah pemain yang lengkap,” ujar pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel, Maret.
Tuchel memanggil kembali Rashford bukan semata karena kemampuan. Dia lebih bertujuan untuk menjaga motivasi pemain yang sudah tampil 62 kali bersama timnas tersebut. Tuchel berharap, sang penyerang tidak kembali kehilangan motivasi seperti beberapa tahun terakhir di MU.
Performa Rashford mulai menurun drastis setelah Piala Eropa 2020, di musim panas 2021. Beberapa hal memengaruhi kepercayaan dirinya. Mulai dari kegagalan penalti di final Piala Eropa sampai pemulihan dari operasi bahu pada awal musim 2021-2022.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/05/26/164cfe24-6370-4804-9f64-0228df57f2d2_jpeg.jpg)
Sempat bersinar di musim pertama Pelatih Erik Ten Hag, 2022-2023, Rashford kembali menurun pada musim selanjutnya. Di titik itu dia mulai terlihat tidak fokus ke karier sepak bola. Rashford berkali-kali diterpa masalah indisipliner, seperti mangkir latihan dan terlambat ke rapat tim.
Kebiasaan Rashford berpesta di klub malam juga semakin terlihat. Dia sempat berpesta seusai MU kalah 0-3 dalam derbi dari Manchester City dan ketika tim sedang bersiap menghadapi laga selanjutnya. Semua masalah disiplin dan kurang dedikasi itu bersumber dari kenyamanan sang pemain.
Rashford sudah menjadi bintang di MU sejak usia remaja. Saking populer, dia sempat dijuluki sebagai ”Pangeran Manchester”. Julukan itu perlahan berubah konotasi seiring waktu, dari harapan jadi beban. Rashford dinilai sudah terlalu nyaman karena status spesial sebagai ikon klub dan kota.
Di Spanyol nanti Rashford akan memulai semuanya dari nol. Dia harus mempelajari bahasa baru, tinggal di lingkungan baru, dan berada dalam ekosistem para pemain bintang yang lebih besar dibandingkan dengan di MU. Rashford bukan siapa-siapa di Barca.
Kepindahan itu pun bisa menjadi momen reinkarnasi untuk kariernya. Kebetulan Rashford dengan kualitas dan kemampuan bermain di seluruh posisi lini serang sangat dibutuhkan oleh Barca. Klub raksasa Spanyol itu sangat membutuhkan tambahan penyerang, khususnya di sisi kiri.
”Di laga terakhir (musim 2024-2025), kami tidak punya opsi yang cukup di posisi tersebut,” kata Pelatih Barca Hansi Flick soal mendatangkan pemain sayap baru di musim panas. ”Jadi kami harus menghadirkan lebih banyak opsi di posisi untuk meningkatkan kualitas tim.” (AP/AFP)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto