Menyambut Siklus Baru di Liga Inggris

Aura juara Liga Inggris 2025-2026 lebih kental berembus ke London. Aktivitas transfer Chelsea dan Arsenal modal akhiri dominasi Liverpool dan Man City.

13 Agt 2025 11:02 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

LONDON, RABU — Dengan segala hormat kepada pendukung Liverpool, kompetisi Premier League alias Liga Inggris 2025-2026 berpotensi besar tidak lagi memihak kepada mereka. Alih-alih ”Si Merah” bisa mempertahankan dominasi mereka, kans lebih besar adalah kehadiran juara di luar duo tim adidaya yang menguasai kompetisi kasta tertinggi Inggris dalam delapan musim terakhir.

Liverpool mempersiapkan diri menyambut kampanye baru dengan amat ambisius. Berbeda dengan musim 2024-2025 yang amat ekonomis karena hanya mendatangkan Federico Chiesa dari Juventus, Manajer Liverpool Arne Slot sudah mengukuhkan Liverpool sebagai tim dengan pengeluaran terbesar di bursa transfer musim panas ini.

Si Merah sudah menghabiskan sekitar 293 juta euro atau kisaran Rp 5,56 triliun demi mendatangkan empat pemain utama baru. Mereka adalah Florian Wirtz, Hugo Ekitike, Milos Kerkez, dan Jeremie Frimpong. Nilai transfer itu merupakan pengeluaran terbesar Liverpool dalam sejarah.

Liverpool berpotensi menjadi tim Liga Inggris kedua yang menghabiskan lebih dari 300 juta euro dalam bursa transfer. Marc Guehi (Crystal Palace) dan Giovanni Leoni (Parma) adalah incaran terkini Slot untuk mempertebal kualitas lini pertahanan yang amat rapuh pada periode pramusim 2025-2026.

Jika resmi mendatangkan salah satu bek tengah itu saja, Liverpool akan menjadi tim terboros kedua dalam sejarah Premier League. Chelsea pernah menghabiskan dana jor-joran saat menghabiskan 630 juta euro pada musim 2022-2023 serta 464 juta euro di edisi 2023-2024.

Crystal Palace's English defender #06 Marc Guehi wins a header during the English FA Community Shield football match between Crystal Palace and Liverpool at Wembley Stadium, in London on August 10, 2025. (Photo by Glyn KIRK / AFP) / NOT FOR MARKETING OR ADVERTISING USE / RESTRICTED TO EDITORIAL USE

Namun, pengeluaran besar itu belum menjadi jaminan Liverpool akan sangat mendominasi di Inggris. Hal itu tecermin pada duel Community Shield kontra Crystal Palace, Minggu (10/8/2025) lalu.

Permainan Liverpool yang menakutkan dalam menyerang tidak diimbangi kekokohan lini belakang. Slot pun masih memiliki pekerjaan rumah untuk menyatukan ikon mereka, Mohamed Salah, dengan gaya permainan baru Si Merah. Meskipun sudah memiliki Wirtz, Ekiteke, juga mungkin Alexander Isak, Salah tetap wajah yang paling menakutkan bagi lawan-lawan Liverpool di musim 2025-2026.

”Semua tim ingin mengalahkan kami, jadi kami harus lebih siap dibandingkan musim sebelumnya. Demi memenangkan sesuatu, kami tidak boleh kemasukan dan membiarkan lawan mudah menciptakan peluang di setiap pertandingan,” tutur Slot tentang evaluasi timnya seusai kalah adu penalti dari Palace di Community Shield dikutip laman klub, Rabu (13/8/2025).

Ketika Liverpool masih berkejaran waktu untuk menyatukan kohesi pemain-pemain baru dengan bintang lama yang sudah memahami kultur klub dan tuntutan bermain di Stadion Anfield, tim-tim lain menunjukkan diri siap mengancam takhta Si Merah. Chelsea, Arsenal, dan Manchester City adalah trio ancaman terbesar bagi Liverpool di musim ini.

Profil Tim Premier League 2025-2026

Semakin matang

Chelsea memulai musim 2025-2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Gelar Liga Konferensi Eropa 2024-2025 serta Piala Dunia Antarklub 2025 merupakan bukti anak asuhan Enzo Maresca sudah semakin matang. Kedatangan pemain baru, seperti Joao Pedro, Liam Delap, Jorrel Hato, Estevao, serta Jamie Gittens, bakal membuat ”Si Biru” semakin berbahaya.

Bara semangat muda pemain-pemain Chelsea sudah bisa ditaklukkan Maresca. Juru taktik asal Italia memahami cara untuk membantu para pemainnya mengeluarkan kemampuan terbaik dan menyajikan permainan kolektif yang apik.

Chelsea's Brazilian striker #20 Joao Pedro looks to play a pass during the pre-season friendly football match between Chelsea and Bayer Leverkusen at Stamford Bridge in London on August 8, 2025. (Photo by Glyn KIRK / AFP)

Setelah bisa berjaya di kompetisi internasional, Maresca memiliki momentum terbaik untuk menegaskan kedewasaan Chelsea untuk bersaing dalam perebutan trofi Liga Inggris musim ini. Apalagi, skuad Si Biru sudah menunjukkan mereka memiliki mental juara.

Satu kekhawatiran Chelsea adalah cedera yang dialami bek tengah andalan, Levi Colwill. Ia adalah bek tengah yang paling sering dimainkan Maresca. Koleksi 43 laga dengan 3.747 menit penampilan menjadi catatan Colwill selama musim lalu. Sayang, perkembangan bek kelahiran Southampton itu harus tertahan akibat cedera ligamen krusiat anterior (ACL) pada masa pramusim.

Segera menemukan formula atas kehilangan Colwill, Maresca berpeluang melepas dahaga juara Liga Inggris yang telah berjalan sejak 2017. Sekaligus, Si Biru bisa mengakhiri hegemoni duo adidaya, City dan Liverpool, yang dimulai pada musim 2017-2018.

”Ketika finis di posisi lima besar, memenangi Liga Konferensi dan Piala Dunia Antarklub, saya pikir hal itu memberikan pemain energi lebih besar untuk memulai musim baru. Saya melihat atmosfer tim berbeda, situasi jauh membaik dibandingkan tahun lalu,” tutur Maresca dilansir Football London.

Penguatan lini serang juga dilakukan rival sekota Chelsea, Arsenal. Kedatangan Viktor Gyokeres diharapkan mampu menghapus kelemahan ”Si Meriam” yang tidak memiliki penyerang tengah murni.

Arsenal's Swedish striker #14 Viktor Gyokeres runs with the ball during the pre-season friendly football match between Arsenal and Athletic Bilbao at the Emirates Stadium in London on August 9, 2025. (Photo by Glyn KIRK / AFP)

Tak ayal, ketajaman pemain asal Swedia itu bakal berpengaruh besar bagi ambisi Arsenal untuk menutup rasa penasaran juara Liga Inggris sejak 2004. Selain itu, kedalaman lini serang Arsenal pun kian tebal berkat kedatangan Noni Madueke dari Chelsea.

Terlepas dari serangan yang kian berbahaya, sisi krusial dalam revolusi permainan Arsenal musim ini adalah kedatangan dua gelandang jangkar, Martin Zubimendi dari Real Sociedad serta Christian Norgaard dari Brentford.

Kehadiran keduanya bisa membuat Declan Rice dan Mikel Merino berperan lebih menyerang. Rice dan Merino masing-masing mencetak sembilan gol di musim lalu. Mereka hanya kalah dari kuartet pemain depan, yakni Kai Havertz, Bukayo Saka, Leandro Trossard, dan Gabriel Martinelli.

City tanpa pemimpin

Sementara itu, City berada dalam mode untuk melakukan balas dendam atas kegagalan mereka mempertahankan trofi Liga Inggris musim lalu. Kedatangan gelandang terbaik Liga Italia 2024-2025, Tijjani Reijnders, juga permata dari Liga Perancis, Rayan Cherki, bakal memberikan perubahan dalam permainan City.

Manchester City's Rodri during a training session at the City Football Academy, Manchester, England, Tuesday, Aug. 5, 2025. (Peter Byrne/PA via AP)

Namun, ancaman cedera kambuhan Rodri, lalu kepergian legenda klub, Kevin De Bruyne, membuat kans juara City sedikit berkurang. Selain berdampak pada gaya bermain, keduanya adalah pemimpin di dalam skuad ”The Citizens”.

City juga sudah tidak lagi diperkuat Kyle Walker yang kerap menjadi penyambung lidah Manajer Pep Guardiola kepada seluruh pemain. Potensi kedatangan Gianluigi Donnarumma dari Paris Saint-Germain serta Rodrygo asal Real Madrid bisa menyajikan dimensi lain dari skuad racikan Guardiola.

Dengan mengamati masa persiapan tim jelang musim baru, trofi Liga Inggris memiliki kesempatan terbesar dalam delapan tahun terakhir untuk kembali ke ibu kota Inggris, London.

______

KOREKSI:

Grafis Profil Tim Premier League 2025-2026 dalam artikel ini telah diperbaiki. Sebelumnya, dalam grafis tersebut tidak tercantum profil Manchester United. Mohon maaf. Kesalahan itu telah diperbaiki. Terima kasih — Editor


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto