Selamat Datang di Festival Sepatu Emas Liga Inggris

Tidak akan mudah bagi Haaland dan Salah untuk kembali mendominasi Sepatu Emas. Para penyerang baru, seperti Gyokeres, Ekitike, dan Sesko, sudah menyiapkan kejutan.

13 Agt 2025 06:00 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

Gol, gol, dan gol. Satu kata itu menjadi hal yang paling dinanti jelang musim baru Liga Inggris 2025-26. Bagaimana tidak, jendela transfer musim panas kali ini telah menjadi eksodus terbesar bagi para penyerang tengah kelas dunia. Dari bintang muda sampai yang sudah matang, semua berdatangan.

Tren bursa transfer di Inggris selalu menarik. Beberapa musim sebelumnya, gelandang tengah sempat menjadi komoditas paling dicari klub-klub besar. Tren bergeser ke penyerang murni. Banyak klub saling berebut dan rela mengeluarkan triliunan rupiah di tengah krisis stok striker berkualitas.

Arsenal membuka jalan dengan mendatangkan penyerang Sporting CP Viktor Gyokeres. Tak lama berselang, dua striker muda berbakat dari Liga Jerman Hugo Ekitike (Eintracht Frankfurt) dan Benjamin Sesko (RB Leipzig) menyusul. Ekitike ke Liverpool, sementara Sesko ke Manchester United.

Ketiga pemain itu didatangkan dengan nilai yang berpotensi mencapai 216 juta pound sterling (Rp 4,72 triliun). Tiga hari menjelang laga pembuka musim baru yang berlangsung pada Sabtu (16/8/2025) WIB, mereka masih berada daftar tujuh pemain termahal di jendela transfer Inggris kali ini.

Eksodus tersebut otomatis meramaikan perebutan trofi Sepatu Emas atau penghargaan pencetak gol terbanyak. Dua nama yang mendominasi trofi itu dalam empat musim terakhir, Mohamed Salah (Liverpool) dan Erling Haaland (Manchester City) patut waspada.

Ancaman terbesar datang dari Gyokeres. Dia kembali ke Inggris dengan  status mesin gol terpanas se-Eropa. Dia sudah mencetak 97 gol untuk Sporting di seluruh kompetisi sejak musim 2023-24. Liga Portugal dan Liga Inggris jelas berbeda, tetapi naluri golnya tidak bisa dikesampingkan.

Quote

Saya pikir dia melakukan segalanya dengan natural. Mulai dari pergerakan, cara menentukan waktu untuk berlari, serta memprediksi posisi lawan, ruang kosong, dan bola.

Penyerang Arsenal Viktor Gyokeres mengeluarkan selebrasi khasnya seusai mencetak gol pembuka ke gawang Athletic Bilbao dalam laga pramusim di Stadion Emirates, London, Minggu (10/8/2025) dini hari WIB. Gyokeres mencetak gol lewat sundulan keras ke gawang kiper Unai Simon.

Bocoran soal pengaruh Gyokeres sudah terlihat dalam laga pramusim terakhir Arsenal, versus Villarreal, Sabtu lalu. Striker tim nasional Swedia itu menyumbang satu gol lewat sundulan tajam. Uniknya, kemampuan menyundul tidak pernah jadi sorotan sepanjang kariernya.

Justru bukan gol, hal paling menarik dari penampilan Gyokeres. Dia memukau karena bisa memberikan presensi penyerang ”nomor 9” yang tidak ada dalam skuad Arsenal. Tanpa atau dengan bola, pergerakan Gyokeres selalu lugas mengarah langsung ke area berbahaya.

Manajer Arsenal Mikel Arteta belum genap sebulan melatih Gyokeres, tetapi tidak sungkan untuk memuji setinggi langit. Dia terkagum dengan sang striker karena mampu menarik gravitasi bek tengah lawan. ”Jika Anda memberikannya ruang, satu lawan satu, dia akan melenyapkan Anda,” ujarnya.

”Saya pikir dia melakukan segalanya dengan natural. Mulai dari pergerakan, cara menentukan waktu untuk berlari, serta memprediksi posisi lawan, ruang kosong, dan bola. Dia memiliki insting itu. Itu pula yang membutnya bisa mencetak begitu banyak gol. Bukan kebetulan,” lanjut Arteta.

Gyokeres, 27 tahun, sudah matang dan siap dipanen. Arsenal hanya perlu terbiasa dengan gaya main sang penyerang yang andal dalam situasi transisi itu. Adapun Arsenal tidak hanya mendatangkan satu pemain lewat transfer Gyokeres, mereka juga ”membeli” ide bermain vertikal yang lebih lugas.

Kemampuan eksekusi penalti juga akan menjadi modal tambahan bagi Gyokeres. Dia sudah mencetak 34 gol penalti sepanjang karier dengan tingkat keberhasilan 89,4 persen. Hampir pasti, pemain yang terkenal dengan selebrasi ”topeng” itu akan menjadi eksekutor utama Arsenal.

Kejutan bintang muda

Ekitike tidak kalah menarik. Dia memang baru mencetak 42 gol sepanjang karier profesional. Namun, penyerang 23 tahun itu punya talenta untuk meningkat berkali-kali lipat dalam seketika. Semua tergantung wadahnya. Liverpool, tim dengan kumpulan pemain ofensif terbaik, sangat cocok untuk memaksimalkan potensinya.

Pemain timnas Perancis U-21 itu dikelilingi sosok hebat, seperti Salah ataupun Florian Wirtz yang dikenal sebagai mesin asis. Menariknya, Salah dan Wirtz akan bermain bersama untuk pertama kali pada musim depan. Rekan setim lain, termasuk Ekitike, menjadi yang paling diuntungkan.

Liverpool's Hugo Ekitike celebrrates after scoring during the FA Community Shield final soccer match between Liverpool and Crystal Palace at Wembley Stadium in London,Sunday, Aug. 10, 2025. (AP Photo/Dave Shopland)

Ketajaman Ekitike sudah terpancar dalam penampilan debut resmi di laga Community Shied, Minggu lalu. Dia mencetak gol pembuka Liverpool, lewat asis Wirtz, saat laga baru berjalan empat menit. Gol datang dari tembakan di luar kotak penalti dengan penjagaan ketat dua pemain lawan.

Gol itu tercipta walaupun hanya punya nilai peluang sangat rendah 0,03 xG (expected goals). Pemain yang digadang-gadang sebagai penerus Thierry Henry itu memperlihatkan efisiensi tinggi. Adapun efisiensi bukan atribut terbaik baginya. Dia hanya menghasilkan 15 gol dari 21,6 xG di Liga Jerman musim lalu.

Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, terkagum dengan adaptasi Ekitike yang sangat cepat. ”Tidak mudah untuk datang dari negara lain (dan bermain di Inggris) Dia beradaptasi dengan cukup baik. Gol itu sangat penting untuk awal. Saya berharap akan banyak gol lagi darinya,” ujarnya.

Tentunya potensi Ekitike akan sangat bergantung dari kebijakan transfer Liverpool di sisa jendela transfer. Seperti diketahui, tim asuhan pelatih Arne Slot itu sedang mengincar penyerang Newcastle United Alexander Isak. Jika Isak datang, sangat sulit bagi Ekitike untuk berkembang sesuai harapan.

Sesko, sama seperti Ekitike, juga memiliki potensi setinggi atmosfer. Namun, dia berada dalam klub yang sedang memasuki fase transisi. MU masih mencari keseimbangan bersama pelatih Ruben Amorim setelah finis di peringkat ke-15 pada musim lalu.

Sesko, 22 tahun,  dituntut lebih adaptif karena perombakan besar di lini depan MU. Amorim mendatangkan trisula baru. Selain Sesko, ada Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo. Mirisnya, di tengah situasi tidak ideal, ekspektasi besar tetap membebani Sesko. Sebab, dia bermain untuk ”Setan Merah”.

Bek Serbia Strahinja Pavlovic (Kiri) berebut bola dengan penyerang Slovenia Benjamin Sesko dalam laga kedua penyisihan Grup C Piala Eropa yang mempertemukan dua negara pecahan Yugoslavia, Serbia dan SLovesia Kamis di Muenchen Football Arena (Allianz Arena), Jerman. AFP/MIGUEL MEDINA

Di sisi lain, tanda tanya tertuju kepada peraih Sepatu Emas 2022-2023 dan 2023-24, yaitu Haaland. Dia akan bermain tanpa bantuan gelandang kreatif Kevin De Bruyne untuk pertama kali sejak pindah ke City. Adapun De Bruyne merupakan penyuplai utama dari segudang gol Haaland.

Salah, sebagai peraih Sepatu Emas edisi terakhir, tetap menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mempertahankan takhtanya. Walaupun sudah berusia 33 tahun, ambisinya masih sangat besar. Hanya, dia akan terganggu dengan keperluan membela timnas Mesir di Piala Afrika.

Dari semua kemungkinan itu, hanya ada satu hal yang pasti. Para penggemar sepak bola akan bahagia karena banyak gol yang akan tercipta pada musim depan. Para mesin gol terbaik sudah berkumpul. Pada akhirnya, selamat datang di kemeriahan festival Sepatu Emas Liga Inggris.

(AP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase