Sejumlah pihak antusias menyambut status baru Bank Jateng Borobudur Marathon. Kualitas penyelenggaraan lomba lari itu pun ditingkatkan.
25 Nov 2024 07:00 WIB · ekonomi
Dani Aditya Pratama (26) tak sabar menanti lomba lari Bank Jateng Borobudur Marathon 2024 yang bakal digelar di Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (1/12/2024). Pria yang akrab disapa Tama itu merasa antusias karena Borobudur Marathon tahun ini telah mendapat status ”Label” dari World Athletics.
”Sudah world label, pasti akan lebih bergengsi event-nya. Tentu event ini sangat ditunggu karena di Indonesia, kan, jarang yang punya label seperti itu,” kata Tama saat dihubungi, Rabu (6/11/2024).
Lomba lari Borobudur Marathon digelar atas kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Bank Jateng, Yayasan Borobudur Marathon, dan Harian Kompas. Tahun ini, ajang tersebut mengambil tema ”Run On, Mark It”.
Status ”Label” diberikan ke Borobudur Marathon oleh World Athletics atau Federasi Atletik Dunia setelah pengajuan pada tahun lalu. Terdapat empat status lomba lari yang diberikan World Athletics, mulai dari tingkat dasar atau ”Label” sampai tingkat lanjutan, yakni ”Elite Label”, ”Gold Label”, dan ”Platinum Label”.
Sebagai warga Jateng, Tama mengaku bangga dengan predikat yang diraih Borobudur Marathon. Anggota komunitas Semarang Runners itu pun mengaku tak sabar untuk berlari di Magelang dengan nuansa lomba lari internasional.
”Pasti vibes-nya akan terasa seperti event-event lari di luar negeri. Namun, saya berharap Borobudur Marathon tidak meninggalkan sentuhan lokal. Karena, itu kan signature-nya event ini,” ujar Tama yang mengikuti Borobudur Marathon kategori 10 kilometer.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/03/8b95a5dd-31c7-4ab3-99b2-9ba8103c9379_jpg.jpg)
Syafmarini (33), pelari dari Undip Runners, Semarang, juga antusias menyambut Borobudur Marathon. Dia pun berlatih serius sebelum berlomba di kategori separuh maraton. Setiap pekan, perempuan yang akrab disapa Rini itu berlatih lari sebanyak tiga hingga empat kali.
”Latihannya itu easy run, tempo run, speed, dan long run. Selain latihan lari, saya juga menjaga daya tahan tubuh dengan beristirahat 6 jam sehari, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan minum multivitamin,” ujar Rini.
Lomba lari separuh maraton yang akan dijalani Rini di Borobudur Marathon itu merupakan yang ketiga. Rini yang pertama kali mengikuti Borobudur Marathon pada 2022 pun mengaku terkesan dengan lomba itu.
”Dengan World Athletics Label yang diperoleh Borobudur Marathon, saya berharap penyelenggaraan lomba bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dari rutenya, saya berharap bisa semakin steril karena salah satu daya tarik Borobudur Marathon itu adalah rute yang steril. Selain itu, cheering-nya juga semoga bisa lebih banyak, untuk penyemangat kami menghadapi tanjakan-tanjakan di lintasan,” ucapnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/03/f65b93f4-c70f-4956-8334-2891eab65d3e_jpg.jpg)
Race Director Borobudur Marathon Andreas Kansil menuturkan, persiapan untuk meraih status ”Label” dari World Athletics sebenarnya sudah dilakukan sejak lama, yakni mulai tahun 2017. Persiapan yang dilakukan mulai dari memastikan rute steril dengan penutupan jalan, menetapkan besaran hadiah sesuai standar, sistem tes antidoping sesuai standar, hingga memberikan pelayanan prima kepada pelari elite.
”Dengan label ini, ekspektasi pelari terhadap Borobudur Marathon pasti akan lebih tinggi. Jadi, memastikan kenyamanan pelari menjadi prioritas. Kami tidak mau sembarangan atau yang penting punya label saja, tetapi dalam eksekusinya tidak sesuai dengan predikat,” ujar Andreas.
Menurut Andreas, tahun ini akan ada technical delegates dari World Athletics yang datang untuk memberikan penilaian. Hasil penilaian itu menentukan apakah tahun depan Borobudur Marathon masih bisa mengantongi status ”Label” atau bahkan bisa mengajukan kenaikan status ke predikat ”Elite Label”.
”Dari segi rute, tidak ada perubahan karena sertifikasi rutenya memang sampai tahun ini. Yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adalah waktu lomba yang dimajukan sekitar 30 menit lebih awal untuk mengantisipasi cuaca dan suhu udara,” tuturnya.
Andreas menambahkan, pada Borobudur Marathon tahun ini, lomba kategori maraton yang biasanya dimulai pukul 05.00 akan dimulai pukul 04.30. Adapun lomba kategori separuh maraton yang biasanya dimulai pukul 05.30 akan dimulai pukul 05.00, sedangkan lomba kategori 10 kilometer yang biasanya dimulai pukul 06.10 bakal dimulai pukul 05.40.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/11/19/755a5852-0063-4e61-8ce3-32c21cb8a1ee_jpg.jpg)
Wakil General Manager Event Harian Kompas Budhi Sarwiadi menuturkan, pihaknya akan meningkatkan keamanan dan kenyamanan pelari, salah satunya dari segi pelayanan kesehatan. Tahun ini, penyelenggara akan membagi tenda pelayanan kesehatan menjadi dua jenis, yakni tenda medis dan tenda pemulihan.
Tenda medis khusus untuk pelari yang memang butuh perawatan medis, sedangkan tenda pemulihan untuk pelari yang butuh fisioterapi atau peregangan.
Yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adalah waktu lomba yang dimajukan sekitar 30 menit lebih awal untuk mengantisipasi cuaca dan suhu udara
”Pemisahan ini dilakukan supaya penanganannya maksimal. Tahun-tahun sebelumnya, (pelayanan medis dan pemulihan) ini digabung, jadi kelihatan penuh. Itu membuat orang merasa tidak nyaman, panik, dan bertanya-tanya kenapa banyak yang di tenda medis,” kata Budhi.
Untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan terhadap pelari, penyelenggara bakal bekerja sama dengan lebih banyak rumah sakit di Magelang dan sekitarnya. Kampanye dan edukasi ”listen to your body” juga digencarkan supaya pelari lebih bisa mengukur kapasitas diri dan tidak memaksakan untuk melanjutkan perlombaan jika fisiknya tidak kuat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/11/19/2bdfd6a2-c87e-4c18-af5f-584eccde22b1_jpg.jpg)
Dari segi kuantitas, jumlah peserta Borobudur Marathon 2024 meningkat dari tahun sebelumnya, dari 10.000 orang menjadi 10.500 orang. Kenaikan juga terjadi pada partisipasi pelari asing.
Menurut Budhi, tahun ini akan ada sekitar 200 pelari asing yang turut berlomba dalam Borobudur Marathon. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dari jumlah pelari asing di tahun-tahun sebelumnya, yakni sekitar 100 orang.
”Pelari asing tahun ini dari sekitar 18 negara. Yang paling banyak dari Asia dan Afrika, tapi dari Eropa, Amerika, dan Australia juga ada,” ucap Budhi.
Budhi menuturkan, dengan meraih status ”Label” dari World Athletics, Borobudur Marathon menjadi lebih dipercaya oleh pelari dari beberapa negara.
”Jadi, salah satu keuntungan dapat label itu pelari menjadi percaya, sudah ada label, pasti standarnya berbeda, servisnya berbeda sehingga mereka percaya untuk ikut,” ungkap dia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2019/11/16/e65f9f85-3855-4855-9926-0273dcf4ca75_jpg.jpg)
Selain pelari dan penyelenggara, persiapan menyambut Borobudur Marathon juga dilakukan para pelaku usaha di kawasan Borobudur, Magelang. Salah satu yang sudah bersiap-siap adalah warga pemilik homestay atau penginapan di Dusun Ngaran II, Desa Borobudur.
Koordinator Paguyuban Kampung Homestay Ngaran II, Muslih, menuturkan, menjelang Borobudur Marathon, para pemilik homestay mengganti peralatan yang mulai rusak, misalnya bak sampah, gayung, ember, dan kasur. Penggantian juga dilakukan pada sarung bantal dan guling serta seprai yang warnanya telah memudar.
Menurut Muslih, ada 30 penginapan dengan total kamar 154 di wilayah Ngaran dan sekitarnya. Seluruhnya telah penuh dipesan sejak Agustus lalu.
”Para pelari itu sudah mulai pesan kamar sejak Mei. Lalu, puncaknya itu di Juni dan Juli. Masuk Agustus, semuanya sudah habis dipesan. Meski di tempat kami sudah penuh, sampai dengan hari ini masih ada saja pelari yang menanyakan ketersediaan kamar,” ujar Muslih.
Pelari yang belum kebagian kamar akhirnya diarahkan Muslih untuk memesan penginapan di Desa Ngargogondo, Kecamatan Borobudur. Menurut Muslih, di tempat itu warga membuka penginapan dengan memanfaatkan tanah lapang dan tenda. Tempat itu mampu menampung puluhan orang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/11/11/9e285af6-6fcb-40d5-bafd-3da00410f44e_jpg.jpg)
Pelaku usaha kuliner, Agusta Kalang (47), juga antusias menyambut Borobudur Marathon. Tahun ini, untuk pertama kalinya, usaha sop iga miliknya turut serta dalam program Bank Jateng Pawone yang merupakan bagian dari Borobudur Marathon. Melalui program tersebut, para pelaku usaha diberi beragam pelatihan.
”Pelatihannya lengkap sekali, mulai dari pelayanan, kesehatan makanan, sampai manajemen dapur. Strategi marketing dan pengemasan produk juga diajarkan. Tentu program ini sangat bermanfaat sekali untuk kami para pelaku usaha di Borobudur,” kata Agusta yang merupakan pemilik usaha Sop Iga Alea.
Selama rangkaian Borobudur Marathon 2024, Agusta akan membuka lapak selama tiga hari, yaitu saat pengambilan perlengkapan lomba (race pack) pada 29-30 November serta saat lomba pada 1 Desember. Dalam sehari akan ada 300 porsi sop iga yang disiapkan untuk para pelari.
”Acara Borobudur Marathon ini sangat bermanfaat untuk membangkitkan perekonomian warga di sekitar Borobudur. Semoga di tahun-tahun yang akan datang, acara ini bisa terus ada,” tuturnya.
Penulis:
Kristi Dwi UtamiEditor:
Haris FirdausPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .