Potret kehidupan pensiunan di Argentina.
30 Sep 2025 10:02 WIB · Internasional
Juan Manuel Romero, pensiunan pegawai pemerintah berusia 78 tahun, berlari panik menghindari kejaran polisi bermotor. Ia berlari sambil berusaha memyelamatkan gigi palsunya yang hampir jatuh dari mulutnya. Sementara di belakang Romero, polisi bermotor mengayunkan tongkat untuk membubarkan pengunjuk rasa pensiunan di luar gedung Konggres Buenos Aires, Argentina.
Hari itu, 5 Maret 2025, polisi membubarkan unjuk rasa pensiunan yang menolak penghapusan tunjangan dan pemotongan uang pensiun. Selama bertahun-tahun, ratusan pensiunan berkumpul di luar gedung Kongres Argentina setiap hari Rabu untuk menuntut kenaikan pensiun.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/30/130951ac-c9da-4a0f-b2c7-d00a4ccfa3be_jpg.jpg)
Sejak Presiden Javier Milei menjabat pada Desember 2023, protes mingguan mereka telah menjadi simbol dampak dari rencana penghematannya. Pemerintah mengatakan, pemotongan anggaran diperlukan untuk mengendalikan inflasi. Tetapi, para pensiunan mengatakan, mereka termasuk yang paling terdampak atas kebijakan ini. Uang pensiunan mereka terus mengecil karena pemotongan itu.
Milei yang mulai menjabat pada Desember 2023 memulai reformasi radikal. Ribuan pegawai negeri dipecat, dan program-program sosial dipangkas secara massal. Langkah-langkah ini ditempuh untuk menekan angka inflasi yang mencapai puncaknya di angka 211 persen pada tahun 2023. Para pensiunan adalah mereka yang paling terdampak dengan kebijakan ini.
Ribuan suporter klub sepak bola di Argentina pada Maret mengamuk setelah melihat polisi membubarkan unjuk rasa pensiunan dengan gas air mata, meriam air, dan pentungan. ”Jika mereka menyentuh orang tua, kekacauan akan datang!” teriak para pendukung sepak bola Argentina saat bentrokan terjadi pada Rabu (12/3/2025) di Buenos Aires. Unjuk rasa pecah menjadi kerusuhan berhari-hari. Puluhan pensiunan ditangkap dan ratusan polisi terluka.
Kini, di usia senja, puluhan pensiunan masih setia menyuarakan tuntutan mereka rutin setiap hari Rabu. Bagi pensiunan, unjuk rasa adalah salah satu cara bertahan dan mempertahankan hidup. (AP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto