Merugi akibat Cedera Pemain, Real Madrid Rombak Departemen Medis

Real Madrid merombak total Departemen Medis akibat banyaknya kasus pemain cedera musim lalu. Cedera merugikan tim dari dua sisi, finansial dan kedalaman skuad.

03 Agt 2025 11:28 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

MADRID, MINGGU — Cedera menjadi hal yang paling ditakutkan pemain dan juga klub. Dari sisi pemain, cedera menghalangi mereka tampil sekaligus mengancam karier. Adapun cedera membuat klub merugi karena menggerus kedalaman skuad dan pengeluaran finansial yang sangat besar. Kasus cedera ini pula yang melatari Real Madrid merombak Departemen Medis yang dinilai tidak bekerja maksimal.

Musim lalu, Real kehilangan sejumlah pemain penting seperti David Alaba, Dani Carvajal, Antonio Ruediger, dan Eder Militao akibat cedera. Cedera mereka cukup serius sehingga harus menepi dalam waktu cukup lama. Puncaknya pada November 2024, kala itu secara total ada 25 pemain Real yang cedera.

Kehilangan banyak pemain dalam kompetisi yang padat adalah mimpi buruk bagi Pelatih Carlo Ancelotti musim lalu. Dengan ketersediaan pemain yang seadanya, Ancelotti dipaksa berpikir keras menutupi lubang yang ditinggalkan para pemain cedera.

Keterbatasan dalam memilih pemain yang dibutuhkan pada akhirnya membuat Real tidak bisa tampil optimal. Meski ada pemain yang bisa bermain di banyak posisi, seperti gelandang Eduardo Camavinga yang bisa bermain di pos bek kiri atau Aurelien Tchouameni yang sewaktu-waktu menjadi bek tengah darurat, kondisi itu tetap memengaruhi keseimbangan tim. ”Los Blancos” pun limbung jelang akhir musim lalu dan kehilangan kans merebut satu pun trofi.

Menyadari ada yang tidak beres dari banyaknya kasus cedera pemain, manajemen Real memutuskan merombak Departemen Medis. Jurnalis The Athletic, Guillermo Rai dan Mario Cortegana, melaporkan, adanya konflik internal di antara para staf Departemen Medis juga mendorong terjadinya perombakan tersebut.

Real Madrid's Kylian Mbappe grimaces on the ground after getting injured during the Champions League quarterfinals second leg soccer match between Real Madrid and Arsenal at the Santiago Bernabeu stadium in Madrid, Wednesday, April 16, 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Jumlah staf Departemen Medis yang tergusur diperkirakan masih akan terus bertambah selama beberapa pekan ke depan. Satu nama yang sudah direkrut adalah Manuel Arroyo dari Granada. Adapun dokter Daniel Rosado dan Jaime Abascal diperkirakan tidak akan bertahan di Real.

”Yang akan memimpin tim baru adalah dokter Felipe Segura, yang telah berada di klub tersebut sejak tahun 2021. Segura telah memimpin departemen tersebut sejak tahun 2023 setelah dokter Niko Mihic diberhentikan dari jabatannya,” tulis Rai dan Cortegana dalam laporannya, Minggu (3/8/2025).

Peran Departemen Medis tidak bisa dilepaskan dari klub profesional. Para staf Departemen Medis bertanggung jawab terhadap kebugaran para pemain. Staf Departemen Medis umumnya terdiri dari dokter tim, fisioterapis, pelatih fisik, pelatih rehabilitasi, masseur (terapis pijat), dan ahli gizi.

Selain tindakan kuratif, Departemen Medis juga diharapkan bisa mencegah pemain mengalami cedera di tengah jadwal padat kompetisi. Banyaknya pemain cedera di Real musim lalu menandakan ada masalah serius di internal Departemen Medis Real Madrid sehingga mereka tidak bisa bekerja optimal.

Manajemen Real berambisi bangkit dari kegagalan musim lalu. Mereka merekrut Xabi Alonso sebagai pelatih baru dan membeli sejumlah pemain untuk meningkatkan kedalaman skuad. Alhasil, beberapa pos yang sebelumnya tergerus akibat cedera mulai mendapat tambahan tenaga. Seperti halnya pada pos bek kanan yang kini menjadi milik Dani Carvajal atau Trent Alexander-Arnold.

MIAMI GARDENS, FLORIDA - JUNE 18: Trent Alexander-Arnold #12 of Real Madrid C. F. reacts following the FIFA Club World Cup 2025 group H match between Real Madrid CF and Al Hilal at Hard Rock Stadium on June 18, 2025 in Miami Gardens, Florida.   Dan Mullan/Getty Images/AFP (Photo by Dan Mullan / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Persaingan memperebutkan tempat di bek kiri juga menyala di antara Ferland Mendy, Fran Garcia, dan pemain baru Alvaro Carreras. Adapun pos bek tengah mendapatkan lagi kedalamannya setelah kedatangan Dean Huijsen.

Kerugian finansial

Cedera memang selalu ditakuti pemain dan klub lantaran merugikan. Bagi pemain, cedera bisa menghalangi mereka untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak sekaligus berpotensi mengancam kelanjutan karier. Sementara klub sebisa mungkin mengoptimalkan Departemen Medis untuk mengatasi cedera yang menggerus kedalaman tim.

Selain itu, cedera juga menyebabkan klub-klub menderita kerugian finansial yang tidak sedikit. Merujuk pada penelitian Laura Nieto Torrejon, tim-tim Liga Spanyol mengalami lebih dari 1.000 cedera sepanjang musim, yang menyebabkan perkiraan total kerugian finansial sebesar 176 juta euro (sekitar Rp 3,3 triliun).

Laura merupakan doktor bidang ekonomi dari Universita Katolik Murcia. Ia meneliti daftar pemain Liga Spanyol yang cedera pada musim 2023-2024. Adapun penghitungan kerugian didasarkan pada durasi absen pemain, sifat cedera, dan gaji rata-rata di setiap klub.

Dirinci lebih lanjut, Real menjadi tim dengan kerugian finansial terbesar akibat cedera. Totalnya mencapai 59,2 juta euro (sekitar Rp 1,1 triliun). Barca menyusul di peringkat kedua dengan kerugian 30,3 juta euro (Rp 577 miliar). Peringkat ketiga ditempati Sevilla dengan 16,5 juta euro (Rp 314 miliar).

MIAMI GARDENS, FLORIDA - JUNE 18: Xabi Alonso, Head Coach of Real Madrid C. F., reacts during the FIFA Club World Cup 2025 group H match between Real Madrid CF and Al Hilal at Hard Rock Stadium on June 18, 2025 in Miami Gardens, Florida.   Sandra Montanez/Getty Images/AFP (Photo by Sandra Montanez / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Kalender sepak bola yang padat dengan pertandingan beruntun, tugas membela timnas, tur pramusim, dan kewajiban komersial menjadi penyebab terbesar banyaknya cedera pemain di Liga Spanyol. Dalam wawancaranya dengan Kompas akhir Mei 2025, Presiden Liga Spanyol Javier Tebas turut menuding kompetisi tambahan di luar liga nasional menyebabkan pemain rentan cedera.

”Jadi, masalahnya bukan kami (operator Liga Spanyol) yang menciptakannya. Masalahnya diciptakan oleh mereka yang membuat semua kompetisi tambahan yang tidak perlu ini. Uang dari kompetisi itu akan masuk ke beberapa klub besar dan pemain, tetapi tidak masuk ke seluruh ekosistem sepak bola (di Spanyol),” katanya.

Tebas, dalam beberapa kesempatan, kerap mengkritik penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub yang ia nilai membuat pesepak bola semakin tidak punya waktu cukup beristirahat. Dia agaknya menyadari, cedera tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan medis, tetapi juga berpotensi menggerus finansial klub.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan