Di tengah ketegangan di Timur Tengah, pertemuan para pemimpin negara-negara anggota OKI itu hanya mengeluarkan pernyataan dan komitmen yang bersifat normatif.
16 Sep 2025 10:29 WIB · Internasional
DUBAI, SELASA — Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Islam atau KTT OKI di Doha, Qatar, berakhir tanpa hasil berarti. Dalam menyikapi serangan Israel di Qatar, negara anggota hanya mengeluarkan seruan normatif untuk Palestina serta sepakat meningkatkan pertahanan kawasan.
KTT OKI tersebut merupakan pertemuan darurat untuk menyikapi serangan mengejutkan Israel di Qatar pada 9 September 2025. Serangan itu menyasar petinggi Hamas yang sedang mempelajari proposal gencatan senjata dari Amerika Serikat. KTT OKI berlangsung pada 14-15 September 2025.
Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani membuka KTT OKI dengan mempertanyakan sikap Israel. Tel Aviv mengincar nyawa perwakilan Hamas yang ingin bernegosiasi sekaligus menyerang negara tempat negosiasi berlangsung.
”Jika Israel ingin membunuh para pemimpin Hamas, mengapa kemudian terlibat dalam negosiasi? Jika Anda ingin menuntut pembebasan para sandera, mengapa membunuh semua negosiator?” kata Thani, menurut Associated Press edisi Selasa (16/9/2025).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/16/05e3bda5-3e64-4a4f-84d7-4e22cafd926e_jpg.jpg)
Thani melanjutkan, sikap Israel memperlihatkan tujuan sebenarnya, yaitu menyabotase negosiasi perdamaian. Israel tampak tidak memprioritaskan keselamatan para sandera Israel yang masih berada di Jalur Gaza. Berpura-pura negosiasi hanyalah taktik politik dalam perang demi terhindar dari tekanan publik dalam negeri sendiri.
”Yang sebenarnya Israel inginkan adalah membuat Gaza tak layak huni agar penduduknya terusir. Israel percaya pada apa yang disebut ’Israel Raya’,” tutur Thani.
Hal lain yang menjadi perhatian Thani adalah upaya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk meningkatkan pengaruh di kawasan Arab. Netanyahu juga ingin mencegah berdirinya Negara Palestina di masa depan.
Pidato berapi-api dari Qatar itu tidak biasa. Selama ini, Qatar, Amerika Serikat, dan Mesir berperan sebagai mediator untuk gencatan senjata antara Hamas dan Israel di Gaza. Mediasi terus berlangsung demi mencapai perdamaian permanen, pembebasan semua sandera dan tahanan, penarikan militer Israel, serta masuknya bantuan kemanusiaan.
Pada akhir pidato, Thani menyerukan langkah-langkah konkret untuk mengatasi aksi arogansi Pemerintah Israel. Ada tiga poin utama, yaitu tentang genosida dan relokasi di Gaza, intervensi kedaulatan negara-negara Arab, serta agresi di Qatar sebagai mediator.
”Dari Qatar, kami bertekad untuk melakukan segala hal yang diperlukan dan diizinkan oleh hukum internasional, untuk menjaga kedaulatan kami dan menghadapi agresi Israel ini,” ujar Thani, menurut Gulf Times.
Namun, para pemimpin negara menawarkan pandangan berbeda dalam menyikapi aksi Israel dalam KTT OKI. Akibatnya, OKI hanya sepakat untuk mengambil tindakan minimal. Kecaman terhadap serangan itu datang dari negara-negara yang dianggap musuh oleh Israel, termasuk Iran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghadiri pertemuan tersebut guna mendesak negara-negara ”mengisolasi si agresor”. Dia menyebut perang singkat Iran-Israel pada Juni 2025, tetapi tidak membahas ke Qatar untuk membalas serangan bom AS ke situs nuklirnya.
”Serangan terhadap Doha mengubah banyak kesalahan perhitungan dan gagasan yang keliru. Serangan itu menunjukkan bahwa tidak ada negara Arab atau Muslim yang aman dari agresi rezim di Tel Aviv. Besok, giliran ibu kota Arab atau Muslim mana pun bisa menjadi sasaran,” ujar Pezeshkian.
Negara lain menyuarakan aksi konkret. ”Kecaman tidak akan menghentikan rudal. Deklarasi tidak akan membebaskan Palestina. Tindakan keras dan menghukum harus dilakukan,” tutur Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Israel juga harus ditekan secara ekonomi. ”Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa langkah-langkah seperti itu membuahkan hasil,” ucapnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/16/71cb1e81-901c-4b3c-bd33-f6209f0ec66e_jpg.jpg)
Sementara itu, negara-negara yang memiliki perjanjian pengakuan diplomatik dengan Israel bersikap hati-hati. Bahrain dan Uni Emirat Arab, misalnya, merayakan lima tahun penandatanganan Perjanjian Abraham dengan Israel pada Senin (15/9/2025).
Sebelum KTT, para analis berspekulasi akan ada penutupan wilayah udara untuk penerbangan Israel atau penurunan hubungan dengan Israel. Namun, pertemuan hanya berakhir dengan seruan normatif, yaitu mengambil semua langkah hukum dan efektif agar mencegah Israel melanjutkan aksi terhadap rakyat Palestina.
Dalam pertemuan di sela-sela KTT, Dewan Kerja Sama Teluk juga hanya memutuskan mengambil langkah-langkah ”untuk mengaktifkan mekanisme pertahanan bersama dan kemampuan pencegahan Teluk”.
Dewan Kerja Sama Teluk beranggotakan enam negara, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Tidak ada rincian lanjut soal pernyataan tersebut.
Presiden AS Donald Trump, Senin, mengaku tidak diberi tahu Netanyahu tentang serangan Israel di Qatar. ”Tidak, tidak, mereka tidak melakukannya,” kata Trump ketika ditanya.
Pernyataan itu membantah pemberitaan Axios. Menurut Gedung Putih, Trump baru tahu setelah rudal meluncur sehingga tidak bisa menyampaikan keberatan. Trump berjanji Israel tidak akan lagi menyerang Qatar.
Kantor PM Netanyahu telah membantah laporan Axios. Israel menyatakan, operasi Israel di Qatar ”sepenuhnya independen”. Selama perang Hamas-Israel berlangsung sejak 2023, Israel telah menyerang Lebanon, Suriah, Iran, Yaman, dan Qatar.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/16/ee48c655-02f4-4a8c-9510-7fed01c08ad6_jpg.jpg)
Untuk menanggapi aksi Israel di Qatar, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pergi ke Israel untuk bertemu Netanyahu dan pejabat lainnya, Senin. Rubio menyampaikan kekhawatiran AS dan membahas rencana serangan baru Israel di Kota Gaza. Namun, saat konferensi pers bersama Netanyahu, Rubio tetap bersikap bersahabat.
”Rakyat Gaza berhak mendapatkan masa depan yang lebih baik, tetapi itu tidak dapat dimulai sebelum Hamas disingkirkan. Anda dapat mengandalkan dukungan kami yang tak tergoyahkan,” ujar Rubio.
Rubio akan berkunjung ke Doha, Qatar, Selasa. Ia berupaya meredakan ketegangan di antara kedua sekutu dekatnya tersebut. ”Kami akan terus mendorong Qatar untuk memainkan peran konstruktif dalam hal itu,” kata Rubio tentang gencatan senjata Hamas-Israel.
Qatar merupakan rumah bagi pangkalan udara AS terbesar di Timur Tengah. Hubungan AS-Qatar cukup hangat. Baru-baru ini, Qatar ingin menghadiahkan sebuah pesawat mewah kepada Trump.
Dalam pertemuan OKI di Doha, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan, kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Doha menjelang KTT darurat OKI tersebut merupakan bentuk dukungan Indonesia terhadap Qatar.
Indonesia melihat serangan Israel ke Doha bukan sebagai insiden terisolasi. Hal itu merupakan konsekuensi tragis dari kekebalan yang sudah berlangsung lama. Penderitaan rakyat Palestina juga bukan sebatas soal Palestina. Hal itu menyangkut pula kebertahanan negara-negara, bangsa-bangsa, dan harkat hukum internasional. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Elsa Emiria LebaEditor:
Nur HidayatiPenyelaras Bahasa:
Nur Adji