PIALA DUNIA 2026

Messi Menggila, Akankah Argentina Kembali Juara?

Penampilan spektakuler Lionel Messi dalam dua laga awalnya di Piala Dunia 2026 melambungkan asa Argentina untuk mempertahankan gelar. Bagaimana peluangnya?

25 Jun 2026 16:01 WIB · Olahraga

AP/Tony Gutierrez

Oleh Mohamad Final Daeng

Lionel Messi genap berusia 39 tahun pada Rabu (24/6/2026). Namun, di usia itu, sang megabintang masih menunjukkan tajinya di lapangan hijau. Langkah Argentina menuju sejarah untuk memenangi dua gelar berturut-turut pun terbuka lebar.

Jika menelaah riwayat Messi di lima edisi Piala Dunia sebelumnya, penampilannya dalam dua laga awal pada edisi tahun ini adalah yang paling menjanjikan.

Lima gol yang dicetaknya dalam pertandingan lawan Aljazair dan Austria itu sudah jauh lebih banyak ketimbang torehan golnya di babak penyisihan grup sejak edisi 2006 hingga 2022.

FIFA mencatat, “La Pulga” juga sejauh ini menjadi pemain terbanyak yang membuat peluang gol, yakni total 13 peluang dengan 8 di antaranya mengarah ke gawang.

Nilai kualitas peluang golnya (xG) pun tertinggi, yakni 2,95. Namun, dengan realisasi lima gol, Messi melampaui ekspektasi gol yang bisa dicetaknya dari peluang-peluang itu, yakni hanya tiga gol.

Striker Norwegia sekaligus pesaing Messi untuk gelar pencetak gol terbanyak di Piala Dunia ini, Erling Haaland, tak ragu mengungkapkan kekagumannya kepada sang idola.

”Messi adalah ’orang gila’,” tulis Haaland dalam laman media sosialnya saat mengomentari hattrick Messi pada laga kontra Aljazair.

KANSAS CITY, MISSOURI - JUNE 16: Lionel Messi #10 of Argentina celebrates scoring his team's first goal during the FIFA World Cup 2026 Group J match between Argentina and Algeria at Kansas City Stadium on June 16, 2026 in Kansas City, Missouri.   Charlotte Wilson/Getty Images/AFP (Photo by Charlotte Wilson / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Akan tetapi, di balik performa fantastis Messi itu, dukungan penuh dari seluruh personel tim ”Tango” juga menjadi instrumen penting. Di bawah pelatih Lionel Scaloni, Argentina menyusun tim dan merencanakan taktik untuk memaksimalkan daya ledak ”La Pulga”.

Gelandang Alexis Mac Allister juga mengakui Messi masih sebagai pemain paling penting di skuad Argentina. ”Kami harus membangun tim di sekitar dia, di mana dia merasa nyaman,” ujarnya seusai laga kontra Aljazair.

Quote

Nihil kebobolan dalam dua laga awal menjadi bukti keampuhan mereka.

Deretan pemain yang dimiliki Argentina pun mendukung keperluan tersebut. Mereka menjadi kepingan-kepingan vital dalam menyusun cerita utuh kesuksesan tim ”Tango” sejauh ini.

Kekuatan Argentina, yang sebagian besar masih sama seperti skuad Piala Dunia 2022, merata di semua lini. Kiper Emilliano Martinez dikawal deretan tembok pertahanan kokoh bernama Cristian Romero, Lisandro Martinez, dan Facundo Medina. Nihil kebobolan dalam dua laga awal menjadi bukti keampuhan mereka.

Hanya Lionel Messi yang berbeda warna saptu dalam foto ini. Mereka merayakan merayakan gol kedua Argentina melawan Aljazair di Stadion Kansas City di Kansas City pada Selasa (16/6/2026).

AFP/ROBERTO SCHMIDT

Di lini tengah, nama-nama seperti Enzo Fernandez, Thiago Almada, Rodrigo De Paul, dan Mac Allister adalah jaminan kualitas. Di depan, selain Messi, ada Lautaro Martinez dan Julian Alvarez yang siap mendobrak. Jangan lupakan striker belia Nico Paz yang mencuat di Serie A.

Analisis superkomputer Opta pun kini menempatkan Argentina sebagai tim yang memiliki kans terbesar kedua untuk juara dengan angka 15,06 persen. Ini hanya beda tipis dengan Perancis yang berada di posisi teratas dengan peluang 15,3 persen.

Sebelum Piala Dunia 2026 bergulir, superkomputer Opta hanya menempatkan peluang Argentina di peringkat keempat dengan angka 10,4 persen. Ini di bawah Spanyol (16,1 persen), Perancis (13 persen), dan Inggris (11,2 persen).

Babak gugur

Setelah memastikan diri menjadi jawara Grup J meski masih menyisakan satu laga melawan Jordania, Argentina pun bersiap menatap fase gugur. Bagaimana peluangnya untuk melaju jauh?

Argentina akan menghadapi runner-up Grup H dalam babak 32 Besar. Berkaca dari dua laga penyisihan yang telah dilakoni setiap tim di grup tersebut, besar kemungkinan slot itu akan diisi Tanjung Verde.

Pada partai terakhir, negara debutan itu akan menghadapi Arab Saudi. Dari performa kedua tim selama Piala Dunia, Tanjung Verde berada di atas angin untuk memenangi laga.

Para penggemar merayakan gol yang dicetak Lionel Messi selama pertandingan sepak bola Grup J Piala Dunia FIFA 2026 antara Argentina dan Aljazair saat mereka menontonnya di layar raksasa di Buenos Aires, Selasa (16/6/2026)

(Foto oleh Luis ROBAYO / AFP)

Argentina fans celebrate a goal scored by Argentina's forward Lionel Messi during the 2026 FIFA World Cup Group J football match between Argentina and Algeria as they watch it on a giant screen in Buenos Aires on June 16, 2026. (Photo by Luis ROBAYO / AFP)

Tanjung Verde sanggup menahan imbang dua tim elite Spanyol dan Uruguay, sedangkan Arab Saudi hanya memetik hasil seri 1-1 lawan Uruguay dan kalah telak 0-4 dari Spanyol.

Kemenangan atas Arab Saudi akan membuat poin akhir Tanjung Verde menjadi lima. Di sisi lain, Spanyol hanya membutuhkan hasil imbang atas Uruguay untuk lolos sebagai juara grup.

Namun, hal ini dengan catatan Tanjung Verde tak menang dengan selisih lebih dari empat gol atas Arab Saudi. Kalau itu terjadi, Spanyol akan tergeser ke peringkat kedua dan bertemu Argentina di Babak 32 Besar.

Spanyol tentu sudah menyadari kemungkinan-kemungkinan permutasi ini sehingga diperkirakan skuad ”Matador” akan ngotot merebut kemenangan atas Uruguay. Hanya kemenangan yang bisa menjamin mereka tak bertemu Argentina.

Penggemar Argentina memegang bendera dengan gambar Lionel Messi Argentina dan bintang sepak bola Diego Maradona di akhir pertandingan sepak bola Grup J Piala Dunia antara Argentina dan Austria di Arlington, Texas, dekat Dallas, Senin (22/6/2026).

AP/Tony Gutierrez

Kembali ke skenario Argentina bertemu Tanjung Verde, jika menang, Argentina akan melenggang ke perdelapan final untuk menghadapi pemenang laga runner-up Grup D vs runner-up Grup G.

Sejauh ini, kandidat untuk menempati posisi itu di Grup D adalah Australia dan Paraguay, sedangkan di Grup G diperebutkan Iran, Belgia, dan Selandia Baru.

Lagi-lagi, menilik hitungan di atas kertas dan riwayat performa sejauh ini di Piala Dunia, Argentina tampaknya bakalan mampu mengatasi siapa pun pemenang laga tersebut.

Tantangan besar baru akan ditemui tim ”Tango” saat perempat final. Di sinilah peluang Argentina bertemu tim raksasa Portugal kemungkinan terjadi. Kalau terwujud, ini sekaligus menjadi perjumpaan perdana kedua tim di ajang Piala Dunia.

Selain itu, laga ini juga akan bertajuk super big match yang bersejarah karena pertama kalinya mempertemukan dua megabintang Messi dan Cristiano Ronaldo di panggung Piala Dunia.

Patung bintang sepak bola Lionel Messi di Cutral Co, Argentina, saat matahari terbit Minggu (21/6/2026).

AP/Nestor Ponce

Selama 20 tahun terakhir, kedua pemain itu mendominasi kosmos sepak bola dunia. Di pengujung karier, mereka pun masih terus dibanding-bandingkan oleh para penggemar bola sejagat perihal siapa yang lebih hebat.

Namun, laga itu hanya bisa terwujud jika Portugal memuncaki klasemen Grup K. Syaratnya, Portugal harus menang atas Kolombia pada laga terakhir grup. Hasil di luar itu akan membawa Kolombia yang menjuarai Grup K dan berpeluang bertemu Argentina di perempat final.

Quote

Seumpama sukses menembus final, tim unggulan yang bisa saja dihadapi adalah Jerman, yang sudah dipastikan menjadi juara Grup E.

Andaikan Argentina lolos ke semifinal, alur diagram selanjutnya akan membawa mereka berpotensi bentrok dengan tim-tim elite seperti Brasil, Inggris, atau tuan rumah Meksiko.

Bahkan, jika Belanda dan Perancis tergelincir pada laga terakhir dan menjadi runner-up di grup masing-masing, mereka akan masuk dalam jalur yang sama dengan Argentina menuju semifinal.

TOPSHOT - Argentina's forward #10 Lionel Messi celebrates with teammate midfielder #07 Rodrigo De Paul scoring his team's first goal during the 2026 World Cup Group J football match between Argentina and Algeria at the Kansas City Stadium in Kansas City on June 16, 2026.  (Photo by ROBERTO SCHMIDT / AFP)

Selanjutnya, seumpama sukses menembus final, tim unggulan yang bisa saja dihadapi adalah Jerman, yang sudah dipastikan menjadi juara Grup E. Partai tersebut akan menjadi ulangan final edisi 2014 yang saat itu dimenangkan Jerman.

Spanyol, Perancis, dan Belanda juga ada di sisi diagram ini apabila mereka mulus menjadi jawara grup masing-masing. Skenario lain, Portugal atau Inggris dapat pula bertemu Argentina di final jika keduanya menjadi runner-up grup masing-masing.

Memang perjalanan masih jauh dan segala kemungkinan bisa terjadi. Namun, jika Messi terus tampil di level tertinggi ini, rasanya bukan mustahil Argentina menambahkan bintang keempat pada emblem di jerseinya. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Mohamad Final Daeng
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase