Minat ”Kabur Aja Dulu” ke Luar Negeri? Ada 1001 Peluang Kerja di Jakarta Goes To Campus

Pemerintah berupaya menangkap peluang kerja di luar negeri.

15 Apr 2025 15:18 WIB · Metro

Oleh Fransiskus Wisnu Wardhana Dhany

Jalan untuk memperbaiki hidup dan memenuhi mimpi tidak hanya ada di dalam negeri. Terbuka banyak kesempatan bagi pencari kerja untuk beraktualisasi di luar negeri sebagai pekerja terampil. Pemerintah Provinsi Jakarta pun berupaya memanfaatkan peluang itu untuk mengurangi angka pengangguran.

Ariel Setiawan (19) mantap memasuki Universitas Trisakti di Jakarta Barat dengan setelah hitam-putih. Namun, ia bukan hendak mengikuti orientasi mahasiswa baru. Lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dari Koja, Jakarta Utara, ini mau melamar pekerjaan.

Ada job fair (bursa kerja) Jakarta Goes to Campus di Universitas Trisakti pada 15-16 April 2025. Ariel yang merupakan anak sulung dari tiga bersaudara ini ingin mencoba peruntungan. Di bursa kerja itu terbuka 1.500 lowongan kerja dari 30 perusahaan. Ia berharap ada satu kesempatan untuknya.

”Belum niat kuliah karena dua adik saya masih sekolah. Takutnya orangtua kekurangan biaya,” ujar Ariel.

Ia sempat berwirausaha secara daring (online). Namun, berhenti di tengah jalan karena harus membantu orangtua mengurus kedua adiknya di rumah.

Selama itu, ia telah mencoba melamar ke sana ke sini. Akan tetapi, gayung belum bersambut. Salah satunya karena ketidaksesuaian antara jurusannya di SMK, yaitu teknik mesin, dengan lowongan kerja yang tersedia, seperti kesehatan, pramuniaga, dan buruh pabrik.

”Belum membuahkan hasil. Tapi, tidak boleh menyerah. Kalau ada kesempatan ke mana saja, saya ambil,” ujar Ariel.

Ia berharap pemerintah bisa lebih aktif menarik investor agar terbuka lebih banyak lapangan kerja. Kemudian, menyederhanakan izin berusaha agar generasi muda sepertinya mempunyai pilihan untuk berdikari.

Situasi serupa dirasakan oleh Rafikah (26), pemudi dari Makassar, Sulawesi Selatan. Ia juga tak ingin melewatkan kesempatan bekerja kantoran. Ia meninggalkan tanah kelahirannya dan untuk sementara tidak berjualan produk kecantikan secara daring.

”Saya cari pekerjaan yang cocok dengan S-1. Untuk memulai hidup baru, tambah modal usaha juga. Intinya tidak keberatan jika nantinya harus pindah dari Makassar,” ucap Rafikah.

Pencari kerja mengisi formulir daring dalam acara Job Fair Jakarta di Universitas Trisakti, Jakarta, Selasa (15/4/2025). Pemerintah Provinsi Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Jakarta kembali menggelar bursa kerja yang berlangsung pada 15-16 April 2025. Sebanyak 30 perusahaan dari berbagai industri menawarkan ribuan lowongan kerja dalam acara ini. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 15-04-2025

Peluang karier

Ada dua tujuan Pemprov Jakarta menghelat bursa kerja Jakarta Goes To Campus. Pertama, sebagai jembatan pencari kerja dan perusahaan. Lalu yang kedua, menangkap peluang kerja di luar negeri untuk mengurangi pengangguran.

Sejumlah penyalur tenaga kerja juga mengikuti bursa kerja tersebut. Salah satunya PT Binawan Inti Utama. Penyalur tenaga kerja ini membuka peluang karier di Jepang, Timur Tengah, dan Eropa.

Marketing Communication Binawan Inti Utama Salwa Azami menyebut, perusahaan telah menyalurkan lebih dari 130.000 tenaga kerja ke luar negeri sejak beroperasi 40 tahun lalu. Untuk tahun 2024 sendiri, tercatat 800 tenaga kerja terbang ke berbagai negara.

”Tahun ini targetnya 1.200 penempatan, terutama ke Jepang, Eropa, dan Timur Tengah,” kata Salwa.

Quote

Lapangan kerja itu tak hanya di Jakarta. Akan tetapi, menjembatani pencari kerja dengan kesempatan kerja di luar negeri melalui bursa kerja.

Salwa mencontohkan, negara-negara Eropa paling banyak meminta jasa perawat dan perawat warga lansia dengan ketentuan latar belakang pendidikan yang sesuai. Ini dipicu angka kelahiran yang menurun di negara-negara tersebut.

Sementara Jepang memberikan kesempatan bagi semua jurusan. Namun, ada syarat wajib, yakni pelatihan bahasa serta keterampilan selama 6–8 bulan.

”Penting untuk mengetahui informasi awal agar bisa mempersiapkan karier yang lebih matang di luar negeri,” kata Salwa.

Selepas membuka dan meninjau bursa kerja, Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno menekankan komitmen untuk membuka 500.000 lapangan kerja. Ini sesuai dengan janjinya bersama Gubernur Jakarta Pramono Anung saat masa kampanye Pilkada Jakarta 2024.

Pencari kerja berkonsultasi terkait lowongan kerja dalam acara Job Fair Jakarta di Universitas Trisakti, Jakarta, Selasa (15/4/2025). Pemerintah Provinsi Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Jakarta kembali menggelar bursa kerja yang berlangsung pada 15-16 April 2025. Sebanyak 30 perusahaan dari berbagai industri menawarkan ribuan lowongan kerja dalam acara ini. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 15-04-2025

Lapangan kerja itu tak hanya di Jakarta. Akan tetapi, menjembatani pencari kerja dengan kesempatan kerja di luar negeri melalui bursa kerja.

Rano bahkan akan bertolak ke Rotterdam (Belanda) dan Cannes (Perancis) untuk memperkuat kerja sama, termasuk dalam bidang ketenagakerjaan. Tak hanya itu, tim Pemprov Jakarta sudah berangkat ke China dan Korea Selatan untuk melakukan hal serupa.

”Banyak potensi lapangan kerja di luar negeri. Jepang butuh 140.000 tenaga kerja dan itu perlu keterampilan. Lalu ada 18 investor dari China yang akan masuk dan tentu membuka lapangan kerja,” kata Rano.

Ia berharap kerja sama dengan kampus dapat meningkatkan keterampilan untuk kerja di luar negeri. Sebagai contoh, Universitas Trisakti bisa melatih keterampilan bahasa calon tenaga kerja sebelum berangkat ke luar negeri.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransiskus Wisnu Wardhana Dhany
 | 

Editor:

Rini Kustiasih
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto