Luka Modric dan Kevin De Bruyne sudah di pengujung kariernya, mental juara dua bintang tua itu belum surut. Mereka masing-masing berambisi membawa AC Milan dan Napoli "terbang'.
06 Agt 2025 20:53 WIB · Olahraga
MILAN, RABU – Luka Modric, yang bulan depan akan berusia 40 tahun, masih memiliki motivasi tinggi untuk meraih lebih banyak prestasi. Musim ini, dia bertekad mengembalikan AC Milan ke posisi yang pantas, yaitu bersaing menjuarai Liga Italia serta kompetitif di level Eropa.
Setali tiga uang, Kevin De Bruyne juga bersemangat mengawali petualangan baru bersama Napoli, tim juara bertahan. Padahal, Juni lalu, ia memasuki usia 34 tahun.
Modric dan De Bruyne memang sudah tidak muda lagi, tetapi pengalaman mereka dalam kompetisi level tinggi akan sangat krusial bagi Milan dan Napoli. Bintang gaek dengan segudang pencapaian itu bisa menebalkan motivasi serta pendorong spirit tim.
Pencapaian Modric bukan main-main. Dia tujuh kali menjuarai liga, yaitu tiga kali bersama Dinamo Zagreb dan empat kali di Real Madrid. Di level Eropa, pemain tengah yang komplet itu juga membawa ”El Real” meraih enam gelar Liga Champions Eropa. Bahkan, Modric pernah mengalahkan Lionel Messi dan Christiano Ronaldo dalam nominasi Ballon d’Or 2018. Kemampuan Modric menyatukan permain tim juga terbukti di level tim nasional, yaitu saat Kroasia mencapai final Piala Dunia Rusia 2018.
Kualitas Modric itulah yang diharapkan menginspirasi skuad ”Rossoneri” untuk bisa kembali ke papan atas Liga Italia Serie A. Fokus tim asuhan Massimiliano Allegri itu hanya ke kompetisi domestik karena mereka tidak lolos ke level Eropa akibat performa buruk musim lalu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/06/ea9678ae-9f95-472c-b08a-b6b56937a9e3_jpg.jpg)
Meskipun Modric sudah sangat jarang bermain selama 90 menit penuh di La Liga bersama Real Madrid musim lalu, dia masih memiliki semangat besar untuk membawa Milan kembali berjaya. Ritme permainan di Serie A yang lebih lambat akan membantu Modric untuk memunculkan percikan masa keemasannya. Selain itu, bermain untuk tim idolanya di masa kecil juga memberi suntikan motivasi lebih bagi Modric.
”Saya tumbuh dengan menonton sepak bola Italia dan tim Italia favorit saya selalu Milan. Idola saya di tim itu adalah Zvonimir Boban. Saya selalu memiliki koneksi istimewa dengan AC Milan,” ujar Modric dalam konferensi pers perdana bersama AC Milan, Senin (4/8/2025).
”Saya memiliki perasaan positif terkait musim mendatang. Tahun lalu, AC Milan menampilkan performa level puncak di Bernabeu (menang 3-1 atas Real Madrid), dan kami perlu menemukan jalan untuk kembali ke level itu serta mempertahankan itu selama mungkin,” lanjut Modric kemudian.
Ia pun mengakui, AC Milan merupakan salah satu tim terbaik di dunia. ”Klub ini memenangi Liga Champions tujuh kali. Maka, musim yang biasa-biasa saja tidak bisa diterima. Kami harus bekerja keras untuk membawa AC Milan ke level setinggi mungkin. Saya menikmati kemenangan dan saya kompetitif. Itulah yang ingin saya bawa ke tim ini,” ucap Modric kemudian.
”Target minimal adalah lolos ke Liga Champions mendatang, tetapi kami juga harus berusaha keras memenangi trofi-trofi. Itu target saya,” ujar Modric.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/06/09b7ccc2-28df-4735-a4ab-c875c41c4a02_jpg.jpg)
Nilai positif yang dibawa Modric ke setiap klub yang dia bela adalah etos kerja dan sikap profesional. Kepribadiannya yang ditempa oleh kesengsaraan perang saat masih kecil menjadikan Modric sangat ulet, gigih, serta menghargai rekan setimnya. Oleh karena itu, dia bisa melebur dan menyatu dalam setiap gaya permainan yang berbeda.
”Saya merasa beruntung berada di sini dan ingin berkontribusi dengan gairah, kerendahan hati, etos kerja, dan sikap membumi saya,” ungkap Modric.
”Saya akan membawa pengalaman saya ke AC Milan dan memberikan semua yang saya miliki untuk terus melakukan apa selalu saya lakukan di sepanjang karier saya. Ada harapan besar pada saya, tetapi saya siap untuk itu dan tidak sabar untuk memulai tantangan ini,” ujar Modric.
Terkait posisi dalam skema permainan Rossoneri, Modric menegaskan dirinya selalu bisa memberikan yang terbaik jika berada di lapangan tengah.
”Saya pikir semua orang tahu saya lebih senang bermain di lapangan tengah, mengatur tempo dan membuat tim terus bergerak. Saya masih perlu berbicara dengan pelatih untuk memahami di mana dia ingin memainkan saya. Dari sana, saya hanya perlu bekerja dan memberikan segalanya. Saya pikir saya bisa menjalankan tugas-tugas berbeda di lapangan tengah. Bagi saya, yang terpenting adalah tim dan saya akan melakukan apa pun yang pelatih minta pada saya,” ungkap Modric.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/24/77c81112-afcb-47ff-9c7f-9a61b2be57fb_jpg.jpg)
Motivasi Modric untuk membawa Milan kembali berjaya juga menyala dalam diri De Bruyne yang musim ini berlabuh di Napoli. Pemain jenius yang identik dengan Manchester City di mana dia meraih enam gelar Liga Primer Inggris dan satu kali Liga Champions itu juga ingin membawa Napoli menjadi pemain utama di level Eropa.
”Saya di sini karena klub ini sangat kompetitif dan saya akan bisa menunjukan kualitas saya di sini. Saya sangat bersemangat dengan petualangan baru ini. Saya masih memiliki motivasi dan kualitas untuk menjadi kompetitif di level ini. Saya terkesan dengan rencana Napoli dan saya sangat senang dengan pilihan saya,” ujar De Bruyne di laman resmi Napoli.
”Saya datang ke tim dengan banyak pemain berkualitas yang ingin tampil baik di semua kompetisi. Kami berharap bisa mencapai posisi setinggi mungkin di liga dan tampil baik di Liga Champions dan Piala Italia. Ini pengalaman baru bagi saya dan saya tahu ini berbeda dengan Liga Primer. Saya harus beradaptasi dengan tim ini dan Serie A, liga yang sangat kompetitif dengan banyak tim bagus. Saya percaya diri dan bersemangat untuk bermain,” ucap De Bruyne yang berasal dari Belgia.
Bagi De Bruyne yang sudah meraih segudang gelar juara di City, berada di Napoli merupakan petualangan baru yang menantang. Dia masih ingin menunjukan kualitasnya seperti masa mudanya, yaitu ketika menjadi target utama penjagaan para pemain bertahan lawan.
Visi bermain De Bruyne sangat jernih sehingga dia mampu menemukan celah mengalirkan bola di setiap permainan. Dia pun bisa bermain di beberapa posisi, yaitu mulai dari gelandang serang, pengatur permainan, penyerang kedua, hingga bermain di sayap.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/06/3112bc1e-e956-40ed-9d37-106b031850ad_jpg.jpg)
”Saya bukan yang termuda lagi, melainkan saya masih memiliki sesuatu untuk diberikan. Saya bisa membantu pemain lain dan belajar banyak tentang seuatu untuk diri saya sendiri, seperti gaya bermain yang baru,” ujar De Bruyne.
”Saya pikir saya masih mampu tampil di level yang baik. Akan tiba saatnya saya merasa tidak mampu melakukan itu, tetapi sekarang saya berusia 34 tahun dan saya merasa masih bisa. Saya harus menunjukkan itu di lapangan,” ungkap De Bruyne.
”Merupakan suatu kehormatan bermain untuk tim yang sama dengan (Diego) Maradona. Saya rasa itu tidak menambah tekanan. Jika Anda bermain untuk tim besar, tekanan selalu ada karena mereka ingin menang. Maradona adalah legenda, tetapi saya adalah pemain untuk saya sendiri. Saya akan melakukan yang terbaik dan semoga bisa menghadirkan kegembiraan bagi kota dan para penggemar,” ucap De Bruyne kemudian.
Penulis:
Agung SetyahadiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase