Jakarta Pertamina Enduro optimistis menatap ”final four” Proliga 2025. Mereka berbekal tim yang makin solid, termasuk dengan pemain lokal, seperti Junaida Santi.
19 Mar 2025 06:56 WIB · Olahraga
Junaida Santi menjawab dengan malu-malu ketika ditanya persiapannya menyambut babak final four Proliga 2025 bersama Jakarta Pertamina Enduro. Sikap Santi bertolak belakang dengan penampilan garangnya ketika di lapangan. Saat mendapatkan bola, outside hitter berusia 18 tahun ini memukulnya dengan keras, mengejutkan lawan, dan menghasilkan poin bagi tim.
Ketika Jakarta Pertamina Enduro berlatih di GOR Pertamina Simprug, Jakarta, Selasa (18/3/2025), Santi begitu menonjol. Dalam latih tanding bersama tim voli putra, Bharata Muda Jakarta, Santi berkali-kali mencetak poin lewat pukulan kerasnya. Wajar Santi kini menjadi salah satu andalan Jakarta Pertamina Enduro untuk mengarungi babak final four Proliga 2025.
”Kami ingin membuktikan tim bisa meraih juara lagi. Sudah lama Pertamina tidak juara. Semoga tahun ini, tahunnya,” ujar pemain asal Deli Serdang, Sumatera Utara, ini.
Bagi Santi dan Jakarta Pertamina Enduro, babak final four yang akan bergulir pada 17-20 April 2025 ini bukan semata-mata fase setelah musim reguler. Ini adalah babak awal bagi mereka mewujudkan misi besar, yakni mengembalikan kejayaan tim. Jakarta Pertamina Enduro, yang punya rekam jejak mentereng di Proliga, ingin mencicipi trofi juara lagi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/19/936a4187-0729-4979-8db8-3ddaf4c0e536_jpg.jpg)
Terakhir kali Jakarta Pertamina Enduro meraih gelar juara, Santi bahkan belum menekuni bola voli. Jakarta Pertamina Enduro meraih gelar juara pada Proliga 2018, dua tahun sebelum Santi terjun di olahraga tersebut pada usia 13 tahun. Tujuh tahun berlalu, Santi dan Pertamina Enduro bekerja sama untuk menghadirkan lagi trofi juara di etalase prestasi tim.
Gelar pada Proliga 2018 adalah trofi kedua bagi tim yang juga pernah menggunakan nama Jakarta Pertamina Energi Putri dan Jakarta Pertamina Fastron ini. Mereka keluar sebagai juara pada edisi 2014. Adapun pada edisi Proliga 2016, 2017, 2019, dan 2023, mereka harus puas finis sebagai runner up.
Musim lalu, tim dengan nama pendek JPE ini juga sebenarnya berhasil menembus babak empat besar. Namun, mereka gagal melaju ke partai puncak setelah hanya menang sekali pada laga pertama melawan Jakarta BIN.
Saat perebutan tempat ketiga, JPE kalah dari Popsivo Polwan. Mereka pun mengakhiri kompetisi dengan menempati peringkat ketiga setelah kekalahan dengan skor 1-3 (18-25, 25-23, 16-25, 13-25).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/19/848bd875-fd5b-47d2-9b4a-74ce092412cf_jpg.jpg)
Santi menjadi bagian dari tim pada musim lalu. Namun, dia lebih banyak menghangatkan bangku cadangan. Berbeda dengan musim ini ketika punya banyak menit bermain dan mampu menunjukkan penampilan impresif.
”Alhamdulillah tahun ini ada perkembangan daripada tahun lalu. (Perkembangan) dari segi mental bermain. Spike juga meningkat,” kata Santi, yang kerap mendapatkan latihan tambahan untuk spike.
Perkembangan itu yang menumbuhkan optimisme Santi meraih hasil lebih baik bersama JPE pada musim ini. Optimisme juga dirasakan rekan setim Santi sekaligus kapten tim, Tisya Amallya Putri, yang baru bergabung dengan JPE musim ini.
Menjelang Proliga 2025 dimulai, Tisya pernah mengatakan tidak mau timnya hanya ngegas di awal. Itu yang kerap terjadi pada JPE pada musim-musim sebelumnya. Setelah tampak memacu kekuatan penuh sejak awal musim, mereka kehabisan tenaga saat final four.
Pada musim ini, JPE justru tampil sebaliknya. Tisya dan kawan-kawan tidak tampil meyakinkan pada pekan-pekan awal. Namun, mereka bisa ngegas saat pekan penentuan ke final four dan finis pada posisi kedua klasemen musim reguler.
Tim yang debut di Proliga pada 2012 ini menyapu kemenangan pada dua laga terakhir musim reguler. Itu termasuk kemenangan atas juara putaran pertama dan kedua, Jakarta Popsivo Polwan. JPE menjadi satu-satunya tim yang mampu mengalahkan Popsivo.
”Kalau musim ini, bagi JPE, justru perjalanannya berat untuk akhirnya masuk final four. Namun, alhamdulillah bisa lolos dan semoga bisa masuk final,” ujar Tisya.
Pelatih JPE, Bulent Karslioglu, mengatakan, penampilan apik pada dua laga terakhir tak lepas dari performa pemain yang meningkat. Menurut Bulent, anak-anak asuhannya mampu menerjemahkan perubahan taktik dengan baik.
Namun, Bulent ingin pemain melupakan hasil musim reguler dan fokus menatap final four. Setelah bisa mencapai babak empat besar, mereka menetapkan target baru, yakni menembus final.
”Semua orang bertanya, apakah Anda ingin menjadi juara? Saya bilang, tidak, kami akan fokus pada babak final four dulu. Kalau kami tidak masuk babak final four, bagaimana kami bisa juara?” ujar Bulent.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/19/b6666a67-7244-4258-b3ec-bacbebe0c70a_jpg.jpg)
”Namun sekarang, pertama, target kami adalah final, tentu saja. Dan setelah itu, kami ingin jadi juara. Kami ingin mencapainya selangkah demi selangkah,” ucapnya lagi.
Bulent menilai persaingan di final four akan ketat mengingat tim-tim yang lolos adalah empat tim terbaik. Namun, pelatih asal Turki ini juga percaya timnya mampu bersaing, terutama karena kinerja para pemainnya cukup baik. Itu termasuk para pemain lokal yang solid.
Adapun soal pemain asing, Bulent mengatakan bahwa JPE masih mencari sosok yang tepat untuk mengisi satu slot tersisa. JPE telah melepas dua pemain asingnya, Elana Samoleinko dan Erica Staunton.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/19/0bf3b1bb-c5ec-4bc7-a15d-b82150b1b223_png.png)
Mereka kini hanya punya Yana Shcherban sebagai pemain asing. Pada Proliga 2025, setiap tim diperbolehkan memiliki dua pemain asing dan pergantian pemain asing bisa dilakukan hingga sebelum babak final four.
Chef de Mission (CdM) Jakarta Pertamina Enduro, Werry Prayogi, optimistis timnya akan meneruskan tren positif setelah pekan terakhir musim reguler. Persaingan final four akan ketat, tetapi Werry mengatakan, JPE punya modal berharga dengan pemain-pemain muda yang mulai menunjukkan kemampuannya.
Menurut Werry, kemunculan pemain-pemain muda, seperti Santi, menjadi bagian dari misi JPE di Proliga. JPE berharap bisa turut membangun bola voli nasional dengan memunculkan bakat-bakat muda.
”Satu lagi misinya, yaitu menjadi juara. Alhamdulillah masuk final four dan tetap diperhitungkan meskipun banyak meragukan pada awalnya. Namun, saya meyakini, meski (pemain) asing tambal sulam, kita punya pemain lokal yang jagoan,” ucapnya lagi.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari