Mo Salah, Asa Pembuktian Liverpool di Eropa

Atletico Madrid, tantangan pertama Liverpool demi menaklukkan Eropa musim ini. Mo Salah berambisi akhiri nirgol menghadapi tim berkualitas setara.

16 Sep 2025 13:18 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

LIVERPOOL, SELASA — Dengan mengibaratkan Liga Champions Eropa musim 2025-2026 serupa semesta video gim, Liverpool layak dianggap sebagai ”raja terakhir”. Tidak hanya tim yang paling diburu untuk ditaklukkan, ”Si Merah” adalah tim yang paling dijagokan menjadi juara. Namun, perjalanan Liverpool memenuhi ekspektasi bergantung pada tuah ”Sang Raja Mesir”, Mohamed Salah.

Bukan Paris Saint-Germain, juara bertahan, yang paling ditakuti. Rasa penasaran dihadapi oleh 35 kontestan lain di Liga Champions musim ini. Liverpool berstatus juara Liga Inggris, kompetisi domestik terbaik di dunia, dan klub yang paling gencar memperkuat skuad di bursa transfer musim panas lalu. Mereka adalah patokan utama bagi tim-tim terbaik di Eropa saat ini.

Opta melalui simulasi superkomputer menempatkan tim asuhan Arne Slot itu di puncak daftar prediksi juara Liga Champions 2025-2026. Kans Liverpool amat besar melaju sampai perempat final, yaitu mencapai 72,7 persen.

Harapan Liverpool menembus babak semifinal yang prestisius juga masih di atas 50 persen, tepatnya 51,5 persen. Opta menjagokan Liverpool hingga 34 persen untuk tampil di Stadion Ferenc Puskas, Budapest, Hongaria, lokasi partai puncak.

Peluang juara Liverpool ialah 20,4 persen. Dua tim lain dengan dianggap memiliki dobel digit persentase kampiun adalah Arsenal (16 persen) dan PSG (12,1 persen).

Penyerang Liverpool, Cody Gakpo, merayakan gol ke gawang Athletic Bilbao pada laga pramusim di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, Senin (4/8/2025) waktu setempat. Liverpool menang agregat 7-3.

Namun, masih terlalu dini bagi Liverpool untuk membahas juara di Eropa. Mereka harus membuktikan lebih dulu performa di delapan laga babak permulaan. Musim lalu, Si Merah tampil tanpa cela di delapan laga penyisihan dengan meraup kemenangan. Langkah mereka dihentikan PSG pada babak 16 besar.

Pembuktian itu diharapkan pendukung mereka ketika menjamu Atletico Madrid, Kamis (18/9/2025) pukul 02.00 WIB, di Stadion Anfield, Inggris. Si Merah berada di atas angin untuk mengalahkan tamu dari ibu kota Spanyol itu.

Mereka menyambut musim baru Liga Champions dengan koleksi kemenangan sempurna di empat laga Liga Inggris. Adapun Atletico masih tertatih-tatih di Liga Spanyol.

”Los Rojiblancos” harus menunggu hingga laga keempat untuk mengemas kemenangan pertama. Hasil positif perdana didapatkan seusai melibas Villarreal 2-0, Minggu (14/9/2025) WIB. Dalam tiga laga sebelumnya, tim Diego Simeone itu hanya meraup dua poin.

Selain itu, Liverpool juga memiliki catatan impresif menghadapi duta Spanyol pada fase grup format baru Liga Champions. Mereka menaklukkan Real Madrid, 2-0, dan kalahkan Girona, 1-0, pada musim lalu.

Perkiraan susunan pemain Liverpool versus Atletico Madrid pada laga Liga Champions Eropa di Stadion Anfield, Inggris, Kamis (18/9/2025) dini hari WIB.

Sementara Atletico tidak pernah menang dalam delapan pertemuan terakhir menghadapi wakil Inggris di fase grup Liga Champions dengan catatan empat seri dan empat kalah.

Meskipun begitu, Atletico masih membayangi Liverpool dengan kekalahan menyakitkan pada babak 16 besar edisi 2019-2020. Kala itu, Liverpool tumbang 2-3 di Anfield sehingga tersisih dan gagal mempertahankan gelar Liga Champions.

”Tidak ada lawan yang mudah di Liga Champions. Kami akan menjalani laga besar baik kandang dan tandang,” ujar Slot dilansir Liverpool Echo, Selasa (16/9/2025).

”Kami akan memulai periode sangat sibuk di musim ini di domestik dan Eropa, tetapi kami sangat bersemangat untuk menghadapi tantangan di depan mata,” ujarnya kemudian.

Paceklik

Setelah kedatangan pemain-pemain depan hebat, seperti Florian Wirtz, Hugo Ekitike, dan Alexander Isak, Salah tetap menjadi aktor utama di lini serang Si Merah. Sebagai penyerang tertua (33 tahun), Salah adalah teladan sekaligus pelecut semangat bagi pemain-pemain Liverpool lain untuk mengejar kemenangan.

Liverpool's French striker #22 Hugo Ekitike celebrates after scoring their second goal during the English Premier League football match between Newcastle United and Liverpool at St James' Park in Newcastle-upon-Tyne, north east England on August 25, 2025. (Photo by ANDY BUCHANAN / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Lewat dua gol dan sebuah asis, Salah telah membuktikan bahwa musim ini pengaruhnya masih besar di Anfield. Ia pun mencetak gol ke-45 melalui penalti yang memberikan kemenangan dramatis atas Burnley, akhir pekan lalu.

Namun, Salah punya kendala. Ia mengalami paceklik gol ketika menghadapi tim-tim yang level kualitas permainan dan individu skuad setara dengan Si Merah.

Ketajaman Salah memudar ketika menghadapi AC Milan, Real Madrid, dan PSG di Liga Champions pada musim lalu. Kondisi itu menjadi salah satu penyebab Liverpool tersisih dini di Eropa.

Gejala tumpul itu terlihat pula di awal musim ini. Ketajaman dan sihir Salah tak terlihat ketika Liverpool berjumpa Arsenal pada pekan ketiga, 31 Agustus lalu. Tak ingin kehilangan pengaruh, Salah bertekad bisa tampil lebih baik saat menghadapi Atletico.

”Kami masih di permulaan musim untuk beradaptasi dengan sistem baru. Kami berusaha untuk menekan diri sendiri dan tim menyentuh batas kemampuan,” kata Salah dilansir laman Liverpool.

Penyerang sayap Liverpool Mohamed Salah (kanan) berupaya melewati bek Crystal Palace Mark Guehi dalam pertandingan Community Shield di Stadion Wembley, London, Minggu (10/8/2025) malam WIB. Setelah unggul dua kali di waktu normal, Liverpool harus mengakui keunggulan Crystal Palace dalam babak adu penalti. Salah bermain buruk di laga tersebut, termasuk gagal mengeksekusi penalti,

Atletico tidak gentar menuju Inggris. Performa inkonsisten di Spanyol, yang ditandai duduk di peringkat ke-11, disebut gelandang sayap Giuliano Simeone tidak memengaruhi persiapan timnya jelang laga melawan Liverpool. Menurut Simeone, hasil laga itu justru bisa menjadi titik balik bagi perjalanan Los Rojiblancos pada musim ini.

”Kami menyambut laga (kontra Liverpool) dengan antusiasme besar. Liga Champions selalu menjadi kompetisi yang sangat menyenangkan dan kami ingin meraih tiga poin. Kami ingin membuktikan Atletico bisa bersaing di seluruh kompetisi,” tutur Simeone kepada Marca.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan