Tantangan Alonso Real dan Tudor Juventus Menularkan Kesempurnaan di Eropa

Real Madrid dan Juventus akan menemui ujian sesungguhnya di Liga Champions setelah awalan yang sempurna. Tren positif di liga membuat mereka lebih diunggulkan.

15 Sep 2025 11:32 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

MADRID, SENIN — Xabi Alonso dan Igor Tudor adalah dua pelatih anyar tersisa di lima liga top Eropa yang mampu membawa timnya meraih hasil sempurna di pekan awal kompetisi musim 2025-2026. Kepiawaian mereka bakal ditantang pada laga pertama Liga Champions Eropa, Rabu (17/9/2025) pukul 02.00 WIB. 

Alonso membantu Real Madrid menjalani empat laga awal Liga Spanyol tanpa kehilangan satu pun poin. Koleksi 12 poin mengantarkan ”Los Blancos” menjadi penguasa tunggal Liga Spanyol di pekan keempat. Mereka unggul dua poin atas rival abadinya, Barcelona, yang duduk di posisi kedua klasemen.

Sementara di Italia, Tudor mempersembahkan sembilan poin pada tiga laga awal Liga Italia musim ini untuk Juventus. ”Si Nyonya Besar” telah menanti sejak musim 2018-2019 untuk tampil sempurna pada tiga pekan perdana musim baru.

Kedua pelatih berkepala empat itu akan membuka perjalanan di Liga Champions dengan tampil di kandang. Alonso bakal memimpin Real menjamu wakil Perancis, Marseille, di Stadion Bernabeu, sedangkan Tudor akan membimbing Juve menghadapi duta Jerman, Borussia Dortmund, di Stadion Allianz, Turin, Italia.

Sebaik apa pun awal kiprah Alonso bersama Real, laga perdana Liga Champions tentu menjadi sorotan terbesar untuknya. Sejarah membuktikan, menjuarai Spanyol penting bagi Real, tetapi kampiun Eropa dengan raihan trofi ”Si Kuping Besar” jauh lebih bermakna.

Real Madrid's Spanish coach Xabi Alonso gestures on the touchline during the Spanish league football match between Real Sociedad and Real Madrid CF at Anoeta Stadium in San Sebastian on September 13, 2025. (Photo by ANDER GILLENEA / AFP)

Sebagai pemain, Alonso pernah merasakan itu. Mantan Pelatih Bayer Leverkusen itu merasakan kesan mendalam ketika membantu Real meraih la decima atau gelar Liga Champions kesepuluh pada musim 2013-2014.

”Saya merasakan lima tahun yang intens selama membela Real. Kembali ke tempat yang sudah saya anggap rumah karena saya merasa dicintai dan nyaman membuat saya nyaman,” kata Alonso jelang laga debutnya bersama Real di Liga Champions kepada laman UEFA, Senin (15/9/2025).

Alonso mengungkapkan, dirinya berusaha melestarikan mental pemenang kepada seluruh skuad Real, terutama kepada pemain muda. Ia beruntung masih memiliki dua pemimpin tim, seperti Dani Carvajal dan Federico Valverde, yang berperan sebagai penyambung dirinya dengan para pemain untuk menularkan urgensi kemenangan dengan jersei ”Los Blancos”.

Tentang laga melawan Marseille di Liga Champions, Alonso mengatakan, kewajiban pemain Real adalah melanjutkan permainan 100 persen yang telah ditampilkan pada empat laga Liga Spanyol. Ia mengingatkan anak-anak asuhannya untuk siap menghadapi berbagai situasi yang bakal membuat laga berjalan sulit.

”Kami harus bermain efisien. Permainan sepak bola hari ini benar-benar menuntut pemain untuk bisa menjaga fokus. Ini seperti duel catur yang banyak bagian. Papan berbeda dan konteks yang tidak serupa,” tutur Alonso.

Penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, merayakan golnya ke gawang Real Oviedo pada laga Liga Spanyol di Stadion Carlos Tartiere di Oviedo, Spanyol, Senin (25/8/2025) dini hari WIB. Real menang, 3-0.

Kylian Mbappe, penyerang Real, bertekad untuk menyumbang performa apik pada laga perdana di Eropa musim ini. Sudah empat gol dan sebuah asis diciptakan Mbappe untuk timnya. Tak ayal, kapten tim nasional Perancis itu memimpin daftar pencetak gol sementara Liga Spanyol.

”Saya selalu berambisi memberikan penampilan 100 persen dengan jersei ini. Bagi saya, gol dan asis sama-sama membuat saya bahagia. Kami harus siap menderita di setiap pertandingan demi meraih tiga poin,” ucap Mbappe kepada Marca.

Juventus jaga ”grinta”

Adapun di Juve, Tudor memang sudah melatih klub itu pada paruh akhir musim lalu. Tetapi, ia baru berstatus pelatih tetap Juve per musim 2025-2026. Sebelumnya, ia menandatangani kontrak sebagai pelatih sementara Si Nyonya Besar.

Kepercayaan itu dibalas Tudor dengan membangunkan kembali grinta atau semangat keras Juve untuk meraih kemenangan. Hal itu ditunjukkan Juve ketika memenangi derbi Italia perdana musim ini kontra Inter Milan, Sabtu (13/9/2025). Sempat unggul dua kali, kemudian tertinggal 2-3, Juve akhirnya mengalahkan Inter, 4-3.

Jelang laga pertama bersama Juve di Liga Champions, Tudor mengingatkan anak-anak asuhannya untuk melestarikan grinta yang mulai tumbah pada awal musim ini. Selain itu, ia juga ingin Juve bermain dengan intensitas yang sama sejak menit pertama hingga peluit akhir demi meraih kemenangan dengan lebih nyaman.

Juventus' head coach Igor Tudor during the Serie A soccer match between Juventus and Inter at the Allianz Stadium in Turin, Italy, Saturday, Sept. 13, 2025. (Spada/LaPresse via AP)

”Kami menang (versus Inter), tetapi performa kami tidak selalu seperti yang kami inginkan, terutama dalam hal pressing. Namun, kami memiliki rasa lapar yang menolong kami mampu menjaga catatan kemenangan saat ini,” kata Tudor dilansir Tuttosport.

Menghadapi Dortmund adalah laga ulangan final Liga Champions 1996-1997. Ketika itu, Juve yang diasuh Marcelo Lippi tumbang 1-3 sehingga gagal mempertahankan gelar juara Eropa yang diraih musim sebelumnya.

Di sisi lain, Tudor juga dibayangi harapan untuk mempertahankan rekor nirkalah Juve pada laga pertama Liga Champions di kandang. Pada sembilan momen sebelumnya, Si Nyonya Besar mengawali Liga Champions di Turin dengan meraih enam kemenangan dan tiga hasil remis.

Harapan kemenangan Juve ada pada penyerang baru, Jonathan David. David telah mencetak tujuh gol dalam sembilan penampilan terakhir di Liga Champions. Ia juga memegang rekor pemain Kanadia tersubur di kompetisi antarklub terelite di dunia itu dengan catatan 10 gol.

Arrigo Sacchi, mantan Pelatih Timnas Italia, menjagokan Juve untuk memulai perjalanan di Liga Champions dengan tiga poin. Syaratnya, kata Sacchi, eksekusi sempurna rencana taktik Tudor oleh seluruh pemain.

Juventus' Kenan Yildiz, top, celebrates with Dusan Vlahovic after scoring  during the Serie A soccer match between Juventus and Inter at the Allianz Stadium in Turin, Italy, Saturday, Sept. 13, 2025. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

”Tudor menginginkan soliditas pertahanan dan permainan sangat vertikal. Jika ’Si Putih Hitam” tampil solid dan vertikal dengan sempurna, mereka bisa mengatasi Dortmund dan memulai Liga Champions dengan hasil positif,” sebut Sacchi kepada La Gazzetta dello Sport.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto