Kiromal Katibin jadi pemanjat tercepat di seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Denver. Kiromal mengincar podium ketiganya tahun ini.
01 Jun 2025 13:40 WIB · Olahraga
DENVER, MINGGU — Pemanjat tebing Indonesia disiplin speed atau kecepatan, Kiromal Katibin, menjadi atlet tercepat dalam sesi kualifikasi seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 di Denver, Colorado, Amerika Serikat. Hasil tersebut menjadi modal berharga Kiromal yang mengincar podium ketiganya tahun ini.
Seperti seri Piala Dunia 2025 di Bali, awal Mei lalu, Kiromal masih konsisten memanjat di bawah lima detik saat berlaga di seri Denver, Sabtu (31/5/2025) sore waktu setempat atau Minggu pagi WIB. Kiromal mencatatkan waktu terbaik 4,83 detik dari dua kali pemanjatan.
Catatan waktu itu tak hanya membuat Kiromal melaju ke putaran final yang dimulai dari babak 16 besar, tetapi juga mengantarnya sebagai pemanjat tercepat. Kiromal unggul 0,05 detik dari pemanjat tuan rumah, Zach Hammer, pada posisi kedua dan 0,06 detik dari pemanjat tuan rumah lainnya sekaligus pemegang rekor dunia, Samuel Watson.
Pada pemanjatan pertama di jalur A, Kiromal berhasil finis dalam waktu 4,912 detik. Pemanjat asal Batang, Jawa Tengah, ini lantas menajamkan catatan waktunya menjadi 4,83 detik pada pemanjatan kedua di jalur B.
Meski belum bisa mendekati atau melampaui catatan waktu personal terbaiknya, 4,75 detik, yang dipecahkan di Bali, Kiromal masih menunjukkan konsistensinya memanjat di bawah waktu lima detik. Saat di Bali, Kiromal hanya sekali finis di atas lima detik, yakni saat mencatatkan waktu 6,72 detik pada babak semifinal. Dia sempat terpeleset sebelum kemudian melanjutkan pemanjatan.
Konsistensi Kiromal yang membuatnya jadi pemanjat tercepat pada sesi kualifikasi ini menjadi modal berharga pada putaran final. Apalagi, Kiromal menargetkan untuk kembali ke podium.
Pemanjat berusia 24 tahun ini telah memulai perjalanan pada 2025 dengan meraih medali perunggu di seri Piala Dunia di Wujiang, China. Dia mengulangi pencapaiannya itu Bali. Medali dari Kiromal menjadi satu-satunya dari sektor putra.
Di ”Pulau Dewata” Indonesia total meraih dua perunggu. Satu medali lainnya dipersembahkan pemanjat putri, Kadek Adi Asih.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/03/eece2d90-e293-4c98-a9a9-b2f7e706abb1_jpg.jpg)
Ke Denver, Indonesia hanya mengirimkan dua atlet, yakni Kiromal dan Alfian Muhammad Fajri. Tidak seperti Kiromal, langkah Fajri harus terhenti pada sesi kualifikasi setelah gagal menembus 16 besar.
Fajri menempati peringkat ke-24 dengan catatan waktu terbaik 5,30 detik. Kendati lebih tajam dari catatan waktu pada pemanjatan pertama dengan 5,49 detik, hasil itu belum cukup untuk membuatnya lolos ke putaran final. Pemanjat yang menempati batas akhir untuk lolos ke babak tersebut, Alessandro Boulos (Italia), mencatatkan waktu terbaik 5,24 detik.
Berdasarkan aturan Federasi Internasional Panjat Tebing (IFSC), Indonesia sebenarnya memiliki kuota tetap dua orang per jender di Piala Dunia. Selain itu, Indonesia mendapatkan kuota tambahan empat putra dan tiga putri yang mengacu pada performa di Piala Dunia tahun sebelumnya.
Namun, pelatih panjat tebing Indonesia, Hendra Basir, sempat mengatakan, setelah Bali, dia akan memberikan waktu istirahat kepada anak-anak asuhannya. Tahun ini memang dijadikan sebagai cooling down bagi tim panjat tebing disiplin speed setelah melewati tahun yang padat dan penuh tekanan pada 2024.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/01/2ee805ec72b68d306abc199db51ff86f-IMG_4095.jpg)
Menurut Hendra, fase cooling down ini penting bagi para atlet, tak hanya melepaskan beban dan tekanan yang sebelumnya ada di pundak mereka, tetapi juga memberi waktu istirahat sekaligus pemulihan bagi pemanjat yang cedera.
Hendra mengatakan, tahun ini target dari para pemanjat speed hanya mempertahankan peringkat agar tetap memiliki banyak kuota pada seri Piala Dunia tahun depan.
Berdasarkan aturan IFSC, setiap negara akan mendapatkan kuota tambahan untuk seri Piala Dunia jika memiliki atlet pada peringkat antara 1 dan 40 dalam ranking dunia yang relevan pada akhir tahun. Apabila suatu negara punya lebih dari empat atlet yang menempati peringkat 1-40, maka negara tersebut akan mendapatkan tambahan empat kuota.
Seri Piala Dunia di Denver merupakan perlombaan yang hanya menampilkan disiplin kecepatan. Ini merupakan seri Piala Dunia ke-409 dalam sejarah, pertama di Denver, dan yang ke-24 diadakan di AS.
Sebanyak 82 atlet, 28 putri dan 54 putri, ikut serta dalam ajang ini. Mereka berasal dari 20 negara dan teritori di empat benua.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari