ASIAN GAMES AICHI-NAGOYA 2026

Tanpa Megawati Hangestri, Timnas Bola Voli Putri Optimistis Menatap Asian Games

Meski tanpa Megawati Hangestri dan Arsela Nuari yang kerap jadi andalan, timnas bola voli putri Indonesia tetap optimistis di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

13 Sep 2026 16:48 WIB · Olahraga

ASOSIASI BOLA VOLI ASIA TENGGARA

Oleh Rebiyyah Salasah

Timnas bola voli putri Indonesia tak mau berfokus pada absennya pemain andalan tim, Megawati Hangestri dan Arsela Nuari. Mereka percaya pada proses latihan berbulan-bulan yang telah menyatukan tim. Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pun disambut optimistis.

Timnas bola voli putri Indonesia direncanakan bertolak ke Nagoya pada Minggu (13/9/2026). Namun, Megawati Hangestri dan Arsela Nuari tak ada dalam rombongan keberangkatan. Nama kedua pemain itu tidak ada dalam daftar akhir pemain untuk Asian Games pada 19 September-4 Oktober 2026 itu.

Padahal, Megawati dan Arsela kerap jadi andalan tim. Kedua pemain yang sama-sama berposisi sebagai opposite. Mereka kerap jadi kunci utama serangan tim.

“Megawati sejauh ini punya komitmen di Korea Selatan. Jadi, dia tidak bisa bergabung dengan tim. Timnas tidak bisa menghentikan itu,” kata pelatih timnas putri, Marcos Sugiyama.

Megawati dan Pelatih Marcos Sugiyama berpelukan setelah kemenangan Indonesia. Indonesia Tim voli putri Indonesia menghadapi FIlipina dalam perebutan medali perunggu di SEA Games Thailand 2025 di Hua Mak Indoor Stadium, Bangkok, Thailand, Senin (15/12/2025). Tim voli putri Indonesia berhasil meraih medali perunggu setelah mengalahkan Filipina (26-28. 25-13, 28-30, 24-26).

Absennya Megawati sebenarnya sudah bisa diprediksi sejak Mei lalu. Saat itu, Megawati memutuskan untuk mundur dari pemanggilan timnas. Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) memanggil sejumlah nama untuk memperkuat timnas dalam sejumlah agenda pada Juni-Agustus.

Megawati memutuskan mundur karena ingin fokus mengembangkan karier profesional, kondisi fisik, dan rencana pribadi. Tak lama setelah itu, Megawati dipastikan kembali ke Korea Selatan dan bergabung dengan klub Liga Bola Voli Korea atau V League, Hyundai Hillstate.

Setelah agenda timnas putri pada Agustus rampung, sempat tidak ada kepastian apakah Megawati bisa bergabung khusus untuk Asian Games. Terlebih, kompetisi V League rencananya baru akan digelar 31 Oktober 2026 atau selepas Asian Games.

Kepastian baru datang ketika PP PBVSI mengumumkan skuad final pada awal bulan ini. Di dalam daftar pemain itu ternyata juga tidak terdapat nama Arsela Nuari. Padahal, Arsela jadi salah satu tulang punggung tim ketika menembus lima besar AVC Continental Championship atau Kejuaraan Kontinental AVC 2026 pada Agustus lalu.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir (kiri) bersalaman dengan atlet voli Indonesia, Khanza Putri Yansi Ganesthri, dalam acara Pengukuhan Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 di Wisma Serbaguna Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Indonesia mengirimkan 430 atlet dan 145 ofisial dari 35 cabang olahraga untuk bertanding dalam Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
09-09-2026

Posisi opposite kemudian akan diisi dua pemain muda, Khanza Putri Yansi (16) dan Azzahra Dwi Febyane (19). Sementara itu, PBVSI memanggil Arneta Putri Amelia dan Ajeng Nur Cahaya untuk mengisi posisi setter.

Untuk posisi middle blocker, tiga nama masuk dalam daftar pemanggilan. Mereka adalah Maradanti Namira, Chelsa Berlian Nurtomo, dan Geovanny Cahyarningtyas.

Sektor outside hitter memiliki jumlah pemain terbanyak. PBVSI memanggil empat pemain, yakni pemain senior Medioll Steofanny Yoku, Ersandrina Devega, Putri Nur Agustina, dan Tina Syifa Sabila Salim, Sementara itu, Guretno Indah Cahyani menjadi satu-satunya pemain yang mendapat panggilan untuk posisi libero.

Berbeda dengan Megawati yang fokus pada karier pribadi, Arsela terpaksa harus absen di Asian Games karena cedera. Menurut Sugiyama, Arsela mengalami cedera di kedua lututnya yang berisiko besar jika dipaksakan untuk tetap bermain. Cedera itu diketahui sebelum keberangkatan ke Kejuaraan Kontinental AVC 2026.

Pemain timnas bola voli putri Indonesia, Arsela Nuari, berlatih di pusat pelatihan nasional Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (25/5/2026).

Saat itu, kata Sugiyama, Arsela diputuskan untuk tetap berangkat ke ajang tersebut, tetapi harus menjalani operasi setelahnya. Situasinya pun rumit jika Arsela dimasukkan ke skuad Asian Games. Risikonya tinggi jika tidak ada tindakan untuk cederanya, tetapi kalau Arsela menjalani operasi, pemulihannya tidak akan tepat waktu.

“Ini situasi yang tidak mudah bagi kami. Namun, kami akhirnya membuat keputusan setelah berbicara dengan tim medis dan federasi. Kami berpikir untuk mengistirahatkan Arsela sekarang, memulihkannya, agar bisa membawanya di masa depan. Dan membawa pemain lebih muda ke posisi yang ditinggalkan,” ujar Sugiyama.

Kendati akan kehilangan dua andalan tim, Sugiyama tetap optimistis dengan skuadnya saat ini. Tim merupakan kombinasi pemain-pemain senior berpengalaman seperti Mediol Yoku dan pemain-pemain muda potensial seperti Ersandrina dan Azzahra Dwi. Mereka memilih antusiasme dan motivasi tinggi untuk menjalani Asian Games setelah punya modal berharga di Kejuaraan Kontinental AVC.

Melawan Jepang

Di Aichi-Nagoya 2026, Indonesia tergabung di Pul A bersama Jepang dan Nepal. Ini akan jadi penampilan perdana timnas voli putri di Asian Games setelah absen pada edisi sebelumnya di Hangzhou 2022.

Quote

Pertandingan pertama (melawan Jepang) tidak akan berjalan mudah. Namun, tidak ada yang tidak mungkin dalam bola voli. Kami yakin akan menampilkan yang terbaik sepanjang Asian Games.

Para pemain timnas bola voli putri Indonesia berlatih di pusat pelatihan nasional Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (25/5/2026).

Kata Sugiyama, Asian Games adalah pertarungan yang lebih besar bagi anak-anak asuhannya ketimbang Kejuaraan Kontinental AVC. Meski optimistis anak-anaknya bisa bersaing, Sugiyama enggan menetapkan target muluk.

Menurut pelatih berdarah Brasil-Jepang ini, Asian Games juga bukanlah tujuan satu-satunya. Pesta olahraga Asia itu justru menjadi bagian dari proses untuk membentuk dan mematangkan tim untuk bersaing hingga level dunia.

“Pertandingan pertama (melawan Jepang) tidak akan berjalan mudah. Namun, tidak ada yang tidak mungkin dalam bola voli. Kami yakin akan menampilkan yang terbaik sepanjang Asian Games,” ujar Sugiyama.

Optimisme serupa disampaikan Mediol. Menurut pemain berusia 27 tahun ini, mereka tidak mau terlalu fokus dengan absennya Megawati dan Arsela. Apalagi, pemilihan pemain merupakan hak perogratif tim pelatih.

Pemain timnas bola voli putri Indonesia, Mediol Yoku, berlatih di pusat pelatihan nasional Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (25/5/2026).

Mediol menekankan, meski kemudian ada perubahan komposisi pemain, tim tidak perlu lagi membangun kekompakkan dari awal. Sebab, sejak pemanggilan pertama pada Mei, pemain yang kini masuk skuad Asian Games telah berlatih bersama.

“Jadi dari Mei itu, pemainnya sama. Memang kemudian tidak semua dipilih untuk ikut kompetisi. Namun, ketika kami kembali dari kompetisi, semua pemain latihan bersama lagi, termasuk yang tidak dipilih. Jadi kalau untuk chemistry, tidak lagi jadi masalah,” kata Mediol.

Selain itu, para pemain pun sudah mulai menunjukkan kepercayaan diri. Pemain-pemain muda, kata Mediol, sudah mulai berani menampilkan performa terbaiknya. Hal itu tak lepas dari partisipasi di kejuaraan-kejuaraan.

Mereka pun tak sabar untuk berlaga di Asian Games karena akan menghadapi tim dengan level dunia seperti Jepang. Alih-alih gentar bertemu Jepang, tim putri peringkat satu Asia dan enam dunia, Mediol dan kawan-kawan justru antusias.

“Kami ingin tahu bagaimana ketika menghadapi Jepang. Apalagi buat saya ini pertama kali. Kami juga ingin mengukur kualitas kami itu sejauh mana ketika menghadapi tim yang levelnya sudah dunia,” tutur Mediol.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata