WIMBLEDON

Momen Besar Alexandra Eala

Alexandra Eala meneruskan langkahnya di Wimbledon dengan mengalahkan Iga Swiatek. Unggulan tunggal putri lainnya, juga, tersingkir pada babak ketiga.

05 Jul 2026 08:37 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Yulia Sapthiani

LONDON, SABTU — Setahun lalu di Wimbledon, Alexandra Eala tersingkir pada babak pertama ketika Iga Swiatek akhirnya menjadi juara dengan beberapa catatan fenomenal. Di Wimbledon 2026, semuanya berbalik.

Pada 2025, Eala disingkirkan Barbora Krejcikova dalam debutnya di babak utama Wimbledon. Dua pekan setelah momen itu, Swiatek menjadi juara yang merupakan gelar keenam di ajang Grand Slam.

Dia menjadi petenis Polandia pertama yang menjuarai Grand Slam dan menjadi tunggal putri pertama setelah Monica Seles (1992) yang memenangi enam final pertama di level tersebut.

Kemenangan atas Amanda Anisimova di final membuat Swiatek menjadi satu-satunya petenis tunggal putri aktif yang bisa meraih gelar juara Grand Slam di semua jenis lapangan.

Dia mempunyai empat gelar Perancis Terbuka di lapangan tanah liat, Amerika Serikat Terbuka yang digelar di lapangan keras, dan Grand Slam lapangan rumput, Wimbledon.

Namun, di Wimbledon 2026, peluang Swiatek menambah catatan prestasi, yaitu menjadi tunggal putri pertama yang mempertahankan gelar setelah Serena Williams pada 2016, dihentikan Eala. Di Lapangan Utama All England Club, London, Sabtu (4/7/2026), Eala menang dengan skor 7-6 (9), 6-2 untuk berhadapan dengan Jasmine Paolini pada babak keempat.

Alexandra Eala berlari untuk mengejar bola dari Iga Swiatek pada babak ketiga tunggal putri Wimbledon. Di Lapangan Utama All England Club, London, Inggris, Sabtu (4/7/2026), Eala mengalahkan juara bertahan tersebut.

Kemenangan setelah melalui pertandingan selama 2 jam 15 menit tersebut bukanlah kemenangan pertama Eala atas Swiatek. Dia mengalahkan mantan petenis nomor satu dunia tersebut pada perempat final WTA 1000 Miami 2025.

Berstatus sebagai petenis wildcard, Eala membuat kejutan dengan mencapai semifinal. Dia mengalahkan petenis ranking sepuluh besar dunia seperti Swiatek dan Madison Keys sebelum dihentikan Jessica Pegula.

Hasil tersebut membuat Eala semakin populer di tanah kelahirannya, Filipina, yang selama ini punya petinju Manny Pacquiao, sebagai pahlawan olahraga. Warga Filipina pun memiliki pahlawan baru setelah Pacquiao.

Eala juga bukan sekali ini tampil di Lapangan Utama All England Club, lapangan paling bersejarah di arena tenis. Dia merasakan sihir” di lapangan yang digunakan sejak Wimbledon digelar pertama kali pada 1877 itu saat menjalani babak pertama 2025.

Iga Swiatek menampakkan wajah kecewa saat melawan Alexandra Eala pada babak ketiga tunggal putri Wimbledon di All England Club, London, Inggris, Sabtu (4/7/2026). Swiatek kalah dari Eala.

”Lolos ke pekan kedua Grand Slam sangat luar biasa bagi saya. Untuk Swiatek atau Serena (Williams), pencapaian ini mungkin kecil, tetapi untuk seseorang dari Filipina berpipi tembem yang berlatih bersama kakek dan kakak dengan memakai kaus kaki berumbai, ini adalah segalanya,” tutur Eala sambil menangis di hadapan penonton di lapangan.

Eala, yang mulai bermain tenis pada usia empat tahun dan berlatih di Akademi Rafa Nadal, Spanyol, sejak berusia 13 tahun (2018), memasuki persaingan profesional pada 2020. Pada tahun itu, dia menjuarai ganda putri yunior Australia Terbuka bersama petenis Indonesia, Priska Madelyn Nugroho.

Dua tahun berikutnya juga ditandai gelar Grand Slam dari kategori yunior, yaitu ganda putri Perancis Terbuka 2021 (bersama Oksana Selekhmeteva) dan tunggal putri Amerika Serikat Terbuka 2022.

Setelah debut pada turnamen WTA Tour pada 2021 dalam turnamen di Romania, Eala meraih hasil lebih baik selangkah demi selangkah. Dia baru bisa mencapai final pada level WTA 250, yaitu di Eastbourne pada 2025, tetapi sudah menembus semifinal level lebih tinggi, WTA 1000 Miami pada tahun yang sama.

Philippines' Alexandra Eala returns to Poland's Iga Swiatek during their women's singles third round tennis match on the sixth day of the 2026 Wimbledon Championships at The All England Lawn Tennis and Croquet Club in Wimbledon, southwest London, on July 4, 2026. (Photo by Henry NICHOLLS / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE

Memasuki persaingan di lapangan rumput tahun ini, Eala sembilan kali menang dari 12 laga sebelum bertanding di Wimbledon. Di antara hasil tersebut terdapat kemenangan atas juara Wimbledon 2022, Elena Rybakina, dan Elina Svitolina dalam dua babak beruntun di WTA 500 Berlin.

Saat mengalahkan Swiatek di All England Club dan Rybakina di Berlin, Eala menerapkan permainan lebih pintar. Dia mengandalkan variasi ritme pukulan untuk meredam pukulan lawan yang lebih kencang.

Swiatek bahkan kesulitan mengantisipasi servis pelan Eala sehingga bola dari pengembalian servisnya lebih sering tak melewati net atau jatuh di luar lapangan. Swiatek pun mencatatkan 44 unfocerced error, lebih banyak dari 21 kesalahan yang dibuat Eala.

”Alexandra lebih berani saat menjalani momen penting. Servisnya semakin pelan dan dengan ritme berbeda-beda, terutama pada set kedua. Saya pun semakin kesulitan mengembalikan servis dia,” tutur Swiatek dalam laman resmi turnamen.

Iga Swiatek kalah dari Alexandra Eala pada babak ketiga tunggal putri Wimbledon di All England Club, London, Inggris, Sabtu (4/7/2026). Swiatek gagal mempertahankan gelar juara.

Tak hanya saat menerima servis, Swiatek juga kesulitan pada posisi servis. Dia membuat lima double fault, dua kali di antaranya dilakukan pada gim ketujuh set kedua, saat tertinggal 2-4.

Dengan kekalahan tersebut, Swiatek tak juga bisa melewati perempat final dalam empat Grand Slam beruntun setelah menjuarai Wimbledon 2025. Gelar terakhirnya didapat dari WTA Seoul, September 2025.

Swiatek berusaha membuat perubahan ketika memasuki persaingan di lapangan tanah liat, mulai April 2026. Dia berlatih di Akademi Rafa Nadal dan mengganti pelatih Wim Fisette dengan Francisco Roig, mantan pelatih Nadal, tetapi itu tak juga membuahkan hasil.

Sebelum tampil di Wimbledon, Swiatek tersingkir pada babak keempat Perancis Terbuka, lalu kalah pada babak kedua WTA Bad Homburg, Jerman, salah satu turnamen pemanasan Wimbledon.

Unggulan tersingkir

Selain Swiatek, yang menjadi unggulan ketiga, unggulan sepuluh besar lainnya di tunggal putri tersingkir pada babak ketiga yang berlangsung Sabtu.

Mereka adalah Rybakina (2) dan Anisimova (6) yang menjadi finalis Wimbledon 2025. Rybakina dikalahkan Elise Mertens 6-7 (4), 1-6, sedangkan Anisimova kalah dalam persaingan dengan sesama petenis AS, Madison Keys, 6-3, 2-6, 3-6.

APTOPIX Britain Wimbledon Tennis

”Sudah tentu saya kecewa dengan hasil ini. Saya mengalami banyak kekalahan, rasanya ada kemungkinan untuk menang. Saya akan mencoba untuk bangkit,” kata Rybakina, juara Australia Terbuka pada awal tahun, tetapi tersingkir pada babak kedua Perancis Terbuka, lalu babak ketiga Wimbledon.

Setelah tampil dalam final dua Grand Slam beruntun pada 2025, yaitu Wimbledon dan AS Terbuka, penampilan Anisimova menurun. Dalam tiga Grand Slam tahun ini, hasil terbaiknya hanya perempat final Australia Terbuka.

Sementara itu, comeback Serena di Wimbledon pada akhirnya berlangsung singkat. Setelah kalah pada babak pertama tunggal putri dari Maya Joint, Serena batal berduet dengan kakaknya, Venus Williams, di ganda putri, karena cedera lutut kanan. Pemilik 23 gelar Grand Slam berusia 44 tahun itu memberi tahu pembatalannya melalui akun media sosial.

Serena kembali ke persaingan profesional sejak pekan kedua Juni setelah menepi dari persaingan profesional pada 2022. Dia bermain ganda putri di WTA London dan Berlin hingga mendapat wildcard untuk tampil pada tunggal dan ganda putri Wimbledon. Namun, Serena akhirnya hanya bermain melawan Joint dan kalah 3-6, 7-6 (6), 3-6 setelah bertanding selama dua jam 22 menit. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji