Pemerintah Provinsi Jakarta menghadirkan berbagai hiburan, festival, dan program diskon belanja untuk membuat perayaan Idul Fitri di Jakarta semakin meriah.
01 Mar 2026 16:58 WIB · Metropolitan
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Jakarta siap menjadi destinasi Lebaran yang seru dan menarik. Mengusung tema Mudik ke Jakarta, Pemerintah Provinsi Jakarta menghadirkan berbagai hiburan, festival, dan program diskon belanja untuk membuat perayaan Idul Fitri 2026 di Jakarta semakin meriah.
Berbagai program ini tidak hanya menyuguhkan pengalaman seru bagi warga, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
Salah satu puncak acara akan berlangsung pada malam takbiran di kawasan Bundaran HI. Kawasan ini akan disulap menjadi panggung spektakuler melalui atraksi Jakarta Water Fountain.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Jakarta Suharini Eliawati mengatakan, pertunjukan Jakarta Water Fountain akan menampilkan air mancur menari berpadu dengan tata cahaya laser dan musik modern. Atraksi ini dirancang agar dapat dinikmati secara terbuka oleh seluruh masyarakat.
”Atraksi ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri dan memberikan pengalaman visual serta emosional bagi masyarakat dalam merayakan malam takbiran,” ujar Suharini, Minggu (1/3/2026).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/27/7bb7eb6ba30c53ff998e21e3baeb79f5-FAK_9197.jpg)
Tak kalah menarik, Pemprov Jakarta juga akan menghadirkan Hijab Fashion Show yang berbasis di pusat tekstil Tanah Abang sebagai ajang kolaborasi antara desainer nasional dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Acara ini akan menampilkan kekuatan industri tekstil dari hulu hingga hilir dengan konsep yang memadukan unsur modern dan lokal, termasuk sentuhan budaya Betawi melalui encim dan batik Betawi. Pergelaran busana ini dijadwalkan berlangsung pada 6 Maret 2026 di Tanah Abang Blok A.
”Secara visual dan konsep, fashion show ini menggabungkan unsur modern dan lokal. Acara ini juga akan menghadirkan sentuhan budaya Betawi melalui encim dan batik Betawi,” kata Suharini.
Selain itu, sejumlah festival lain disiapkan untuk memeriahkan Ramadhan di Jakarta, seperti Jakarta Light Festival yang digelar pada 19 Februari hingga 24 Maret 2026 pukul 18.00-22.00 WIB di Bundaran HI, serta Harmoni Ramadhan yang berlangsung pada periode yang sama pukul 16.00–17.30 WIB di lokasi yang sama.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/21/e37a443d4a0a365fc3ff93d2ffb92afc-FAK_7251.jpg)
Untuk mendorong perputaran ekonomi selama Ramadhan hingga Lebaran, Pemprov Jakarta menghadirkan program Jakarta Festive Wonder. Program ini melibatkan 101 pusat perbelanjaan yang menawarkan berbagai diskon menarik, berlangsung dari 27 Februari hingga 31 Maret 2026.
Gubernur Jakarta Pramono Anung optimistis nilai transaksi belanja selama Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini dapat menembus Rp 15 triliun. Ia menyebut partisipasi pusat perbelanjaan kali ini lebih besar dibandingkan periode Natal dan Tahun Baru, dengan durasi program yang juga lebih panjang.
Pemprov Jakarta bahkan memberikan insentif pajak kepada pusat perbelanjaan dan sektor perhotelan agar mampu menawarkan potongan harga hingga 70 persen pada puncak acara.
Beragam promo juga disiapkan untuk menarik kunjungan dan meningkatkan transaksi, mulai dari program hotel pay 2 get 3 nights di 26 hotel, voucer belanja di delapan gerai ITC Group, diskon kawasan wisata, potongan harga tiket pesawat Citilink dan Kereta Api Indonesia tujuan Jakarta, hingga paket private city tour.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/30/6f4eab403e5f12912e375ee02c480e78-20251230RZF08.JPG)
Tak hanya fokus pada hiburan dan belanja, Pemprov Jakarta juga menggelar pasar murah dan bazar Ramadhan di 44 kecamatan, ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA), serta halaman Balai Kota Jakarta guna menjaga stabilitas harga bahan pokok. Kegiatan ini akan berlangsung pada 2-13 Maret 2026.
Komoditas yang disediakan antara lain beras, minyak goreng, gula, dan daging untuk membantu masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Sebagai bentuk dukungan mobilitas, Pemprov Jakarta akan menggratiskan layanan transportasi umum, seperti Transjakarta, MRT, dan LRT, pada hari raya Idul Fitri. Kebijakan ini berlaku bagi warga Jakarta ataupun masyarakat dari luar daerah yang datang merayakan Lebaran di Jakarta.
”Saat Idul Fitri, kami akan menggratiskan transportasi yang ada di Jakarta,” kata Pramono.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/21/4b96ed5f3de7264abaa8bcdeef2465a9-FAK_7378.jpg)
Wakil Ketua DPRD Jakarta Rany Mauliani menilai rangkaian kegiatan yang disiapkan Pemprov Jakarta membuat suasana Ramadhan tahun ini terasa lebih semarak dan hangat. Menurut Rany, festival ini bisa menjadi alternatif hiburan atau healing bagi warga yang memilih tetap berada di Jakarta selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.
Berbagai program, mulai dari diskon hotel hingga potongan harga belanja hingga 70 persen di pusat perbelanjaan, dinilai memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati momen Idul Fitri tanpa harus bepergian ke luar kota.
”Ini bentuk apresiasi untuk warga Jakarta. Jadi tetap bisa menyambut Ramadhan dan Idul Fitri dengan sukacita melalui berbagai fasilitas yang disediakan Pemprov Jakarta. Belanjanya tidak perlu jauh-jauh, cukup di Jakarta saja,” katanya.
Rany juga menyoroti kebijakan insentif pajak bagi pelaku usaha sebagai langkah yang saling menguntungkan. Menurut dia, kebijakan tersebut memberi ruang bagi pelaku usaha untuk memberikan harga lebih kompetitif, sementara masyarakat mendapatkan manfaat berupa potongan harga yang lebih terjangkau.
”Ini win-win solution. Penjual dan pembeli sama-sama mendapat manfaat lewat dukungan subsidi dari Pemprov Jakarta,” ujarnya.
Ia pun mengajak warga yang merayakan Idul Fitri di Jakarta untuk tetap menjaga ketertiban dan mematuhi aturan yang berlaku agar suasana Lebaran berlangsung aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/25/d250e5da45e19778fa5a4a9d4af96e28-20260225PRI6HR.jpg)
Warga Jakarta Selatan, Rahma (32), mengaku senang dengan adanya rangkaian kegiatan Mudik ke Jakarta. Ia tidak bisa mudik ke kampung halaman tahun ini karena pekerjaan.
”Empat tahun terakhir, ini pertama kali saya tidak mudik. Alasan pekerjaan, dan bulan lalu juga baru pulang kampung,” ujarnya.
Meski tidak pulang, Rahma berencana memanfaatkan waktu Lebaran dengan berbagai aktivitas, seperti jalan-jalan dan berkunjung ke rumah teman ataupun kerabat. Ia juga berencana makan di mal dan menyaksikan takbiran agar anaknya tetap dapat merasakan suasana Lebaran seperti di kampung halaman.
Rahma berharap rangkaian acara Mudik ke Jakarta dapat terus digelar setiap tahun sehingga warga yang tidak bisa mudik tetap merasakan kebahagiaan dan kemeriahan Lebaran. Selain itu, fasilitas transportasi dan keamanan selama festival juga diharapkan tetap optimal agar masyarakat bisa menikmati seluruh kegiatan dengan nyaman dan aman.
Penulis:
Atiek Ishlahiyah Al-HamasyEditor:
Rini KustiasihPenyelaras Bahasa:
Nur Adji