Lima klub telah menunjukkan diri sebagai kandidat terkuat ”scudetto”. Napoli dibuntuti lima tim yang ingin kembali merasakan gelar juara Italia.
06 Okt 2025 09:47 WIB · Olahraga
TURIN, SENIN — Duel antara Juventus kontra AC Milan, Senin (6/10/2025) WIB, di Stadion Allianz Arena, Turin, memang berakhir imbang tanpa gol alias 0-0. Meskipun tanpa pemenang, kedua tim legendaris Italia itu membuktikan mereka adalah tim yang layak berada dalam pacuan scudetto atau gelar juara Liga Italia pada musim ini.
Hanya membawa pulang satu poin dari kandang Juve menyebabkan Milan tergusur dari peringkat pertama. Mereka turun ke peringkat ketiga dengan selisih dua poin dari Napoli dan AS Roma.
Adapun Juve tertahan pada posisi keempat. ”Si Nyonya Besar” memiliki koleksi 12 poin yang setara dengan Inter Milan.
Lima tim tersebut sudah menunjukkan bayangan persaingan menuju gelar juara Liga Italia edisi 2025-2026. Perjalanan pada musim ini memang masih sangat panjang, yaitu masih menyisakan tujuh bulan di depan, tetapi pemilik perisai scudetto berpeluang besar didapatkan oleh salah satu dari tim-tim yang duduk di zona lima besar jelang jeda laga internasional pada pekan kedua Oktober ini.
Milan, sebagai contoh, mulai menemukan konsistensi bersama pelatih baru rasa lama, Massimiliano Allegri. Rekor empat kemenangan beruntun ”I Rossoneri” boleh saja pupus di markas Juve. Namun, mereka setidaknya telah menunjukkan pertahanan yang kokoh.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/06/6e9b1eb4-5d0a-42b7-8e7d-dd45c330039e_jpg.jpg)
Allegri perlahan memulihkan sisi defensif Milan yang merupakan biang kerok mereka terlempar dari zona antarklub Eropa pada musim lalu. Luka Modric dan kawan-kawan sudah mengoleksi empat laga nirbobol hingga pekan keenam.
Catatan kemasukan gawang kiper asal Perancis, Mike Maignan, ialah 0,5 gol per laga. Angka itu jauh lebih baik dari catatan kebobolan 1,13 gol per laga pada musim 2024-2025.
Bersama Allegri, Milan kian kokoh memainkan pakem tiga bek tengah. Strahinja Pavlovic, Matteo Gabbia, dan Fikayo Tomori menjelma sebagai paket trio bek paling tangguh di Italia saat ini.
Dengan usia yang masih terbilang muda, ketiga bek itu berpotensi mengembalikan identitas Milan yang melahirkan bek-bek legendaris seperti di era 1980-an hingga 1990-an, seperti Franco Baresi, Alessandro Costacurta, hingga Paolo Maldini. Syaratnya, ketiga bek tengah itu harus mampu menjaga performa stabil mereka.
”Hal positif adalah kami tidak kemasukan. Tetapi, dalam sejumlah momen, seharusnya kami bisa memenangi pertandingan,” tutur Allegri dilansir La Gazzetta dello Sport tentang kesannya dalam laga kembali ke kandang Juve.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/06/154951ff-bb77-43d5-9bd2-d73ba5e8de54_jpg.jpg)
Setelah delapan musim dalam dua periode menangani Si Nyonya Besar, Allegri untuk pertama kali kembali ke Allianz Arena sebagai musuh. Walaupun tidak lagi mengenakan pin Juve di jasnya, pendukung Juve memberikan sambutan hangat ketika Allegri menuju ruang teknis jelang sepak mula babak pertama laga itu.
Namanya digemakan suporter Juve. Bahkan, pendukung Juve dalam kelompok Curva Sud memasang spanduk raksasa dengan tulisan ”Kami selalu bangga kepada Anda. Terima kasih atas segalanya, Max Allegri”.
”Itu adalah momen emosional. Saya menyaksikan banyak orang yang bekerja dengan saya, orang-orang yang mendukung saya selama delapan tahun. Saya bersyukur (mendapat sambutan itu), tetapi kini saya berada di Milan,” kata Allegri yang menyumbang lima trofi Liga Italia untuk Juve.
Sementara Juve merupakan salah satu tim, selain Atalanta, yang belum menelan kekalahan di Liga Italia musim ini. Namun, Juve sudah merasakan lima hasil imbang berturut-turut, termasuk tiga pertandingan di Liga Italia.
Remis beruntun menyebabkan anak asuhan Igor Tudor mulai berjarak tiga poin dari Napoli dan Roma. Padahal, Juve sempat menyamai Napoli dengan perolehan tiga kemenangan pada laga-laga awal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/21/f910b18f4a71a2da94e5f8b68c3ae8d8-1000011754.jpg)
Tudor mengakui hasil imbang adil bagi kedua tim. Juve gagal mencetak gol meskipun mengoleksi 1,17 expected goals (xG) dari sebuah peluang, sedangkan Milan memiliki 1,74 xG dari tiga peluang besar. Satu peluang terbaik tercipta melalui eksekusi penalti Christian Pulisic yang melenceng pada menit ke-53.
”Kami ingin menang, kedua tim menciptakan peluang, dan pada akhirnya hasil imbang cukup adil,” ucap Tudor kepada DAZN.
Ia menambahkan, ”Dengan dua gol yang seharusnya bisa kami ciptakan dalam dua laga, kami bisa meraih dua kemenangan. Inilah sepak bola. Kami harus terus bekerja untuk tetap berada di jalur yang benar.”
Ketika Juve dan Milan berbagi satu angka, Napoli dan Roma membuktikan mental pemenang mereka pada laga pekan keenam, Minggu (5/9/2025). Mereka bangkit untuk menang 2-1 setelah tertinggal lebih dulu.
Roma mengunci kemenangan atas Fiorentina. Di sisi lain, Napoli juga harus berjuang dari ketertinggalan satu gol atas Genoa.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/10/06/f6981dc1-db6c-4774-910d-909cad220400_jpg.jpg)
Setelah pemain menjalani laga internasional, pertarungan menuju capolista atau puncak klasemen bakal kembali sengit. Roma akan mendapat ujian dari Inter di Stadion Olimpico, 19 Oktober mendatang.
Napoli akan berusaha mempertahankan posisi pucuk klasemen ketika bertandang ke markas Torino. Di sisi lain, Juve dan Milan masing-masing akan ditantang tim kuda hitam yang berpeluang menghadirkan tantangan sulit, yakni Como dan Fiorentina.
”Ini akan menjadi musim yang rumit. Kami harus memiliki spirit untuk menghadapi itu karena saya yakin musim ini akan membentuk fondasi bagi masa depan klub,” ujar Antonio Conte, Pelatih Napoli.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto