Musim Hujan, Sejumlah Daerah di Sumbar Dilanda Banjir dan Longsor

Di Padang Pariaman, banjir merendam 3.076 rumah dan berdampak pada 9.228 jiwa. Masyarakat diingatkan potensi bencana hidrometeorologi hingga 27 November 2025.

24 Nov 2025 16:40 WIB · Nasional

BPBD PADANG PARIAMAN

Oleh Yola Sastra

PADANG, KOMPAS — Hujan lebat beberapa hari terakhir memicu banjir dan longsor di sejumlah daerah di Sumatera Barat. Masyarakat di wilayah Sumbar pun diingatkan untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi pada periode 21-27 November 2025. 

Daerah yang dilanda banjir atau longsor di Sumbar antara lain Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Pariaman, Padang, Solok, Tanah Datar, dan Agam. Bencana terjadi sejak Sabtu (22/11/2025) seiring dengan meningkatnya intensitas hujan.

Di Padang Pariaman, banjir terjadi di 33 nagari yang tersebar di 14 kecamatan dengan lebih dari 3.076 keluarga terdampak. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman Emri Nurman mengatakan, banjir terjadi karena meluapnya sungai akibat hujan lebat sejak Sabtu kemarin.

”Ketinggian banjir berkisar 0,5 meter hingga 1,5 meter. Ketinggian banjir justru tambah naik karena curah (hujan) masih tinggi,” kata Emri, Senin (24/11/2025).

Petugas membantu evakuasi warga lansia saat banjir melanda wilayah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (23/11/2025).

Emri menyebut, salah satu titik banjir terparah ada di Nagari Kampung Galapuang, Kecamatan Ulakan Tapakis. Sungai di sekitar lokasi itu meluap ke permukiman dan berdampak pada 170 keluarga. Sebagian warga pun mengungsi ke tempat keluarga atau rumah ibadah. 

Menurut Emri, pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan banjir. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga memberikan bantuan konsumsi kepada masyarakat dan menyerahkan bahan makanan untuk diolah di beberapa lokasi dapur umum. 

Sementara itu, di Pesisir Selatan, banjir melanda sejumlah nagari, antara lain Nagari Duku dan Nagari Cumanteh di Kecamatan Koto XI Tarusan serta Nagari Asam Kamba Pasar Baru, Nagari Sawah Laweh Pasar Baru, dan Nagari Aur Begalung Talaok di Kecamatan Kambang.

Sekretaris BPBD Pesisir Selatan Andi Yusravel Sabir mengatakan, ketinggian banjir bervariasi, berkisar 0,5 meter hingga 1 meter lebih. Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan sungai-sungai meluap sejak Minggu (23/11/2025).

”Di Nagari Duku, kendaraan sempat tidak bisa lewat karena air menggenangi Jalan (Nasional Lintas Barat Sumatera) hingga 1 meter. Sekarang sudah kembali dapat dilewati,” kata Andi.

Banjir bandang melanda rumah warga di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (23/11/2025).

Menurut Andi, pihaknya masih menghimpun jumlah warga terdampak banjir. Saat ini, banjir telah berangsur surut. ”Mudah-mudahan tidak hujan lagi,” ujarnya.

Selain merendam permukiman, kata Andi, meluapnya sungai juga membuat seorang warga hanyut di Kampung Akad, Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang. Petani itu hanyut saat menyeberang sungai. ”Tim SAR sedang melakukan pencarian,” katanya.

Secara terpisah, Juru Bicara BPBD Sumbar Ilham Wahab mengatakan, di antara tujuh daerah yang dilanda bencana, Padang Pariaman adalah daerah yang terdampak secara luas. ”Ada 3.076 rumah terdampak banjir yang dihuni 3.076 keluarga dengan 9.228 jiwa,” katanya. 

Selain rumah, kata Ilham, banjir juga berdampak pada lahan pertanian, sarana prasarana, dan irigasi. Di Padang Pariaman, longsor juga terjadi di sejumlah titik. Secara total, jumlah kerugian di Padang Pariaman sekitar Rp 4 miliar.

Banjir merendam permukiman di Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (23/11/2025).

Ilham menyebut, di Pesisir Selatan, banjir sempat menggenangi jalan nasional yang menghubungkan Padang-Bengkulu. Di Kota Solok, banjir berdampak pada enam keluarga. Banjir juga terjadi di Kota Pariaman.

Di Agam, selain angin kencang dan tanah longsor, kata Ilham, banjir dan banjir bandang juga berdampak pada kolam renang dan sarana pariwisata. Kemudian, di Tanah Datar, satu rumah rusak akibat banjir. Sementara di Padang, terjadi angin kencang dan banjir di beberapa kecamatan.

Quote

Ada 3.076 rumah terdampak banjir yang dihuni 3.076 keluarga dengan 9.228 jiwa

Tingkatkan kewaspadaan

Gubernur Sumbar Mahyeldi meminta seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan seiring peringatan dini gawat darurat hidrometeorologi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau untuk periode 21–27 November 2025.

BMKG mengeluarkan peringatan itu setelah terjadinya penguatan dinamika atmosfer yang meningkatkan peluang hujan lebat, banjir, dan tanah longsor di banyak wilayah di Sumbar.

Infografik Sejumlah Bencana Alam di Indonesia, November 2025

”Kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat di Sumbar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor. Keselamatan adalah yang utama. Mari kita saling menjaga, saling mengingatkan dalam menghadapi cuaca ekstrem ini,” kata Mahyeldi.

BMKG telah menetapkan 13 kabupaten/kota di Sumbar dalam status siaga penuh, antara lain Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, dan Lima Puluh Kota.

Menyikapi hal itu, Mahyeldi meminta semua pemerintah kabupaten/kota melalui BPBD untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama daerah-daerah yang ditetapkan BMKG dalam status siaga penuh.

”Saya meminta BPBD provinsi dan kabupaten/kota segera memperkuat pemantauan, memastikan kesiapan personel, peralatan, dan jalur evakuasi. Kita harus bergerak cepat dan tepat agar masyarakat terlindungi, terutama pada daerah yang telah ditetapkan BMKG dalam status siaga penuh,” kata Mahyeldi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yola Sastra
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati