Musim Pendakian Everest Dibuka

Nepal telah menerbitkan 900 izin pendakian, 450 di antaranya ke Everest.

09 Mei 2026 06:00 WIB · Internasional

AP/Pasang Rinzee Sherpa

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Kabar gembira bagi pendaki gunung di seluruh dunia, pendakian Gunung Everest akhirnya dibuka. Pembukaan yang terlambat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya ini akhirnya bisa dilakukan. Pembukaan pendakian ini setelah para tim pemandu elite yang dikerahkan berhasil membuat jalur pendakian pada Jumat, 8 Mei 2026.

Tali-tali telah direntangkan dan tangga-tangga aluminium telah dipasang di sepanjang jalur. Tahun-tahun sebelumnya, pemasangan dan pembuatan jalur ini biasanya diseleseikan di awal April.

Seorang pendaki mengambil bagian dalam sesi pelatihan di Khumbu Icefall sebelum memulai pendakiannya ke puncak Gunung Everest di Nepal, Senin (27/5/2026).
Seorang pendaki gunung berjalan di Khumbu Icefall sebelum memulai pendakiannya ke puncak Gunung Everest, Nepal, pada Mei 2026.
Antrean para pendaki saat mendekati puncak Gunung Everest di Nepal, 18 Mei 2025.

Pemerintah Nepal telah mengeluarkan lebih dari 900 izin pendakian untuk berbagai gunung di Himalaya musim ini, termasuk 425 izin untuk Everest. Hamparan tenda yang mampu menampung lebih dari 1.000 orang telah dibangun di kaki Gunung Everest. Sebanyak 153 pendaki lainnya menuju puncak Lhotse dan Nuptse yang berdekatan juga menggunakan sebagian rute yang sama.

Sebanyak 464 pendaki dan pemandu yang dari Nepal telah berada di base camp dan bersiap untuk melakukan pendakian ke puncak setinggi 8.850 meter pada Mei ini. Para pendaki mulai berkumpul bulan lalu di base camp yang berada di ketinggian 5.300 meter. Namun, selama lebih dari dua pekan, bongkahan es besar dan tidak stabil menghambat mereka untuk bergerak lebih jauh ke puncak.

Khumbu Icefall terlihat di antara dua puncak di latar belakang di Base Camp Everest di Nepal, 25 April 2025.
Gunung Pumori menjulang di latar belakang pendaki gunung di Khumbu Icefall saat turun ke Everest Base Camp, di Nepal, 4 Mei 2025.

Sebuah tim beranggotakan para pemandu yang telah mencoba membuka jalur Khumbu Icefall pada tanggal 29 April. Mereka menyatakan bahwa disepanjang jalur pendakian terdapat banyak retakan yang bisa sewaktu-waktu runtuh. Mereka juga mengingatkan semua operator dan pendaki untuk berhati-hati.

Jalur baru yang berhasil dibuat oleh tim itu melewati bagian serac, blok gletser raksasa yang menjulang tinggi, tetapi tidak stabil dan berpotensi runtuh. Serac ini merupakan bagian dari Khumbu Icefall, gletser yang terus bergeser dengan celah-celah dalam dan bongkahan es besar yang menggantung. 

Dengan ukuran bongkahan yang bisa setinggi bangunan 10 lantai, bagian ini dianggap sebagai salah satu bagian pendakian yang paling sulit dan rumit menuju puncak. Sebuah serac yang runtuh dan memicu longsoran salju di Khumbu Icefall pada tahun 2014 lalu, menewaskan 16 pemandu dan pekerja Nepal.

Pendaki gunung menuruni Air Terjun Es Khumbu saat mereka naik menuju puncak Gunung Everest, Nepal, 11 Mei 2025.
Pemandangan Kamp 1 dalam perjalanan menuju puncak Gunung Everest di Nepal, Kamis, 1 Mei 2025.

Saat ini, para pendaki, pemandu, dan penyedia perlengkapan ekspedisi sama-sama antusias akan pembukaan musim pendakian dan waspada terhadap situasi di gunung tersebut. Pemandu gunung terkenal Lukas Furtenbach, yang telah membawa 40 pendaki internasional, 11 pemandu, dan 90 Sherpa di Gunung Everest, mengatakan bahwa dia merasa khawatir.

”Siapa pun yang mengatakan mereka tidak khawatir, berarti mereka kurang berpengalaman atau tidak memperhatikan. Serac itu adalah bahaya nyata dan obyektif,” kata Furtenbach dari base camp. Dia mengatakan, rute sekarang lebih kompleks dan lebih terbuka dibandingkan dengan tahun lalu.

Menyesuaikan jalur baru yang dirasa lebih berat, tim pendaki mempertimbangkan mengurangi beban, meminimalkan waktu di lokasi yang terbuka. Pergerakan melalui Icefall juga dihitung dengan cermat, dengan mengandalkan Sherpa dan pemandu yang sangat berpengalaman untuk penilaian risiko.

Foto ini diambil pada 22 Mei 2019 dan dirilis oleh @nimsdai Project Possible menunjukkan lalu lintas padat para pendaki gunung yang mengantre untuk berdiri di puncak Gunung Everest. Banyak tim harus antri berjam-jam pada 22 Mei untuk mencapai puncak, mempertaruhkan radang dingin dan penyakit ketinggian, karena gelombang pendaki menandai salah satu hari tersibuk di gunung tertinggi di dunia.
Personel Angkatan Darat India mengambil bagian dalam sesi pelatihan di Kamp Pangkalan Everest sebelum memulai pendakian mereka ke Gunung Everest di Nepal, 26 April 2025.

Operator ekspedisi lainnya juga memperingatkan anggota mereka tentang risiko dan memantau situasi dengan cermat. ”Jika Anda pergi di pagi hari, mungkin lebih aman karena es masih membeku. Akan tetapi, di siang hari menjadi berbahaya karena cuaca semakin hangat, dengan risiko es mencair dan longsor,” kata Ang Tshering Sherpa dari Asian Trekking yang berbasis di Kathmandu.

Ang Tshering Sherpa mengatakan bahwa ada cukup banyak pendaki di Gunung Everest musim ini, meskipun ada perang Iran dan meningkatnya biaya perjalanan. Jumlah pendaki dari negara-negara Barat seperti AS dan Eropa telah menurun, tetapi jumlah pendaki Asia meningkat.

Sir Edmund Hillary (kiri) dan Tenzing Norgay Sherpa memajang perlengkapan pendakian mereka di Kedutaan Besar Inggris di Kathmandu setelah penaklukan mereka atas Gunung Everest pada tahun 1953 dalam foto selebaran tanpa tanggal ini.

Gunung Everest membentang di sepanjang perbatasan Nepal-China. Gunung ini dapat didaki dari kedua sisi. Namun, China telah menutup rutenya tahun ini, sehingga semua pendaki harus mencoba mendaki dari Nepal di sisi selatan puncak.

Ribuan orang telah mendaki puncak tersebut sejak pertama kali didaki pada 29 Mei 1953 oleh warga Selandia Baru, yakni Edmund Hillary, dan pemandu Sherpa Tenzing Norgay.

(AP/AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Heru Sri Kumoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto