Inter Milan bak kehabisan bahan bakar menjelang tikungan akhir Liga Italia. Napoli memanfaatkan kekalah Inter dari Roma untuk merebut puncak klasemen.
28 Apr 2025 17:41 WIB · Olahraga
NAPLES, SENIN — Napoli secara tiba-tiba berada pada urutan terdepan peraih scudetto atau juara Liga Italia berkat kemenangan 2-0 atas Torino di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, Senin (28/4/2025). Tim besutan Pelatih Antonio Conte itu mengambil keuntungan dari kekalahan Inter Milan dari AS Roma. Dalam situasi liga yang tinggal menyisakan empat laga, Napoli wajib menjaga fokus agar tidak terpeleset hingga tiba di garis finis.
Kemenangan atas Torino membawa Napoli unggul tiga poin di atas Inter yang menempati peringkat kedua. Gelandang Scott McTominay menjadi pahlawan Napoli berkat dua golnya pada babak pertama. Pada laga lainnya, Inter kehilangan puncak klasemen akibat kekalahan 0-1 dari Roma. Kondisi ini membuat Napoli berada di atas angin.
Kami menang dengan tekad yang kuat, tim yang sadar akan kekuatannya sendiri, dan tak pelak lagi penonton terus mendukung kami hari ini.
Di saat Inter kehilangan kendali dari perebutan gelar juara liga, Napoli bisa sedikit jemawa lantaran menghadapi lawan-lawan yang relatif tidak terlalu tangguh. Pada empat pertandingan tersisa, Napoli akan melawan dua tim papan bawah, Lecce dan Cagliari. Selain itu, ada Parma yang tengah berjuang menjauhi zona degradasi serta Genoa yang tertahan di papan tengah.
Conte mengatakan, kemenangan timnya atas Torino menjadi langkah awal menjuarai liga. Jika terwujud, Conte kembali mengulangi kesuksesan saat menukangi Chelsea pada 2016-2017. Kala itu, Conte baru menjalani musim perdana sebagai arsitek Chelsea dan langsung membawa timnya jadi juara. Kali ini situasinya serupa lantaran Conte tengah menjalani musim perdananya sebagai pelatih Napoli.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/28/dea7070267727051e18401060970de69-FBL_ITA_SERIEA_NAPOLI_TORINO_129326714.jpg)
”Ada empat langkah lagi yang harus diambil. Kami telah mengambil langkah pertama dan berada di depan. Semuanya ada di tangan kami. Kami menang dengan tekad yang kuat, tim yang sadar akan kekuatannya sendiri, dan tak pelak lagi penonton terus mendukung kami hari ini,” ujar Conte, dikutip dari Football Italia.
Adapun bagi Napoli, mereka kini kian dekat dengan gelar juara liga kedua dalam tiga tahun. Napoli juga merasakan gelar juara pada musim 2022-2023 ketika masih dilatih Luciano Spalletti yang kini menangani timnas Italia.
Meski kehilangan Khvicha Kvaratskhelia dan Victor Osimhen yang merupakan nyawa lini serang, ketangguhan Napoli tidak tereduksi. ”Si Keledai” tetap tajam berkat kepiawaian para pemain lini tengah, seperti McTominay, Stanislav Lobotka, dan Frank Anguissa. Selain Romelu Lukaku yang berposisi sebagai penyerang, McTominay juga masuk pemain nomor dua dengan keterlibatan gol terbanyak, yaitu 11 gol dan 2 asis.
”Melihat kompisisi skuad, kami perlu mencari cara mencetak gol karena ini bukanlah tim yang memiliki banyak pemain yang mencetak gol dalam jumlah besar. Oleh karena itu, tak terelakkan Anda perlu bekerja keras dan mencoba memanfaatkan sebaik-baiknya sumber daya yang Anda miliki dengan meningkatkannya. Saya pikir semua orang dalam tim telah meningkat. Melihat gol pertama, Anguissa memberikan asis tanpa melihat yang hebat bagi Scott untuk mencetak gol,” tutur Conte.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/28/6a61f8ab4da8bc8b7ecae21df4b4b7c0-Italy_Soccer_Serie_A_129329144.jpg)
Conte selalu tahu bagaimana cara memanfaatkan peluang. Pada saat Inter terpuruk setelah menelan dua kekalahan beruntun di liga dari Bologna dan Roma, Napoli terus melaju dengan mengemas tiga kemenangan beruntun tanpa sekali pun kebobolan. Padahal, dua pekan sebelumnya Inter masih memimpin perebutan gelar juara liga. Semuanya berubah dalam kurun waktu delapan hari.
Selain dua kekalahan beruntun di liga, Inter juga menerima pukulan telak usai kalah dari Milan pada semifinal Piala Italia. Hal itu merenggut peluang Inter meraih treble winner (tiga gelar dalam semusim). Kans Inter meraih trofi tinggal Liga Italia dan Liga Champions.
Meski dilanda tren buruk, bek kiri Inter, Carlo Augusto, menegaskan, timnya tidak gentar jelang laga semifinal Liga Champions kontra Barcelona. Ia juga mengatakan, timnya tidak terpengaruh dengan opini yang beredar bahwa Inter bisa saja mengakhiri musim tanpa trofi. Hal itu sangat ironis mengingat ”Nerazzurri” sempat digadang-gadang mampu meraih treble musim ini.
”Kami kalah dalam tiga pertandingan dan kami menyesal karena harus bermain lebih banyak di musim ini, dan kami tidak boleh menyerah. Kami masih harus bermain lebih banyak, kami tahu betapa sulitnya itu, tetapi kami harus tetap bersatu dalam tim dan menatap ke depan,” ujar Augusto. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto