Sektor ganda putra Indonesia, penyumbang gelar terbanyak di Indonesia Terbuka, menyisakan Sabar/Reza dan Raymond/Joaquin. Empat wakil tersisih pada babak pertama.
04 Jun 2026 10:55 WIB · Olahraga
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Ketika kok pengembalian Chen Zhi Yi/Presley Smith (Amerika Serikat) membentur net, Sabar Karyaman/Moh Reza Pahlevi Isfahani tampak begitu lega. Pasangan ganda putra non-pelatnas itu berpelukan setelah masing-masing bersujud dan berteriak. Mereka berbahagia seolah kemenangan laga babak pertama atau partai puncak tidak ada beda.
Wajar saja kebahagiaan pada babak 32 besar Polytron Indonesia Terbuka 2026 itu memuncak. Di hadapan para penonton yang nyaris memenuhi tribune Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026), nasib mereka nyaris saja berbeda.
Perlawanan Chen/Smith, yang pernah dikalahkan Sabar/Reza pada China Terbuka 2025, cukup ketat. Sabar/Reza baru bisa membalikkan keadaan setelah interval gim penentu meski situasi masih sengit. Kok yang gagal dikembalikan Chen/Smith memastikan kemenangan pasangan tuan rumah, 19-21, 21-13, 21-23.
”Bukan pertandingan yang mudah. Kami belum kembali ke puncak performa, seperti biasa Istora pun dengan kondisi angin, euforia, dan faktor nonteknisnya. Lawan juga bermain nothing to lose. Namun, kami akhirnya bisa menerapkan pola yang baik,” kata Sabar selepas laga.
Jika kemenangan akhirnya menjadi milik lawan, otomatis nasib pahit menimpa Sabar/Reza. Dari empat turnamen World Tour BWF yang mereka ikuti sejak jadi semifinalis Indonesia Masters 2026, Januari lalu, Sabar/Reza tak pernah bisa melewati babak awal. Kekalahan pada babak pertama Indonesia Terbuka akan menambah rekor buruk itu.
Tak hanya bagi Sabar/Reza, kekalahan juga akan menambah kepahitan tim ganda putra Indonesia secara keseluruhan. Ramai-ramai bermain di Istora, ramai-ramai pula tersingkir pada babak pertama. Padahal, sektor ini menargetkan juara.
Semakin banyak ganda putra yang melaju ke babak selanjutnya, maka semakin terbuka peluang untuk mewujudkan target tersebut. Namun, dari enam ganda putra yang tampil, pelatnas dan non-pelatnas, kemenangan Sabar/Reza memastikan hanya tersisa dua wakil ganda putra Indonesia di babak kedua.
Sabar/Reza menemani pasangan muda, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, yang lebih dulu lolos setelah mengalahkan Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi, 21-19, 21-13.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/03/44ad29b1-f622-4c66-96c3-f48a93ed304e.jpg)
Sehari sebelum pertandingan dimulai, Muhammad Shohibul Fikri tak segan mengutarakan target juara. Begitu juga dengan Daniel Marthin. Fikri bersama Fajar Alfian dan Daniel bersama Leo Rolly Carnando bermodalkan performa bagus sebelum Indonesia Terbuka.
Fajar/Fikri datang ke Istora hanya berselang tiga hari setelah menembus final Singapura Terbuka 2026. Meski akhirnya keluar sebagai runner-up, mereka menjadikan hasil itu penambah kepercayaan diri untuk memenuhi target juara Indonesia Terbuka. Adapun Leo/Daniel datang dengan modal juara Thailand Terbuka 2026 dalam reuni mereka sebagai pasangan.
Namun, penampilan Fajar/Fikri maupun Leo/Daniel berakhir mengecewakan. Fajar/Fikri bahkan tersingkir dengan performa yang mereka sendiri klaim sangat buruk, bahkan terburuk sejak berpasangan pada Juli 2025.
Fajar/Fikri, unggulan ketiga turnamen, ditaklukkan pasangan non-unggulan China, Chen Bo Yang/Liu Yi, 13-21, 14-21, Rabu. Sehari sebelumnya, Leo/Daniel dikalahkan Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan (Taiwan), 16-21, 21-13, 19-21.
Sementara itu, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat dihentikan pasangan Jepang unggulan kedelapan, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, 8-21, 13-21. Ganda putra debutan di Indonesia Terbuka, Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi, juga ditaklukkan lawan, Zhi-Wei He/Huang Jui-Hsuan (Taiwan), 21-13, 17-21, 11-21.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/03/0d959d1a-859e-4f78-9518-38f430097be3.jpg)
”Cukup sedih, sangat disayangkan ganda putra mengirim banyak pasangan tetapi tidak bisa lolos ke babak berikutnya. Mudah-mudahan kami bisa memberikan hasil yang baik bersama Raymond/Joaquin,” ujar Sabar.
Ganda putra sebenarnya selalu jadi tulang punggung tuan rumah untuk meraih gelar di Indonesia Terbuka. Apalagi, sektor ini punya rekam jejak mentereng di turnamen level Super 1000 tersebut.
Ganda putra tuan rumah telah meraih 23 gelar sejak Indonesia Terbuka diselenggarakan pada 1982. Jumlah gelar itu terbanyak dibandingkan empat sektor lain. Sektor ini juga yang menjadi penyumbang gelar terakhir bagi Indonesia di Indonesia Terbuka lewat Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon pada 2021.
Setelah itu, era Fajar/Rian, Sabar/Reza, Fikri/Bagas Maulana, dan Leo/Daniel kalah bersaing dengan atlet-atlet China, India, Malaysia, dan Korea Selatan. Fajar/Rian, yang tampil di Indonesia Terbuka sejak 2016 hingga 2025, tak pernah menembus final. Hasil terbaik mereka adalah saat mencapai semifinal 2017, 2018, dan 2025.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/03/e1ba2e2930a8db9523c5df7e747f2294-MYE_9720.jpg)
Terlepas dari jumlah wakil yang menipis, Sabar/Reza dan Raymond/Joaquin masih menjaga harapan tuan rumah untuk mewujudkan target juara. Sabar/Reza akan menghadapi pasangan China, Huang Di/Liu Yang, sedangkan Raymond/Joaquin ditantang unggulan kedua turnamen, Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia).
Sabar/Reza punya modal tampil baik dalam dua edisi Indonesia Terbuka. Meski masih belum mencapai podium tertinggi, Sabar/Reza berhasil mencapai semifinal pada 2024, lalu final di tahun berikutnya.
Dalam perebutan gelar juara 2025, Sabar/Reza kalah dari Kim Won-ho/Seo Seung-jae. Pasangan Korea Selatan tersebut mendominasi persaingan ganda putra pada 2025 dengan 11 kali juara.
Adapun Raymond/Joaquin, yang baru debut di Indonesia Terbuka, selalu berapi-api ketika bermain di Istora. Keberhasilan menembus final Indonesia Masters 2026 jadi bukti pasangan muda ini mampu menyerap energi penonton yang memenuhi tribune.
”Kami ingin membuktikan ganda putra Indonesia bisa bersaing. Memang di dunia, mau peringkat satu atau berapa pun sama-sama punya kesempatan untuk menang. Permainan sama-sama bagus. Jadi tinggal siapa yang lebih siap,” kata Joaquin.
Penulis:
Rebiyyah Salasah, Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan