Indonesia Hanya Punya Sabar/Reza di Final Indonesia Terbuka

Peluang ciptakan ”all Indonesian final” di Indonesia Terbuka 2025 melayang. Hanya Sabar/Reza wakil Indonesia yang tersisa, capaian lebih baik dari edisi sebelumnya.

08 Jun 2025 05:41 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah, Yulia Sapthiani

JAKARTA, KOMPAS — Indonesia akhirnya kembali menempatkan wakil di final Indonesia Terbuka pada 2025 setelah tahun lalu hanya menjadi penonton. Sabar Karyaman dan Mohammad Reza Pahlevi jadi harapan satu-satunya mengakhiri puasa gelar dalam tiga edisi beruntun Indonesia Terbuka sekaligus nirgelar dalam turnamen level tinggi tahun ini.

Final yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (8/6/2025), sebenarnya berpeluang jadi laga puncak sesama ganda putra Indonesia. Selepas Sabar/Reza memastikan tiket ke final pada laga semifinal ganda putra pertama, Sabtu malam, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto nyaris mencapai babak serupa pada pertandingan setelahnya. Namun, mereka kalah 18-21, 21-19, 21-23 dari Seo Seung-jae/Kim Won-ho (Korea Selatan).

Sementara itu, Sabar dan Reza kompak mengepalkan kedua tangan sembari berteriak setelah kok pengembalian Kai Wun Tee membentur net. Selebrasi yang dilanjutkan dengan pelukan itu dibarengi gemuruh Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, yang kian kencang.

Hampir semua penonton yang datang malam itu tampak larut dalam perayaan poin terakhir yang memastikan kemenangan Sabar/Reza atas Man Wei Chong/Kai Wun Tee (Malaysia) dengan skor  21-18, 12-21, 21-18 dalam laga semifinal. Mereka turut merayakan final pertama Sabar/Reza di Indonesia Terbuka sekaligus di turnamen level Super 1000 dalam struktur BWF World Tour.

Pasangan ganda putra Indonesia, M. Reza Pahlevi Isfahani/Sabar Karyaman Gutama , melakukan slebrasi setelah berhasil mengalahkan pasangan Malaysia, Man Wei Chong/Kai Wun Tee, pada babak semifinal Kapal Api Indonesia Terbuka 2025 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (7/6/2025). Sabar/Reza melaju ke final setelah menang 21-18, 12-21, dan 21-18.

Kendati hanya menempatkan satu wakil di final, situasi ini lebih baik dari Indonesia Terbuka 2024. Saat itu, seperti edisi 2022, Indonesia hanya bisa jadi penonton di rumah sendiri. Tidak ada satu pun wakil tuan rumah pada partai puncak. Pencapaian terbaik pada 2022 adalah perempat final, sedangkan 2024 adalah semifinal.

Pada 2023, harapan gelar bertumpu pada tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting. Namun, harapan itu juga pupus setelah Anthony takluk pada babak final. Indonesia mengakhiri turnamen tanpa gelar juara.

Keberhasilan Sabar/Reza menembus final juga memberikan harapan bagi Indonesia yang minim prestasi dalam 13 turnamen BWF World Tour tahun ini sebelum Indonesia Terbuka. Indonesia kesulitan bersaing di level tinggi dengan hanya bisa meraih dua gelar juara pada level Super 300.

Sabar/Reza menembus babak final dengan menaklukkan Man/Tee yang bukan lawan yang mudah. Secara performa pun Man/Tee tidak bisa dibilang buruk. Dari 10 ajang yang diikuti tahun ini sebelum Indonesia Terbuka, Man/Tee menjuarai dua turnamen BWF World Tour level Super 500, yakni Malaysia Masters dan Indonesia Masters. Pada awal tahun mereka juga jadi semifinalis Malaysia Terbuka Super 1000.

Adapun Sabar/Reza belum pernah menjuarai satu pun turnamen tahun ini dari total tujuh ajang yang diikuti sebelum Indonesia Terbuka. Mereka hanya bisa mencapai semifinal di All England 2025, lalu mencapai dua kali perempat final turnamen Super 300 di Swiss Terbuka dan Thailand Terbuka dan sisanya terhenti pada babak awal.

Pemain ganda putra Indonesia, M Reza Pahlevi Isfahani, berusaha mengembalikan kok ke arah pasangan Malaysia, Man Wei Chong/Kai Wun Tee, pada babak semifinal Kapal Api Indonesia Terbuka 2025 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (7/6/2025).
Pemain ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama, berusaha mengembalikan kok ke arah pasangan Malaysia, Man Wei Chong/Kai Wun Tee, pada babak semifinal Kapal Api Indonesia Terbuka 2025 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (7/6/2025).
Pemain ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama, berusaha mengembalikan kok ke arah pasangan Malaysia, Man Wei Chong/Kai Wun Tee, pada babak semifinal Kapal Api Indonesia Terbuka 2025 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (7/6/2025).
Pemain ganda putra Indonesia, M Reza Pahlevi Isfahani, berusaha mengembalikan kok ke arah pasangan Malaysia, Man Wei Chong/Kai Wun Tee, pada babak semifinal Kapal Api Indonesia Terbuka 2025 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (7/6/2025).
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto saat bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/6/2025). Fajar/Rian  gagal ke final setelah dikalahkan ganda Korsel unggulan kelima, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, 18-21, 21-19, 21-23, dalam turnamen Kapal Api Indonesia Terbuka 2025.
Kim/Seo mengembalikan kok saat bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/6/2025). Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gagal ke final setelah dikalahkan ganda Korea unggulan kelima Kim Won Ho/Seo Seung Jae dari 18-21, 21-19, 21-23 dalam turnamen Kapal Api Indonesia Terbuka 2025.

Menjadi semifinalis All England 2025 dan Indonesia Terbuka 2024 adalah pencapaian terbaik Sabar/Reza sebelumnya di turnamen Super 1000. Kini, Sabar/Reza melampaui pencapaian tersebut, bahkan dengan kondisi yang tidak fit sepanjang turnamen.

”Kondisi saya sebenarnya kurang lebih sama seperti dari babak pertama. Namun, hari ini saya rasa sudah di babak semifinal, jadi nanggung kalau tidak dimaksimalkan. Jadi, ya, hari ini saya mau berjuang. Apa pun hasilnya, saya tetap senang dan bersyukur,” kata Reza yang mengalami cedera pinggang.

Reza, seperti pada laga perempat final, masih mendapat semprotan setiap interval untuk mengurangi rasa sakit pada pinggang bagian belakang yang di-tapping. Reza juga tampil dengan bebat di lutut kiri. Di sisi lain, Sabar juga mengaku juga sudah mulai terkuras fisiknya, apalagi juga dipaksa bermain tiga set sejak perempat final.

Namun, dengan kondisi yang tidak ideal itu, semangat juang Sabar/Reza tidak luntur. Tidak cuma karena punya tekad untuk berprestasi, Reza mengaku termotivasi karena berstatus sebagai pemain independen. Dengan status itu, ketika memutuskan untuk ikut suatu turnamen, mereka harus mempertimbangkannya dengan matang dan ”bertanggung jawab” untuk mencapai hasil terbaik karena berkaitan dengan sponsor.

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dalam slow speed saat bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/6/2025). Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gagal ke final setelah dikalahkan ganda Korea unggulan kelima Kim Won Ho/Seo Seung Jae dari 18-21, 21-19, 21-23 dalam turnamen Kapal Api Indonesia Terbuka 2025.

”Karena saya pemain profesional, jadi untuk pertandingan itu, kami butuh dana yang susah (didapat). Jadi, kami juga mau memaksimalkannya. Misal kami berangkat, jika tidak maksimal, kan, sayang gitu, dananya kan juga kita terbatas,” ujar Reza.

Motivasi itu pula yang membuat mereka sejak gim pertama selalu berusaha mengejar poin setelah selalu tertinggal. Mereka tak membiarkan lawan unggul melebihi tiga angka, lalu mampu berbalik unggul dan menjaga keunggulan itu hingga akhir gim pertama.

Setelah kehilangan gim kedua, Sabar/Reza mencuri momentum sejak awal gim penentu. Dengan permainan yang masih mengandalkan adu drive dan sesekali smes, Sabar/Reza mampu unggul hingga tujuh poin. Kendati lawan berusaha untuk mempertipis jarak, Sabar/Reza mampu menjauh lagi. Mereka tiga kali unggul tujuh poin dari lawan.

Ketika akhirnya mencapai match point dengan keunggulan enam angka, Istora makin bergemuruh. Namun, lawan justru mencetak empat poin beruntun. Penonton yang nyaris memenuhi Istora dan menanti laga Sabar/Reza yang baru dimulai sekitar pukul 21.00 itu terus memberikan dukungan bagi pasangan yang jatuh bangun untuk menjangkau kok ini.

Sabar mengatakan, dukungan penonton seolah menambah energi mereka di lapangan. Di sisi lain, pelatih mereka, Hendra Setiawan, juga memberikan masukan yang tepat pada momen-momen kritis seperti pada gim ketiga. Salah satunya untuk fokus pada pukulan-pukulan pertama karena itu menentukan kondisi mereka tertekan atau justru menekan.

M Reza Pahlevi Isfahani, berusaha mengembalikan kok ke arah Man Wei Chong/Kai Wun Tee, pada babak semifinal Kapal Api Indonesia Terbuka 2025 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (7/6/2025).
M Reza Pahlevi Isfahani, berusaha mengembalikan kok ke arah Man Wei Chong/Kai Wun Tee, pada babak semifinal Kapal Api Indonesia Terbuka 2025 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (7/6/2025).
M. Reza Pahlevi Isfahani, gagal mengembalikan kok ke arah Man Wei Chong/Kai Wun Tee, pada babak semifinal Kapal Api Indonesia Terbuka 2025 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (7/6/2025).
M. Reza Pahlevi Isfahani, berusaha mengembalikan kok ke arah pasangan Malaysia, Man Wei Chong/Kai Wun Tee, pada babak semifinal Kapal Api Indonesia Terbuka 2025 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (7/6/2025).

Laga semifinal tersebut menempatkan Hendra Setiawan di pinggir lapangan duduk di kursi pelatih. Dia berhadapan dengan gurunya, pelatihnya selama bertahun-tahun di pelatnas, yakni Herry Iman Piengardi, yang menangani ganda putra Malaysia.

”Duel” antara guru dan murid itu diakhiri dengan suasana hangat di antara mereka, termasuk dengan Sabar/Reza dan Rexy Mainaky, direktur kepelatihan ganda Malaysia, yang turut mendampingi di pinggir lapangan. Rexy sebelumnya memberikan jempol untuk Hendra sebelum Herry IP mengawali salaman dan pelukan untuk Sabar, Reza, dan Hendra.

Fajar/Rian terhenti

Seperti laga yang dijalani Sabar/Reza, Fajar/Rian bersaing ketat dengan Seo/Kim pada pertandingan yang berakhir Sabtu tengah malam. Durasi pertandingan selama satu jam 19 menit menjadi yang terlama di antara 10 laga semifinal. Durasi tersebut terbilang lama untuk permainan ganda putra yang bertempo cepat.

Bagi Fajar/Rian, semifinal ini dicapai setelah mereka tersingkir pada babak pertama, setahun sebelumnya, karena kalah dari rekan latihan di pelatnas, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Tahun ini, Leo tampil bersama Bagas Maulana dan tersingkir pada babak pertama. Adapun Daniel, yang berduet dengan Muhammad Shohibul Fikri, absen karena mengalami cedera lutut.

Pertandingan melawan Seo/Kim juga menjadi semifinal pertama Fajar/Rian dalam turnamen Super 1000 setelah menjuarai All England 2024. Setelah itu, hasil terbaik mereka pada empat turnamen berlevel Super 1000 adalah saat menjadi perempat finalis China Terbuka 2024.

Pemain ganda putra Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, berusaha mengembalikan kok ke arah pasangan Indonesia, Muhammad Rian Ardianto/Fajar Alfian, pada semifinal Kapal Api Indonesia Terbuka 2025 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (7/6/2025). Fajar/Rian kalah 18-21, 21-19, dan 21-23.

Seusai tersingkir pada perempat final Olimipiade Paris 2024, pada Agustus, Fajar/Rian tak tampil konsisten. Setelah hasil mengecewakan tersebut, duet yang telah berpasangan selama 11 tahun itu harus mencari motivasi baru untuk bersaing dengan sebagian besar pemain yang lebih muda. Mereka bisa menjuarai turnamen Super 500, yaitu Kumamoto Masters, November 2024, tetapi kesulitan mendapat hasil yang sama pada level 750 dan 1000.

Fajar/Rian sebenarnya unggul 2-0 atas Seo/Kim sebelum bertemu pada semifinal Indonesia Terbuka. Kemenangan tersebut didapat dalam kejuaraan yang berlangsung pada 2018, yaitu Jerman Terbuka dan Asian Games Jakarta-Palembang.

Periode tersebut menjadi tahun kedua ketika Seo berpasangan bersama Kim, bahkan, dalam menjalani karier Seo sebagai pemain ganda. Setelah itu, Seo berganti pasangan, bersama Choi Sol-gyu pada 2018-2020, lalu Kang Min-hyuk (2021-2024).

Seusai Olimpiade Paris 2024, Seo, yang juga salah satu pemain top di sektor ganda campuran bersama Chae Yu-jung pada 2018-2024, berpisah dengan Kang, lalu mencoba berduet dengan pemain berbeda, hingga kembali  bersama Kim.

Mereka mencapai performa dan prestasi lebih baik dibandingkan dengan periode pertama berpasangan. Pada 2025, Seo/Kim menjuarai tiga turnamen dari lima final.

Ekspresi Sabar/Reza saat menang bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/6/2025).
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dan lawannya memanfaatkan waktu jeda istirahat untuk berdiskusi dengan pelatih saat bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/6/2025).
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani menghadapi lawannya saat bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/6/2025).
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani mengambalikan kok saat bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/6/2025).
Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani mengejar kok saat bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/6/2025).

Dua gelar di antaranya didapat dari turnamen Super 1000, yaitu Malaysia Terbuka dan All England, dan berpeluang bertambah menjadi tiga. Satu turnamen Super 1000 lainnya adalah China Terbuka yang akan berlangsung 22-27 Juli.

Maka, Seo/Kim yang dihadapi Fajar/Rian di Istora adalah pemain yang berbeda dengan tujuh tahun lalu. Rotasi Seo/Kim dalam bergerak di depan dan belakang lapangan lebih mulus dibandingkan dengan Fajar/Rian. Seo tak hanya punya serangan tajam dari belakang lapangan, tetapi juga jeli dalam melihat celah lapangan kosong lawan ketika berada di depan net.

Setelah merebut gim kedua, dari posisi tertinggal 10-14, Fajar/Rian menumbuhkan harapan penonton di Istora untuk membuat all Indonesian final. Dari tertinggal 3-8, mereka berbalik unggul sejak 13-12 hingga selisih terjauh 16-13.

Fajar/Rian bahkan mendapat match point lebih dulu, 20-19, setelah merebut tiga poin beruntun. Namun, pada momen krusial ini, Rian membuat dua kesalahan beruntun.

Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani berpelukan usai bertanding di Istora Senayan, Jakarta, (7/6/2025). Ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani mengamankan tiket final setelah mengalahkan ganda Malaysia Man Wei Chong/Kai Wun Tee 21-18, 12-21, 21-18 dalam turnamen Kapal Api Indonesia Terbuka 2025.

Kok yang tak melewati net dari smes Rian membuat skor menjadi 20-20. Setelah ini, Rian membuat kesalahan yang lebih fatal yang membuat lawan unggul 21-20.

Saat Seo melakukan flick service yang membuat kok melambung tinggi, Rian diam, padahal dia yang seharusnya mengembalikan servis tersebut. Kok akhirnya dipukul Fajar, tetapi ini tak dihitung karena tak sesuai peraturan.

Fajar/Rian bisa menggagalkan match point pertama Seo/Kim pada posisi 21-20, tetapi tak dapat menahan mereka pada match point kedua, 22-21. Kedua pasangan melempar raket ke atas saat pertandingan dengan emosi berbeda. Seo/Kim melampiaskan emosi karena menang, sedangkan Fajar/Rian menyesali kekalahan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah, Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto