Meski tanpa target spesifik dari PBSI, atlet-atlet Indonesia tak segan menargetkan juara di Polytron Indonesia Terbuka 2026.
01 Jun 2026 21:12 WIB · Olahraga
KOMPAS/REBIYYAH SALASAH
JAKARTA, KOMPAS — Para pebulu tangkis Indonesia berjanji menampilkan performa terbaik, bahkan ada atlet yang tak segan menargetkan juara di Polytron Indonesia Terbuka 2026. Meski bukan selalu podium tertinggi, atlet-atlet Indonesia menjadikan perkembangan dan proses di sejumlah turnamen sebelumnya tahun ini sebagai bekal berharga untuk meraih gelar di rumah sendiri.
Indonesia mengirimkan total 21 wakil yang tersebar di lima sektor ke Indonesia Terbuka 2026, 2-7 Juni, di Istora Senayan, Jakarta. Dalam struktur turnamen BWF World Tour, Indonesia Terbuka berada pada level tertinggi, yakni Super 1000. Hanya ada empat turnamen dengan level tersebut.
Dengan status itu, para wakil Indonesia akan dihadapkan pada persaingan sengit melawan atlet-atlet terbaik dunia. Sementara itu, di pundak mereka, ada beban untuk mengakhiri nirgelar di hadapan publik sendiri. Seperti diketahui, tuan rumah tak pernah bisa juara dalam empat edisi terakhir.
Harapannya pasti harus memenuhi target. Kami juga inginnya jadi juara meski tentu harus fokus satu demi satu pertandingan dulu.
Kendati demikian, pebulu tangkis Indonesia mengutarakan janji untuk membuktikan diri kali ini. Progres selama setengah tahun terakhir menjadi bekal untuk menghadapi persaingan ketat dan beban berat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/01/7fa0227c8d112a9feb4bbf620522f13f-IMG_7896.JPG)
”Harapannya pasti harus memenuhi target. Kami juga inginnya jadi juara meski tentu harus fokus satu demi satu pertandingan dulu,” kata pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Daniel Marthin, saat konferensi pers di Jakarta, Senin (1/6/2026).
Daniel Marthin, yang berpasangan dengan Leo Rolly Carnando, sebenarnya datang ke Indonesia Terbuka setelah hasil buruk di Malaysia Masters. Pada turnamen yang digelar pada 19-24 Mei itu, Leo/Daniel tersingkir di babak pertama. Padahal, tiga hari sebelumnya, mereka menjuarai Thailand Terbuka.
Daniel mengatakan, penampilan di Malaysia Masters memang tidak optimal karena ada masalah pada kaki yang sebelumnya cedera. Namun, di Indonesia Terbuka akan berbeda karena kondisinya sudah fit kembali.
Alih-alih berfokus pada hasil buruk di Malaysia Masters, Daniel memilih menjadikan kesuksesan di Thailand Terbuka sebagai bekal untuk Indonesia Terbuka. Apalagi, keberhasilan itu diraih pada turnamen pertama saat Daniel dan Leo berpasangan kembali sejak dipisahkan pada Agustus 2024.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/31/6febe7137573c698b4c63fee8afcfd0b-WhatsApp_Image_2026_05_31_at_19.22.13.jpeg)
Pola pikir serupa dipilih Muhammad Shohibul Fikri untuk menatap Indonesia Terbuka. Atlet ganda putra yang berpasangan dengan Fajar Alfian ini akan bertanding di Istora setelah keluar sebagai runner-up Singapura Terbuka, Minggu (31/5/2026).
Fikri menyadari hasil tersebut bukan pencapaian terbaik. Apalagi, sejak berpasangan pada Juli 2025, mereka selalu dijegal lawan di final. Padahal, ia mengaku telah mengeluarkan kemampuan maksimal di setiap laga puncak.
”Tapi, mungkin memang rezekinya belum dan saya tidak akan menyerah. Saya akan selalu berusaha untuk melewati masa sulit ini,” kata Fikri.
”Hasil kemarin bisa masuk final, walaupun masih runner-up, itu membuat saya pribadi lebih percaya diri lagi bahwa saya dan Fajar bisa bersaing. Di Indonesia Open, semoga kami bisa menampilkan hasil lebih baik dan harapannya semoga bisa juara,” tuturnya menambahkan.
Tantangan berat pun akan menanti pasangan yang ditempatkan sebagai unggulan ketiga itu. Fajar/Fikri akan langsung berhadapan dengan pasangan China ranking ke-10 dunia, Chen Bo Yang/Liu Yi (China), pada babak pertama. Fajar/Fikri menang pada pertemuan sebelumnya di Kejuaraan Asia, April.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/30/89842854a4b186ed6a35741a4d9ff1f7-WhatsApp_Image_2026_05_30_at_20.56.07.jpeg)
Seperti Fikri dan Daniel, tunggal putra Alwi Farhan dan ganda putri Siti Fadia/Silva Ramadhanti juga mengutarakan tekad untuk mengeluarkan seluruh kemampuan demi hasil baik di Indonesia Terbuka. Mereka memilih momen perkembangan positif masing-masing sebagai motivasi sekaligus bekal di Istora.
Alwi, misalnya, percaya diri setelah keberhasilannya menunjukkan progres sedikit demi sedikit di turnamen level menengah dan tinggi. Setelah menjuarai Indonesia Masters 2026 level Super 500, Alwi menembus semifinal Singapura Terbuka 2026 level Super 750.
Kendati antiklimaks di semifinal, Alwi melaju ke babak itu setelah mengalahkan tunggal putra nomor satu dunia, Shi Yu Qi, pada babak kedua dan Kodai Naraoka di perempat final. ”Saya harap bisa mengontrol emosi, mengontrol ekspektasi, dan bisa melakukan semaksimal mungkin serta mengeluarkan apa yang sudah dilatih,” ucap Alwi.
Ketika para atlet bertekad mengeluarkan performa terbaik, bahkan menargetkan gelar juara, PBSI justru tidak memasang target spesifik. Ketua Umum Pengurus Pusat PBSI Mohammad Fadil Imran mengatakan, pihaknya tidak ingin membebani atlet dengan target yang berlebihan.
PP PBSI, kata Fadil, hanya berharap atlet bisa tampil maksimal dan berjuang sampai poin terakhir. Adapun PBSI fokus membantu para atlet mencapai kesiapan terbaik di setiap turnamen.
”Kami tentu berharap seluruh atlet di Indonesia dapat memberikan penampilan terbaik. Namun, PBSI tidak ingin membebani atlet dengan target yang berlebihan,” ujar Fadil.
”Karena, menurut kami, hasil adalah konsekuensi dari proses dan persiapan yang baik. Dan, kalau ditanya siapa yang paling berpeluang menjadi juara, menurut saya semua berpeluang menjadi juara. Peluang masih terbuka,” katanya lagi.
Adapun Wakil Ketua Umum I PBSI Taufik Hidayat berharap Indonesia Terbuka sukses secara penyelenggaraan dan prestasi. Untuk itu, peraih enam gelar juara Indonesia Terbuka ini menantang para atlet mewujudkan kesuksesan prestasi tersebut.
Sehari menjelang berlangsungnya turnamen, area Istora sudah meriah. Dekorasi berwarna merah dan megah sudah terpasang, mencuri perhatian masyarakat yang datang untuk berolahraga di kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
Tenda sponsor dan UMKM yang menjual berbagai jenis kuliner juga sudah terpasang. Panggung hiburan di area halaman, yang dijanjikan akan diisi penampil setiap hari, juga sudah berdiri.
Ketua Panitia Penyelenggara Turnamen Achmad Budiharto mengatakan, penyelenggaraan Indonesia Terbuka memadukan konsep olahraga dan hiburan. Konsep itu dikemas secara interaktif agar bisa melibatkan audiens lebih banyak.
”Lewat Polytron Indonesia Open 2026, kami ingin memberikan kebanggaan buat masyarakat Indonesia, bahwa Indonesia masih ada dan bulu tangkis kita masih berjaya. Mudah-mudahan, persiapan kami di lapangan nanti bisa terbayar dengan prestasi dari atlet-atlet kita,” kata pria yang akrab disapa Budi ini.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra