Nasib Kucing dan Anjing di Tengah Krisis Ekonomi Kuba

Para pencinta hewan di Kuba kesulitan memberi makan kucing dan anjing jalanan.

20 Agt 2025 10:00 WIB · Internasional

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Setiap sore, Nelida Perez yang berusia 81 tahun memulai perjalanannya, menyusuri jalan berbatu di Kota Tua Havana. Di belakangnya, gerombolan kucing lapar mengikutinya. Selama bertahun-tahun, Perez telah berinisiatif memberi makan beberapa kucing jalanan yang berkeliaran di bagian kota yang juga merupakan salah satu tempat wisata paling populer di ibu kota Kuba.

Ia pernah mengandalkan makanannya sendiri atau sumbangan dari restoran, tetapi seiring memburuknya situasi ekonomi dan menurunnya pariwisata, ia semakin sulit memenuhi kebutuhan mereka.

”Saya belum pernah meminta sepiring makanan kepada siapa pun seumur hidup saya untuk kucing-kucing saya,” kata Pérez kepada The Associated Press. Namun, sekarang ia merasakan kesulitan karena situasi krisis ekonomi dan merosotnya pariwisata Kuba.

Seekor kucing liar beristirahat dengan mangkuk makanan di sebuah taman di daerah bersejarah Havana, 5 Agustus 2025.

Sejak 2020, Kuba menghadapi krisis ekonomi yang semakin memburuk. Hal ini disebabkan wabah Covid-19 yang memaksa sektor perekonomian berjalan lambat. Selain itu, sanksi Amerika Serikat dan reformasi keuangan internal yang memicu inflasi menambah keterpurukan negara ini.

Meskipun pemerintah menyediakan vaksin, sterilisasi, dan beberapa klinik gratis, pemerintah tidak memiliki sarana untuk menyediakan tempat berlindung dan makanan bagi kucing dan anjing liar. Para aktivis dan pencinta hewan peliharaan telah mengubah rumah mereka menjadi tempat berlindung bagi kucing dan anjing liar.  Tetapi, mereka kesulitan memberi makanan dan menyediakan perawatan yang memadai.

Seorang pria memberi makan kucing liar di sebuah taman di kawasan bersejarah Havana, Kuba, Selasa (5/8/2025).
Dokter hewan Sandra Fleitas Cruz memeriksa seekor anjing di rumah Angela Arias, pensiunan yang merawat anjing liar di Havana, 24 Juli 2025.
Sukarelawan mengunjungi kumpulan kucing liar di sebuah taman di kawasan bersejarah Havana, 5 Agustus 2025.
Belasan kucing liar tinggal di sebuah taman di kawasan bersejarah Havana, 5 Agustus 2025.

Barbara Iglesias, apoteker berusia 51 tahun, saat ini mengadopsi lima anjing. Ia juga telah menyelamatkan serta menemukan rumah bagi belasan anjing lainnya. Namun, bagian tersulitnya sekarang adalah mendapatkan makanan untuk hewan peliharaannya.

Sekantong makanan anjing seberat 20 kilogram, yang cukup untuk seekor anjing selama sekitar 45 hari, harganya sekitar 80 dollar AS atau setara Rp 1.299.200. Ini jumlah yang besar bagi kebanyakan orang Kuba. Hal ini memaksa orang untuk memberi makan hewan dengan jeroan babi, potongan ayam, atau daging cincang. Namun, ini juga bukan hal yang gampang didapatkan.

Migrasi ratusan ribu warga Kuba dan meningkatnya harga makanan dan obat-obatan hewan telah menyebabkan meningkatnya penelantaran hewan peliharaan. Ini diperparah dengan tingginya angka kematian di kalangan orang tua yang biasanya mempunyai hewan peliharaan.

Nelida Perez Gonzalez memberi makan kucing liar di Havana, 24 Juli 2025.

Krisisi ekonom juga menyebabkan masyarakat lebih memilih fokus pada masalah mereka sendiri. Kesulitan air, tidak adanya listrik, dan sulitnya mendapatkan penghasilan menjadi masalah bagi masyarakat Kuba. Merawat hewan berarti memberi makanan dan merawatnya, dan ini tidaklah mudah dalam situasi sekarang.

Gonzalez, manajer restoran, menghabiskan sebagian besar pendapatannya untuk merawat kucing telantar. Ia dan sekelompok kecil relawan mulai memberi makan 15 kucing di Taman Aldameros pada awal pandemi. Kini, mereka merawat lebih dari 150 kucing. Dibantu donatur, Gonzalez berhasil memasang pompa air dan membuat kandang isolasi serta kandang untuk anak-anak kucing. 

Dokter hewan Sandra Fleitas Cruz memeriksa seekor anjing di rumah Angela Arias, pensiunan yang merawat anjing liar di Havana, Kuba, Kamis (24/7/2025).
Seorang sopir taksi memberikan sisa makan siangnya kepada kucing liar di sebuah taman di daerah Havana, 5 Agustus 2025.
Kucing liar berkumpul di sebuah taman di kawasan bersejarah Havana, 5 Agustus 2025.
Barbara Iglesias memeluk anjing liar yang dia adopsi, di halaman rumahnya di Havana, 23 Juli 2025.

Ia prihatin dengan fenomena mengejutkan tentang banyaknya kucing telantar. Sebelum pandemi, ia menghitung sekitar tiga kucing telantar baru muncul di taman setiap minggunya. Tahun ini, angka tersebut melonjak menjadi 15 per hari. Hidup di tengah krisis ekonomi ternyata tidak mudah bagi kucing dan anjing liar. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Iwan Setiyawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto