Jemaah mempersiapkan diri untuk pelaksanaan puncak ibadah haji. Dihentikannya operasional bus shalawat sementara membuat jemaah beraktivitas di pemondokan.
31 Mei 2025 17:23 WIB · Dikbud
MEKKAH, KOMPAS — Berbagai aktivitas dilakukan jemaah untuk menyambut puncak pelaksanaan ibadah haji. Kegiatan pun lebih banyak dilakukan di hotel pemondokan. Layanan bus shalawat yang tiap hari mengantar jemaah ke Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, pun akan berhenti beroperasi selama 10 hari ke depan.
Berdasarkan pantauan pada Jumat-Sabtu (30-31/5/2025), aktivitas jemaah haji lebih banyak dihabiskan di hotel. Mulai shalat lima waktu hingga shalat Jumat dilakukan di hotel dan masjid sekitar pemondokan. Sebagian anggota jemaah mengisi waktu dengan memperbanyak zikir dan mengaji di mushala yang disiapkan di hotel.
Di hotel Nomor 312 di Sektor 3 Wilayah Syisyah Raudah pada Sabtu (31/5/2025), sejumlah anggota jemaah berusia lanjut atau lansia mengisi waktu dengan berolahraga ringan. Di salah satu ruangan yang disiapkan pihak hotel, jemaah berkumpul dan berolahraga.
”Lebih segar, lebih enakan. Biar sehat saat Armuzna nanti. Kemarin karena pernah stroke, jadi tangan agak susah digerakkan. Tapi, ini enakan. Intinya siap untuk wukuf. Barang-barang juga sudah disiapkan. Topi, payung, semprotan, kacamata hitam, sampai makanan ringan yang mau dibawa,” kata Supriyati Sudarmi (62), anggota jemaah asal Bandar Lampung yang tergabung dalam kloter 12 JKG.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/31/e509d174fb82798dd0cc39a8f85b1737-1c608912_711c_48c4_933a_87e254e20452.jpeg)
Poppy Novitasari, ketua kloter JKG 12, menuturkan, ide untuk mengajak para anggota jemaah haji, terutama lansia, untuk berolahraga karena setiap hari mereka lebih banyak di kamar.
”Mereka juga tidak memakai AC (pendingin ruangan) sehingga sirkulasi udara kurang bagus. Jadi, kami kumpulkan untuk berjemur lalu berolahraga ringan. Biasanya setelah olahraga ringan, dilanjutkan pemeriksaan kesehatan,” katanya.
Di hotel lainnya, jemaah menghabiskan waktu berkumpul di mushala untuk berzikir dan mengaji. Hal ini seperti terlihat di Hotel 201 Sektor 2, di wilayah Syisyah.
Hal serupa dilakukan jemaah di Hotel 216 sektor 2. ”Di hotel saja, mengaji, perbanyak zikir. Kalaupun keluar, di sekitar hotel saja, sekadar jalan-jalan ke toko dekat hotel lalu kembali lagi. Saya siapkan diri untuk wukuf dan rangkaiannya,” kata Herni Lasahi (31), anggota jemaah asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/31/15eeb67cd59fe4f55352b388fb876081-IMG_1972.jpeg)
Seiring makin dekatnya waktu pelaksanaan puncak ibadah haji, otoritas Arab Saudi akan menghentikan pengoperasian bus shalawat untuk sementara waktu. Mulai Minggu (1/6/2025) pukul 12.00 waktu Arab Saudi, layanan bus shalawat direncanakan berhenti beroperasi. Bus akan kembali beroperasi pada Selasa (10/6/2025) pukul 00.00 waktu setempat.
”Seluruh armada akan dipersiapkan melayani jemaah haji ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Kami memahami keinginan jemaah memperbanyak ibadah di Masjidil Haram,” kata Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Arfi Hatim di Mekkah, Arab Saudi, pada Sabtu (31/5/2025).
”Pada jeda layanan tersebut, kami mohon agar jemaah tetap beribadah di hotel masing-masing. Fokus pada puncak ibadah haji lima hari ke depan,” tuturnya.
Terkait persiapan puncak pelaksanaan ibadah haji, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga menyampaikan informasi layanan konsumsi, yakni makanan siap saji. Makanan ini akan diberikan ke jemaah pada Selasa (3/6/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/14/3f8a2ba8b2135a3fb909a83d616a72f8-IMG_0671.jpeg)
”Ada masa di mana kota Mekkah akan padat dan sulit mendistribusikan makanan tepat waktu. Untuk memastikan konsumsi jemaah tetap terpenuhi, PPIH menyiapkan makanan siap saji yang dipastikan cukup gizi, higienis, praktis, dan sesuai selera jemaah haji Indonesia,” kata Arfi.
Pada jeda layanan tersebut, kami mohon agar jemaah tetap beribadah di hotel masing-masing. Fokus pada puncak ibadah haji lima hari ke depan.
Makanan siap saji ini secara bertahap akan dibagikan pada jemaah. Adapun makanan siap saji tersebut terdiri dari nasi uduk untuk makan pagi, nasi putih, dan semur untuk makan siang, serta nasi putih dan semur ayam untuk makan malam.
Untuk Rabu (4/6/2025) hanya diberikan makan pagi saja dan selebihnya akan disajikan makan di Arafah. Adapun tanggal 9 Juni, makanan siap saji diberikan untuk makan siang dan makan malam. Untuk makanan siap saji ini, lauk bisa langsung disantap, tetapi untuk nasi disarankan agar direndam air hangat selama 5-10 menit. Begitu dibuka, makanan harus dihabiskan dan tak boleh disimpan.
Sementara menyikapi persoalan terkait transisi layanan syarikah dari satu jadi delapan, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, sebagian besar persoalan sudah bisa diatasi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/26/3edf9b7937a87f853c2a72d5d6670a42-IMG_1630.jpeg)
Syarikah haji adalah sistem penyelenggaraan layanan ibadah haji di Arab Saudi. Layanan kepada jemaah haji dikelola perusahaan profesional yang disebut dengan syarikah.
”Alhamdulillah kita bersyukur karena satu per satu persoalan yang kita hadapi kemarin sudah terurai dengan baik, walaupun tentu masih ada di sana-sini yang perlu lebih disempurnakan,” tuturnya.
”Tentu ini kita bisa memaklumi karena banyak sekali perubahan dari tadinya satu syarikah menjadi delapan syarikah. Jadi, anak tangganya loncat dari satu ke delapan,” kata Nasaruddin sesaat sebelum melakukan umrah, pada Sabtu dini hari.
Datang bersama rombongan Amirulhajj, Menag memastikan pelaksanaan puncak ibadah haji akan dilaksanakan lebih matang. Seluruh anggota rombongan memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan bidang keahliannya.
”Semua tugas sudah dibagi habis. Di antara rombongan Amirulhajj adalah Pak Dudung yang sudah punya komitmen mengoordinasi petugas-petugas kita yang dari kalangan TNI dan Polri,” ujarnya.
”Nanti akan dilihat kondisi lapangan seperti apa dan sekaligus akan mencoba menghitung kira-kira sistem pengamanan dalam masa seperti ini. Beliau pernah menjadi Kasad (Kepala Staf TNI Angkatan Darat), tentu punya strategi tertentu membicarakan segala hal ini,” katanya.
Penulis:
Reny Sri Ayu dari Mekkah, Arab SaudiEditor:
Evy RachmawatiPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto