Menggantikan Haaland, Marmoush langsung bersinar setelah kembali dari Piala Afrika. Marmoush mengakhiri krisis City, sekaligus membawa variasi baru di lini serang.
25 Jan 2026 06:36 WIB · Olahraga
AP/IAN HODGSON
MANCHESTER, SABTU — Keputusan Manajer Manchester City Pep Guardiola untuk mencadangkan striker Erling Haaland terbukti sangat tepat. Selain bagus bagi Haaland yang membutuhkan jeda, penggantinya, yakni Omar Marmoush, juga sukses membawa kesegaran yang diperlukan lini serang City.
City akhirnya menyudahi rentetan empat laga tanpa kemenangan di Liga Inggris. Mereka menaklukkan tim juru kunci Wolverhampton Wanderers 2-0 di Stadion Etihad, Manchester, Sabtu (24/1/2026) WIB. Tim tuan rumah justru berhasil menang saat sang mesin gol, Haaland, dicadangkan.
Haaland sudah semestinya diistirahatkan. Dia sudah memainkan sembilan laga dalam sebulan terakhir, semuanya sebagai starter. Sang penyerang butuh waktu untuk mengisi tenaga dan mengembalikan kepercayaan diri setelah seret gol sejak akhir Desember 2025. Posisinya digantikan Marmoush.
Penting untuk mencetak gol dan membantu tim. Saya sangat senang bisa berada di sini setelah Piala Afrika.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/25/fbe1e8f5850664d4bf6ac053a678c0e6-Britain_Premeir_League_Soccer.jpg)
Marmoush, yang baru kembali dari Piala Afrika, sudah tidak tampil untuk City sejak pertengahan Desember. Namun, pengaruhnya langsung terlihat dari awal laga. Penyerang asal Mesir itu membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-6, memanfaatkan umpan silang dari bek sayap Matheus Nunes.
”Penting untuk mencetak gol dan membantu tim. Saya sangat senang bisa berada di sini setelah Piala Afrika. Kami hanya coba menyegarkan pikiran dan kaki kami (setelah hasil buruk),” kata Marmoush yang nyaris mencetak brace di pertengahan paruh pertama, tetapi tembakannya membentur tiang.
Gol cepat Marmoush berhasil menaikkan kepercayaan diri tim asuhan Guardiola. Seperti diketahui, mereka datang ke laga tersebut dengan kondisi moral tim teramat rendah. City baru saja kalah beruntun dari Bodo/Glimt 1-3 di Liga Champions dan Manchester United 0-2 di Liga Inggris.
Tanpa Haaland, sistem serangan City berubah total. Mereka tidak menggunakan target man yang setia menunggu bola di kotak penalti. Guardiola memainkan formasi cair tanpa penyerang tengah. Marmoush lebih sering beroperasi di sisi sayap kiri, sesekali menusuk ke kotak penalti seperti situasi gol pertama.
Area sentral serangan City diisi secara bergantian oleh beberapa pemain. Dua sosok yang paling sering menusuk adalah gelandang Rayan Cherki dan Tijjani Reijnders. Alhasil serangan mereka lebih sulit dibaca oleh Wolves. Bek lawan tidak lagi hanya perlu mengawasi Haaland untuk meredam serangan City.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/25/12320c88c64703dae80f00a399bef266-wires_photo_2026_01_25T010659.950.jpg)
Formasi fleksibel itu pula yang menginspirasi gol Antoine Semenyo pada pengujung babak pertama. Di momen itu, bek Wolves Santiago Bueno tertarik dari garis terakhir karena pergerakan Cherki dan Bernardo Silva dari lini tengah. Hasilnya, tercipta lubang yang dieksploitasi oleh Semenyo.
Menurut Guardiola, peran Marmoush tetap penting walaupun berstatus pelapis. Sang pemain sempat diragukan karena baru menyumbang satu asis dari 10 penampilan di liga. ”Orang bertanya tentang angkanya, asis, atau gol. Jadi, saya senang dengan Omar atas energinya. Kami berhasil (menjawab kritik),” katanya.
Sepasang gol itu menjadi modal besar bagi City. Mereka sempat kewalahan menghadapi serangan lugas Wolves selepas turun minum. Tim tamu mendapatkan banyak peluang matang dari umpan silang ataupun skema bola mati. Wolves bahkan mampu unggul jumlah tembakan di paruh kedua, 9-4.
Pelatih Wolves Rob Edwards mengatakan, perubahan formasi dari tiga bek ke empat bek pada paruh kedua berhasil mengubah ritme laga. ”Tetapi, tantangannya sangat sulit karena kami sudah tertinggal 0-1 di awal laga. Pemain sudah melakukan yang saya minta, untuk lebih berani. Kami berhasil membuat mereka cukup hening,” ujarnya.
Beruntung, Guardiola sudah bisa memakai jasa bek baru City, yaitu Guehi. Pemain yang didatangkan dari Crystal Palace dengan harga senilai 20 juta pound sterling (Rp 457,9 miliar) itu tampil apik dalam debutnya. Guehi menularkan ketenangan kepada duetnya, bek berusia 21 tahun Abdukodir Khusanov.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/25/fe7e4f83b1cf558c4e3ec4d69c91db68-Britain_Premeir_League_Soccer_2_.jpg)
Guehi mampu mengisi lubang yang ditinggalkan dua bek inti City, yakni Ruben Dias dan Josko Gvardiol, yang menepi akibat cedera. Terlepas dari catatan nirbobol, pemain tim nasional Inggris itu belum puas. ”Banyak detail kecil dan penempatan posisi yang perlu saya pelajari dengan cepat, tetapi itu sangat menyenangkan,” ucap Guehi.
Walaupun Marmoush mampu tampil apik sebagai starter, City tetap akan membutuhkan kontribusi terbaik dari Haaland dalam waktu dekat. Sistem serangan Guardiola bertumpu pada peraih dua kali trofi Sepatu Emas Liga Inggris tersebut. Marmoush hanyalah senjata pelengkap untuk menambah variasi serangan ”The Citizens”. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto