Gim kelima final akan memberikan gambaran utuh siapa tim yang lebih berpotensi keluar sebagai juara NBA musim ini, antara Indiana Pacers atau Oklahoma City Thunder.
16 Jun 2025 17:35 WIB · Olahraga
OKLAHOMA, SENIN — Laga selanjutnya antara Indiana Pacers versus Oklahoma City Thunder akan bertajuk perebutan trofi juara bayangan sebab sejarah lebih berpihak kepada pemenang gim kelima final NBA. Siapa pun pemenang dalam laga krusial tersebut akan lebih dekat untuk meraih titel juara sebenarnya.
Pacers merasakan racun mereka sendiri. Kebangkitan dramatis pada pengujung laga yang menjadi ciri khas Tyrese Haliburton dan rekan-rekan sepanjang playoff, termasuk saat mencuri gim pertama, justru menjadi penyebab kekalahan Pacers dari Thunder di gim keempat, Sabtu (14/6/2025) WIB, di Stadion Gainbridge Fieldhouse, Indianapolis. Pacers kalah dengan skor 104-111. Seri final antara Pacers dan Thunder pun kembali seimbang 2-2.
Thunder mengembalikan keuntungan kandang. Mereka akan menjamu Pacers dalam gim kelima di Stadion Paycom Center, Selasa (17/6/2025) pukul 07.30 WIB. Jika menang, Thunder tinggal satu butuh kemenangan di dua laga terakhir untuk juara. Seandainya kalah, mereka harus bertandang dalam hidup atau mati di gim keenam.
Sebaliknya, urgensi serupa juga dirasakan Pacers. Final berformat terbaik dalam tujuh gim akan ditentukan di tiga gim terakhir. Gim kelima menjadi kuncinya. Seperti dikutip situs resmi NBA, sebanyak 74,2 persen dari tim yang memenangkan gim kelima dalam situasi seri seimbang 2-2 akan keluar sebagai juara.
Dalam satu dekade terakhir, sudah terjadi tiga kali saat situasi seimbang jelang gim kelima final. Menariknya, seluruh tim yang merebut gim tersebut selalu berhasil keluar sebagai juara. Mereka adalah Golden State Warriors pada 2023 dan 2015, serta Milewaukee Bucks pada 2022. Ketiganya sama-sama mengangkat trofi di gim keenam.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/16/69da703b-0f85-47a3-9735-93d7a93d65be_jpg.jpg)
Momentum sudah berbalik. Tekanan lebih besar ada di pundak Pacers sebagai tamu. Meskipun begitu, Haliburton tidak khawatir. ”Grup ini sudah memperlihatkan ketangguhan sepanjang tahun. Saya bersemangat menyambut gim kelima,” kata Haliburton yang menjadi pahlawan kemenangan dalam gim pertama di kandang Thunder.
Laga krusial pasti berkaitan dengan mentalitas pemain. Sejalan dengan itu, pengalaman akan berbicara banyak. Kebetulan, Pacers dan Thunder belum pernah juara sepanjang sejarah NBA. Mereka juga diperkuat banyak pemain muda yang bahkan baru pertama merasakan partai final pada musim ini.
Sorotan pun tertuju ke satu pemain veteran dalam setiap tim, yaitu Alex Caruso di Thunder dan Pascal Siakam di Pacers. Hanya mereka yang memiliki cincin juara di antara seluruh pemain. Caruso dan Siakam sudah memperlihatkan betapa penting peran mereka sepanjang seri final.
Caruso bukan pemain inti seperti Siakam. Dia memulai laga dari bangku cadangan. Namun, pengaruh mantan guard Los Angeles Lakers itu selalu nyata di dua sisi lapangan. Caruso sudah dua kali mencetak 20 poin di final. Uniknya, dua momen itu selalu berujung dengan kemenangan Thunder atas Pacers.
Di dua laga lain, gim pertama dan ketiga saat Caruso hanya menyumbang rerata 9,5 poin, Thunder kalah. Pemain spesialis defensif berusia 31 tahun itu, tertua di Thunder, juga menjadi jantung dalam pertahanan tim. Dia sudah menghasilkan 10 kali mencuri bola atau steal dalam empat laga versus Pacers, terbanyak di antara pemain dari kedua tim.
Caruso membuktikan, keputusan Thunder menghadirkannya dari Chicago Bulls pada awal musim adalah keputusan terbaik. ”Dia adalah seorang kompetitor sejati. Dia telah membuktikan itu sepanjang kariernya, lagi dan lagi, terutama di playoff kali ini. Kata-kata saya tidak akan cukup untuk menggambarkan mentalitasnya dalam berkompetisi,” ujar Pelatih Kepala Thunder Mark Daigneault.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/16/620adad8-f5be-41ba-b11d-fec05d97c957_jpg.jpg)
Siakam, peraih Most Valuable Player Final Wilayah Timur 2024-2025, tidak kalah penting. Dia merupakan pencetak skor terbanyak untuk Pacers di final dengan rerata 18,8 poin. Masalahnya, Thunder sepertinya sudah menemukan resep yang tepat untuk meredam mantan forward Toronto Raptors tersebut.
Siakam nyaris tidak melakukan apa pun saat kebangkitan dramatis Thunder di kuarter keempat laga sebelumnya. Dia hanya mengeksekusi satu tembakan tiga angka yang gagal masuk dan membuat satu rebound. Selebihnya, dia tidak terlihat. Pacers yang unggul tujuh poin di awal kuarter, terpaksa menyerah 104-111.
Pelatih Kepala Pacers Rick Carlisle berkata, presensi Siakam dibutuhkan di laga selanjutnya. ”Dia perlu lebih banyak menyentuh bola jika ingin kami menang. Pengalamannya telah menjadi faktor utama dari pertumbuhan tim ini yang diisi para pemain muda. Kami harus memastikan keterlibatannya,” ujarnya.
Pertahanan Pacers juga akan berperan besar dalam laga nanti. Mereka harus memperlambat sang MVP musim ini, Shai Gilgeous-Alexander, yang sudah mencetak rerata 32,8 poin di final untuk Thunder. Skuad Pacers tidak boleh lengah lagi, seperti yang dilakukan pada pengujung gim keempat.
Pacers cukup bisa memperlambat Shai di tiga kuarter awal laga sebelumnya. Shai baru mencetak 20 poin dari tiga kuarter. Namun, setelah itu, dia menghasilkan 15 poin hanya dalam satu kuarter terakhir. Jumlah itu nyaris menyamai perolehan seisi skuad Pacers di kuarter tersebut (17).
Dominasi Shai seperti sudah menjadi garansi di setiap pertandingan. Hanya sekali, saat Shai gagal menyumbangkan 30 poin lebih ke keranjang Pacers, yaitu di gim ketiga (24 poin). Ketika itu, Thunder kalah 107-116. Realitas itu membuat Pacers harus melakukan satu dari dua pilihan untuk menang, memperlambat Shai atau meredam rekan-rekannya. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan