Pahit-Manis dari Keunggulan Mutlak Timnas Indonesia atas Taiwan

Masih banyak catatan pembenahan yang perlu dilakukan timnas Indonesia. Efektivitas dan kualitas serangan wajib dibenahi di tengah kedalaman skuad yang sangat baik.

06 Sep 2025 08:10 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Suporter tim nasional Indonesia yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/9/2025) malam, terhibur dengan enam gol ke gawang Taiwan. Meskipun unggul mutlak 6-0, skuad ”Garuda” masih menyimpan sejumlah kelemahan yang patut dibenahi sebelum menuju gelanggang sebenarnya pada putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026, Oktober mendatang.

Enam gol dicetak oleh lima pemain berbeda timnas Indonesia. Jordi Amat (menit ke-4), Marc Klok (33’), Eliano Reijnders (38’), Ramadhan Sananta (58’), dan Sandy Walsh (60’) silih berganti mencatatkan nama di papan skor. Satu gol lagi dicetak gol bunuh diri bek tim tamu, Chao Ming Hsiu, pada menit ke-24.

Skor akhir itu menunjukkan anak asuhan Patrick Kluivert tampil sesuai ekspektasi. Kemenangan telak pantas didapatkan seiring gap kualitas di antara kedua tim. Indonesia duduk di peringkat ke-118 ranking FIFA, sedangkan Taiwan ada di posisi ke-172. Di Asia Tenggara, level Taiwan setara dengan Kamboja yang juga berada di zona 180 besar ranking FIFA terkini.

Namun, dari sisi permainan, banyak hal tentu menjadi catatan staf pelatih timnas Indonesia. Keunggulan kualitas tim dan individu yang ditandai margin enam gol itu sejatinya belum menunjukkan peningkatan pesat dari performa ”Garuda” di putaran ketiga pra-Piala Dunia 2026.

Catatan ”pahit” itu dimulai dari sisi efektivitas serangan. Enam gol yang tercipta berasal dari 23 tembakan yang dilepaskan Rizky Ridho dan kawan-kawan. Namun, Indonesia hanya bisa hasilkan lima tembakan tepat sasaran. Hal itu tentu terlepas dari satu gol bunuh diri pemain Taiwan.

Pemain Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri berusaha melewati pemain Taiwan dalam Laga Persahabatan Internasional di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (5/9/2025). Indonesia menang 6-0. Dalam laga selanjutnya Indonesia akan melawan Lebanon pada 8 September mendatang.
Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Di luar tembakan tepat sasaran itu, pemain Indonesia tercatat melepaskan dua tembakan yang diselamatkan mistar gawang Taiwan. Selebihnya, tembakan melebar di sisi luar tiang gawang atau melayang di atas mistar tim tamu, termasuk tembakan penyerang anyar, Mauro Zijlstra, pada menit ke-78.

Dengan memperhatikan tembakan tepat sasaran itu, maka akurasi tembakan pemain-pemain Indonesia hanya sebesar 26 persen. Angka itu pun kalah dibandingkan 33 persen tingkat akurasi tembakan Taiwan yang hanya hasilkan tujuh tembakan. Meski sekadar ciptakan tujuh tembakan, Taiwan memaksa kiper Indonesia, Emil Audero, melakukan dua penyelamatan, pada babak kedua.

Merujuk kreasi tembakan tepat sasaran itu, maka hanya tercipta sedikit peningkatan daripada akurasi tembakan 14 persen yang dicatatkan timnas Indonesia pada 10 laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.

Jumlah lima tembakan tepat sasaran itu juga tidak menunjukkan ada perbaikan signifikan. Pasalnya, skuad Garuda rerata koleksi tiga tembakan tepat sasaran per laga ketika menghadapi lima tim yang duduk di zona 90 besar dunia.

Di sisi lain, Indonesia tercatat memiliki 69 persen penguasaan bola. Akurasi operan pun mencapai 89 persen. Dari 680 upaya operan yang dilepaskan anak asuhan Kluivert, 607 operan tepat sasaran. Hal itu merujuk catatan statistik Lapangbola.

Pemain Timnas Indonesia Ramadhan Sananta duel udara dengan  pemain Taiwan dalam Laga Persahabatan Internasional di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (5/9/2025). Indonesia menang 6-0. Dalam laga selanjutnya Indonesia akan melawan Lebanon pada 8 September mendatang.
Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)
Quote

Saya pikir pada babak pertama gelandang kami terlalu tinggi. Situasi itu mempersempit ruang pemain sayap. Kami mengubah itu sehingga tercipta gol-gol indah.

Namun, operan itu masih amat minim tercipta di sepertiga akhir pertahanan tim tamu. Indonesia hanya hasilkan 154 operan sukses atau 25 persen operan didistribusikan di zona akhir pertahanan Taiwan.

Rendahnya operan sukses di sepertiga akhir zona defensif memang dipengaruhi pertahanan blok rendah Taiwan. Namun, hal itu juga menunjukkan skuad Garuda masih amat minim melepaskan umpan-umpan progresif.

Kualitas operan progresif itu sejatinya amat menentukan ketika menghadapi Arab Saudi dan Irak, Oktober nanti, yang jauh lebih baik dari Taiwan. Bahkan, jika melihat jumlah 27 operan di kotak penalti Taiwan, situasi itu menjadi alarm bagi kemampuan Indonesia menyajikan operan-operan menuju ruang-ruang berbahaya lawan.

Tak hanya operan progresif yang amat minim, umpan silang Indonesia juga masih rendah. Hanya 36 persen tingkat akurasi umpan silang di kotak penalti Taiwan. Persentase itu hanya meningkat sedikit dibandingkan 26 persen akurasi umpan silang pada putaran ketiga pra-Piala Dunia 2026.

Empat pemain Indonesia yang mencatatkan umpan silang akurat adalah Shayne Pattynama (dua umpan silang sukses), lalu Yakob Sayuri, Egy Maulana Vikri, dan Beckham Putra masing-masing-masing satu umpan silang akurat.

Pemain Timnas Indonesia Ramadhan Sananta berusaha melewati pemain Taiwan dalam Laga Persahabatan Internasional di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (5/9/2025). Indonesia menang 6-0. Dalam laga selanjutnya Indonesia akan melawan Lebanon pada 8 September mendatang.
Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Kluivert menyebut pada awal permainan situasi ideal dialami oleh para pemain sayap. Dengan formasi 4-2-3-1, Kulivert menempatkan dua pemain di setiap sisi tepi lapangan. Pattynama dan Beckham di kiri, sedangkan Egy dan Yakob berkolaborasi di kanan.

”Saya pikir pada babak pertama gelandang kami terlalu tinggi. Situasi itu mempersempit ruang pemain sayap. Kami mengubah itu sehingga tercipta gol-gol indah,” tutur Kluivert. Beckham, Egy, dan Yakob mencatatkan asis pada babak pertama.

Alternatif pemain

Terlepas dari masih banyak aspek yang perlu ditingkatkan jelang bertarung di Jeddah, Arab Saudi, bulan depan, Kluivert bisa sedikit tersenyum karena kedalaman skuad Garuda. Untuk pertama kali selama menangani Indonesia, Patrick hanya memainkan dua bek tengah yang diisi duet Persija Jakarta, Jordi dan Rizky Ridho.

Ia memadatkan lini tengah dengan menurunkan duo pivot, Klok dan Nathan Tjoe-A-On. Di babak kedua, Nathan diganti oleh Thom Haye.

Sektor gelandang serang ditempati oleh Eliano Reijnders. Meskipun dalam dua musim terakhir membela PEC Zwolle bermain sebagai bek sayap, Eliano sejatinya lebih sering tampil sebagai gelandang serang dalam karier profesionalnya.

Pemain Timnas Indonesia Marc Anthony Klok (tengah) berusaha melewati pemain Taiwan dalam Laga Persahabatan Internasional di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (5/9/2025). Indonesia menang 6-0. Dalam laga selanjutnya Indonesia akan melawan Lebanon pada 8 September mendatang.
Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Sebanyak 42 laga dari 204 laga profesional dijalani Eliano sebagai gelandang serang. Terakhir kali, ia menempati posisi itu ketika membela Jong Utrecht di Divisi Dua Liga Belanda musim 2022-2023, tepatnya laga kontra VVV Venlo, 20 Mei 2023.

Berperan lebih menyerang membuat Eliano akhirnya bisa mengoleksi gol pertama untuk timnas Indonesia. Ia menyontek umpan dari Yakob.

”Eliano bisa bermain di banyak posisi. Saya merasa dia mengeksekusi dengan baik pada perannya (gelandang serang),” ujar Kluivert tentang Eliano, pemain baru Persib Bandung.

Dua bek sayap inti, Yakob dan Shayne, juga terlibat aktif dalam serangan tim. Keduanya menunjukkan bisa berperan baik dan pantas membela skuad Garuda di tengah padatnya pemain di pos bek sayap. Shayne, misalnya, bersaing dengan Calvin Verdonk dan Dean James.

Adapun Ramadhan Sananta membuktikan kelayakan mengenakan seragam timnas Indonesia. Penyerang, yang kini berkarier di Liga Malaysia bersama DPMM FC, berperan bagi dua gol ke gawang Taiwan. Sebuah gol dan mengkreasi gol bunuh diri bek Taiwan.

Pemain Timnas Indonesia Marselino Ferdinand berusaha melewati pemain Taiwan dalam Laga Persahabatan Internasional di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (5/9/2025). Indonesia menang 6-0. Dalam laga selanjutnya Indonesia akan melawan Lebanon pada 8 September mendatang.
Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Selain para pemain itu, dua debutan, Mauro dan Miliano Jonathans, menghadirkan secercah harapan. Mauro bisa menjadi alternatif ketika Kluivert membutuhkan penyerang bertipe poacher yang lihai duel udara.

Miliano membuktikan dirinya penyerang sayap modern. Dribel dan kemampuannya unggul duel satu lawan satu dengan bek lawan adalah keunggulan penting. Tinggal akurasi tembakan yang perlu ditingkatkan Miliano.

Satu penyerang sayap baru, Adrian Wibowo, juga sudah siap memberikan dampak bagi skuad Garuda. Pemain LAFC itu berpeluang jalani laga debut kontra Lebanon, Senin (8/9/2025). Syaratnya, paspor ganda terbatas untuknya sudah terbit. Adrian baru berusia 19 tahun sehingga masih diperbolehkan memegang dua paspor.

Ketika sudah menginjak usia 21 tahun, ia baru diwajibkan memilih salah satu paspor, Indonesia atau Amerika Serikat. FIFA mengizinkan Adrian membela Indonesia karena sang ayah kelahiran Surabaya, Jawa Timur.

”Uji coba ini bukan hanya tentang hasil. Utamanya, Patrick Kluivert bisa mencoba dan melihat kualitas pemain dan memastikan taktik bisa berjalan dengan baik untuk laga Indonesia sesungguhnya di kualifikasi Piala Dunia 2026,” tutur Ketua Umum PSSI Erick Thohir.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan