Tren nirkalah Bournemouth menjadi bekal menyambut Liverpool. Trio penyerang tajam "The Cherries" akan ganggu kemapanan pertahanan pemucak klasemen.
31 Jan 2025 15:44 WIB · Olahraga
BOURNEMOUTH, JUMAT — Pertarungan seru bakal tersaji di Stadion Vitality, Bournemouth, Inggris, Sabtu (1/2/2025) pukul 22.00 WIB, ketika Bournemouth menyambut pemuncak klasemen Liverpool pada pekan ke-24 Liga Inggris. Performa irasional tim asuhan Andoni Iraola berpotensi menghadang laju ”Si Merah” menuju gelar juara.
Perjalanan ke pantai selatan Inggris tidak akan mudah bagi Liverpool. Si Merah mengemas rekor apik di Stadion Vitality sejak Bournemouth menembus Liga Primer Inggris pada musim 2015-2016.
Liverpool membawa pulang lima kemenangan dan hanya dua kali menderita kekalahan. Hasil negatif itu tercipta pada musim 2016-2017 dengan skor 3-4, lalu terulang dengan skor 0-1 pada musim 2022-2023. Adapun empat kemenangan terakhir Liverpool di markas Bournemouth selalu berbuah minimal tiga gol.
Namun, situasi Bournemouth saat ini jauh berbeda dibandingkan musim-musim terdahulu. Dengan berada di peringkat ketujuh, tim berjuluk ”The Cherries” itu menjadi kandidat kuat untuk menjadi duta Inggris dalam kompetisi antarklub Eropa, minimal Liga Konferensi Eropa. Dalam perjalanan klub selama 126 tahun, mereka belum pernah tampil dalam kompetisi kontinental.
Bournemouth juga menyambut sang pemuncak klasemen dengan catatan istimewa tak terkalahkan dalam 11 laga Liga Inggris terakhir. Bahkan, dalam dua gim liga terakhir, Bournemouth membuktikan kualitas mereka dengan mengandaskan dua tim yang juga tengah dalam tren penampilan mengagumkan, yaitu Newcastle United dan Nottingham Forest.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/31/e992e5a92a22a797f66596c36a418670-FBL_ENG_PR_BOURNEMOUTH_NOTTINGHAM_FOREST_127025453.jpg)
The Cherries melibas Newcastle, 4-1, lalu membuat Forest tak berdaya dengan keunggulan 5-0.
Dua kemenangan besar itu, termasuk hasil imbang 2-2 melawan Chelsea di Stadion Stamford Bridge, adalah sinyal adanya sesuatu yang tidak bisa dicerna logika dari performa Bournemouth. Tiga hasil luar biasa diraih Bournemouth ketika mereka tidak diperkuat dua penyerang tengah andalan.
Mereka adalah Evanilson yang absen hingga April akibat cedera, lalu Enes Unal yang mengakhiri musim lebih cepat akibat cedera ligamen cruciate anterior (ACL). Kehadiran dua penyerang tengah itu telah berkontribusi tujuh gol setidaknya hingga pekan ke-20 Liga Inggris.
Saya bisa katakan tim kami sangat muda, sangat segar, sangat lapar, dan sangat bertalenta. Jadi, hal itu yang menjadi bekal kami berada dalam penampilan baik.
Namun, dua penyerang impor itu tidak sepenuhnya bisa menjadi solusi dari buruknya efektivitas Bournemouth di liga. Sebelum keduanya absen jelang hadapi Chelsea, Bournemouth hanya mencetak 30 gol dari 38,9 expected goals (xG). Catatan itu membuat The Cherries sebagai tim terburuk dalam perbandingan gol sesungguhnya dengan xG untuk tim yang berada di zona delapan besar Liga Inggris 2024-2025.
Ketika kehilangan dua penyerang andalan, Iraola justru mampu membenahi efektivitas timnya. Dalam tiga gim, Bournemouth mencetak 11 gol atau rerata menghasilkan 3,67 gol per laga. Angka itu sudah meningkat lebih dari dua kali lipat dari pekan pertama hingga ke-20 karena Bournemouth hanya menghasilkan 1,5 gol per gim.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/31/c8353390fb28ba41aa4914f2b522ea45-FBL_ENG_PR_BOURNEMOUTH_NOTTINGHAM_FOREST_127021449.jpg)
Selisih gol mereka dengan xG pun menipis. Jumlah gol Bournemouth telah mencapai 41 gol dari 44 xG.
”Saya bisa katakan tim kami sangat muda, sangat segar, sangat lapar, dan sangat bertalenta. Jadi, hal itu yang menjadi bekal kami berada dalam penampilan baik,” ujar Lewis Cook, bek sayap kanan dan kapten Bournemouth, dilansir laman klub, Jumat (31/1/2025).
Iraola justru bisa memaksimalkan peran gol dari tiga pemain depan, yakni Justin Kluivert, Dango Ouattara, dan Antoine Semenyo. Dalam tiga gim terakhir, gol-gol The Cherries setidaknya berasal dari salah satu dari ketiga pemain itu. Bahkan, ketika menghadapi Forest, ketiganya mencetak nama di papan skor.
Kluivert menghasilkan lima gol, Ouattara mencetak tiga gol, dan Semenyo sudah menyumbang dua gol pada tiga pertandingan terakhir The Cherries. Performa mereka adalah bekal Bournemouth untuk menciptakan kejutan sekaligus memberikan kekalahan kedua bagi Liverpool di liga musim ini.
Cook pun yakin timnya bisa memberikan perlawanan sengit kepada Liverpool. Tak hanya tampil baik, Cook optimistis Bournemouth bisa melanjutkan catatan nirkalah kontra Liverpool.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/31/ae836cb2b329ab7c9fff775364ebab37-TOPSHOT_FBL_ENG_PR_BOURNEMOUTH_NOTTINGHAM_FOREST_127025831.jpg)
”Kami perlu melakukan yang terbaik, bermain agresif, dan berusaha memainkan gaya kami di hadapan mereka. Mereka adalah tim yang sama dengan kami yang akan terus berusaha hingga peluit akhir. Tetapi, saya pikir kami memiliki beberapa pemain yang bisa mengubah pertandingan,” tutur Cook.
Sementara itu, kepercayaan diri juga tengah menyelimuti skuad Liverpool. Setelah memastikan tempat di babak perdelapan final Liga Champions, maka Si Merah bisa sepenuhnya fokus pada kompetisi domestik selama Februari ini.
Selain lima laga liga, Liverpool akan menghadapi Tottenham Hotspur di gim kedua semifinal Piala Liga Inggris dan jumpa Plymouth Argyle di putaran keempat Piala FA.
Andy Robertson, bek sayap kiri Liverpool, menuturkan, Liverpool sudah mulai menampilkan keseimbangan dalam permainan di bawah asuhan Pelatih Arne Slot. Kondisi itu membantu semua pemain Liverpool bisa memberikan dampak ketika diturunkan sehingga mereka dalam jalan yang tepat pada persaingan titel liga.
”Perjalanan kami musim ini didasari keseimbangan antara pemain muda yang sangat antusias dengan pemain-pemain berpengalaman yang terus berusaha menjaga tim dalam performa terbaik. Melawan siapa pun dan ketika dalam kondisi unggul, kami tetap menjaga fokus,” ujar Robertson, dilansir Liverpool Echo.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji Dewabrata