Pantaskah Mees Hilgers Dimainkan Lawan Jepang?

Laga tak menentukan lawan Jepang menjadi kans terbaik Mees Hilgers membuktikan diri di timnas Indonesia. Ia wajib cepat beradaptasi dengan pola Patrick Kluivert.

09 Jun 2025 15:05 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Senyum merekah khas bintang iklan pasta gigi selalu terpancar dari wajah Mees Hilgers saat menemani rekan setimnya melakukan victory lap ke semua sudut tribune Stadion Utama Bung Karno, Jakarta, seusai Indonesia menaklukkan China 1-0, Kamis (5/6/2025).

Pada laga itu, wajah semringah merayakan kemenangan terlihat dari Mees, meskipun ia hanya menghangatkan bangku cadangan selama 90 menit laga. Berstatus sebagai pemain dan bek Asia Tenggara termahal merujuk data nilai pasar Transfermarkt, tentu sangat disayangkan bek FC Twente itu hanya mengisi daftar pemain cadangan.

Kita pun tidak tahu bagaimana suasana hati Mees. Dengan segala kemampuannya serta predikat salah satu bek muda cemerlang di Liga Belanda 2024-2025, maka Mees perlu mendapat kesempatan untuk menularkan performa apiknya di level klub ketika membela jersei dengan lambang garuda di dada.

Di Liga Belanda musim ini, pemain berusia 24 tahun itu tampil selama 1.877 menit dengan 25 penampilan. Tingkat akurasi operannya mencapai 88 persen, membantu Twente menghasilkan lima gim tak kemasukan, rerata empat kali memulihkan penguasaan bola, empat kali pula rerata kemenangan duel per gim, hingga nihil blunder berbuah gol.

Angka-angka itu tentu jauh lebih menjanjikan dibandingkan penampilan kompetisi milik Justin Hubner yang hanya bermain di Liga Primer Dua, ajang khusus pemain cadangan tim-tim Liga Primer Inggris. Begitu pun Rizky Ridho yang bermain untuk tim yang finis di papan tengah BRI Liga 1 2024-2025, Persija Jakarta.

Bek asal Twente, Mees Hilgers, telah bergabung berlatih bersama rekan setimnya di Timnas Indonesia pada sesi latihan di Stadion Kota Olahraga Riffa, Bahrain, Senin (7/10/2024). Hilgers menambah kualitas pertahanan "Garuda".

Namun, performa seorang pemain terkadang mencapai dimensi berbeda ketika membela timnas. Hal itulah yang ditunjukkan Justin dan Rizky, yang telah membentuk trio bek tengah tangguh bersama Jay Idzes.

Dua gim nirbobol kontra Bahrain dan China adalah bukti mereka telah menjadi tembok pertahanan tangguh untuk ”Garuda”. Jika dihitung semua gim kualifikasi Piala Dunia 2026, ketiganya telah mencatatkan enam laga tanpa kemasukan. Vietnam, Filipina, Australia, Arab Saudi, Bahrain, dan China telah merasakan frustrasi menghadapi trio bek itu.

Sementara itu, setiap bermain sejak sepak mula, Mees selalu gagal mempersembahkan hasil positif bagi Indonesia. Kesempatan Mees turun sebagai pemain inti di kandang China dan markas Australia menjadi dua dari tiga kekalahan yang dialami Indonesia pada Grup C putaran ketiga pra-Piala Dunia 2026. Ia juga bermain penuh ketika Indonesia ditahan Bahrain, 2-2.

Hasilnya, Garuda kemasukan sembilan gol dalam tiga pertandingan itu. Tak hanya kekalahan, Mees juga tidak mampu merampungkan laga pada dua gim terkini berseragam Garuda karena menderita cedera pada pertengahan babak kedua.

Kesempatan Mees meningkatkan kekompakan dengan rekan setimnya di lapangan hadir saat melawan Jepang, Selasa (10/6/2025) pukul 17.35 WIB, di Stadion Sepak Bola Kota Suita, Prefektur Osaka. Laga itu tidak akan berpengaruh apa-apa bagi jalan Indonesia yang sudah memastikan tempat di putaran keempat.

Ragnar Oratmangoen (kedua dari kiri), penyerang Indonesia, merayakan golnya ke gawang Bahrain bersama Mees Hilgers (kiri) dan Calvin Verdonk (kanan) pada gim kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis (10/10/2024), di Stadion Nasional Bahrain, Riffa. Ragnar mencetak gol penyama kedudukan.

Pelatih Indonesia Patrick Kluivert juga sudah mengisyaratkan untuk mengubah susunan 11 pemain utama. Kluivert ingin memberikan kesempatan tampil kepada pemain-pemain yang tidak dimainkan kontra China.

”Mungkin, ya (melakukan rotasi). Saya memikirkan itu,” ucap Kluivert seusai memimpin latihan perdana skuad Garuda di Jepang, Minggu (8/6/2025) malam.

Adaptasi pola

Ketika Kluivert memberikan kesempatan tampil, Mees harus mampu menunjukkan performa gemilang di lapangan. Laga melawan Jepang, tim terbaik di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, adalah ujian terbaik bagi kualitas Mees yang ditempa di Belanda.

Penampilan Mees di timnas memang belum sebaik bersama klub. Akurasi operannya hanya 80 persen, rerata 1,38 kali dilewati oleh dribel lawan, dan hanya tiga kali rata-rata memulihkan penguasaan bola.

Ia wajib nyetel dengan sistem tiga bek yang dijalankan di timnas Indonesia. Dalam dua penampilan sebelumnya, Mees kedodoran untuk memahami perannya dalam skema tiga bek.

Pemahaman dirinya dengan dua bek pendamping belum terlihat padu. Tugas untuk berbagi peran yang ditampilkan Mees dengan Jay belum seapik ketika bek Venezia itu berpasangan dengan Ridho dan Justin.

Indonesia's head coach Patrick Kluivert, right, talks to defender Rizky Ridho Ramadhani during the third round of the 2026 World Cup Group C Asia qualifier soccer match between Indonesia and Bahrain at Gelora Bung Karno Main Stadium in Jakarta, Indonesia, Tuesday, March 25, 2025. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Selain Mees, satu pemain lain yang patut mendapat perhatian adalah Dean James. Serupa dengan Mees, Dean juga tampil reguler bersama timnya di Liga Belanda, yakni Go Ahead Eagles. Ia juga bagian dari skuad GA Eagles yang meraih Piala KNVB 2024-2025.

Namun, bek sayap berusia 25 tahun itu hanya menyaksikan rekan setimnya dari bangku cadangan pada dua gim terakhir di SUGBK. Jika melihat performa pesaingnya, Dean tentu sulit menyingkirkan Calvin Verdonk sebagai bek sayap kiri utama Indonesia.

Merujuk performanya musim ini dengan 1.720 menit penampilan dalam 25 gim di Liga Belanda, Dean pantas mendapat menit bermain di Stadion Suita. Dean memiliki catatan yang baik juga berkat sumbangan dua gol, dua asis, dan kreasi 10 peluang. Dalam tugas bertahan, ia membantu GA Eagles mencatatkan dua gim nirbobol.

Adapun untuk pemain lokal, Yance Sayuri pantas mendapat kesempatan mencatatkan cap kedua bersama skuad Garuda. Kecepatan dan kemampuan bertahan Yance yang diasah bersama PSM Makassar dan Malut United bisa menjadi bekal untuk mengantisipasi permainan menyerang sayap yang berpusat di kedua sisi lapangan.

Terlepas dari siapa pemain yang dipercaya Kluivert untuk bermain di markas Jepang, kesempatan tampil menunjukkan buah dari kerja keras para pemain dalam sesi latihan. Kluivert berkata, ”Pemain yang saya turunkan, mereka pantas bermain. Mereka telah membuktikan kerja keras dalam sesi latihan.”

Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert menyapa suporter Indonesia usai pertnadingan melawan Timnas China pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Grup C di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). Timnas Indonesia mengalahkan China dengan skor 1-0. ANTARA FOTO/Fauzan/mrh/tom.

Selain itu, semakin banyak nama yang diturunkan Kluivert kian membuktikan kekuatan setara 30 pemain yang dibawanya ke Jepang. Dalam tiga gim pertama menangani Indonesia, Kluivert telah memainkan 25 dari 37 pemain yang dipanggil pada kalender laga Maret dan Juni ini.

”Seperti yang selalu saya utarakan, kami ingin timnas memiliki dua tim dengan kualitas setara. Sekarang timnas sudah memiliki itu. Jadi, siapa pun yang diturunkan memiliki kemampuan yang sama,” ucap Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Selamat bertarung, Garuda. Goreskan sejarah baru di Jepang.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti