Paruh Musim Liga Kompas, Daya Juang dan Konsistensi Pemain Kian Diuji

Pelatih berperan besar menjaga semangat dan konsistensi pesepak bola belia ketika menjalani musim kompetisi yang panjang, seperti Liga Kompas U-14 Powered by BRI.

02 Feb 2025 19:35 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

TANGERANG SELATAN, KOMPAS — Liga Kompas U-14 Powered by BRI musim 2024-2025 memasuki pekan kedelapan dari total 15 pekan pertandingan pada Minggu (2/2/2025). Daya juang dan konsistensi para pesepak bola belia mendapatkan ujian yang sesungguhnya ketika memasuki paruh musim, saat rasa jenuh dan demotivasi mulai melanda.

Tim-tim papan atas berusaha menjaga posisi mereka, sementara tim lainnya berusaha mengatasi ketertinggalan. Dalam musim kompetisi yang panjang, mempertahankan performa dan daya juang merupakan tantangan besar bagi para pemain.

Hal itu dirasakan, salah satunya, oleh pemain Oneway SS, Luthfi Helmi Hanafi. Selama delapan pekan, penampilan Luthfi dan timnya cukup konsisten. Tak heran jika mereka kemudian mampu menembus lima besar klasemen sementara musim 2024-2025.

Luthfi dan kawan-kawan mulai menunjukkan performa positif pada pekan kelima dan mempertahankannya hingga tiga minggu setelahnya. Pada pekan kedelapan, dalam laga kontra BMIFA di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten, Oneway SS meraih kemenangan atas BMIFA dengan skor 3-1.

Dengan hasil itu, tim asuhan pelatih TB Wahyudiansyah kini mencatatkan lima kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya sekali menelan kekalahan. Mereka bertengger pada posisi keempat klasemen sementara dengan koleksi 17 poin.

Pemain Pelita Jaya SS, Handaka Purnama (kanan), berebut bola dengan pemain Cipta Cendekia FA, Birbik Ahmad Permana, dalam laga pekan kedelapan Liga Kompas U-14 2024/2025 Powered by BRI di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (2/2/2025). Cipta Cendekia FA menang atas Pelita Jaya SS dengan skor 2-0.
Pemain Bina Taruna, Ilhan Aldy Pratama (kanan), terjatuh saat berebut bola dengan pemain Akademi Persib Bogor, M Raifakal, dalam laga pekan kedelapan Liga Kompas U-14 2024/2025 Powered by BRI di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (2/2/2025). Akademi Persib Bogor menang atas Bina Taruna dengan skor 4-1.
Pemain Salfas Soccer, Rafka Muhammad Aqila (kanan), berebut bola dengan pemain Persigawa, Kaisar Tri Mukti, dalam laga pekan kedelapan Liga Kompas U-14 2024/2025 Powered by BRI di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (2/2/2025). Persigawa menang atas Salfas Soccer dengan skor 3-0.
Pemain Akademi Persib Bogor, M Raifakal (kiri), berebut bola dengan pemain Bina Taruna, Raja Silvan, dalam laga pekan kedelapan Liga Kompas U-14 2024/2025 Powered by BRI di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (2/2/2025). Akademi Persib Bogor menang atas Bina Taruna dengan skor 4-1.

Namun, Luthfi tak memungkiri kebosanan mulai melanda. Beruntung, katanya, daya juangnya dan tim masih terjaga. Sebab, mereka ingat tujuan bersama untuk membawa tim selalu meraih hasil positif dan tujuan pribadi untuk terpilih sebagai bagian tim yang akan mengikuti Piala Gothia di Swedia.

Sepanjang kompetisi, penampilan para pemain dipantau oleh tim pemandu bakat. Pemain yang terpilih akan mengikuti seleksi dan pemusatan latihan sebelum dikirim untuk mengikuti ajang yang disebut sebagai Piala Dunia-nya para remaja itu.

”Bosan pasti ada, tapi biasanya saling menyemangati pas latihan. Kadang juga refreshing sebentar sama keluarga, biar setelah itu semangat latihan lagi. Kalau saya lebih coba ingat lagi ikut turnamen buat apa,” ujar Luthfi.

Di sisi lain, Luthfi berusaha untuk terus menjaga penampilannya karena melihat ada peluang bersaing sebagai pencetak gol terbanyak. Sebelum pekan kedelapan, Luthfi telah mengoleksi enam gol, hanya selisih satu gol dari pemuncak daftar pencetak gol terbanyak, Rayina Pamungkas dari Babek SS (8 gol).

Pemain Persigawa, Hilal Ahmar Hermawan, berusaha menerobos pertahanan Salfas Soccer dalam laga pekan kedelapan Liga Kompas U-14 2024/2025 Powered by BRI di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (2/2/2025). Persigawa menang atas Salfas Soccer dengan skor 3-0. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 02-02-2022

Sementara itu, pemain Persigawa, Puma Nandhito, merasa tantangannya bukan pada rasa bosan melainkan ketahanan fokus dan performa. Dengan Persigawa yang memuncaki klasemen setelah mengalahkan Salfas Soccer dengan skor 3-0, Puma merasa harus menjaga penampilan agar posisi mereka pun tetap terjaga.

”Mencoba biar enggak lengah karena masih ada beberapa pertandingan dan lawan pasti makin susah. Mereka juga pasti coba buat nyalip. Makanya harus latihan lebih serius dan tambah latihan sendiri biar tetap konsisten,” kata Puma yang turut menyumbang satu gol dalam kemenangan atas Salfas Soccer.

Mantan pemain timnas sekaligus anggota tim pemandu bakat, Dede Sulaeman, mengatakan, daya juang dan konsistensi pemain mendapatkan ujian sesungguhnya ketika sudah memasuki paruh musim. Sebab, biasanya pada pertengahan kompetisi, fokus pemain mulai menurun.

Para pemain harus bisa mengatasi ujian itu. Apalagi, selain kemampuan, daya juang dan konsistensi juga menjadi aspek yang dilihat tim pemandu bakat dari seorang pemain.

Pemain Bina Taruna melakukan selebrasi setelah membobol gawang Akademi Persib Bogor dalam laga pekan kedelapan Liga Kompas U-14 2024/2025 Powered by BRI di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (2/2/2025). Akademi Persib Bogor menang atas Bina Taruna dengan skor 4-1. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 02-02-2022

Untuk itu, kata Dede, peran pelatih penting agar pemain tetap bisa mempertahankan performa dalam musim kompetisi panjang. Tim yang berada di atas harus bisa menjaga konsistensi, tim yang berada di papan tengah dan mereka yang berusaha lepas dari jerat papan bawah harus bisa terus menumbuhkan motivasi dan semangat pantang menyerah pemain.

Pelatih Bina Taruna, Agus Agustira, mengamini bahwa peran pelatih besar untuk mempertahankan semangat dan daya juang pemain agar tidak luntur. Apalagi, ketika hingga paruh musim, tim masih nirkemenangan seperti yang dialami Bina Taruna.

Pada pekan kedelapan, Bina Taruna menelan kekalahan 1-4 dari Akademi Persib Bogor setelah sempat unggul lebih dulu. Agus tak memungkiri bahwa hasil itu mengecewakan, terlebih tim masih tertahan pada papan bawah dengan menempati peringkat ke-15 tiga seri dan lima kalah.

Menurut Agus, anak-anak asuhannya masih kurang fokus dalam permainan. Alhasil, mereka selalu terbawa permainan lawan dan tidak bisa mengembangkan pola permainan sendiri. Kendati ada evaluasi setiap pekannya, kata Agus, hasilnya tidak bisa instan.

Pelatih Persigawa memberikan arahan kepada pemainnya, Nicholas Satria Arkananta, saat melawan Salfas Soccer dalam laga pekan kedelapan Liga Kompas U-14 2024/2025 Powered by BRI di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (2/2/2025). Persigawa menang atas Salfas Soccer dengan skor 3-0. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 02-02-2022

Di sisi lain, Agus percaya bahwa tiga poin yang dinanti-nanti itu akan tiba. Terpenting, pemain tetap mempertahankan semangatnya dan terus berusaha menunjukkan penampilan terbaik.

”Harapan untuk menang pasti ada di setiap tim, setiap individu. Ketika belum bisa terwujud, sebagai pelatih ya tetap memotivasi pemain, menjaga psikis mereka, karena tentu tidak mudah bagi pemain muda seperti mereka,” tutur Agus.

Agus pun berharap, para pemain juga mendapatkan motivasi dari banyak pihak, tidak hanya pelatih. Orangtua, kata Agus, juga berperan penting untuk menumbuhkan kembali semangat para pemain.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto