Paus Leo XIV memulai kunjungan apostolik pertama ke empat negara di Afrika. Aljazair, negara dengan penduduk mayoritas Muslim, menjadi tujuan pertamanya.
14 Apr 2026 20:00 WIB · Internasional
AP/ANDREW MEDICHINI
ALGIERS, SELASA — Di tengah ketegangan dengan Presiden AS Donald Trump terkait perang Iran, Paus Leo XIV memulai kunjungan apostolik pertama ke empat negara di Afrika pekan ini. Aljazair menjadi tujuan pertama perjalanan apostolik yang dimulai pada Senin (13/4/2026). Di Aljazair, Paus Leo XIV menekankan lagi pentingnya persatuan dan perdamaian, rekonsiliasi, serta sikap saling menghormati.
Vatican News memberitakan, Paus Leo XIV berkunjung ke tanah kelahiran Santo Agustinus di Annaba, Aljazair, Selasa (14/4/2026). Paus berziarah ke reruntuhan arkeologi tempat tokoh besar Kristen pada awal abad ke-5 itu hidup, meninggal, dan menulis beberapa karya terpentingnya.
Dalam kunjungan apostolik kali ini, Paus memfokuskan pada ketokohan Santo Agustinus sebagai ”pembangun jembatan” untuk menekankan perdamaian dan kerukunan umat Kristen dan Muslim. ”Hati Tuhan terluka oleh perang, kekerasan, ketidakadilan, dan kebohongan,” kata Paus di hadapan sekelompok biarawati dan para tetua di Annaba.
Sehari sebelumnya, Paus mengunjungi Monumen Para Martir ”Maqam Echahid”. Di situ, Paus memperingati mereka yang gugur dalam Perang Kemerdekaan Aljazair dari 1954 hingga 1962.
Dalam pidatonya, Paus mengingatkan bahwa ”masa depan adalah milik laki-laki dan perempuan yang cinta damai”. Paus menekankan, kebebasan sejati bukan sekadar warisan. ”Kebebasan itu dipilih kembali setiap hari,” katanya.
Dari museum, Paus bertemu Presiden Republik Aljazair Abdelmadjid Tebboune. Tebboune mengungkapkan ”kebanggaan luar biasa" yang dirasakan rakyat Aljazair terhadap Santo Agustinus. ”(Santo Agustinus) putra kesayangan negeri ini, yang sebagai tempat kelahirannya, dengan bangga menjadi tempat peristirahatan terakhirnya,” katanya.
Aljazair, saat masih dikenal sebagai Afrika Utara, merupakan tanah kelahiran Santo Agustinus. Ia lahir pada 354 di Thagaste, yang sekarang merupakan kota Souk Ahras di dekat perbatasan dengan Tunisia.
Pada saat itu, wilayah Afrika Utara merupakan bagian dari Kekaisaran Romawi, termasuk Kartago di Tunisia saat ini, tempat Agustinus dididik dan mengajar retorika. Ia meninggalkan Afrika Utara menuju Roma pada tahun 383 dan kemudian ke Milan, tempat ia memeluk agama Katolik.
Agustinus lantas kembali ke tanah kelahirannya, mendirikan sebuah biara di Hippo, dan menjadi uskup. Di sana ia menulis beberapa karya terpenting dalam kanon Barat, termasuk ”Pengakuan” dan ”Kota Tuhan”.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/14/cf6928eb-cf37-464f-8699-439baa193e46.jpg)
Santo Agustinus hanya menghabiskan lima tahun di Italia. Namun, ia sering dianggap sebagai salah satu pemikir Kristen Barat terbesar karena tulisannya tentang kebenaran, kejahatan, penciptaan, dan rahmat. Ordo Agustinian didirikan di Italia pada abad ke-13, terinspirasi oleh Santo Agustinus.
Paus Leo XIV berasal dari Ordo Agustinian. Ia menyatakan diri sebagai ”putra Santo Agustinus” pada malam terpilih sebagai Paus.
Paus juga memperjelas bahwa Santo Agustinus merupakan inspirasi utama kepausannya. Kunjungan ke Aljazair ini sangat pribadi dan penting karena relasi spiritual Paus dengan Santo Agustinus. Ia sudah dua kali mengunjungi Aljazair saat masih menjabat Superior Ordo Agustinian. Begitu terpilih, Paus Leo mengatakan, perjalanan apostolik pertamanya adalah ke Afrika.
Menurut Paus, Santo Agustinus mewakili jembatan yang sangat penting dalam dialog antaragama dan perdamaian yang dapat dimanfaatkan dunia. ”Kita harus selalu mencari jembatan untuk membangun perdamaian dan rekonsiliasi,” katanya.
Perjalanan ke Afrika ini mewakili kesempatan berharga untuk mempromosikan perdamaian, rekonsiliasi, rasa hormat, dan pertimbangan bagi semua orang. Sebagai perwujudan pesan itu, Paus berkunjung ke Masjid Agung Algiers. Kunjungan ke masjid ini sangat penting. Aljazair merupakan negara mayoritas Muslim di mana komunitas Katolik merupakan minoritas kecil, tetapi dinamis.
Didampingi Imam Besar Masjid Agung Mohamed Mamoun Al Qasimi, Paus Leo meluangkan waktu sejenak untuk merenung. Paus kembali menekankan pentingnya saling menghormati martabat setiap orang.
Paus berkesempatan mendengarkan kesaksian orang-orang dari berbagai agama, termasuk seorang perempuan Muslim dan seorang mahasiswa Kristen Pentakosta di Basilika Bunda Maria Afrika. Mereka berbagi pengalaman mereka hidup berdampingan dan penuh persaudaraan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/04/14/7b1e348b-c2c4-480f-b3aa-05abfb5e541c.jpg)
”Di dunia, tempat perpecahan dan perang menabur penderitaan dan kematian di antara bangsa-bangsa, dalam komunitas, dan bahkan dalam keluarga, pengalaman persatuan dan perdamaian mereka adalah tanda yang meyakinkan,” tutur Paus.
Paus Leo juga dijadwalkan mengunjungi ordo biarawati dan komunitas kecil Agustinian di Annaba. Ia mengakhiri kunjungan hari kedua dengan merayakan misa di Basilika Santo Agustinus, yang dibangun pada akhir tahun 1800-an.
Setelah Aljazair, umat Katolik di Angola, Kamerun, dan Guinea Ekuatorial menanti kunjungan Paus Leo. Perjalanan apostolik Paus Leo ke Afrika akan berakhir pada 23 April 2026. (AP)
Penulis:
Helena Fransisca NababanEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra